Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 72 - Pernikahan


__ADS_3

“Qian Tao?”. Sun Fangxin kaget tiba-tiba saja tubuh boneka bergerak memeluknya.


“Prosesnya berhasil Sun Fangxin. Sekarang aku bisa memelukmu”.


“Terima kasih Hubby”. Karena Qian Tao masih dikuasai oleh Sun Fangxin. Mau tidak mau Qian Qi harus mengalah sejenak dan mencium Sun Long di bibirnya sebagai rasa terima kasih.


“Qian Qi…”.


“Ayah… Maafin Qian Qi Yah…”. Qian Qi memeluk Qian Tao.


“Jangan menyalahkan dirimu Qian Qi. Kamu tidak salah apa-apa. Ayah juga terlalu bodoh karena mempercayai Pamanmu”.


Qian Qi dan Qian Tao berpelukan cukup lama. Tanpa diduga setelah Qian Qi melepaskan pelukannya, Dodo Fung langsung memeluk Qian Tao. Ia menangis dengan kencang sampai terdengar keluar.


“Dodo Fung… Jangan terlalu kencang memeluknya”.


“Ngeee… Paman…”. Dodo Fung melepaskan pelukannya.


“Terima kasih Sun Long dan Dodo Fung. Kalian berdua selalu bisa diandalkan”.


“Sama-sama Paman kitakan keluarga”. Sejenak mereka melepas rindu bergantian. Hanya Pang Tong saja yang tidak hadir karena harus mengurus kota Goliat.


“Paman, Bibi. Karena waktu yang mepet kita tidak bisa bersantai terlalu lama. Maaf mengganggu waktu Bibi dan Paman. Adikku Dodo Fung sudah dewasa sekarang. Dodo Fung katakan sendiri keinginanmu”.

__ADS_1


“Paman, Bibi. Aku ingin menikah dengan Bai Su dan Bai Zhe”. Dodo Fung memperkenalkan Bai Su dan Bai Zhe.


“Dodo Fung…”. Sun Fangxin terharu mendengarnya dan segera memeluk Dodo Fung.


Setelah Sun Fangxin dan Qian Tao berbincang-bincang sebentar dengan Bai Shu dan Bai Zhe mereka setuju untuk menikahkan Dodo Fung dengan keduanya. Luo Meilin juga memberi selamat dan memeluk Dodo Fung.


Mereka memutuskan untuk menikahkan Dodo Fung, Bai Su dan Bai Zhe di gedung walikota. Pernikahannya akan berlangsung tertutup. Hanya keluarga dari masing-masing pihak yang hadir. Bahkan warga kota juga tidak ada yang tahu.


Pernikahan berlangsung cukup lama. Dodo Fung terlalu gugup dibuatnya. Ia berulang kali salah menyebutkan nama calon istrinya yang cukup mirip. Namanya jadi tertukar beberapa kali.


Dodo Fung terlihat menggemaskan. Badan yang besar, seram dan penuh luka tidak bisa menutupi wajah lucunya saat kebingungan. Sun Long membantu Dodo Fung untuk kembali tenang.


Bai Su dan Bai Zhe terlihat tersenyum manis. Mereka memang sudah mengetahui tentang kondisi Dodo Fung. Meski begitu mereka tetap yakin dan kompak ingin menikahi Dodo Fung. Melihat keteguhan hati dua gadis manis itu Sun Long, Qian Qi dan yang lainnya merasa lega.


Meski harus mencoba berkali-kali akhirnya Dodo Fung berhasil mengatakan ijab kabul dengan lantang dan jelas. Bersamaan dengan sahnya Dodo Fung hembusan napas terdengar secara bersamaan. Seluruh orang yang menyaksikan menahan nafasnya karena mereka merasakan perjuangan Dodo Fung yang tidak mudah.


Ijab kabul pernikahan Dodo Fung, Bai Su dan Bai Zhe menggambarkan semuanya. Tidak ada yang mengeluh dengan kesalahan yang Dodo Fung buat. Meski keringat sudah bercucuran dan kaki sudah mulai pegal tapi tidak ada yang menghiraukannya.


Melihat Dodo Fung yang terbata-bata. Membuat mereka mengingat perjalanan panjang yang mereka lalui bersama Dodo Fung. Dodo Fung selalu tampil kuat dan tegar melindungi keluarga yang dicintainya. Sekarang giliran keluarga yang mendukung Dodo Fung dalam pernikahan yang sakral ini.


“Sun Fangxin. Ayo kita menikah juga”.


“Haaa…???”. Sun Fangxin yang mendengarnya kaget bukan main. Ia langsung menyembunyikan wajahnya yang merah merona.

__ADS_1


“Aku tidak akan berbohong lagi padamu Sun Fangxin. Ini adalah hasil dari kejujuranku. Aku sangat ingin menikahimu sekarang juga. Apa kamu menerima lamaranku?”. Qian Tao benar-benar tidak kenal malu. Seakan ia melepaskan seluruh isi hatinya yang paling dalam. Tidak menghiraukan para penonton yang gemas melihat pengakuannya.


Para penonton kembali menahan napas. Seakan merasakan ganjalan rasa malu yang ditahan oleh Sun Fangxin. Kalau berurusan dengan Qian Tao sifat Sun Fangxin selalu berubah. Kewibawaan dan keangkuhannya hilang seketika.


Sun Fangxin hanya bisa menjadi gadis polos yang cengeng dihadapan Qian Tao. Hatinya tidak kuasa menyembunyikan jati dirinya. Meski tubuhnya tidak muda lagi tapi kelakuannya seperti gadis belia. Sun Fangxin terlihat imut dan menggemaskan di depan para penonton.


“Sayang…”. Melihat para penonton yang mulai sesak Qian Tao kembali melancarkan serangan.


Kata-kata lembut yang selalu didengar oleh Sun Fangxin saat tinggal di kekaisaran musuh. Kata-kata yang sangat ingin ia dengar setiap hari. Berkat godaan yang terlalu kuat, berlahan-lahan organ-organ di dalam tubuh Sun Fangxin mulai mengkhianatinya.


Organ-organ di dalam tubuh Sun Fangxin tak kuasa menerima sogokan “Sayang” dari Qian Tao. Mulai dari telinganya yang berbisik, otak yang terhasut, perintah yang diberikan kepada pembuluh darah, saraf-saraf yang merinding merasakan getaran dan akhirnya hati yang luluh membuat Sun Fangxin tak kuasa untuk berkata jujur.


“Iya… Aku menerima lamaranmu”. Sun Fangxin membalikan tubuhnya dan menatap Qian Tao.


Mendengar hal itu para penonton kembali menghembuskan napasnya. Kebahagiaan kembali dirasakan oleh seluruh orang. Mereka berganti posisi. Kini Sun Long yang menjadi penghulunya sedangkan Qian Tao dan Sun Fangxin yang menjadi pengantinnya.


Kali ini akad berjalan dengan lancar dan cepat. Qian Tao dan Sun Fangxin sepertinya sudah tidak sabar menjadi sepasang suami istri. Qian Qi yang menyaksikan terlihat sangat bahagia. Meski ayahnya yang sedang menikah, namun tidak ada rasa marah atau kecewa di hatinya.


Qian Qi merasa pernikahan ini seharusnya terjadi jauh-jauh hari sebelumnya. Ketika ibunya masih hidup bersama mereka. Seperti pernikahan Dodo Fung yang sekarang. Tidak ada hati yang dikecewakan hanya ada rasa bahagia yang menyebar di sekeliling mereka.


Pernikahan memang seharusnya dijalankan dengan benar. Sebuah kejujuran, Hati yang terbuka dan kesabaran yang dijaga merupakan kuncinya. Tidak terasa pernikahan kali ini memakan waktu yang cukup lama. Langit sudah mulai sore Qian Tao dan Sun Fangxin harus segera kembali ke kota Utopia. Masih ada perang yang menanti di depan mereka.


Setelah saling melepas rindu dan menyerahkan lima wanita bangsa ular Qian Tao dan Sun Fangxin berpamitan. Mereka kembali berjuang di garis depan pertempuran. Kesedihan mulai terasa di dalam hati orang-orang yang ditinggalkan.

__ADS_1


Namun rasa khawatir mereka bisa sedikit berkurang. Pasalnya tubuh boneka milik Qian Tao bukanlah tubuh boneka sembarangan. Selain kekuatannya yang kembali, kekuatan yang terkandung di dalamnya juga diperkuat.


Meski energi qi di tubuh boneka Qian Tao begitu besar, namun Qian Tao dan Sun Fangxin tidak perlu khawatir. Tubuh boneka Qian Tao bisa menyamarkan energi qi. Energi qi di dalam jiwa baja bisa diatur. Qian Tao tidak akan diketahui oleh musuh. Kecuali dia menggunakan 75% kekuatannya.


__ADS_2