
Sun Long dan Qian Qi sampai di lantai 7 gedung Bunker. Berbeda dengan lantai 1 dan lantai 4 yang rapih. Lantai 7 cukup berantakan banyak potongan tubuh prajurit boneka, pil-pil, bekas ledakan dan masih banyak lagi kekacauan dimana-mana.
Ini pasti tempat Hubby menghabiskan sebagian besar waktunya. Tidak beda jauh seperti kamarnya yang berantakan di sini juga sama. Sepertinya aku harus membersihkan tempat ini.
“Sweety kemarilah…”. Ia Hubby tunggu sebentar. Qian Qi melangkah berlahan-lahan melewati tumpukan benda.
“Lihatlah ini Sweety. Ini adalah tubuh ayahmu yang baru”.
“Bentuk tubuhnya tidak berbeda jauh dengan tubuh ayah yang asli. Ayah pasti suka merasuki tubuh ini. Tapi Hubby kenapa boneka ini bolong dibagian jantungnya”.
“Komponen terakhirnya belum ada. Tidak hanya mengembalikan kekuatan ayahmu. Aku ingin ayahmu bisa meningkatkan kultivasinya seperti manusia normal. Maka dari itu aku harus membuat jantung khusus untuk bonekanya”.
“Apakah komponen terakhirnya sulit didapatkan Hubby?”.
“Tenang saja Sweety. Komponen terakhirnya mudah didapatkan. Setidaknya untukku mudah. Tapi aku ingin Dodo Fung yang mengambilnya. Aku ingin menguji Dodo Fung sekali lagi”.
“Memangnya bagaimana cara mendapatkan komponen terakhirnya Hubby?”.
“Dodo Fung harus menjatuhkan Beruang Eternal”.
“Beruang Eternal? Beruang apa itu Hubby?”.
“Makanan utama Beruang Eternal adalah baja. Monster itu punya tubuh yang aneh. Ia mampu menumbuhkan kembali baja yang ia makan di punggungnya. Baja yang sudah dicerna berubah menjadi baja dengan kualitas terbaik. Aku ingin Dodo Fung mengambil baja itu dari punggungnya tanpa membunuh beruang itu. Beruang Eternal jumlahnya tidak terlalu banyak. Ini ujian Alkemis untuk Dodo Fung”.
“Ujian Alkemis… Pasti akan sulit”.
…
Di dalam ruang rapat gedung walikota.
“Bagaimana Dodo Fung? Apa kamu berhasil menyerap Prisma Magnetnya?”
“Berhasil kak. Kakak Luo Meilin sendiri bagaimana dengan Semanggi Empat Sisinya?”.
“Hebat kamu Dodo Fung. Cepat sekali menyerap hal baru. Aku masih kebingungan dengan semanggi empat sisi. Ngomong-ngomong bagaimana dengan ranahmu apa naik juga?”.
“Naik kak. Akhirnya aku ada di Pagoda Tingkat 7 Tahap Awal. Wajar saja kalau kakak Luo Meilin kebingungan. Kakak harus naik ke pagoda tingkat 8 kesulitannya berbeda jauh. Kakak harus tetap semangat”.
“Terima kasih dukungannya Dodo Fung. Coba tunjukkan auramu kakak ingin melihatnya”.
“Siap Kak”. Dodo Fung mengeluarkan aura qinya. Sekarang warna aura qi Dodo Fung sudah berubah menjadi warna merah tua.
“Aura apa itu Dodo Fung? Aku baru pertama kali melihatnya. Aura merahmu berbeda jauh dengan aura merah kakak. Aura kakak memang merah dan besar tapi tidak semurni milikmu”. Luo Meilin mengeluarkan auranya juga.
“Ia kak aku baru sadar warnanya beda. Selain warnanya berbeda auraku juga lebih pekat. Bahkan menempel di lantai selama beberapa detik, seperti aura hitam dari iblis”.
__ADS_1
“Kamu sangat kuat Dodo Fung. Kamu harus berterima kasih kepada kakak Sun Long. Mungkin ini semua berkat dirinya yang menahanmu untuk naik tingkat. Kakak Sun Long selalu punya alasan atas semua tindakannya”.
“Ia kakak Luo Meilin benar. Aku jadi merasa bersalah telah meragukan kakak Sun Long beberapa kali”.
“Tidak apa-apa Dodo Fung. Kamukan masih 18 tahun. Jadi wajar saja kalau kamu nakal-nakal sedikit. Yang penting kamu belajar”.
“Ia kak”.
“Brak…!!!”. Beberapa orang mendobrak masuk.
“Ada apa Luo Meilin?”. Luo Zixin, Luo Meifen dan beberapa bangsa ular mendobrak masuk.
“Tenang Ayah kenapa Ayah sepanik itu?”.
“Aku merasakan auramu dan aura seseorang yang kuat”.
“Tenang Ayah itu aura Dodo Fung. Ia berhasil naik ranah. Aku sedang membandingkan auranya saja. Aura miliknya berbeda jauh walau sama-sama di Ranah Pagoda Tingkat 7”.
“Maafkan Paman Dodo Fung. Selamat atas kenaikan kultivasimu”.
“Tidak apa-apa paman”. Orang-orang yang datang memberi selamat kepada Dodo Fung.
“Tuan Dodo Fung. Nyonya Sun Fangxin berhasil mengirimkan 5 wanita lagi. Totalnya jadi 13 orang sama saya Tuan”. Dewi Medusa memberikan laporan.
“Sudah Tuan”.
“Kerja bagus Medusa. Kalau begitu kita harus segera mengudara lagi”. Dodo Fung dan bangsa ular berpamitan.
“Jangan lupa pengiriman selanjutnya minggu depan Dodo Fung”.
“Siap Kak! Kami pamit dulu”.
Dodo Fung dan 13 bangsa ular kembali mengudara.
“Medusa bagaimana dengan kultivasi mereka?”.
“Maaf Tuan Dodo Fung. Kultivasi mereka masih rendah. Hanya ada di ranah Pagoda Tingkat 3 dan 4 saja”.
“Tidak apa-apa. Yang penting mereka sehat semua. Tenang saja tidak perlu buru-buru aku akan melindungi kalian semua. Hari ini kalian bebas beristirahat, sambutlah saudari kalian terlebih dahulu”.
“Terima kasih Tuan”.
“Kapten Dodo Fung!”.
“Ada apa?”.
__ADS_1
“Ada Banteng Api tuan”.
“Mantap…! Turunkan ketinggian”.
“Siap Kapten!”.
“Ada apa Tuan Dodo Fung kenapa menurunkan ketinggian?”.
“Tenang saja Medusa tidak ada hal yang serius. Aku diminta menjalankan beberapa tugas oleh kakak Sun Long. Salah satunya, aku disuruh menguji kekuatan prajurit boneka dan senjata barunya”.
“Baiklah kalau begitu Tuan Dodo Fung”.
“Kamu siapa namamu?”. Dodo Fung menunjuk seorang wanita dari bangsa ular.
“Namaku Bai Su Tuan”.
“Sepertinya kamu pembawa keberuntungan. Pilih nomor dari 1 sampai 100”.
“Tuan?” Bai Su terlihat bingung.
“Pilih saja”. Medusa mengangguk meyakinkan Bai Su.
“21 Tuan”.
“Nomor 21!”.
“Siap Kapten!”. Salah seorang robot boneka menghampiri Dodo Fung.
“Bagus. Sepertinya kamu siap bertempur. Lawan Banteng Api itu”.
“Siap Kapten!”. Prajurit Boneka itu segera turun dari Atlas.
Prajurit boneka nomor 21 berukuran normal seperti manusia biasa. Ia bertugas sebagai penembak meriam di kapal tempur Atlas. Meski seorang penembak seluruh pasukan boneka dibuat khusus harus mampu melawan monster-monster yang ada di Surga Hitam.
Bateng Api itu berada di Ranah Pagoda Tingkat 6 Tahap Menengah. Ia yang melihat kedatangan prajurit boneka langsung bersiaga dan menatap mengintimidasi. Melihat prajurit boneka yang tidak menghiraukan ancamannya banteng itu langsung menyerang.
Banteng Api yang sangat besar berlari dengan penuh amarah. Langkah kakinya membuat tanah bergetaran seperti gempa. Prajurit boneka tidak gentar, ia mengeluarkan pedangnya lalu melompat tinggi naik ke atas punggung banteng api.
Prajurit boneka hendak menancapkan pedangnya di punggung banteng api. Tapi banteng api itu tidak menyerah ia meronta-ronta menggoyangkan punggungnya. Prajurit boneka kehilangan keseimbangan ia terjatuh ke pasir.
Melihat kesempatan yang ada banteng api berusaha menginjak prajurit boneka. Untung saja prajurit boneka berhasil menghindar dengan cara berguling ke arah samping. System yang ada di prajurit boneka baru menyadari bahwa banteng api tidak bisa dilawan dengan jarak dekat.
Prajurit boneka pun merubah strategi tempurnya. Ia memasukan pedangnya kembali lalu mengeluarkan beberapa granat. Prajurit boneka segera melemparkan granat itu ke arah banteng api. Banteng api yang memiliki insting kuat langsung bergerak menghindar.
“Boom…!”. Granat itu meledak di tanah tidak mengenai apa pun.
__ADS_1