
Semuanya sudah Siap. Sudah waktunya bagi Qian Qi untuk berangkat pergi mengarungi jalan yang ia pilih. Sun An protes kepada Qian Qi, kenapa Qian Qi berangkatnya mendadak sekali. Qian Qi menjelaskan pembukaan perguruan Pedang Bulan akan diadakan lima hari lagi maka dari itu ia harus bergegas.
Dengan berat hati Sun An mencoba mengerti. Ia berusaha untuk tetap tabah, Ia ingin menemani Qian Qi sampai di kota Vegas. Sun Long dan Qian Qi menyetujuinya. Maka dari itu Sun Long, Qian Qi dan Sun An. Sudah menunggu kedatangan Dodo Fung dari pagi.
Beberapa menit kemudian armada kapal tempur Laskar 1 datang. Kapal tempur terbang yang dulunya hanya ada satu kini sudah menjadi puluhan dengan berbagai macam tipe. Kapal tempur utama yang dulunya Atlas sudah di ganti menjadi Kapal tempur raksasa Maharaja. Bentuknya jauh lebih besar dengan persenjataan lebih lengkap.
Setelah Kapal tempur raksasa Maharaja mendarat terlihat dua anak kecil laki-laki dan perempuan turun berlarian. Melihat itu Sun An juga ikut berlari menghampiri mereka. Mereka berdua adalah anak-anak dari Dodo Fung.
Yang pertama ada Dodo Yang 3 tahun anak perempuan dari Bai Zhe dan yang kedua ada Dodo Ho 2 tahun anak dari Bai Su. Ketiga anak itu sudah beberapa bulan tidak bertemu seperti mereka rindu satu sama lain.
Sun Long dan Qian Qi menghampiri anak-anak Dodo Fung. Qian Qi langsung menggendong Dodo Ho sedangkan Sun Long menggendong Dodo Yang.
“Wih Dodo Ho sekarang giginya sudah lengkap. Tapi kecil-kecil imut sekali. Kangen gak sama Bibi?”.
“Enggak… Kangennya sama paman. Dodo Ho berpindah ingin di gendong Sun Long”.
“Ha… ha… ha… Sini Dodo Ho. Wah… Dodo Ho semakin tampan dan Dodo Yang semakin cantik”. Sun Long menggendong keduanya. Qian Qi hanya bisa kesal melihatnya.
“Siapa yang kangen sama paman?”.
“Aku… Aku…”. Dodo Ho dan Dodo Yang berebut.
“Pintar-pintar. Ini hadiah untuk kalian berdua”. Sun Long memberikan permen kapas untuk ketiga anak itu biar tidak berebut.
“Pantes aja kangen disogok permen. Hubby curang”.
“Ini namanya strategi”.
“Udah ah males. Aku mau ngadu ke Dewi Medusa”.
“Me… Medusa…? Itu Dewi Medusakan Hubby?”. Qian Qi terlihat bingung melihat seorang wanita yang sangat cantik ada di samping Bai Su dan Bai Ze yang datang menghampiri.
__ADS_1
“Sepertinya ia tapi sepertinya juga bukan. Beda dan sama secara bersamaan”.
Tidak lama kemudian mereka sampai menghampiri Sun Long dan Qian Qi. Wanita cantik itu terlihat malu ditatap oleh Qian Qi. Wajahnya merah merona menambah kecantikannya. Sementara itu Sun Long dan Dodo Fung sudah tertawa bersama. Membicarakan perubahan mereka setiap kali bertemu.
“A… Ada apa Qian Qi. Ke… kenapa kamu menatapku seperti itu?”. Qian Qi kaget mendengarnya.
“Bai Zhe, Bai Su ini beneran Dewi Medusa? Kenapa dia berubah seperti ini? Memang lebih cantik tapi sifatnya lebih manis”.
“Benar Kakak Qian Qi. Ini Dewi Medusa. Setelah naik ke ranah Pagoda Tingkat 7 Tahap Awal, Dewi Medusa melakukan ganti kulit. Penampilan dan sifatnya ikut berubah. Hormon di dalam tubuhnya tidak stabil. Tapi satu tahun kemudian biasanya sifat Dewi Medusa akan kembali normal. Tapi tubuhnya tetap cantik seperti sekarang”. Bai Zhe menjelaskan.
“Dasar…! Dewi Medusa memang terlahir curang. Licik sekali…”. Qian Qi mencubit pipi Dewi Medusa.
“Ampun Qian Qi”. Qian Qi pun melepaskannya.
“Untung kita punya suami yang tidak normal. Kecantikan seperti ini saja tidak ada yang peduli. Mereka asik sendiri”.
“Benar kakak Qian Qi. Aku sampai heran dibuatnya. Kadang-kadang Dodo Fung bilang kami cantik. Tapi kami merasa tidak berubah sama sekali. Suka-suka dia saja memujinya tidak ada takaran. Bahkan pernah aku dan Bai Zhe mencoba tampil menggoda tidak digubris sama sekali. Tapi pas kita lagi sibuk ngurus anak Dodo Fung malah datang menerjang”.
Setelah melepas rindu mereka semua kembali berjalan naik ke atas kapal tempur raksasa Maharaja. Terlihat cukup ramai ada puluhan bangsa ular di kapal tempur raksasa Maharaja. Semua bangsa ular di kota Utopia sudah berhasil dipindahkan. Beberapa bahkan sudah melahirkan bayi-bayi mungil yang lucu.
Para wanita dan anak-anak sibuk berkeliling kapal melihat bayi-bayi mungil satu per satu. Sedangkan Sun Long dan Dodo Fung sibuk membaca laporan perjalanan dari armada kapal tempur Laskar 1, 2 dan 3.
Totalnya ada 3 armada kapal tempur yang dibuat Sun Long dan Dodo Fung. Yang pertama diketuai oleh Dodo Fung. Tugasnya menjadi tempat bagi bangsa ular dan bersiap ketika ada panggilan atau keadaan darurat.
Yang kedua diketuai oleh sebuah prajurit boneka. Tugasnya mencari, mengamankan dan memantau orang-orang di kota Goliat dan kota Vegas.
Dan armada yang ketiga diketuai oleh sebuah prajurit boneka juga. Tugasnya menjadi armada kargo untuk menghubungkan kota Vegas dan kota Mermaid.
Luo Meilin memang memiliki kinerja yang bagus. Ia berhasil membuat hubungan yang saling menguntungkan dengan walikota kota Mermaid.
Rombongan Sun Long tidak langsung pergi ke kota Vegas. Mereka mampir dulu ke kota Goliat untuk mengambil stok perbekalan pil untuk Qian Qi.
__ADS_1
Tidak lama kemudian armada kapal tempur Laskar 1 sampai di kota Goliat. Kotanya terlihat cukup ramai berbeda dari biasanya. Terdapat beberapa kereta kuda yang tidak dikenal.
Kota Goliat dan Kota Vegas memang sudah terbuka untuk umum. Tapi persyaratan untuk memasuki kedua kota itu cukup ketat. Terutama kota Goliat yang memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi. Melihat keramaian di kota Goliat merupakan hal yang cukup aneh.
Tidak lama kemudian ada prajurit boneka yang menghampiri untuk memberikan laporan. Ternyata hari ini ada ujian kenaikan tingkat Alkemis di kota Goliat.
Ujian tingkat kenaikan dari alkemis 6 ke 7. Ada banyak bangsawan terkenal yang menghadiri acara itu. Pantas saja banyak kereta kuda yang berkumpul.
…
“Tuan… Tuan… Lihat itu”. Seorang pengawal menunjuk ke arah kapal tempur raksasa Maharaja.
“A… Apa itu?”. Seorang tuan muda menoleh ikut terkejut melihatnya.
“Sepertinya seorang penguasa akan hadir mengawasi ujian kali ini”.
“Penguasa? Kira-kira siapa itu Master?”.
“Master juga tidak tahu. Yang penting kita harus hati-hati di tempat ini, jangan sampai berbuat kurang ajar pada siapapun atau kita tidak akan bisa pulang hidup-hidup”.
“Baik Master”.
“Tapi sial sekali. Sudah aku katakan tuan muda jangan ikut malah tidak percaya. Memang aku cukup kuat di dalam kekaisaran tapi kalau di tempat seperti ini. Penjaga gedung alkemis saja ranahnya jauh lebih kuat dari pada aku, padahal mereka masih muda. Kalau terjadi apa-apa aku tidak bisa melindungi Tuan”.
“Tapi aku penasaran Master. Ujian alkemis tingkat 7. Aku ingin melihat seperti apa. Aku bahkan tidak punya bayangan sama sekali”.
“Kalian kenapa?”. Master itu kebingungan melihat pengawal-pengawalnya.
“Maaf Master. Master yang sangat kuat saja bisa khawatir. Apa lagi kami”.
“Dasar kalian. Seharusnya aku datang sendirian saja”.
__ADS_1