Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 55 - Ke Makam Ibu Bagian 2


__ADS_3

“Hubby…”. Qian Qi dan Sun Fangxin yang mendengar suara burung Phoenix ketakutan dan bersembunyi di belakang Sun Long.


“Tenang saja Sweety, Bibi”.


“Bagaimana kita bisa tenang Hubby. Monster kelas Mitologi baru saja terbangun. Monster yang aku pikir hanya dongeng untuk anak-anak ternyata beneran ada dan sangat menyeramkan. Aku bisa melihat aura emas yang muncul seperti letusan Gunung berapi”.


“Tenang saja. Sekarang belum waktunya dia makan. Dia hanya bangun untuk minum”.


“Sekarang saatnya kak”.


“Prajurit…!  Bersiap untuk memasuki gua”.


“Siap Kapten!”.


“Sweety, Bibi pegangan yang erat”. Mereka berdua langsung memeluk Sun Long.


“La… Laharnya surut Hubby…”.


“Ia Sweety. Burung Phoenix sedang meminum laharnya. Sebentar lagi air terjun lahar itu akan surut dan gua tempat makam ibu akan terbuka”. Sun Long menunjuk sebuah air terjun lahar besar yang berada di sebelah danau.


Benar saja tidak lama kemudian air terjun lahar itu surut dan terlihat jelas gua yang sangat besar bahkan kapal tempur Atlas juga bisa masuk ke dalamnya.


“Prajurit!”. Sun Long memberi aba-aba.


“Siap Kapten!”. Kapal tempur Atlas pun di arahkan masuk ke dalam Gua.


Guanya cukup terang karena diterangi oleh lahar panas. Meski begitu ada sesuatu yang sangat aneh. Di luar gua suhu udara begitu panas tapi saat sampai ke dalam gua suhu udara tiba-tiba saja berubah menjadi sejuk. Mereka semua bisa bernapas dengan normal di dalam gua.


Qian Qi dan Sun Fangxin hanya terdiam melihat sekitar. Mereka terlalu takut untuk berbicara karena gua itu terlihat seperti neraka. Kapal tempur Atlas pun bergerak berlahan-lahan terus memasuki gua.


Sampailah mereka di ujung gua. Terdapat lubang besar yang dasarnya tidak kelihatan. Seluruh lampu yang ada di kapal tempur Atlas pun dinyalakan. Kemudian Atlas mulai turun memasuki lubang yang gelap itu.

__ADS_1


Perasaan yang tak menentu mulai menghantui Sun Fangxin dan Qian Qi. Kata “berziarah” yang mereka pikirkan sama sekali tidak sesuai dengan ekspektasi. Perjalanan ini lebih pantas disebut misi bunuh diri ketimbang berziarah.


Kapal tempur Atlas turun selama beberapa menit sampai akhirnya mendarat di sebuah kubangan air yang cukup besar. Terdapat sebuah teras dan pintu gerbang besar di depannya. Kapal tempur Atlas berlabuh di teras itu. Terasnya memang cukup besar seperti dermaga jadi mereka bisa berlabuh di sana.


“Sweety, Bibi kita sudah sampai”. Qian Qi dan Sun Fangxin tidak menghiraukannya. Mereka tetap memegang erat Sun Long.


Sun Long hanya bisa pasrah memahami ketakutan Qian Qi dan Sun Fangxin. Akhirnya mereka berempat turun dari kapal tempur Atlas dan berjalan menuju pintu gerbang. Sesampainya di depan pintu gerbang Sun Long dan Dodo Fung langsung memasukan kode dan membuka formasi keamanannya.


Keamanannya terlihat canggih dan rumit. Hanya Sun Long seoranglah yang dapat membuka gerbang itu sepenuhnya. Dodo Fung hanya membantu sebisanya karena ia tidak bisa menghafal semua langkahnya.


Udara sejuk dan harum mulai terasa bersamaan dengan terbukanya pintu gerbang. Aura qi yang lembut menyebar membelai Dodo Fung, Qian Qi dan Sun Fangxin. Ketenangan dan keheningan yang sudah lama dinanti membuat mereka bertiga roboh dan menangis.


Ibu aku kembali. Kali ini tidak hanya kami berdua Bu. Sekarang kami membawa Bibi, Istriku dan Calon anakku. Getaran yang begitu kuat, kerinduan yang terpendam, hati yang lelah berjuang dan tubuh yang menjerit kesakitan membuat tubuh Sun Long ikutan roboh. Bukan karena kalah melainkan terbebas, seakan menemukan tempatnya untuk kembali beristirahat.


Mereka berempat roboh di depan pintu gerbang. Butuh beberapa menit untuk mereka kembali sadar.


“Ibu… Ngeee…” Dodo Fung yang tidak tahan langsung berlari masuk.


“Baik Hubby”.


“Kalian duluan saja. Kaki Bibi terlalu lemas tidak bisa di gerakan. Bibi merasa tidak pantas untuk masuk ke dalam”. Sun Fangxin duduk menangis lemas.


“Bibi bicara apa? Tentu saja Bibi pantas masuk. Apa Bibi tidak kasihan dengan Ibu. Ibu sudah merindukan kehadiran Bibi sejak lama. Sini Bi biar aku gendong”. Sun Long menggendong Sun Fangxin masuk ke dalam gerbang, diiringi Qian Qi di samping mereka.


Rumput-rumput hijau seperti karpet lembut dan halus mengantarkan mereka menuju ke dalam area makam. Area makam yang cukup luas ditumbuhi berbagai macam bunga yang harum semerbak tertata rapih. Terdapat pohon besar yang rimbun menemani dan melindungi makan Liu Shu di bawahnya. Pohon besar yang berwarna putih suci dengan daun-daun berwarna pink menyala.


“Hubby bukankah itu pohon Sakura?”.


“Ia Sweety itu pohon Sakura”. Sun Long menurunkan Sun Fangxin di sebelah makam Liu Shu.


“Dodo Fung…! Jangan terlalu erat memeluk batu nisannya. Awas kalau sampai rusak”. Dodo Fung tersadar dan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


“Po… Po… Pohon Sakura. Bukankah itu merupakan salah satu pohon legendaris Hubby. Satu helai daunnya memiliki energi qi yang jauh lebih besar dari pada batu qi. Daunnya juga bisa digunakan untuk membuat pil tingkat tinggi. Batangnya, akarnya, getahnya seluruh bagiannya. Pohon Sakura tidak ternilai harganya. Di buku-buku masa lampau warnanya hanya hitam putih, aku tidak menyangka pohon Sakura sangatlah indah”.


“Ibu langsung jatuh cinta saat pertama kali melihat pohon ini. Makanya kami memakamkan ibu di bawahnya”.


“Kemarilah Sweety. Biar aku perkenalkan kepada Ibu”. Sun Long mengajak Qian Qi duduk di sebelah makam Liu Shu. Qian Qi gugup mengikutinya.


“Ibu… Perkenalkan ini Qian Qi Istriku. Qian Qi adalah anak dari Paman Qian Tao dan Bibi Shen Yue. Ibu… Janji kalian berdua telah terlaksana. Janji yang begitu indah, terima kasih karena telah menyatukan kami berdua. Ibu kami juga punya kejutan untuk Ibu. Sebentar lagi Ibu akan menjadi seorang Nenek”. Sun Long memegang lembut perut Qian Qi.


Tiba-tiba angin berhembus lembut dari Pohon Sakura. Sebuah daun jatuh menari-menari mengikuti hembusan angin dan jatuh ke perut Qian Qi. Daun itu menyala dan terserap masuk ke dalam tubuh Qian Qi.


Aura di dalam tubuh Qian Qi menggebu-gebu menyambut datangnya sehelai daun Sakura.  Qian Qi merasakan kekuatan yang sangat besar hingga ranahnya naik ke Ranah Pagoda Tingkat 4 Tahap Awal.


“Hubby… Terima kasih Ibu atas doa restunya”. Qian Qi dan Sun Long berpegangan tangan.  Entah nyata atau tidak tapi mereka berdua bisa merasakan kehadiran Liu Shun di dekat mereka.


“Ibu… Sekarang aku sudah besar. Umurku sudah 18 tahun, ranahku sekarang di Pagoda Tingkat 6 Tahap Akhir. Aku akan memulai perjalananku sendiri Bu. Tidak lama lagi aku dan kakak akan berpisah. Aku tidak bisa merepotkan kakak terus. Aku juga harus berusaha mandiri, aku tidak akan kalah dengan kekuranganku. Ibu doakan aku agar aku bisa hidup mandiri dan bisa melindungi bangsa Ular”.


“Dodo Fung… Kakak bangga padamu”.


“Terima Kasih kak”. Angin berhembus kembali. Kali ini mengarah kepada Dodo Fung dan Sun Long. Dua buah ranting tiba-tiba saja jatuh tepat di depan mereka. Sun Long dan Dodo Fung pun mengambilnya.


“Dodo Fung ayo kita makan rantingnya”.


“Dimakan kak?”.


“Iya…”.


“Baiklah”. Meski terlihat ragu Dodo Fung tetap memakan rantingnya. Rasanya seperti permen lolipop.


Setelah memakan rantingnya tubuh Sun Long dan Dodo Fung mengeluarkan cahaya. Tubuh mereka berdua berubah menjadi lebih kokoh, kuat dan lentur . Tingkatannya setara dengan tubuh naga.


Sekarang giliran Sun Fangxin untuk berbicara dengan Liu Shu.

__ADS_1


__ADS_2