
"Syukurlah Monster yang ada di dalam gua ini tidak beracun".
"Iya Nyonya. Untung saja monster itu mengaum. Aku malas melawan musuh beracun di tempat lahar. Akan merepotkan untuk menghindari keduanya".
"Ayo kita masuk". Qian Qi dan Mei Mei memasuki gua.
Lahar mengalir layaknya sungai. Sesekali bergejolak menyemburkan lahar yang mulai mengendap.
Suhu panas terasa begitu menyengat mencoba menusuk tubuh Qian Qi dan Mei Mei. Namun sayang, Qian Qi sudah berlatih dengan tungkunya. Jadi dia tidak terlalu terpengaruh, sedangkan Mei Mei memang memiliki kultivasi api.
Lahar itu malu seakan tidak ada harga dirinya di hadapan Qian Qi dan Mei Mei. Qian Qi dan Mei Mei terus masuk ke dalam gua.
"HACIH...!". Mei Mei tiba-tiba bersin.
"Kya...". Qian Qi kaget.
"Mei Mei bersinmu seperti Hubby".
"Maaf Nyonya. Semakin masuk ke dalam semakin banyak debunya".
"Kalau begitu gunakan saja penutup wajah. Ini...". Qian Qi meminjamkan penutup wajahnya.
"Bagaimana penampilanku Nyonya?".
"Kamu lebih cantik menggunakan penutup wajah".
"Jadi maksud Nyonya wajahku jelek?".
"Bukan Mei Mei. Kamu jadi terlihat jauh lebih wanita. Penutup wajahmu bikin orang jadi penasaran dan bertanya-tanya. Mereka bisa gila karena memikirkannya".
...
Kapan Qian Qi akan membuka penutup wajahnya untukku. Tidak adil kalau Guan Ping saja yang pernah melihatnya. Aku juga mau. Kai Yu kesal.
"Jadi bagaimana hasil laporanmu tentang Master Zhang Liao?".
"Aku dan Tetua Cai Wenji sudah mencoba menggali informasi dari Master Zhang Liao. Tapi ia tidak mau buka mulut. Dia bilang dapat anugrah dari Tuhan".
"Kalau bukan Qian Qi mungkin tidak ada orang lain yang bisa. Tapi Qian Qi sedang bersama kita waktu itu".
"Semakin dipikirkan semakin membingungkan. Permainan apa yang sebenarnya terjadi?".
"Kesampingkan dulu masalah itu. Sayang sekali kita tidak bisa masuk ke dalam gua untuk memantau Qian Qi".
"Guanya terlalu terang dan berbahaya. Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Kalau begitu aku pergi dulu. Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan".
"Baguslah pergi sana dan jangan kembali". Guan Ping pergi.
...
"Lihat Nyonya. Itu Teratai Tiga Warnanya". Terlihat Teratai Tiga Warna mengambang di tengah-tengah lahar.
"Tunggu Mei Mei". Qian Qi menghentikan Mei Mei yang hendak melompat mengambil Teratai Tiga Warna.
"Ada apa Nyonya?".
"Bukankah ini terlalu mudah?. Kita belum bertemu monster sejauh ini. Sepertinya ada monster kuat yang menakuti monster-monster lainnya".
__ADS_1
"Benar Nyonya. Lagi pula jelas-jelas tadi kita mendengar raungan monster".
"Ada yang aneh. Aku memiliki firasat buruk". Qian Qi dan Mei Mei waspada.
Berlahan-lahan mereka melihat ke adaan sekitar sekali lagi. Tapi masih tidak menemukan hal yang janggal.
Monster kali ini begitu hebat. Ia bisa mengecoh Qian Qi dan Mei Mei yang sudah sering berburu monster di Surga Hitam.
"Tunjukan dirimu wahai monster!".
"...".
"Sepertinya monster itu tidak mengerti bahasa kita Nyonya".
"Aneh sekali. Jika dia monster kuat seharusnya dia mengerti bahasa kita'".
"RAAA...!". Suara monster terdengar kembali. Kali ini suaranya begitu keras dan dekat menggelegar menggetarkan seisi gua.
Mendengar suara yang menyeramkan Qian Qi dan Mei Mei tidak gentar. Mereka berdua malah berlari mencari sumber suara.
"RRRAAA...!!!". Suara itu terdengar semakin keras.
Akhirnya setelah masuk lebih dalam Qian Qi dan Mei Mei menemukan monster itu.
"Monster apa itu Nyonya?".
"Aku lupa namanya. Tapi aku pernah membaca tentang monster ini di suatu tempat".
"RA... Buk!".
"Meow... Meow...". Monster kecil itu menghampiri Qian Qi.
"Pus.. pus... sakit ya disentil Mei Mei? Ini untukmu". Qian Qi memberi daging untuk monster itu.
"Gok...! Gok...! Rrrr...". Monster itu menggong-gong.
"Monster ini plin-plan Nyonya. Sepertinya dia kehilangan jati dirinya".
"Kamu ada-ada saja Mei Mei. Sepertinya monster ini bisa menirukan suara monster lain. Sama seperti suara Putri Malu".
"Masuk akal. Ia bisa menirukan suara monster yang lebih kuat untuk mengusir monster lainnya".
"Sssttt... Sssttt...". Monster itu mendesis.
"Aneh sekali. Daging tidak mau, sayur tidak mau juga. Monster ini terlihat kurus dan kelaparan. Sebenarnya monster ini makan apa?".
"Dari bentuk tubuhnya seperti singa kecil atau naga kecil. Harusnya ia makan daging ... Nyonya, bisa jadi dia makan serangga".
"Ngewww...!". Monster kecil itu mencoba menyerang Mei Mei, namun Mei Mei berhasil menangkapnya.
"Lepaskan Mei Mei".
"Wah... Tampaknya monster ini membenciku". Mei Mei melepaskan monsternya.
"Ngeeeok...". Monster itu bersembunyi di balik Qian Qi.
"Tenang monster kecil, aku ada di sini untuk menolongmu". Qian Qi menggendong monster kecil itu.
__ADS_1
Monster kecil itu terus menggeliat mencoba melepaskan diri dari Qian Qi. Sampai akhirnya ia mulai tenang.
Monster kecil itu mengendus-endus tubuh Qian Qi, seakan mencium sesuatu yang menarik perhatiannya.
"Kya...". Qian Qi kaget. Monster kecil itu tiba-tiba melompat masuk ke belahan asetnya.
"Wah... Nyonya. Ternyata monster kecil itu cabul. Ia tidak bisa menolak aset Nyonya yang super".
"Hiii... hiii... hiii... Ayo keluar jangan berlarian di tempat itu geli". Qian Qi mencoba mengeluarkan monster kecil itu. Namun ia tidak berhasil monster kecil itu bergerak dengan lincah.
"Seumur hidupku, aku baru pertama kali melihat monster yang cabul".
"Jangan diam saja Mei Mei cepat bantu aku. Hiii... hiii... hiii".
"Baiklah Nyonya...". Mei Mei mendekati Qian Qi.
"Yah... Monster itu keluar. Aku baru mau pegang-pegang". Monster kecil itu melompat keluar dari aset Qian Qi.
"Kamu mau pegang apa Mei Mei? Bukannya bantu".
"Heee... heee... Nyonya sepertinya monster itu makan sesuatu".
"Jangan mengalihkan topik Mei Mei. Aku tidak akan tertipu".
"Aku tidak mengalihkan topik Nyonya. Lihatlah monster itu benar-benar makan sesuatu". Qian Qi menoleh.
"Kamu benar. Apa yang dia makan?". Qian Qi mencoba mencari tahu.
"Geser dikit monster manis". Qian Qi merebut makanan monster kecil itu.
"Meow... Meow...".
"Apa itu Nyonya?".
"Ini... Ini sepertinya keping emas".
"Keping emas? Monster makan emas? aneh sekali".
"Hhhmmm...". Qian Qi mengingat-ingat buku yang pernah di bacanya.
"I... ini... Sepertinya ini anak monster legendaris Mei Mei".
"Monster kecil ini monster legendaris? Nyonya jangan bercanda".
"Tidak Mei Mei, aku tidak bercanda. Aku mengingatnya sekarang. Monster kecil ini adalah anak monster legendaris Qilin. Monster kelas SS".
"Qilin? Monster Qilinkan berbulu, bertanduk dan seram. Tidak munkin ini anaknya".
"Namanya juga anak-anak Mei Mei. Tentu saja bulu dan tanduknya belum tumbuh. Giginya saja baru empat".
"Meow... Meow...".
"Oia maafin aku Qilin. Ini emasnya". Qian Qi memberikan keping emasnya kembali.
"Lalu mau kita apakan monster kecil ini Nyonya".
"Aku mau pelihara saja. Anak Qilin ini terlihat lucu seperti Sun An. Setidaknya bisa mengobati rasa kesepianku".
__ADS_1