
"Sudah semua Kapten".
"Bagus. Ke titik selanjutnya".
"Siap Kapten".
"Jin Xianyi. Sebaiknya kamu istirahat dulu".
"Bagaimana aku bisa istirahat. Mereka semua terluka karena kelemahanku".
"Sudalah. Jangan menyalahkan dirimu terus. Kamu sudah berjuang keras. Meski terkena kutukan, kamu sudah banyak membantu. Waktunya istirahat".
"Tidak, aku baik-baik saja... Kemana lagi selanjutnya? Aku tidak akan istirahat sampai semua orang selamat".
"Sekarang kita menuju barat".
"Ngikkk...". Tiba-tiba angin berhembus kencang menggoyangkan kapal tempur Atlas.
"Tap...". Akhirnya Jin Xianyi roboh ke arah Sun Long. Mau tidak mau Sun Long terpaksa menyanggah tubuhnya.
"Dasar keras kepala".
Maaf Sweety. Aku terpaksa melakukannya. Sun Long menggendong Jin Xianyi kembali ke kamarnya.
Di perjalanan menuju kamar.
Ringan... Dia terlalu ringan. Ada yang salah. Sun Long merasa aneh saat menggendong Jin Xianyi.
"Tok... tok...".
"Tok...! Tok...!".
"GAWAT...!!!". Teriakan panik terdengar dari dalam kamar.
"Gawat...! Jin Xianyi menghilang... Bruk...!". Lian Shi panik membuka pintu.
"Tu... Tuan Liu Long. Jin Xianyi...". Lian Shi baru sadar Sun Long sedang menggendong Jin Xianyi.
"Ada apa dengan Jin Xianyi Tuan? Apakah dia baik-baik saja?".
"Kamu, pagi-pagi gini sudah ribut. Bikin pusing saja. Minggir...". Sun Long masuk ke kamar, kemudian menidurkan Jin Xianyi di kasur.
"Tuan, apa yang terjadi dengan Jin Xianyi?".
"Dia memaksakan diri untuk membantu para korban dari tadi malam. Sepertinya dia hanya kelelahan. Tapi aku tidak yakin sepertinya ada hal lain juga".
"Ayah, Kakak Lian Shi ada apa?". Mendengar teriakan tadi Sun An, Xin Sheng, Xin Chuan dan Lian Pu datang. Sun Long pun menjelaskan kembali keadaannya.
"Ayah ada apa?". Sun An terlihat bingung melihat Sun Long terdiam memandangi Jin Xianyi yang terbaring lemah.
__ADS_1
Aneh. Tidak biasanya Ayah terdiam memandangi wanita lain...
"Hhhmmm... Sepertinya Ayah salah membaca situasi. Tubuh Jin Xianyi terlalu ringan".
"Salah? Lalu bagaimana Ayah?".
"Kalau menurutmu bagaimana Lian Shi? Apa dia terasa ringan".
"Maaf Tuan. Sejujurnya aku tidak tahu. Aku memang terlalu lemah. Jadi menurutku Jin Xianyi beratnya normal". Lian Shi memang memiliki tubuh kecil manis. Seperti kutu buku pada umunya.
"Coba kamu bopong tubuh Lian Pu". Tubuh Lian Pu memang lebih besar sedikit, dibandingkan dengan tubuh Jin Xianyi. Tapi hanya dia yang paling mendekati.
"Brukkk...!".
"Aduh berat sekali". Lian Shi langsung roboh.
"Maaf Kak". Lian Shi dan Lian Pu kembali berdiri.
"Bahkan tidak tertahan sedetik pun. Sepertinya memang ada yang aneh dengan tubuh Jin Xianyi".
"Tapi selain pucat, lemas dan aura Iblis, ukuran tubuhnya terlihat normal Ayah".
"Memang terlihat normal. Tapi Ayah harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut secara langsung".
"Kalau begitu perikasa saja".
"Ibu pasti mengizinkan Ayah. Ini tentang kemanusiaan".
"Tapi...".
"Tuan Liu Long. Tolong selamatkan Tuan Putri kami". Xin Sheng bersujud diikuti oleh yang lainnya.
"Ayah... Ibu pasti akan marah besar, jika Ayah membiarkan Tuan Putri mati".
Qian Qi... Cukup satu kali saja aku melihatmu marah waktu di kota Vegas. Aku tidak mau merasakannya lagi.
Melihatmu takut padaku rasanya benar-benar menyakitkan. Tapi... Aku juga takut mengkhianati cintamu.
Aku hanyalah milikmu. Aku tidak mau wanita lain menyentuh atau disentuh olehku. Qian Qi aku sangat mencintaimu.
Hubby...! Katakan semuanya. Kamu memang selalu jujur padaku. Tapi aku tahu, ketika kamu tidak mengatakan semuanya. Sun long membayangkan kehadiran Qian Qi di benaknya.
... Sun Long tidak menjawab.
Katakan Semuanya Hubby...! Alasan setiamu terlalu dibuat-buat. Kamu sudah tahu, bagiku kemanusiaan di atas segalanya. Lalu apa yang kamu sembunyikan dariku. Apa yang menahanmu untuk menyelamatkan Jin Xianyi?.
... Sun Long tetap diam.
Katakan. Jika tidak aku akan marah.
__ADS_1
"Aku perlu waktu untuk berpikir. Liu An, kamu yang jadi Kapten kapal. Yang lain, bantu Liu An menjemput dan menyelamatkan bangsa kalian".
"Siap Ayah".
"Baik Tuan". Sun Long pergi ke kamarnya.
Sesampainya di kamar Sun Long duduk merenung.
Jadi apa alasannya? Qian Qi kembali muncul di benak Sun Long.
Aku takut pada diriku sendiri Sweety. Terlalu banyak bisikan yang berdengung di telingaku. Seperti perang dengan kekaisaran Sun, membantai para pengkhianat, dan masih banyak lagi.
Pada dasarnya aku bukanlah orang yang baik. Aku sama seperti Ayahku Sun Li kejam dan berdarah dingin. Aku takut menjadi seperti dirinya.
Kalau begitu kamu harus menyelamatkan Jin Xianyi agar kamu menjadi manusia yang lebih baik. Kenapa kamu malah takut?.
Aku sudah dewasa Sweety. Umurku sudah 27 tahun tapi aku masih perjaka. Bisikan setan itu nyata adanya. Aku takut terhasut oleh mereka.
Aku takut semua rencanaku gagal. Aku sudah sampai sejauh ini. Aku takut tidak bisa mengendalikan tubuhku. Tubuhku terlalu buas dan liar. Tidak mudah untuk dijinakan.
Apa yang kamu katakan Sweety. Jin Xianyi sedang sakit dan pucat. Tidak mungkin kamu menyukainya. Hanya orang tanpa hati nurani yang berpikiran sejahat itu.
Benar Sweety. Hanya orang jahat yang memikirkan hal macam-macam kepada gadis lugu yang sedang sakit.
Sayangnya orang itu adalah aku. Aku bisa membanyangkan betapa cantiknya Jin Xianyi ketika sembuh nanti. Mungkin tanpa kehadiranmu, aku akan mencintainya.
Tapi Hubby, Kamu selalu menjaga pandanganmu. Kamu tidak tertarik dengan Luo Meilin, Luo Meifen bahkan Medusa. Kenapa sekarang berubah?.
Aku tidak pernah berubah Sweety. Aku juga menyukai mereka semua. Tapi... Aku bertahan karena ketakutanku pada diriku sendiri dan kesetiaanku padamu.
Ketika punya satu aku ingin dua, ketika punya dua aku ingin tiga dan seterusnya. Aku tidak bisa puas akan sesuatu. Selalu ingin lebih.
Maka dari itu aku menjadi kuat. Aku berada di puncak alkemis, teknologi, rune dan lain sebagainya. Itu semua karena aku tidak bisa puas.
Sweety aku juga tidak bisa puas dengan cintamu. Aku ingin kita bertiga hidup bahagia di dunia kecil kita. Selamanya.
Qian Qi memeluk Sun Long dari belakang.
Dasar bodoh... Itu bukan sifatmu saja. Itu sifat seluruh umat manusia yang serakah dan tidak pernah puas. Mencari kekuatan dan kekayaan merupakan hal yang aku inginkan sebelum aku mengenalmu.
Setelah aku mengenal Hubby. Yang aku inginkan adalah Hubby satu, Hubby dua, Hubby tiga, Sun An satu, Sun An dua, Sun An tiga dan seterunya.
Setelah kita berhasil menyelesaikan balas dendam ini. Aku janji akan memberi berapa pun Sun An yang kamu mau. lima, sebelas, dua puluh terserah.
Dasar Hubby... Dua puluh Sun An. Mana mungkin aku sanggup. Sudah jangan terlalu banyak berpikir, lakukan saja. Aku mencintaimu Hubby.
Aku juga mencintaimu Sweety.
"Keinginan seluruh umat manusia. Haaa... Haaa... Haaa... Benar kata Sweety. Kita memang makhluk serakah. Baiklah, kalau begitu aku akan menyelamatkan Jin Xianyi".
__ADS_1