
“Seperti biasa kamu memang selalu bisa diandalkan Sun Long”.
“Bibi lebih hebat lagi. Meski Bibi sendirian, Bibi tetap membantu banyak orang di garis depan”.
“Tok… Tok… Tok… Kapten Nyonya Medusa sudah tiba”.
“Suruh masuk”.
“Siap kapten”. Medusa pun masuk.
Medusa sungguh terkejut melihat dua gadis bangsa ular ada dihadapannya. Mereka bertiga langsung berpelukan melepas rindu.
Rapat pun dimulai. Bibi menjelaskan situasi bangsa ular yang ada di rumah bordilnya. Sesuai perkiraan Sun Long di sana hanya ada puluhan bangsa ular wanita dan hanya ada belasan bangsa ular pria yang tersisa.
Sun Fangxin meminta maaf kepada Medusa karena hanya bisa menyelamatkan sedikit orang. Namun Medusa sadar bahwa Sun Fangxin mengambil resiko besar untuk menyelamatkan bangsanya. Ratu Medusa bersumpah. Dia dan bangsanya akan tunduk kepada perintah Sun Long dan Sun Fangxin selama keamanan bangsanya terjamin.
Beberapa skenario pun dipikirkan. Akan dibawa kemana bangsa ular ini. Sun Fangxin tidak sanggup kalau harus menahan bangsa ular di rumah bordilnya. Sudah banyak bangsawan yang mendesak ingin membebeli beberapa manusia ular wanita. Maka dari itu Sun Fangxin segera menemui Sun Long di kota Vegas.
Sun Fangxin bisa mengeluarkan bangsa ular dari kota Utopia dengan alasan melelang mereka di kota Vegas lebih menguntungkan. Hal itu masuk akal karena memang sejatinya kota Vegas adalah tempat para budak.
Rencana Sun Long memindahkan Medusa ke kota Utopia pun gagal. Jika mereka memindahkan bangsa ular ke kota Vegas cepat atau lampat pasti akan ketahuan juga. Satu-satunya cara adalah memindahkan seluruh bangsa ular pindah ke kota Goliat.
Tapi Sun Long cukup ragu dengan hal itu. Karena mereka semua masih terlalu lemah untuk tinggal di kota Goliat. Hal itu hanya akan menambah beban Pang Tong dan para penjaga di kota Goliat.
__ADS_1
Masalah mulai bermunculan satu persatu secara bersamaan. Ketenangan sebelumnya berubah menjadi kekacauan. Untung saja jumlah bangsa ular hanya puluhan Sun Long memutuskan sementara waktu bangsa ular akan tinggal di atas langit. Mengudara terus di atas kapal tempur Atlas. Sampai mereka siap di pindahkan ke kota Vegas.
Namun, masalah baru muncul. Tidak ada orang yang bisa mengajari mereka untuk meningkatkan kultivasinya. Luo Meilin sudah sibuk dengan kultivasinya sendiri, menghisap Semanggi Empat Sisi sambil melatih warga kota. Sedangkan Pang Tong sebentar lagi akan pulang ke kota Goliat dan akan sibuk dengan pekerjaan yang ditinggalkannya.
Sun Long juga tidak bisa melatih mereka. ia ingin segera pulang, mengurus Qian Qi dan melanjutkan pekerjaannya. Banyak tanaman-tanaman langka dan bahan-bahan penelitian yang tidak bisa di tinggal terlalu lama.
Dodo Fung pun menawarkan diri untuk melatih bangsa ular setelah ia selesai membangun jalan. Sun Long cukup khawatir dengan adiknya. Mereka berdua tidak pernah berpisah terlalu jauh untuk waktu yang lama.
Sun Fangxin setuju dengan Dodo Fung. Sudah saatnya Dodo Fung untuk belajar mandiri. Mau tidak mau Sun Long menyetujuinya. Namun dengan syarat-syarat tertentu. Seperti jika bangsa ular tidak mematuhi Dodo Fung. Dodo Fung berhak mengeksekusi mereka.
Dodo Fung juga harus mulai berlatih menyerap prisma magnet. Setiap kali Dodo Fung berlatih Sun Long meminta Medusa untuk menjaganya. Prioritas utama adalah keselamatan Dodo Fung baru keselamatan bangsa ular.
Sebenarnya mereka bisa aman selama tidak melanggar peraturan yang dibuat Sun Long. Hukuman berat hanya dijatuhkan bagi orang yang melanggar peraturan. Medusa pun menyetujui persyaratan Sun Long. Ia hanya harus kerja ekstra untuk mengawasi bangsanya sendiri.
Keselamatan Bangsa ular ada di tangan Medusa. Pilihan pun sudah ditentukan. Bangsa ular yang ada di kota Utopia akan dipindahkan secara berkala ke dalam kapal tempur Atlas. Dodo Fung mempercepat pembangunan jalan agar semuanya bisa lancar.
Rapat pun selesai. Sun Long mengajak kedua gadis ular dan Sun Fangxin jalan-jalan di kota Vegas yang baru. Tidak lupa seluruh bangsa ular akan diberikan identitas sebagai penduduk kota Goliat dan Kota Vegas. Keuntungan yang mereka miliki sangat banyak kehidupan mereka sudah terjamin akan sejahtera selama mengikuti peraturan.
Sun Fangxin sangat takjub dengan keadaan kota Vegas yang baru. Semuanya begitu tertata dan sejahtera. Seluruh orang yang ada di kota tersenyum lebar, perut mereka penuh dan badan mereka sehat-sehat.
Meski cukup tertarik dengan kota Vegas Sun Fangxin sebenarnya sangat penasaran dengan kapal tempur Atlas. Ia ingin tahu kendaraan yang mampu menbuat manusia terbang bentuknya seperti apa. Sayang sekali Atlas sedang tidak ada di kota Vegas.
Kapal tempur Atlas sedang pergi ke kota Goliat untuk mengirim beberapa kebutuhan pokok untuk warga di sana. Sambil menunggu kapal tempur Atlas, Mereka memutuskan untuk ke lapangan kota Vegas dan bermain layangan bersama anak-anak di sana.
__ADS_1
Tidak disangka-sangka Sun Fangxin cukup tertarik dengan anak-anak di kota Vegas. Sun Fangxin malah membahas tentang pendidikan untuk anak-anak tersebut. Mereka harus belajar demi masa depan mereka. Sun Long dan Sun Fangxin kembali satu pemikiran. Mereka terhanyut membahas sekolah-sekolah dan sistem pendidikan yang akan di bangun.
Mereka pun menghabiskan waktu di lapangan sampai sore hari. Setelah menunggu lama akhirnya kapal tempur Atlas kembali ke kota Vegas. Sun Long langsung mengajak Sun Fangxin terbang melihat langit senja disore hari.
Pemandangan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Sun Fangxin hanya bisa terdiam kagum melihat pemandangan alam dan kapal tempur Atlas hasil kerja keras Sun Long. Setelah puas berjalan-jalan mereka pun kembali ke kota Vegas.
Qian Qi mengundang Sun Fangxin untuk pergi ke kamarnya. Ia ingin berbicara empat mata dengan Sun Fangxin. Sun Long pun mengizinkannya, sementara mereka berdua pergi ke kamar. Sun Long dan yang lain pergi ke tempat latihan. Untuk mengajarkan bangsa ular dasar-dasarnya.
***
Di dalam kamar Sun Long.
“Ada apa Qian Qi? Mengapa wajahmu tampak serius seperti itu”.
“Bibi. Aku pernah bermimpi sesuatu yang sangat aneh. Aku pun menceritakannya kepada Hubby dan Hubby menjawab sepertinya yang aku lihat bukanlah mimpi…”.
“Melainkan kejadian masa lalu”. Sun Fangxin Meneruskan kata-kata Qian Qi.
“Iya Bi”.
“Sepertinya kamu sama seperti kakak atau ibunya Sun Long. Cincin itu pasti sudah mulai aktif. Apa yang kamu lihat di dalam mimpimu. Sepertinya kamu cukup terganggu dengan hal itu”.
“Maaf sebelumnya Bi. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti hati Bibi. Mimpiku di mulai ketika Sun Long terluka parah karena di serang ayam. Sampai akhirnya ketika ayah datang dan mengucapkan sayang kepada Bibi. Sekali lagi bukan maksudku untuk menyakiti hati bibi. Aku hanya penasaran karena ayah adalah ayahku. Jika Bibi tidak ingin mengatakannya itu tidak apa-apa”.
__ADS_1