Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 114 - Kejahilan Qian Qi


__ADS_3

“Guan Ping lihatlah itu…”.


“Qian Qi...? Kenapa dia tidak langsung pulang? Kenapa dia malah bersembunyi di balik batu?”.


“Sepertinya akan terjadi hal yang menarik. Kita tunggu saja”.


Rombongan Da Qiao mulai menguliti dan mengambil bagian-bagian monster Gorila Punggung Silver.


“Qian Qi ternyata hanya bawahan biasa. Dia tidak berani melawan, mudah sekali. Dasar wanita murahan”.


“Benar Nona. Kita bisa menjadikannya anak buah kita”.


“Ayo kita kemba…”.


“Boom…!”.


“Crat…!”. Tiba-tiba saja mayat monster Gorila Punggung Silver meledak. Darah segar muncrat membasahi tubuh Da Qian dan rombongannya. Semuanya jadi merah, bau dan lengket.


Hiii… hiii… hiii… Rasain. Berani-beraninya kalian mengambil mangsaku. Di dekat sini tidak ada sungai. Kalian harus berjalan seperti itu sampai ke divisi Petarung Bulan. Ternyata Qian Qi memasukan granat ke dalam mayat monster Gorila Punggung Silver.


Hubby aku tidak menyangka sifat jahilmu menular kepadaku. Ternyata ngerjain orang seru juga. Aku harus sering-sering melakukannya kepada para pembuli.


“Gaaa… gaaa… gaaa…”.


“Kaaa… kaaa… kaaa…”. Guan Ping dan Kai Yu tertawa melihat prank yang dilakukan Qian Qi.


“Calon istriku ternyata suka bercanda”.


“Aku menyukainya. Qian Qi terlihat sangat manis dengan sifat jahilnya”.


“Iiiuuuhhh… Bau sekali. Bagaimana bisa mayat Gorila ini meledak begitu saja”.


“Bagaimana ini Nona? Tidak ada sumber air di dekat sini”.


“Mau bagaimana lagi? Kita harus segera kembali ke divisi Petarung Bulan”. Rombongan Da Qiao pergi.



“Jin Xianyi. Apa kamu baik-baik saja”.


“Aku tidak apa-apa Lian Shi. Hanya saja aura hitam ini membuat badanku lemas”.


“Kalau begitu kamu berbaring saja istirahat dulu, aku akan membuatkan teh untukmu”.


“Jenderal Xin Sheng. Jenderal terluka parah. Biar aku bantu mengobati luka Jenderal”.


“Sudah ku bilang jangan mendekat Lian Pu. Aku sudah terkena Racun Abadi. Berikan saja perbannya padaku, aku akan mengobati lukaku sendiri. Terima Kasih Lian Pu”.

__ADS_1


“Tok… Tok… Tok…”. Tiba-tiba saja pintu Tempat Aman sekte Xin diketuk.


“Lian Pu tolong lihat siapa yang datang”. Lian Pu memeriksa dari celah pintu.


“Sepertinya anggota sekte Xin. Mereka tampak terluka. Ayo masuk…”. Lian Pu membuka pintu.


“Ketua sekte”. Dua orang wanita datang memberi hormat kepada Xin Sheng yang merupakan ketua sekte Xin.


“Kenapa kalian terluka seperti ini… Kemana yang lainnya?”. Kedua wanita itu tiba-tiba menangis.


“Mereka semua mati Ketua. Ketua dituduh telah berkhianat pada kekaisaran Jin dan menculik Tuan Putri. Markas sekte Xin telah diserang, saudara-saudara kita dibantai begitu saja. Mereka bahkan membakar anakku hidup-hidup Ketua”.


“Mereka kejam sekali tidak bisa dibiarkan. Uhuk…”.


“Maafkan aku. Karena aku sekte kalian jadi hancur”. Jin Xianyi meneteskan air mata.


“Uhuk… Kami siap mengorbankan nyawa demi kekaisaran Jin”.


“Kami siap mengorbankan nyawa demi kekaisaran Jin”. Meski dengan berat hati kedua wanita itu tetap setia dengan sekte Xin dan kekaisaran Jin.


Lian Shi dan Lian Pu sibuk merawat semuanya. Melihat luka-luka semua orang sepertinya harapan sudah tertutup untuk mereka.


“Sudah Lian Pu, kamu juga terluka. Kakak akan merawatmu”.


“Sekarang bagaimana kak? Kita sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Kita tinggal berenam”.


“…”. Lian Shi tidak menanggapi. Ia tetap fokus mengobati luka Lian Pu. Wajah-wajah putus asa mulai tergambar jelas dari ke enam orang itu.


“Seorang pria dan anaknya? Siapa mereka Lian Shi?”. Jin Xianyi tampak tertarik.


“Aku lupa bertanya nama mereka. Tapi pria dan anak itu yang memberikan saran kepadaku tentang Pil Pemecah Es. Sarannya begitu rumit dan kompleks mereka sepertinya bukan orang biasa”.


“Tapi kita tidak bisa melibatkan orang luar Lian Shi. Aku takut mereka tersakiti juga”.


“Aku tidak peduli. Demi saudariku aku akan melakukan apa pun”.


“Uhuk… Benar demi kekaisaran Jin, kami bersedia melakukan apa pun. Perjuangan kita tidak boleh berhenti sampai di sini. Semuanya akan Sia-sia”.


“Kalian semua begitu setia. Aku tidak akan pernah bisa membalas kebaikan kalian”.


“Tapi kak… Kita tidak tahu kemana pria dan anak itu pergi. Kita harus mengirim orang untuk mencarinya. Sedangkan semua wajah kita sudah di ketahui”.


“Kakak punya trik tersendiri untuk merubah wajah seseorang. Dengan beberapa make up dan cairan alkemis. Wajah bisa disamarkan. Hanya saja aura kultivasinya tetap sama. Aku tidak punya Pil Penyamar Dantian”.


“Kalau begitu… Uhuk… Hanya kamu yang bisa pergi mencari pria dan anak itu. Kultivasimu seperti rakyat biasa, kamu bisa pergi tanpa di curigai. Kamu juga mengenali pria dan anak itu”.


“Tapi kak. Itu sangat berbahaya. Aku akan menemani kakak”.

__ADS_1


“Tidak apa-apa Lian Pu. Kamu terlalu kuat, aura kultivasimu terlalu mencurigakan. Kakak membutuhkan kamu untuk mengawasi yang lainnya. Kakak berjanji akan menemukan pria dan anak itu. Kemudian kembali dengan selamat membawa mereka berdua”.


“Lian Shi…”. Jin Xianyi terlihat sedih.


“Kalau begitu aku harus bersiap-siap dulu”. Lian Shi pergi ke kamar mandi.


“Uhuk… Lian Pu apa pria dan anak itu benar-benar menjanjikan. Tolong ceritakan kepada kami kejadiannya secara detail”. Lian Pu menceritakan semua kejadian di rumah makan.


“Jadi yang mengetahui kesalahan Lian Shi pertama kali adalah anak berumur 5 tahun. Uhuk… Bukankah hal itu terlalu gila. Sepertinya memang benar mereka bukan orang sembarangan”.


“Apa ada kemungkinan mereka mau membantu kita?”. Jin Xianyi khawatir.


“Aku juga tidak tahu. Tapi hanya itu satu-satunya kesempatan yang kita punya”. Lian Shi keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah berbeda.


“Lian Shi rambutmu…”.


“Tidak apa-apa Jin. Aku akan menyamar jadi pria, mereka tidak akan menduganya”. Lian Shi menyamar jadi pria. Lengkap dengan wajah, jenggot dan pakaiannya.


“Ini kak. perbekalan untuk kakak”. Lian Pu memberikan perbekalan.


“Kalau begitu aku pergi dulu. Sambil mencari pria dan anak itu. Aku juga akan mencari keberadaan anggota sekte Xin yang tinggal di pinggir-pinggir kekaisaran dan veteran-veteran yang masih setia kepada kekaisaran Jin”.


“Terima kasih Lian Shi… Berhati-hatilah”. Jin Xianyi khawatir.


“Kalian semua harus bertahan sampai aku kembali. Doa kalian akan sangat dibutuhkan untuk mencari jarum di tumpukan jerami”.


“Baiklah Lian Shi. Doa kami akan menyertaimu”.


“Kalau begitu aku pergi dulu”. Lian Shi pergi.



“Aku pesan dimsumnya lagi, 5 isian ayam dan 3 isian udang”.


“Aku juga pesan 4 dimsum isian sayur”.


“Baik Tuan-tuan mohon bersabar”. Sun Long dan Sun An sibuk jadi pedang dimsum.


Beberapa menit kemudian.


“Dimsumnya langsung habis Ayah. Aku lelah sekali”.


“Menjual dimsum sepertinya ide yang buruk. Kita langsung di serbu seisi kota”.


“Benar ayah. Aku tidak mau lagi menjual dimsum. aku hanya mau memakannya”.


“Hiii… hiii… hiii… geli Ayah”.

__ADS_1


“Makan aja yang kamu pikirin”.


“Biar saja. Akukan masih kecil, aku dalam masa pertumbuhan. Aku butuh nutrisi untuk tampil cantik”.


__ADS_2