
"Prajurit, persiapkan keamanan maksimal".
"Siap Kapten". Prajurit boneka mulai berbaris mempersiapkan keamanan tertinggi. Semua senjata disiapkan untuk mengantisipasi masalah.
"Kalian semua lihatlah. Ini musuh kita yang sebenarnya". Sun Long membawa 8 peti jantung Iblis Arca.
"Kakak... Bagaimana bisa Arca ada di kekaisaran Jin?".
"Sepertinya gerbang baru sudah terbuka di kekaisaran Jin. Tapi gerbang itu belum sempurna. Kutukan Kakak tidak aktif. Sebelum gerbang itu sempurna kita harus menutupnya terlebih dahulu".
"Jantung apa itu Tuan Sun Long? Mengapa auranya gelap sekali".
"Ini adalah jantung dari Iblis murni. Aku beruntung bisa menangkapnya. Nyawaku hampir melayang saat bertarung dengannya. Lihatlah ini...". Sun Long membuka bajunya.
Ternyata serangan Iblis Arca di bawah jantung Sun Long meninggalkan bekas hitam gelap, seperti noda busuk.
"Tuan Sun Long. Medusa khawatir".
"Musuh kita sangatlah kuat. Kalian semua harus meningkatkan kekuatan. Salah sedikit, kalian bisa pindah alam. Kalau Ibuku tidak menyuruhku untuk kembali, mungkin aku tidak akan ada di sini".
"Kami tidak mungkin bisa mengalahkannya". Jenderal Xin Sheng putus asa.
"Medusa. Tolong bantu sekte Xin meningkatkan kekuatan racunnya. Lian Pu kamu juga ikut bersama mereka. Lian Shi kamu latihlah Alkemismu bersama Sun An. Dodo Fung, kita akan mencari tahu bagaimana cara menyembuhkan lukaku dan mengalahkan Iblis murni".
"Siap Kak".
"Kalian pergilah bersama Armada Laskar Satu. Aku, Dodo Fung dan Jin Xianyi akan tinggal di sini bersama Iblis Arca. Armada Laskar Satu akan mengudara di sekitar kota Goliat. Sedangkan kami kapal tempur Atlas akan mengudara di sekitar kawasan Lava".
"Kami tidak mungkin meninggalkan Putri kami". Jenderal Xin Sheng protes.
"Jin Xianyi?". Medusa sedikit marah.
"Sekarang bukan waktunya berdebat. Waktu kita terbatas. Bangsa Jin yang tertinggal dalam keadaan bahaya. Jika gerbang Neraka sudah jadi, kita akan kesulitan dan korban akan berjatuhan. Keputusan ku sudah bulat. Jika ada yang tidak setuju silakan tinggalkan tempat ini". Sun Long menatap dingin semua orang.
"Medusa, kamu sekarang Kapten Laskar Satu".
"Prajurit boneka, kalian dengar perintah Kakak. Laksanakan!". Dodo Fung memberi perintah terakhir. Melihat bekas luka Sun Long, Dodo Fung jadi serius.
__ADS_1
"Waktu bermain sudah habis". Sun Long dan Dodo Fung masuk membawa Peti Jantung.
"Kalian semua terlalu lemah. Tidak ada gunanya kalian di sini. Ikut dengan ku, aku akan melatih kalian semua". Bangsa Jin tidak punya pilihan lain setelah melihat kemarahan di wajah Sun Long dan Dodo Fung. Mereka memutuskan untuk nurut dan mengikuti perintah Medusa. Kapal tempur Atlas dan Armada Laskar Satu pun berpisah.
...
Keesokan harinya setelah pelajaran Unit Pemburu selesai.
"Master Zhang Liao. Aku izin kalau besok tidak masuk. Aku akan masuk ke dalam menara Surgawi nanti Sore".
"Selamat Qian Qi. Tidak perlu dipikirkan. Kamu bebas meninggalkan pelajaran. Ambil waktu sesukamu".
"Terima Kasih Master".
Qian Qi pergi ke divisi Penari Bulan untuk menemui Tetua Yu Na.
"Dewi, aku mau nitip Qilin. Ini makanannya". Qian Qi memberi cincin ruang.
"Ya... Kapan kamu mau masuk gerbang Surgawinya?".
"Nanti sore Dewi. Persiapan ku hampir siap". Qian Qi memeriksa kembali barang-barangnya di kamar Yu Na.
Sesampainya di dalam, ruangannya cukup terang. Qian Qi mengira ruangannya akan gelap karena ada di dalam gunung.
Tidak hanya terang ruangannya juga putih bersih. Hanya ada beberapa hiasan patung dan tangga yang melingkar ke atas.
Qian Qi tidak merasakan perbedaan yang signifikan di lantai 1. Ia memutuskan segera berlari ke lantai atas.
Sampai akhirnya ia tiba di lantai 10. Ternyata ada beberapa murid yang sedang berkultivasi di sana.
Memang Lantai 10 memiliki aliran energi qi yang bagus. Cocok untuk dijadikan tempat berkultivasi. Tapi untuk Qian Qi Lantai 10 tidak ada gunanya sama sekali. Kekuatannya sudah terlalu tinggi.
Rata-rata murid dengan ranah Pagoda Tingkat 4 Tahap Akhir yang berkultivasi di lantai 10. Qian Qi memutuskan untuk lanjut berjalan ke lantai atas.
Terus berjalan ke atas belum ada hambatan yang berarti untuk Qian Qi. Bahkan ia hampir tidak merasakan perbedaan apa pun dengan keadaan di luar menara Surgawi.
Hanya rasa penasaran yang menjadi acuan Qian Qi untuk terus melangkah. Ia penasaran dengan apa yang ada di lantai 100.
__ADS_1
Hingga akhirnya Qian Qi sampai di lantai 60. Untuk pertama kalinya Qian Qi merasakan sedikit tekanan di tubuhnya.
Qian Qi terus lanjut melangkah sampai akhirnya ia bertemu dengan Cai Wenji di lantai 85. Ia terlihat sangat kelelahan karena seharian berada di lantai itu.
"Tetua Cai Wenji".
Cai Wenji tidak menanggapi sapaan Qian Qi. Ia hanya memberi tanda agar Qian Qi terus lanjut berjalan.
Tidak jauh dari tempat Cai Wenji. Qian Qi bertemu dengan Tetua Zhen Ji di lantai 86. Ia sudah terkapar lemas di atas anak tangga. Tetua Zhen Ji hendak mundur menyerah dari menara Surgawi.
"Tetua Zhen...". Baru saja Qian Qi hendak menyapa Zhen Ji, tapi ia sudah menyerah duluan.
Tubuh Zhen Ji melayang tertarik ke area tengah dan turun berlahan-lahan sampai lantai dasar. Sesampainya di lantai dasar para petugas segera menggotongnya keluar.
Qian Qi pun melanjutkan langkahnya sampai ke lantai 90. Kali ini tarikan gravitasi mulai terasa merepotkan. Qian Qi mulai menggunakan kekuatan kultivasinya untuk tetap berdiri.
Di lantai 90 ada Mei Mei yang sedang berkultivasi berusaha naik ke ranah Pagoda Tingkat 7 Tahap Awal. Mei Mei terlihat kesulitan dalam kultivasinya.
"Mei Mei...".
"Nyonya... Akhirnya Nyonya datang. Aku tidak bisa konsentrasi karena lapar. Apa Nyonya punya makanan?".
"Lagian kamu asal masuk. Jangan meremehkan sesuatu Mei Mei".
"Iya Nyonya. Aku sudah kapok. Aku tidak akan melakukannya lagi".
"Crack...".
"Aaa... Ayamnya". Qian Qi dan Mei Mei tidak menyangka makanan yang baru di keluarkan dari cincin ruang langsung hancur lebur. Makanan itu hancur menerima tekanan yang sangat kuat.
Qian Qi segera membersihkan makanan itu. Melihat hancurnya makanan, Qian Qi memiliki sebuah ide. Bagaimana kalau ia mengeluarkan biskuit di dalam kain pembungkus.
Benar saja dugaan Qian Qi, biskuit itu langsung hancur lebur menjadi bubuk. Tapi bubuk biskuit tetap bisa di makan. Akhirnya Qian Qi dan Mei Mei makan bubuk biskuit bersama.
Setelah kenyang Mei Mei kembali berkultivasi. Meski ada di ranah yang sama yakni ranah Pagoda Tingkat 6 Tahap Akhir tapi Qian Qi jauh lebih kuat.
Qian Qi merasakan tekanan yang begitu besar tapi ia masih bisa menahannya. Berbeda dengan Mei Mei yang sudah mencapai batasnya maksimalnya.
__ADS_1
Mei Mei memutuskan kembali berkultivasi dan keluar setelah naik tingkat. Sedangkan Qian Qi memutuskan untuk tetap lanjut ke lantai atas.