Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 37 - Mesum


__ADS_3

Sun Long dan Qian Qi mencoba menenangkan diri. Wajah mereka masih merah menyala akibat kejadian tadi. Sejenak mereka berpisah menjaga jarak. Hampir saja keduanya kalah dengan hasrat mereka.


Setelah kembali tenang, tiba-tiba saja Qian Qi mual dan muntah di kamar mandi. Sun Long merasa bersalah, untuk pertama kalinya ia lepas kendali terhadap tubuhnya sendiri. Setelah Qian Qi kembali mereka berdua merapikan diri.


“Sweety maafkan aku. Aku belum bisa melepas dendam ini”.


“Tidak perlu minta maaf Hubby, itu salahku juga. Aku terlalu senang sampai lupa dan lompat-lompat. Hubby… Aku pasti akan menyesal karena telah menghentikanmu. Balas keinginanku di waktu yang tepat”.


“Tanpa kamu suruh aku juga akan melakukannya di waktu yang tepat, Bagaimana dengan Kultivasimu?”.


“Tidak naik Hubby, aku masih tetap di Ranah Pagoda Tingkat 3 Tahap Akhir. Tapi aku merasakan hal aneh dari dunia dantianku. Seperti ada kekuatan yang menggebu-gebu dan warna auraku berubah menjadi lebih murni”.


“Hubby… Aaarrr…”. Qian Qi Tiba-tiba kesakitan. Tubuhnya menyala dan mengeluarkan petir yang tidak terkendali.


“Sweety, Coba kamu masuk ke dalam dunia dantianmu”.


“Ba…baiklah Hu…hubby”. Sun Long memegang tangan Qian Qi.


“Hu…hubby. Le…lepaskan Tanganmu. Ta...tanganmu akan terbakar”.


“Bawa aku ke duniamu Qian Qi”. Sun Long berbicara dengan lembut, membuat Qian Qi menjadi tenang.


Qian Qi pun berkonsentrasi. Arwah Sun Long dan Qian Qi masuk kedalam tubuh Qian Qi. Terlihat dunia qi Qian Qi yang begitu luas. Bentuknya seperti danau besar dengan petir yang mengamuk di tengahnya.


“Hubby... Petirku menjadi terlalu besar dan mengamuk”. Qian Qi mencoba mengendalikannya.


“Hubby… Aku tidak bisa mengendalikannya. Kamu pergilah, aku takut petir itu akan melukaimu”.


“Sweety. Buatlah awan besar di atas danau”.


“Tidak bisa Hubby. Aku butuh banyak energi qi untuk itu”.


“Ubah sebagian air di danaumu jadikan awan”.


“Baiklah Hubby aku akan mencobanya”. Qian Qi mencoba mengubah Air menjadi awan.


“Uhuk…”. Qian Qi batuk berdarah. Sepertinya proses itu menyakiti dirinya.


“Semangat Sweety, aku ada di sini. Berusahalah untuk kita berdua”.


“Uhuk… Uhuk… terlalu sulit Hubby. Petir ini menghalangiku”.


“Kamu pasti bisa Sweety. Berjuanglah sedikit lagi”.


“Uhuk…!!! Hu…hubby… Larilah aku mencintaimu”.


"Tidak Sweety". Sun Long malah berbalik dan berjalan menuju petir itu.


“Sweety. Kamu pasti bisa. Kemampuanmu jauh lebih kuat dari pada yang kamu bayangkan”.


“Hubby… A…apa yang kamu lakukan?”. Sun Long semakin dekat dengan petir itu.


“Buatlah awan dan pindahkan petir itu ke dalam awan atau aku akan mati bersamamu”.


“Uhuk… Hu…hubby”. Qian Qi berusaha sekuat tenaga membuat awan.


“Arrr…!!!” Sun Long mulai tersambar petir.

__ADS_1


Mendengar teriakan Sun Long membuat Qian Qi bersemangat. Dengan seluruh kekuatannya yang tersisa ia membentuk awan menembus petir itu. Awan pun mulai terbentuk, namun tubuh Sun Long mulai hangus terbakar. Setelah awan terbentuk sempurna, Qian Qi berusaha memindahkan petir itu ke atas awan.


Tiba-tiba saja awan putih itu berubah menjadi awan badai hitam. Badai besar pun terjadi di dalam dunia dantian Qian Qi. Meski badai besar terjadi dan petirnya masih mengamuk menggila, tubuh Qian Qi malah semakin tenang dan stabil. Ia segera berlari ke arah Sun Long yang terbujur kaku akibat tersambar petir.


“Hubby…”. Qian Qi menangis memeluk Sun Long.


“Hubby… Jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Hubby bangunlah. Hubby…”.


“Aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Aku tidak ingin membunuh orang yang aku sayang lagi”. Qian Qi memeluk Sun Long dengan erat.


“Uhuk… Sweety…”.


“Hubby?”.


“Lepaskan aku Sweety, aku tidak bisa bernapas. Pelukanmu terlalu erat”.


“Hubby… Maafkan aku”.


"Uhuk... uhuk..."Sun Long berbalik memeluk Qian Qi dan mengecup keningnya.


“Terima Kasih Sweety. Aku menyukai air matamu. Air matamu begitu jujur”.


“Hubby… aku sangat khawatir denganmu. Jangan menggodaku dan jangan pernah lakukan itu lagi”.


“Aku akan melakukannya berkali-kali. Aku akan melakukan segalanya untukmu”.


“Hubby…”.


“Badaimu begitu indah”.


“Badai itu membuatku bisa melihat dengan jelas”.


“Melihat apa Hubby? Aku malah kesulitan untuk melihat”. Qian Qi menoleh ke arah Sun Long.


“Dasar! Hubby…!!! Hampir saja kamu mati. Malah sempat-sempatnya melihat dadaku”. Qian Qi menampar Sun Long sampai arwahnya kembali ke dalam tubuhnya.


Hubby… Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpamu. Qian Qi kembali keluar dari dunia dantiannya.


“Sweety. Aku jadi penasaran. Jika kita melakukannya di dunia dantian. Apakah perjakaku akan hilang atau tidak? Bajumu tidak basah di dunia nyata semuanya masih normal. Bagaimana kalau kita mencobanya”. Sun Long tertawa mesum.


“Masih kurang ditamparnya? Mau tambah lagi”.


“Apa kamu tidak mau Sweety?”.


“Te…Tentu saja aku mau. Tapi kita tidak bisa ambil risiko”. Qian Qi malu-malu.


“Iya juga. Risikonya terlalu besar. Baiklah aku menyerah”.


“Ini... Untuk menenangkan anumu”. Qian Qi membuatkan teh.


“Ini akan menjadi masalah. Semakin hari kamu semakin cantik. Aku takut tidak bisa menahannya lagi”.


“Hubby…”.


“Sweety. Aku minta tolong padamu. Tolong setrum saja aku ketika tidak bisa menahannya”.


“Aku tidak mau menyakitimu Hubby. Apakah kamu berhasrat ketika melihat wanita lain seperti kakak Luo Meilin, Luo Meifen atau Medusa”.

__ADS_1


“Tidak Sweety. Aku tidak berhasrat. Aku melihat mereka seperti sesuatu yang suci bahkan aku takut menyentuhnya. Bukan berarti kamu tidak suci. Kamu juga Suci tapi kamu adalah istriku. Entah kenapa aku jadi berhasrat”. Sun Long menyeruput tehnya.


“Sweety. Bagaimana kalau kamu pakai penutup wajah saja. Biar kamu terlihat lebih suci dan aku takut untuk menyentuhmu”.


“Baiklah Hubby…” Qian Qi menutup sebagian wajahnya dengan sapu tangan. Hanya menyisakan bagian mata.


“Bagaimana Hubby?”.


“Matamu sangat indah. Tapi tidak menimbulkan hasrat apa pun. Aku hanya ingin memandanginya. Bagian wajahmu sudah aman. Hhhmmm… Tapi masalah utamanya ada di tubuhmu. Kamu harus pakai baju yang tertutup juga”. Qian Qi langsung mengganti bajunya menjadi lebih tertutup.


“Bagaimana kalau sekarang”.


“Kamu sangat indah Sweety. Lihatlah dirimu di kaca”.


Aku seperti wanita suci. Meski dalamnya tidak. Tapi aku cukup menyukainya. Lagi pula yang terpenting adalah Hubby. aku tidak peduli dengan yang lainnya.


“Kalau begitu mulai sekarang aku akan berpakaian seperti ini”.


“Aku tidak ingin memaksamu Sweety”.


“Selama kamu masih mau memeluk dan menciumku itu tidak masalah. Lagi pula aku tidak ingin menyetrummu. Itu menyakitiku juga”. Sun Long berdiri menyibak saputangan Qian Qi dan menciumnya.


“Terima kasih Sweety”.


“Kalau begitu aku harus membeli pakaian yang baru”.


“Baiklah Sweety ayo kita beli”.


“Sekarang sudah waktunya kamu melatih Luo Meilin dan yang lainnya. Kamu pergilah melatih mereka biar aku belanja sendiri”.


“Tidak boleh kalau sendirian”.


“Tenang saja Hubby. Setelah dunia dantianku jadi badai. Ranahku naik. Sekarang Ranahku Pagoda Tingkat 4 Tahap Awal dan kekuatanku jadi menggebu-gebu”.


“Tetap tidak boleh. Aku akan menyuruh Mei Mei mengantarmu. Kita ke tempat mereka dulu”.


“Baiklah Hubby. Hubby ada satu hal lagi”.


“Ada apa Sweety?”.


“Se…sepertinya a…aku harus belanja agak banyak”. Qian Qi malu-malu.


“Aku tidak masalah dengan itu. Tapi aku penasaran dengan alasannya. Kenapa kamu malu-malu seperti itu”.


“Ini ku semakin besar, Daleman ku tidak muat lagi”. Qian Qi menunjuk dadanya.


“Sweety… Ia juga ya? Sejak kapan kamu tidak pakai perban lagi? Terakhir kali aku membukanya kamu masih pakai perban. Sekarang kamu tidak pakai apa-apa”.


“Tidak lama setelah tinggal di rumah. Setelah insiden kamu telanjang bulat, aku menyusun bajuku dan membuang perbannya karena sudah tidak muat”.


“Kenapa kamu tidak bilang?”.


“Tentu saja aku malu… Dasar mesum. Masa aku membicarakan hal itu”.


“Lain kali kamu harus memberitahuku. Aku ingin memeriksanya langsung”. Sun Long tersenyum mesum dan kabur keluar.


“Iiihhh… Hubby…”.

__ADS_1


__ADS_2