Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 77 - Persiapan Qian Qi


__ADS_3

“Hore…!!! Ibu hebat”.


“Hebat Sweety”. Sun Long menyibak penutup wajah Qian Qi dan menciumnya.


“Terima kasih Hubby, Sun An. Waktunya memotong-motong mayat”. Qian Qi mengeluarkan berbagai jenis pisau.


“Ayah… Ibu seperti psikopat”. Sun An berbisik.


“Benar katamu Sun An. Sepertinya Ibumu memang suka memotong-motong”.


“Hubby, Sun An?”.


“Tidak apa-apa Bu. Ibu terlihat cantik”.


Qian Qi menatap Sun Long. Sun Long hanya membalas dengan senyuman. Sebelum memotong-motong mayat Laba-laba Giok Raksasa Qian Qi meminum beberapa pil anti racun terlebih dahulu.


Laba-laba Giok jauh lebih beracun dari pada Katak Bintik Merah. Satu helai rambutnya bisa membunuh seisi kota dalam hitungan detik. Qian Qi harus ekstra hati-hati tidak bisa asal potong.


Proses pemotongan memakan waktu cukup lama. Prosesnya lebih mirip seperti sebuah operasi besar ketimbang pemotongan monster. Butuh konsentrasi tinggi dan kehati-hatian ekstra.

__ADS_1


Karena ini ujian, Sun Long dan Sun An tidak bisa membantu Qian Qi. Mereka yang bosan memutuskan untuk main layangan di dekat Qian Qi.


Setelah lama menunggu akhirnya proses pemotongan selesai juga. Qian Qi menunjukan hasilnya kepada Sun Long. Hasilnya sangat baik 95% bagian tubuh Laba-laba Giok Raksasa masih dalam kondisi yang bagus dan bisa digunakan untuk bahan pil. Sedangkan 5%nya lagi hancur akibat tertancap tombak Qian Qi.


Sun Long memutuskan Qian Qi lulus dengan gemilang. Sun Long, Qian Qi dan Sun An mengadakan pesta perayaan keberhasilan Qian Qi. Namun Sun An terlihat sedih karena Ibunya berhasil maka ibunya akan meninggalkannya.


Setelah makanan habis, Sun An langsung berlari ke kamar Dodo Fung dan mengunci pintunya. Qian Qi terlihat sedih melihat Sun An. Dengan lembut Sun Long menenangkannya. Tentu saja Sun An akan sedih, anak mana yang tidak sedih ditinggalkan ibunya.


Sun Long meminta Qian Qi untuk tidur duluan. Tidak hanya Sun An ternyata Sun Long juga meresakan hal yang sama. Ia meminta izin pada Qian Qi untuk tidur bersama Sun An. Mereka berdua butuh sedikit waktu.


Qian Qi mulai goyah dengan keputusannya. Hatinya mulai ragu apakah hal ini benar untuk dilakukan. Tentu saja hal ini salah untuk dilakukan balas dendam tidak akan pernah benar. Namun harus dilakukan.


Setelah puas Sun Long mencium Qian Qi dan pergi menuju kamar Dodo Fung. Sun Long membujuk Sun An untuk membukakan pintu karena Ia juga ingin menangis bersamanya. Sun An pun luluh dan membukakan pintu. Sun An menangis dalam dekapan Sun Long.


Berlahan-lahan Sun Long menjelaskan kepergian Qian Qi. Hal itu tidak hanya berat untuk mereka berdua, Qian Qi juga merasakan hal yang sama. Di dalam hidup pasti ada perpisahan Sun An tidak bisa menghindarinya. Sun An harus belajar menghadapinya dan belajar berpisah dengan cara yang benar.


Sun An pun tersadar dan mengajak Sun Long untuk pindah tidur bersama Qian Qi. Sesampainya di kamar, Sun An terkejut melihat Qian Qi. Ternyata Ibunya belum tidur Ia juga sedang menangis seperti Sun An. Akhirnya Qian Qi dan Sun An saling meminta maaf dan tidur bersama di kamar Sun Long.


Keputusan Sun Long memang tepat. Awalnya Qian Qi meminta kamar baru untuk Sun An. Namun Sun Long menolaknya. Ia sengaja tidak membuatkan kamar untuk Sun An agar mereka bertiga bisa tidur bersama. Sun Long hanya merubah tempat tidur di kamarnya menjadi lebih besar.

__ADS_1


Menurut Sun Long kebersamaan lebih penting dari pada kemandirian. Ia ingin menanamkan kenangan bahagia untuk mereka bertiga sebelum perpisahan itu menghampiri. Mendengar alasan itu Qian Qi hanya bisa tersenyum membayangkan masa depan yang kini sedang dialaminya.


Keesokan paginya Sun Long, Qian Qi dan Sun An pergi menuju Bunker. Mereka mempersiapkan persenjata untuk dibawa oleh Qian Qi. Tidak lupa Sun Long mempersiapkan prajurit boneka yang akan ditugaskan untuk menemani Qian Qi.


Qian Qi meminta prajurit boneka yang bisa bersembunyi. Prajurit boneka tipe tempur akan terlalu besar dan mencolok. Bukannya membantu hal itu malah merepotkan Qian Qi. Ia juga meminta prajurit boneka tipe pengintai yang berukuran lebih kecil.


Sun Long sudah memperhitungkan segalanya. Ia sudah menyiapkan prajurit boneka tipe assassin untuk Qian Qi. Tipe yang sama dengan prajurit boneka yang ditugaskan untuk memantau dan melindungi Sun Fangxin. Sedangkan untuk prajurit boneka pengintainya Sun Long sudah mempersiapkan prajurit boneka monyet dan prajurit boneka capung produk baru buatan Sun Long.


Tidak lama kemudian semuanya sudah siap. Qian Qi agak ragu dengan senjata-senjata yang akan ia bawa. Pasalnya senjata-senjata ini terlalu kuat dan banyak. Senjatanya cukup untuk memulai perang bukan untuk berjaga-jaga.


Sun Long beralasan musuh mereka bukan hanya kekaisaran Sun. Masih ada kekaisaran lain dan yang paling berbahaya adalah bangsa iblis. Mendengar bangsa iblis, Qian Qi pun mengerti akan kekhawatiran Sun Long. Sebagai hadiah Qian Qi memberikan Sun Long sebuah ciuman.


Sun Long mengajak Qian Qi dan Sun An untuk kembali ke atas. Namun Sun An menolaknya ia sedang asik mencoba senjata-senjata baru. Tanpa diduga Qian Qi juga menolaknya. Ia meminta waktu sebentar untuk berdiam diri di lantai 1. Karena tidak bisa pergi ke makan Liu Shu. Ia memutuskan untuk berpamitan dengan Liu Shu melalui patungnya.


Melihat ketulusan Qian Qi, Sun Long meminjamkan boneka kain Liu Shu. Patung itu buatan Sun Long tidak ada kaitannya dengan Liu Shu. Tapi boneka kainnya berbeda. Ini buatan langsung dari Liu Shu. Qian Qi dengan senang hati menerimanya. Kemudian ia tetap pergi ke lantai satu. Karena di sana suasananya lebih tenang.


Qian Qi meminta Sun Long untuk tetap di lantai 7 menemani Sun An takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Ayah dan Anak sama saja kerjanya bermain dengan maut. Sun An terlihat senang melihat ledakan-ledakan dahsyat dari senjata Sun Long.


Sedangkan Qian Qi bersipu meminta izin dan restu dari Liu Shu. Bukan tanpa alasan karena Qian Qi bertekat untuk mengikuti seluruh jejak Liu Shu. Diam-diam Qian Qi ingin melakukan napak tilas kehidupan Liu Shu.

__ADS_1


Qian Qi tidak bermaksud untuk merahasiakan hal ini dari Sun Long. Hanya saja ia belum yakin dengan mimpinya tentang Liu Shu. Terkadang Liu Shu melakukan hal-hal aneh. Seperti menunjuk sebuah tembok, menggambar sebuah simbol dan lain sebagainya. Seperti memberi sebuah petunjuk untuk pemegang cincin generasi berikutnya. Dan salah satu pertandanya adalah untuk tidak memberi tahu Sun Long.


__ADS_2