
“Baiklah kalian semua sudah menyaksikan bagaimana cara membuatnya. Waktu ujian 3 jam dimulai dari sekarang”.
Para peserta mulai sibuk mempraktikkan cara yang dicontohkan oleh Dodo Fung. Setelah beberapa menit kemudian Qian Qi berhasil membuat Pil Penyamar Dantian. Qian Qi pun menunjukannya pada Sun Long dan Dodo Fung.
Qian Qi mendapatkan nilai sempurna karena kualitas pil dan kecepatan menyelesaikan ujiannya. Wajar saja Qian Qi punya kelebihan karena dilatih langsung oleh Sun Long. Tidak seperti yang lainnya mereka terlihat kesulitan.
“Boom…!”.
“Boom…!”.
Tungku-tungku alkemis meledak silih berganti. Para Master itu kebingungan. Cara dan langkahnya sudah sama, tapi pil milik mereka malah meledak dan gosong. Namun, mereka pantang menyerah masih ada banyak bahan dan waktu yang tersedia.
“Boom…!”.
“Boom…!”.
“Boom…!”.
Semakin mereka mencoba semakin besar pula ledakan yang terjadi. Mereka semua benar-benar kebingungan. Master To Mu yang sudah cukup tua memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Master To Mu memutuskan untuk pergi ke dekat jendela untuk menghirup udara segar. Ia memejamkan matanya mencoba merasakan angin yang menerpa wajahnya. Sedangkan para peserta yang lain masih sibuk dan pusing dengan ujiannya.
Karena Qian Qi sudah selesai melakukan ujian dan lulus ia kembali menjadi seorang istri. Ia membuatkan Sun Long dan Dodo Fung Es Teh untuk menyegarkan diri. Mereka berdua terlihat bosan dan kepanasan. Pantas saja Pang Tong lebih memilih kabur bermain bersama cucu-cucunya.
Setelah puas menghirup udara segar Master To Mu kembali ke tungkunya. Tidak sengaja ia melihat Master Jia Lu yang terlihat kelelahan. Keringat bercucuran membasahi tubuhnya., membuat baju yang dikenakan berubah menjadi lebih ketat dan menunjukan lekukan tubuhnya dengan jelas.
“Master To Mu…! Jangan memandangi Masterku seperti itu dasar mesum…!”. Suara teriakan terdengar dari bangku penonton. seorang wanita berteriak karena kesal melihat tingkah laku Master To Mu.
Master Jia Lu baru tersadar. Ia mulai menutupi tubuhnya dengan kain dan memandang jijik Master To Mu.
“Dasar kau sialan…! Aku tidak Mesum…! Aku memandangi Master Jia Lu karena memiliki sebuah ide”.
__ADS_1
“Iiihhh…!”. Master Jia Lu merasa jijik.
“Maaf Master Jia Lu dengarkan penjelasan ku dulu. Mohon perhatiannya sebentar kepada semua Master-master”. Master-master yang lain pun menghentikan aktivitasnya
“Ada apa Master To Mu. Kami sedang berkonsentrasi”.
“Kita tidak akan bisa menyelesaikan ujian kali ini jika kita tidak kerja sama”.
“Apa…?”.
“Kita semua gagal bukan karena kita salah melakukan langkahnya. Namun karena kita melakukannya secara serentak. Proses pembakaran dengan api besar di awal membuat ruangan ini menjadi panas. Kita tidak berada di ruang khusus Alkemis. Ini ruangan aula biasa. Suhunya bisa berubah-ubah. Ehemmm…! Contohnya tubuh Master Jia Lu yang berkeringat membuktikan suhu ruangan tidak di 20-25 derajat celsius”.
“Benar juga kata Master To Mu. Kalau begitu kita harus bergantian menyelesaikan tugasnya”. Para Master mulai berdiskusi.
“Bagaimana kalau dimulai dari yang paling depan kiri terus berlanjut hingga kita semua lulus”.
“Baiklah Aku setuju”.
“Setuju”.
Mereka semua sepakat dan mulai melaksanakan rencananya. Benar saja satu per satu dari peserta ujian berhasil melaksanakan tugasnya. Mereka semua pun lulus dari ujian yang diberikan oleh Sun Long.
“Kakak bukankah Master To Mu curang. Ia memberi tahu rahasia ujian pada peserta lain? Semuanya jadi lulus”.
“Ha…ha…ha… Tidak Dodo Fung. Aku tidak bilang kalau mereka tidak boleh kerja sama. Malah sebaliknya mereka harus kerja sama. Hebat-hebat begitu seharusnya. Ini bukan hanya ujian kenaikan tingkat. Tapi ujian kelayakan untuk kalian semua sebagai seorang tetua. Apa kalian bisa saling bantu dan percaya satu sama lain atau tidak”.
“Tujuan dilaksanakan ujian haruslah memiliki sebuah makna di dalamnya. Tidak hanya untuk mempersulit perkembangan orang. Kalian semua berhasil menyerap makna dari ujian kali ini. Kalian semua lulus. Tepuk tangan untuk kalian semua”.
Mendengar perkataan Sun Long mereka semua baru tersadar. Dalam ujian kali ini tidak ada yang namanya musuh atau saingan. Mereka semua adalah satu kesatuan. Sekte Alkemis mereka semua ada di sisi yang sama.
Melihat betapa hebatnya Sun Long dalam memimpin mereka semua bersujud dan berterima kasih kepada Sun Long. Termasuk para penonton juga. Sun Long menyambut mereka dengan tangan terbuka.
__ADS_1
“Maaf Ketua Sun Long. Aku ingin bertanya satu hal kepada Nyonya Qian Qi apakah boleh?”. Master Jia Lu menyela sebelum acara ujian benar-benar di tutup.
“Qian Qi saja. Ada apa Master Jia Lu”. Qian Qi langsung menanggapi.
“Baiklah Qian Qi. Kalau begitu panggil saja aku Jia Lu juga. Aku ingin bertanya kenapa anda dapat menyelesaikan ujian ini meski suhu ruangannya tinggi”.
“Hhhmmm… Pertanyaan yang menarik. Kuncinya adalah cinta. Aku seorang Ibu rumah tangga. Aku sering memasak dan mengatur api. Kemudian aku bisa menyadari perubahan suhu karena aku sering memantau suhu tubuh anakku. Apa lagi kalau Sun An sedang demam. Aku harus menurunkan suhunya sepanjang malam”.
Para peserta ujian dan penonton terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Qian Qi. Sun Long hanya bisa tersenyum melihat Qian Qi berkembang pesat sekali lagi .
“Cinta… Terima kasih atas jawabannya Qian Qi”.
“Sama-sama Jia Lu”.
“Baiklah kalau begitu. Karena kalian semua lulus acara dilanjutkan dengan pembagian emblem alkemis tingkat 7”. Sun Long dan Dodo Fung membagikan emblem satu per satu. Setelah selesai membagikan emblem Sun Long kembali ke depan ruangan.
“Selamat untuk kalian semua. Berbagai fasilitas baru tersedia bagi kalian semua. Termasuk hak khusus melakukan ekspedisi di Surga Hitam melalui kota Goliat”.
“Wahhh…! Hidup Tuan Sun Long…! Hidup Tuan Sun Long…!”.
“Meski memiliki hak khusus ekspedisi, kalian tetap harus dilatih untuk sementara di sini. Aku tidak ingin kalian mati konyol dan satu hal lagi ingat rahasia sekte Alkemis tidak boleh bocor kepada siapa pun. Kalau tidak kalian akan merasakan akibatnya”.
“Siap Tuan…!”.
“Kalau begitu acara ujiannya saya tutup. Kalian bebas menikmati fasilitas di kota Goliat”. Mereka semua bubar.
Sebelum meninggalkan gedung alkemis. Sun Long meminta stok pil yang dibutuhkan oleh Qian Qi. Cukup lama para pelayan mempersiapkan pesanan Sun Long karena permintaannya cukup banyak. Semua obat-obat penting dimasukkan ke dalam cincin ruang.
Tidak terasa hari sudah sore. Sun Long, Dodo Fung dan Qian Qi pergi menuju lapangan kota Goliat. Anak-anak mereka sedang bermain layangan bersama Pang Tong di sana. Mereka menerbangkan layangan naga yang menari indah di langit.
Pang Tong merasa kesal dan sedih karena harus berpisah dengan cucu-cucunya. Mereka harus segera berangkat menuju kota Vegas. Qian Qi harus segera beristirahat karena besok perjalanan panjangnya baru akan dimulai.
__ADS_1