Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 124 - Beruntung


__ADS_3

"Meow... Krrr...".


"Lucunya... kamu masih lapar ya? Ini keping emas lagi". Qian Qi memberi makan Qilin.


"Hiaaa...!".


                    "Hiaaa...!".


"Hiaaa...!". Mei Mei melompat menghindari letupan lahar dan kembali membawa Teratai Tiga Warna.


"Sudah didapat Nyonya".


"Kalau begitu ayo kita kembali".


"Nyonya sebaiknya monster Qilin ini disembunyikan saja. Pasti akan membuat geger seisi perguruan jika Nyonya ketahuan memelihara monster legendaris".


"Kamu benar juga. Tapi mau ditaruh dimana? Makhluk hidup tidak bisa dimasukkan ke cincin ruang".


"Untuk sementara biarkan saja dulu nyempil di aset Nyonya".


"Dasar saranmu aneh. Tapi apa boleh buat". Qian Qi memasukan Qilin ke belahan asetnya.


"Sepertinya dia suka di situ Nyonya. Pasti rasanya hangat dan lembut".


"Kamu ngapain lihat-lihat. Kamukan punya sendiri".


"Punyaku tidak sebesar Nyonya".


"Sudahlah. Kita berada di gua yang menyeramkan. Sempat-sempatnya kita membahas aset. Ayo kita kembali dulu".


Qian Qi dan Mei Mei kembali ke gedung pusat divisi Penari Bulan untuk melaporkan misinya.


"Ada yang bisa saya bantu?".


"Permisi kami ingin melaporkan misi".


"Baik Nona. Boleh saya pinjam kartu identitasnya".


"Ini". Qian Qi dan Mei Mei memberi kartu identitas.


"Baik Nona. Misi yang Nona ambil adalah misi Mengambil tanaman Teratai Tiga Warna. Silakan tunjukkan buktinya".


"Ini". Mei Mei memberi tanaman Teratai Tiga Warna.


"Hei... Lihat itu. Mereka berhasil menyelesaikan misi yang sulit". Para murid mulai berkumpul.


"Misi apa?".


"Itu misi tanaman Teratai Tiga Warna".


"Wah sudah banyak orang yang gagal menjalankan misinya. Mereka sangat hebat".

__ADS_1


"Mana sih orangnya? coba geser dikit, aku mau lihat. I... Itukan Nona Qian Qi. Wajar saja dia cucunya Tetua Yu Na. Tentu saja hebat".


"Cucu Tetua Yu Na?". Berita kehebatan Qian Qi mulai tersebar dengan cepat.


"Wah...! Selamat Nona Qian Qi dan Nona Mei Mei. Kalian berdua berhasil menjadi murid ke 100 yang berhasil menyelesaikan misi".


"Ke 100?". Qian Qi dan Mei Mei bingung.


"Iya Nona. Point hadiah misinya akan dikali dua. Jadi masing-masing dari kalian utuh mendapatkan 250 Point. Selamat...!". Para pegawai dan murid bertepuk tangan.


"Wah... Kita beruntung sekali. Terima kasih banyak. Tapi aku tidak pernah mendengar ada hadiah seperti itu". Qian Qi ingin tahu lebih lanjut.


"Memang hadiah-hadiah pencapaian hanya ada di gedung pusat divisi Penari Bulan, kalau di gedung pusat divisi lain tidak ada".


"Murid-murid divisi Penari Bulan jarang ada yang antusias mengerjakan misi. Maka dari itu Tetua Yu Na mendorong mereka dengan berbagai bonus hadiah. Meski sudah ada banyak bonus para murid masih belum banyak yang mau berpartisipasi mengerjakan misi".


"Ooo... Begitu".


"Meski Nona Qian Qi dari divisi luar, Nona tetap bisa mendapatkan bonus. Tapi hanya dari misi kolaborasi. Karena Nona tidak boleh ambil misi biasa dari divisi lain".


"Meski begitu bonus ini benar-benar membantu. Terima Kasih banyak". Qian Qi dan Mei Mei pergi kembali ke tempat latihan.


"Enak sekali di sini Mei Mei. Suasananya sejuk, tempatnya indah dan orang-orangnya juga baik. Berbanding terbalik dengan divisi Petarung Bulan".


"Tapi latihannya tidak cocok untukku. Semuanya menyakitkan, Tetua Yu Na seperti mengincarku terus".


"Tapi gerakanmu sepertinya meningkat jadi lebih halus dan kuat".


"Benar Mei Mei. Gerakanmu berbeda. Saat kamu mengambil Tanaman Teratai Tiga Warna, kamu tampak hebat".


"Hhhmmm... Bagaimana kalau kita bertanding Nyonya. Aku ingin menguji sejauh mana kemampuanku setelah berlatih di sini".


"Boleh saja. Tapi kita lakukan besok.. Sekarang hampir malam. Aku harus mandi dan merawat tubuhku dulu. Kamu juga harus merawat tubuhmu Mei Mei".


"Wah... Aku hampir lupa. Nyonya benar aku harus merawat tubuhku juga. Kalau tidak, aku akan habis dihajar Tetua Yu Na".


"Yasudah kalau begitu. Sampai jumpa besok". Qian Qi pulang kembali ke asrama divisi Petarung Bulan.


Setelah pulang Qian Qi beristirahat berendam di kamarnya. Tidak disangka Qilin juga melompat ikut berendam di air hangat.


Qian Qi ikut senang melihat Qilin yang ikut berendam. Kali ini ia tidak sendiri lagi. Qilin yang lucu berenang mengitari bak mandi menghibur Qian Qi.


"Pointku sudah 515. Sudah setengah jalan. Mengumpulkan point cukup melelahkan".


"Meow... Meow...".


"Yang bikin lelah bukan misinya Qilin. Tapi orang-orang di sekitarku. Aku harus menjalankan misi sambil menjaga diri agar tidak menimbulkan keributan. Misi sekali tebas jadi misi setengah hari. Sangat melelahkan".


"Krrr... Krrr...".


"Terima kasih Qilin sekarang waktunya luluran. Terus kita tidur. Ini untukmu Qilin karena mau jadi teman curhatku". Qian Qi memberi Keping Emas untuk Qilin.

__ADS_1


...


"Ngikkk... Tang...!".


                   "Ngikkk... Tang...!".


"Ngikkk... Tang...!".


"Suara apa itu?". Jin Xianyi terbangun dari tidurnya.


"Lian Shi masih tidur, sepertinya dia kelahan. Kalau begitu biarkan saja. Aku akan memeriksanya sendiri".


Jin Xianyi berusaha berjalan ke sumber suara. Ia berjalan tertatih-tatih bertumpu pada dinding kapal tempur Atlas.


Suasana begitu hening. Sepertinya semua orang tertidur pulas karena lelah. Untung saja setelah beberapa langkah berjalan. Jin Xianyi bertemu dengan prajurit boneka.


"Prajurit boneka, suara gaduh apa itu di geladak kapal? Apa ada masalah?".


"Tenang saja Nona. Tidak ada masalah sama sekali. Suara itu berasal dari Kapten Liu Long yang sedang latihan. Kalau Nona terganggu silakan gunakan penutup telinga ini". Prajurit boneka memberi sebuah penutup telinga.


"Latihan? Malam-malam begini? Apa Tuan Liu Long tidak lelah. Tadi siang ia bertarung dengan Jenderal musuh dan sekarang latihan. Kami yang tidak bertarung saja kelelahan".


"Tuan Liu Long setiap hari berlatih jam segini Nona, terus hingga dini hari. Tuan Liu Long mau tidak mau harus latihan. Berbeda dengan manusia normal. Tuan Liu Long berlatih untuk hidupnya".


"Manusia normal? Apa maksudnya?".


"Maaf Nona. Saya sudah terlalu banyak memberikan informasi. Kalau Nona mau tahu lebih lanjut, Nona bisa bertanya sendiri kepada Tuan Liu Long".


"Kalau begitu bisakah kamu menolongku untuk menemuinya?".


"Siap Nona". Prajurit boneka membopong Jin Xianyi ketempat Sun Long.


"Aaarrrkkk...! Tang...!".


                   "Aaarrrkkk...! Tang...!".


"Masih kurang. Tambahkan lagi bebannya".


"400 Kilo Kapten. Sepertinya ini terlalu berlebihan. Kapten sudah memecahkan rekor Kapten sendiri 375 Kilo".


"Tidak apa-apa mumpung aku lagi semangat. Banyak hal yang ingin aku coba pada kelima Jenderal itu".


"Siap Kapten ... Bebannya sudah siap".


Ayo Sun Long. Rasa sakit membuatmu lebih kuat. Belum waktunya istirahat, malam masih panjang. Kita masih punya 4 jam lagi di neraka.


"AAARRRKKK...!!! Ngikkk...!". Sangking beratnya beban yang diangkat Sun Long, baja kapal tempur Atlas sampai berbunyi.


"Tu... Tuan Liu Long?". Jin Xianyi yang baru datang kaget melihat latihan yang dilakukan Sun Long.


"AAARRRKKK...!!! CRACK...!!! Crat...!". Otot tangan Sun Long sobek tidak kuat menahan bebannya.

__ADS_1


__ADS_2