Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 12 - Atlas


__ADS_3

Setelah makan Sun Long dan Dodo Fung mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Tidak lupa juga Sun Long mengaktifkan formasi keamanan berlapis. Qian Qi hanya bisa memperhatikan mereka berdua. Ia tidak paham sama sekali dengan apa yang dilakukan Sun Long dan Dodo Fung. Di matanya Sun Long dan Dodo Fung hanya berjalan ke sana kemari.


“Sudah semua kak”.


“Cek ulang dua kali”.


“Siap kak”.


Beberapa menit kemudian.


“Sudah kak. Aku akan mengeluarkan kereta kudanya”.


“Tunggu Dodo Fung. Kali ini kita tidak akan naik kereta kuda”.


“Lalu kita naik apa kak?”. Sun Long menunjuk langit.


“Kita akan terbang”.


“Hahhh…!!!” Qian Qi dan Dodo Fung kaget.


Kegilaan apa lagi ini? Sepertinya suamiku gila betulan. Mana mungkin manusia bisa terbang. Itu sangat tidak masuk akal. Qian Qi menutup wajahnya seakan-akan dia malu punya suami yang agak gila.


“Apakah benda itu sudah jadi kak?”.


“Ha…Ha…Haaa… Tentu saja sudah jadi”.


Sun Long terlihat menarik sebuah plat besi dari dalam pasir. Ia memencet tombol-tombol yang ada di besi itu. Tiba-tiba saja tanah sedikit bergetar. Qian Qi refleks langsung memegang Sun Long dan Sun Long langsung merangkulnya.


“Lihatlah Qian Qi kamu akan menjadi wanita pertama yang bisa terbang di dunia ini. Mungkin namamu akan tercatat dalam buku sejarah”.


Wanita pertama yang bisa terbang. Keren sekali andai hal itu bisa terjadi. Tapi Sun Long tidak pernah berbohong padaku. Jadi pasti kali ini juga benar. Tapi bagaimana bisa? Sudah ribuan tahun, bahkan orang-orang dengan kultivasi tingkat tinggi saja belum ada yang dapat membuat teknik terbang. Tentu saja hal itu tidak mungkin terjadi. Lagi pula manusia terlahir tanpa sayap sudah pasti terbang merupakan hal yang mustahil.


“Kamu jangan bercanda suamiku. Mana mungkin manusia bisa terbang. Ada-ada saja”.


“Aku tidak akan pernah berbohong padamu. Kita bisa terbang menggunakan Atlas”.


“Atlas?” Qian Qi bingung.


Terlihat sebuah kapal tempur berukuran sangat besar keluar dari bawah pasir. Seperti kapal bajak laut dengan banyak meriam di sekelilingnya. Ada lingkaran formasi besar di bawahnya dan ada juga formasi-formasi kecil di tempat-tempat tertentu. Kapalnya begitu indah dengan batu-batu Qi yang menyala terang.


“Horeee…!!! Keren sekali kak…!!! Akhirnya usaha kita selesai juga”. Dodo Fung melompat-lompat kegirangan.


“Eeemmm… Suamiku inikan kapal laut. Bagaima… Sudahlah aku sampai malas membahasnya” Qian Qi terlihat kecewa. Ia memalingkan wajahnya dan menunduk sedih.


Tiba-tiba saja Sun Long menggendong tubuh Qian Qi seperti tuan putri.


“Suamiku apa yang kamu lakukan?”. Sun Long membawa Qian Qi naik ke atas kapal tempur Atlas. Ia membawanya ke depan bagian kapal.


“Siapa mereka suamiku? Mengapa semua orang menggunakan jubah dan penutup wajah?."


"Mereka bukan manusia Qian Qi mereka semua adalah boneka yang kami buat. Pasukan Khusus boneka. Kekuatan tempur mereka sangatlah hebat dengan bantuan kapal tempur Atlas, kita tidak terkalahkan”. Sun Long menurunkan Qian Qi. Setelah itu Sun Long langsung menegakkan badannya  dan melihat sekeliling.


“Layar”.


                “Siap!”.


“Kemudi”.


                “Siap!”.


“Mesin”.


                “Siap!”.


“Radar”.


                “Siap!”.


“Jangkar”.


                “Siap!”.

__ADS_1


“Senjata”.


                “Siap!”.


“Pertahanan”.


                “Siap!”.


“Semua siap?”.


                “Siap Kapten!!!”.


“Luncurkan!”.


Tiba-tiba formasi-formasi di sekitar kapal aktif dan menyala. Qian Qi hanya bisa terdiam. Ia terpukau menyaksikan kewibawaan Sun Long.


Lagi-lagi aku melihat sisi lain Sun Long yang belum aku ketahui. Kali ini dia benar-benar berwibawa. Sudah seperti Kaisar yang sesungguhnya.


“Suamiku ki… kita naik ke atas”. Qian Qi agak sedikit takut dan memeluk Sun Long.


“Kita tidak hanya naik Qian Qi. kita akan terbang menuju awan”. Sun Long menunjuk awan di langit.


Benar saja tidak lama kemudian ketinggian kapal itu sudah setara dengan awan.


“Selamat Qian Qi secara resmi kamu adalah wanita pertama yang bisa terbang”.


“Selamat Adik Qian Qi”. Dodo Fung bertepuk tangan. Lalu ia pergi mengelilingi kapal.


“Ma…manusia bi…bisa terbang. Tidak pernah terbesit sedikitpun dipikiranku”. Qian Qi terjatuh lemas. Seakan-akan ia menyaksikan keajaiban tuhan.


“Apa kamu adalah reinkarnasi dari tuhan suamiku?”.


“Ha…Ha…Haaa tentu saja bukan. Ada-ada saja kamu. Ayo kita lihat ke bawah seperti apa bumi kalau dilihat dari langit”. Sun Long mengajak Qian Qi ke pinggiran kapal.


“Waaahhh… Semuanya terlihat kecil dan indah”. Qian Qi terpukau. Sun Long memeluknya dari belakang.


“Iya sangat indah. Sama seperti saat pertama kali aku melihatmu. Awalnya aku takut, Namun lama kelamaan menjadi sangat indah. Aku langsung penasaran denganmu. Hal ini sama percis seperti perasaanmu saat ini. Kamu adalah dunia baru untukku Qian Qi”. Dengan Lembut Qian Qi mencium tangan Sun Long. Membuat Sun Long sangat senang dan mendekapnya semakin erat.


"Qian Qi. Kamu mau menyentuh awan?". Qian Qi tersenyum gembira.


"Kemudi dekati awan itu".


"Siap Kapten!" Atlas mendekati awan besar yang ada di pinggirnya. Sun Long menggenggam tangan Qian Qi. Mereka berdua memegang awan bersamaan.


"Ternyata awan tidak bisa dipegang". Qian Qi sedikit kecewa.


"Iya, bentuknya hanya uap air. Pantas saja awan bisa menurunkan hujan".


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Tidak terasa perjalanan panjang terlewati begitu saja. Mereka menghabiskan waktu dengan berkeliling kapal dan melihat pemandangan yang sangat indah.


“Turunkan ketinggian kita hampir sampai”.


“Siap Kapten!”.


“Wah kak. Perjalanan 18 jam bisa ditempuh hanya dengan 3 jam saja. Tidak banyak bahaya juga yang ada di langit. Hanya ada Gagak Iblis dan beberapa elang yang cukup berbahaya. Tapi mereka semua takut dengan kakak”.


“Meski begitu kita tetap harus waspada”.


“Suamiku lihat itu. Ada beberapa orang yang sedang lari dari kejaran monster”. Sun Long dan Dodo Fung langsung melihat mereka.


“Mereka sepertinya anggota dari Perserikatan. Seragam mereka pasti dari Sekte Desert Rose anggota Rumah Bordil yang dipimpin Luo Meilin”.


“Ada beberapa anggota dari Sekte Alkemis juga kak. Kita akan menolong mereka atau tidak?”.


“Biarkan saja”. Sun Long berbalik tidak peduli.


Qian Qi memegang tangan Sun Long “Tentu saja kamu harus membantu mereka suamiku”.


“Tidak ada untungnya untuk kita, biarkan saja mereka mati. Lagi pula tidak ada satu pun yang aku kenal”. Sun Long mencoba melanjutkan langkahnya. Namun Qian Qi memegangnya semakin erat.


“Aku tidak mau menolong mereka. Tapi kalau kamu memintaku sebagai sebuah permintaan dari seorang istri untuk suaminya. aku akan mengabulkan permintaanmu. Bagaimana?”.

__ADS_1


“Baiklah Suamiku. Aku memintamu untuk menyelamatkan mereka semua”.


“Siap laksanakan”. Sun Long tersenyum.


Di…dia tersenyum? Apa dia sesenang itu? Padahal permintaanku akan merepotkannya.


“Senjata! Siapkan meriam utama”.


“Lapor Kapten!”.


“Ada apa?”.


“Lapor menurut perhitungan saya meriam utama akan sangat berbahaya jika ditembakan. Permintaan dari nyonya akan gagal karena mereka semua akan mati terkena dampak ledakan yang terlalu besar”.


“Hhhmmm… Kamu benar juga. Kalau begitu gunakan meriam samping yang lebih kecil”.


“Lapor Kapten! Meriam samping juga masih terlalu berbahaya. Peluru meriam diisi dengan bahan peledak. Kita tidak punya peluru meriam normal kapten”.


"Aku tidak pernah memikirkannya, kapal tempur Atlas terlalu kuat. Sedari awal kapal ini memang didesign untuk bertempur di garis depan bukan untuk misi penyelamatan".


"Suamiku. Lalu bagaimana?".


"Tenang saja Qian Qi. Kebetulan sekali aku baru membuat senjata baru".


"Kamu dan kamu bawa prototype senjata baru kesini". Sun Long menunjuk dua buah prajurit boneka.


"Siap Kapten! Ini senjatanya".


"Hujani mereka dengan senjata itu".


"Siap Kapten!".


***


“Cepat lari! kami berdua tidak bisa menahannya lagi”. Teriak seorang wanita.


"Baik guru!".


Wanita-wanita itu pun langsung berlari terbirit-birit.


“Terima kasih. Kamu mau tinggal denganku, membantuku menahan monster-monster ini”.


“Sekte kita mungkin berbeda tapi kita sama-sama seorang guru. Tentu saja aku mengerti perasaanmu".


Beberapa saat kemudian.


“Sepertinya mereka semua sudah cukup jauh, ayo kita lari juga”.


"Baiklah dalam hitungan 3. 1… 2… 3…”. Kedua wanita itu pun langsung melepas penahannya dan langsung berlari. Mereka berlari sambil menjatuhkan beberapa batu di sekitarnya untuk memperlambat pergerakan monster. Setelah berbelok melewati batu besar mereka berdua kaget.


“Ke… kenapa kalian berhenti?”.


“I… itu guru”.


“Sial! Aku tidak menyangka mereka begitu pintar. Mereka memotong jalan dan mengepung kita. Bagaimana ini?”.


“Walaupun hanya sesaat aku bangga bisa mengenal kalian semua”.


“Guru… Kami juga bangga bisa berlatih bersama guru”. Para wanita itu sudah pasrah dan menangis.


“Bbbrrrttt…”. Hujan peluru dari senapan mesin yang ditembakan Atlas. Dalam hitungan detik monster-monster itu langsung musnah. Tubuh mereka hancur berkeping-keping.


“A… Apa yang baru saja terjadi? Kita semua selamat?”.


Tiba-tiba angin berhembus kencang dari atas. Kapal tempur Atlas menghampiri mereka.


“A…Apa itu guru?”.


“Gu…Guru juga tidak tahu. Ada orang di sana. Tu…Tuan Dodo Fung. Sial! Semua murid dengarkan aku baik-baik. Ikuti gerakanku jangan sampai kalian melanggar sedikit pun. Kita bisa saja selamat, tapi kita juga bisa hidup tersiksa selamanya”.


“Sial! Kita seperti keluar dari kandang buaya dan masuk ke kandang macan”.

__ADS_1


“Kalian semua cepatlah naik” Perintah Dodo Fung.


Mereka semua langsung naik dan bersujud sambil gemetar.


__ADS_2