Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 173 - Turnamen Peringkat Bagian 7


__ADS_3

"Nyonya Qian Qi... Tok...! Tok...! Tok...!".


"Hhhyyymmm...". Qian Qi bangun dari tidurnya.


"Tok...! Tok...! Tok...! Nyonya".


Hadeh... siapa yang ngetuk pintu malam-malam begini, mengganggu saja. Qian Qi bangun, membuka pintu.


"Ada apa Mei Mei...? Mengganggu saja".


"Ayo cepat Nyonya. Pertandingan Nyonya sebentar lagi dimulai".


"Pertandingan? Pertandingan apa?".


"Ya... Pertandingan Nyonya".


"Sudah Mei Mei aku sudah mengalahkan Xu Huang yang licik itu. Mereka sedang di rawat sekarang, mungkin sebentar lagi dia akan di keluarkan dari perguruan Pedang Bulan".


"Nyonya ngomong apa sih? itukan kemarin malam. Sekarang Nyonya tanding melawan Da Qiao".


"Da Qiao? Bukannya itu besok".


"Ini sudah besok Nyonya. Nyonya tidak kelihatan seharian ini. Aku sampai bingung Nyonya tidak datang-datang ke arena pertandingan".


"APA...!? Ini sudah besok? Ja... Jadi aku tidur seharian penuh?".


"Iya Nyonya. Ayo cepat...!".


"Tunggu... Aku ganti baju dulu".


"Sudah tidak ada waktu lagi. Kita harus pergi sekarang juga". Mei Mei menarik Qian Qi pergi ke arena pertandingan.


"Tapi aku masih pake hanfu untuk tidur". Qian Qi menggunakan hanfu putih polos yang tipis.


"Sudah tidak ada waktu lagi Nyonya. Kalau Nyonya tidak datang akan di anggap kalah".


Dasar bodoh... Aku menghabiskan waktu untuk berlatih sampai ketiduran. Setidaknya aku harus menggunakan penutup wajah terlebih dahulu. Masalah hanfuku yang tipis, bisa terhalangi oleh zirah nanti.


...


Sementara itu di arena pertandingan.


Wanita bajingan itu tidak datang. Sepertinya dia sadar diri. Lebih baik kabur dari pada terlambat.


Akhirnya tidak ada lagi yang mengganggu hubunganku dengan Guan Ping. Daaa... daaa... daaa... Da Qiao tertawa puas.


...


"Kemana Qian Qi, kenapa dia tidak datang-datang". Guan Ping mulai gelisah.


"Mungkin Da Qiao mengirim anak buahnya untuk menghabisi Qian Qi. Kita harus menyusulnya". Kai Yu bersiap pergi.


"Mei Mei sudah menyusulnya. Lagi pula Qian Qi tinggal di asrama wanita. Kita tidak bisa menginjakkan kaki di sana".


"Kalian berdua tenanglah, Qian Qi pasti datang".

__ADS_1


"Sebelum menenangkan orang lain, kamu harus menangkan dirimu sendiri Zhen Ji". Cai Wenji risih melihat Zhen Ji yang terus mondar-mandir.


"Aku sudah tenang...".


"Tuh... akhirnya dia datang. Tapi...". Cai Wenji menunjuk ke arah Qian Qi.


Guan Ping dan Kai Yu seketika menganga lebar, ketika melihat Qian Qi datang menggunakan hanfu tipis.


Sangking tipisnya, lekuk tubuh Qian Qi terlihat jelas. Lekuk tubuh yang sempurna membuat semua orang terpana melihatnya.


"Dasar kau pelacur. Berani-beraninya menggoda Guan Ping di hadapanku". Da Qiao marah besar, namun Qian Qi yang sibuk mempersiapkan senjata dan zirahnya tidak menanggapi.


"Peserta Qian Qi, apa sudah siap?".


"Sebentar Master. Zirah ini cukup sulit untuk dipasang. Mei Mei...". Mei Mei membantu Qian Qi.


"Baiklah. Kamu punya waktu satu menit".


"Terima kasih Master".


"Prisma Air". Yu Na tiba-tiba datang mengurung Qian Qi dan Mei Mei ke dalam prisma airnya. Mencegah para penonton melihat Qian Qi yang kesulitan memasang zirah.


"Sudah cukup...! Dasar kalian mata keranjang".


"Yah...". Suara kecewa terdengar dari para penonton.


"Hhhmmm...!!!". Yu Na mengintimidasi. Para penonton. Para penonton pun tertunduk takut.


"Aku sudah siap Dewi...". Yu Na melepas teknik Prisma Airnya.


"Ting...!".


"Dasar kau pelacur...!!! Pasukan Boneka". Da Qiao mengeluarkan Pasukan Boneka Tali.


Dengan senjata benang dan kultivasi anginnya. Da Qiao mampu mengendalikan Puluhan Boneka Tali yang cukup kuat.


Boneka-boneka Da Qiao mengambil bentuk seperti monster. Ada boneka gorila yang bertubuh besar, ada boneka monyet bertangan empat memegang pisau, dan masih banyak lagi.


"Mati kau pelacur!". Seluruh boneka Da Qiao serentak menyerang Qian Qi.


"Amarah Naga Petir!". Qian Qi menyerang Da Qiao dengan Naga Petirnya.


"Zzzttt...!!! Crack...! Crack...! Crack...!". Naga Petir Qian Qi menerobos lurus menghancurkan boneka tali Da Qiao.


"Bajingan...! Aku terpaksa menggunakannya. Ratu Ruby". Da Qiao mengeluarkan Boneka tali berbentuk ratu yang terbuat dari baja, formasi dan batu ruby.


"Nafas Ratu. Sing...! Sing...! Sing...!". Boneka Ratu itu meniupkan puluhan pisau ke arah Naga Petir Qian Qi.


"Crack...!". Naga Petir Qian Qi hancur. Ternyata pisau yang ditiupkan oleh Boneka Ratu bukanlah pisau biasa.


Puluhan pisau itu semuanya buatan Guan Yu. Puluhan pisau tingkat 6. Hanya bangsawan kaya yang mampu membeli senjata sebanyak itu.


Da Qiao unggul dalam segi persiapan. Boneka Ruby dan senjata kelas atas benar-benar menakutkan bagi orang biasa.


Namun sayang, Qian Qi bukanlah orang biasa.

__ADS_1


"Sing...!".


"Sing...!".


"Sing...!". Qian Qi menghindari seluruh serangan pisau dari Boneka Ratu mencoba mendekatinya.


"Brakkk...!!!". Setelah cukup dekat, Qian Qi menghancurkan Boneka Ratu itu.


Para penonton kaget melihat kelincahan Qian Qi. Tubuhnya begitu lentur dan instingnya begitu tajam. Puluhan pisau dapat dihindari dengan mudah.


Tidak hanya sampai di situ. Para penonton dibuat heran. Bagaimana bisa tombak Guandao tingkat 4 bisa menghancurkan Boneka Ratu tingkat 8 yang dibuat khusus.


Hanya Yu Na, Zhen Ji dan Guan Ping yang paham dengan teknik yang digunakan Qian Qi.


Qian Qi tidak menghancurkan Boneka Ratu. Melainkan, Ia membongkar Boneka Ratu itu dengan menyerang engsel-engsel di sendi-sendi Boneka Ratu.


Kepercayaan diri Da Qiao yang tinggi membuatnya lengah. Da Qiao mengendalikan Boneka Ratu tanpa strategi sama sekali.


Titik lemah Boneka Ratu dapat dihancurkan oleh Qian Qi dengan mudah. Belum puas sampai di situ Qian Qi yang terlihat marah terus menerjang mendekati Da Qiao.


"Dasar pelacur. Sudah waktunya kau untuk mati". Da Qiao tersenyum licik ketika Qian Qi sudah dekat dengannya.


"Sing...!".


"Sing...!".


"Sing...!". Meski tubuh Boneka Ratu sudah terbongkar, ternyata Da Qiao masih bisa mengendalikan potongan-potongan tubuh Boneka Ratu dengan benang.


Potongan-potongan tubuh Boneka Ratu itu tiba-tiba mengeluarkan pisau dan menyerang Qian Qi dari belakang.


Ternyata Da Qiao pura-pura lemah untuk membuat Qian Qi lengah. Tapi...


"Petir Bulan Sabit". Qian Qi mengayunkan tombak Guandaonya.


"Zzzttt...!". Bersamaan dengan itu aliran-aliran listrik mulai bermunculan secara acak seperti tebasan pedang.


"Zzzttt...! Crack...!". Benda apa pun yang melewati tebasan listrik Qian Qi langsung hancur terbelah dua.


Dengan tebasan petir yang memenuhi seisi arena, Da Qiao kesulitan mengendalikan benangnya. Da Qiao tidak berdaya menghadapi Qian Qi yang berjalan semakin dekat.


Da Qiao kaget bukan main ketika aura Qian Qi tiba-tiba berubah menjadi merah. Karena kurangnya persiapan, Qian Qi tidak sempat meminum Pil Penyamar Dantian.


"Tu... Tunggu Qian Qi. Aku akan membayar mu dengan mahal. Kamu hanya perlu menyerah".


"...". Qian Qi tidak menanggapi. Ia terus berjalan semakin dekat.


"Tidak hanya membayar mu. Aku akan memberi seluruh fasilitas sekte Da secara gratis".


"...". Seakan terbakar api amarah Qian Qi berjalan tanpa ragu mendekati Da Qiao.


"Aku menyerah...!".


"Ting...! Qian Qi pemenangnya".


"Qian Qi...". Wasit dibuat bingung melihat Qian Qi terus mendekati Da Qiao.

__ADS_1


"Zzzttt... Aku bukan pelacur seperti mu". Dengan amarah yang menggebu-gebu Qian Qi hendak membunuh Da Qiao.


__ADS_2