
“Terima kasih Bi. Berkat Bibi hatiku sudah mulai tenang”.
“Baguslah kalau begitu. Tapi Qian Qi, Bibi baru sadar kamu semakin cantik saja. Sepertinya kosmetik yang Bibi kasih cocok dengan kulitmu”.
“Masa sih Bi? Aku bahkan tidak menyadarinya”. Qian Qi meraba-raba wajahnya.
“Ia Bi wajahku semakin lembut dan kenyal. Aku pikir akan tambah keriput karena memikirkan tingkah laku Hubby, tapi malah sebaliknya. Ini semua berkat Bibi. Bibi memang Bibi yang terbaik”. Qian Qi memeluk Sun Fangxin.
“Ayo kita pakai masker dulu sebelum tidur”.
“Baik Bi”. Mereka berdua pun bersiap-siap lalu tidur.
Keesokan paginya Qian Qi dan Sun Fangxin bersiap-siap untuk pergi ke makam Liu Shu.
“Qian Qi sejak kapan kamu memakai penutup wajah. Bibi kira hanya karena gaunnya. Tapi sekarang kamu memakainya lagi”. Qian Qi hanya diam senyum-senyum sendiri.
“Bukannya jawab malah cengengesan”.
“Maaf Bi. Aku memakai penutup wajah baru-baru ini”.
“Kenapa kamu memutuskan untuk memakainya? Apa Sun Long sudah menyetujuinya?”.
“Justru ini permintaan Sun Long Bi. Aku semakin cantik katanya, Hubby takut tidak bisa menahan diri”.
“Memang kamu semakin cantik dibandingkan awal kamu menikah. Tapi untuk gadis seusiamu pertumbuhanmu cukup aneh”.
“Aneh bagaimana Bi?”.
“Dadamu dan Pantatmu hampir menyusul Bibi. Bahkan tinggimu sudah sepantaran Bibi”.
“Masa sih Bi? Kalau begitu nanti saat seumuran Bibi badanku bakal kebesaran”.
“Tidak perlu panik Qian Qi. Maksud Bibi badanmu terlalu bagus. Saat seumuran Bibi badanmu pasti sempurna”.
“Bibi bisa saja. Mungkin bukan aku yang tidak normal Bi. Tapi Bibi yang tidak normal. Badan Bibi yang masih seperti gadis. Lihat saja kulit Bibi masih kencang dan glowing”.
“Kamu ya. Bisa saja bikin Bibi senang”. Sun Fangxin membuka bajunya.
__ADS_1
“Bibi… Perut Bibi…”. Qian Qi tersentak kaget dan menangis. Qian Qi melihat bekas luka yang cukup lebar di perut Sun Fangxin.
“Tidak apa-apa Qian Qi”.
“Tapi Bi… Bibi harus meminum Pil Pemulih Raga mungkin dengan begitu bekas luka Bibi bisa menghilang”.
“Cara kerja Pil Pemulih Raga tidak seperti itu Qian Qi. Pil Pemulih Raga memang bisa menyembuhkan. Tapi itu hanya membuat tubuh penggunanya kembali seperti satu hari sebelumnya. Karena luka ini sudah terlalu lama Pil Pemulih Raga tidak akan berdampak apa pun”.
“Pantas saja luka yang ada di tubuh Hubby tidak menghilang juga. Kalau begitu bagaimana kalau kita minta Hubby membuatkan pil penghilang bekas luka”.
“Tidak perlu Qian Qi. Bekas luka ini sebagai hukuman dan pengingat dari anak-anak Bibi. Setiap kali Bibi melihat bekas luka ini Bibi akan berdoa supaya anak-anak Bibi bisa tenang di atas sana”. Qian Qi langsung memeluk Sun Fangxin.
“Jangan mengulang kesalahan Bibi Qian Qi. Mulai sekarang kamu jangan terlalu banyak memikirkan hal yang tidak perlu. Kamu juga harus menjaga tubuhmu. Anak ini berhak terlahir sehat ke dunia ini. Kamu sebagai ibunya sudah tugasmu untuk melindunginya sampai anakmu menikah nanti”.
“Baik Bi. Aku akan mengingat selalu pesan dari Bibi. Tapi sebagai anaknya Ayah. Sekali lagi aku minta maaf”.
“Kamu memang terlalu baik Qian Qi. Ayo kita bergegas. Mungkin Sun Long dan Dodo Fung sudah menunggu kita dari tadi”.
“Baik Bi”.
Kapal tempur Atlas sudah menunggu Sun Fangxin dan Qian Qi. Sun Long dan Dodo Fung juga sudah menggunakan pakaian tempur mereka. Sebagian besar prajurit boneka ikut dalam perjalanan, sepertinya perjalanan kali ini akan sangat berbahaya.
Tidak lama kemudian Pang Tong datang untuk melepas kepergian mereka. Ia memang tidak ikut dalam perjalanan kali ini karena ditugaskan untuk menjaga kota Vegas. Tidak lama kemudian kapal tempur Atlas dan rombongan Sun Long berangkat menuju makam Liu Shu.
Perjalanan panjang menuju jantung Surga Hitam pun dimulai. Terlihat banyak monster-monster raksasa yang sedang berkeliaran mencari makan. Sepertinya waktu sarapan sudah dimulai. Tidak sengaja mereka semua berpapasan dengan beberapa Gagak Iblis. Melihat keberadaan Sun Long dan Dodo Fung mereka semua menurunkan ketinggian menghindari Kapal Tempur Atlas.
“Bruk…!”. Tidak lama kemudian terdengar suara orang terjatuh.
Ternyata Sun Fangxin. Ia tidak kuat lagi menyaksikan kegiatan para monster dari atas. Imajinasi liarnya memikirkan seribu satu cara bagaimana kakaknya Liu Shu bisa mati. Ia hanya bisa tersipu terdiam menangis. Qian Qi pun dengan sigap mencoba menenangkan Sun Fangxin.
Gurun yang sibuk di pagi hari benar-benar mengerikan. Banyak monster yang bertarung saling memangsa satu sama lain. Pertempuran terjadi dimana-mana. Kehidupan di Surga Hitam benar-benar keras. Hampir tidak ada manusia yang bisa bertahan di dalamnya.
Setelah 6 jam kapal tempur Atlas terbang ke dalam Surga Hitam mereka pun berhenti. Wujud asli Surga Hitam terpampang jelas di depan mereka. Terdapat banyak gunung berapi yang masih aktif. Lahar-lahar panas mengalir seperti sungai. Pasir-pasir kuning cerah berubah menjadi pasir hitam legam tercampur dengan abu vulkanik.
Tempatnya terlihat sangat berbahaya seperti tidak mungkin ada makhluk hidup yang bisa tinggal di dalamnya. Namun hal itu tidak berlaku bagi Surga Hitam. Segila apa pun tempatnya monster-monster di dalamnya dapat beradaptasi dan berevolusi dengan cepat.
Monster-monster yang ada di wilayah ini minimal memiliki Ranah Pagoda Tingkat 8 Tahap Awal. Ada beberapa monster yang mengeluarkan aura silver yang sangat mengerikan. Membuat Qian Qi dan Sun Fangxin Bergetar ketakutan.
__ADS_1
“Sun Long apakah makam Kakak ada di area itu?”.
“Ia Bi makam Ibu ada di dalam gua di dekat danau lahar itu”.
“Ba… Bagaimana bisa kalian sampai ke tempat ini? Dan bagaimana bisa kamu selamat Sun Long? Meski kita berada di jarak yang jauh hawa panasnya terasa sampai ke sini, apa lagi jika ada di area sana”.
“Kami berdua diteleportasi dan jatuh di tebing itu Bi”. Sun Long menunjuk sebuah tebing yang cukup curam.
“Tebing itu sangat curam… Bibi tidak bisa membayangkan apa yang terjadi”.
“Hubby…”. Qian Qi khawatir.
“Aku sangat ketakutan waktu itu. Tapi syukurlah meski ibu tidak memiliki ranah kultivasi yang tinggi. Ibu merupakan pendekar pedang dan tombak yang sangat mahir. Ibu langsung mendekapku dan mengeluarkan tombaknya. Kita berdua bergelantungan di sana”.
“Bagaimana dengan monster-monster menyeramkan itu Hubby?”.
“Kami sangat beruntung waktu itu. Ketika monster-monster itu hendak memakan kami. Tiba-tiba saja muncul burung Phoenix”.
“Phoenix…?”. Qian Qi dan Sun Fangxin kaget.
“Ya… Gunung berapi yang paling besar itu adalah sarang dari burung Phoenix. Burung Phoenix ada di Ranah Pagoda Tingkat 10 Tahap Akhir. Aku yang tidak bisa menilai aura saja bisa melihat keagungannya. Aura api keemasan terpancar dari bulu-bulunya yang berkilau sangat indah. Tapi kata Ibu aura emasnya sangat mengerikan. Ketika burung Phoenix itu lewat seluruh monster langsung berlari sembunyi. Karena kami terlalu lemah burung Phoenix itu mengabaikan kami. Lalu kami bergegas kabur”.
“Hubby… Apa burung Phoenixnya masih ada di sana?”. Qian Qi ketakutan.
“Masih Sweety burung itu sedang berkultivasi di sana. Dalam beberapa tahun burung itu akan terbang mengelilingi sebagian wilayah Surga Hitam untuk mencari makan”.
“Apakah tidak apa-apa Hubby kita berada di sini sekarang. Kalau dia bangun bagaimana?”.
“Sebentar lagi dia akan bangun Sweety”.
“Hubby…”. Qian Qi memeluk Sun Long.
“Su… Su… Sun Long… Kamu jangan bercanda?” Sun Fangxin pun ikutan takut.
“Aku tidak akan berbo…”.
“EEEAAAKKK…!!!” Tiba-tiba terdengar suara menyeramkan dari gunung besar sarang Phoenix. Suaranya menggelegar menghembuskan angin di sekitarnya. Bahkan Bumi pun bergetar ketakutan mendengar suara itu. Sudah tidak ada lagi monster-monster yang berkeliaran di bawah sana. Semuanya sudah bersembunyi masuk ke dalam gua atau ke balik batu.
__ADS_1