
Hari pun sudah mulai sore. Sun Long, Dodo Fung dan Qian Qi pergi menuju sebuah tempat. Qian Qi bertanya-tanya mereka akan pergi kemana? Sepertinya ke tempat yang bagus. Terlihat wajah Sun Long dan Dodo Fung yang berseri-seri. Mereka pun berjalan ke pinggiran kota.
Terlihat banyak anak-anak yang sudah berkumpul bersama prajurit-prajurit boneka. Beberapa anak didampingi oleh ibu mereka. Sedangkan sisanya merupakan anak yatim piatu. Mereka semua terlihat sedih menundukkan kepala. Mereka takut akan dijual atau dijadikan budak lagi seperti sebelumnya.
Sun Long, Dodo Fung dan Qian Qi menghampiri mereka semua.
“Kalian berdua, kemarilah”. Sun Long menunjuk dua orang anak. Mereka semua malah ketakutan dan tidak berani maju.
“Tu…tuan biarkan saya saja yang menggantikan anak saya. Tolong bebaskan anak saya”.
“Ya sudah kamu dan kamu sini”. Sun Long menunjuk dua ibu-ibu.
Apa yang akan Hubby lakukan dengan mereka. Qian Qi mulai khawatir.
Sun Long memberikan sebuah layangan ke mereka berdua. Namun mereka berdua yang baru pertama kali melihatnya sudah pasti kebingungan. Sun Long pun dengan sabar mengajari mereka berdua.
“Ikuti gerakan kami”. Sun Long dan Dodo Fung mempraktikkan cara menerbangkan layangan. Kemudian diikuti oleh kedua wanita itu. Layangan mereka pun terbang tinggi.
“Benda itu terbang”. Senyum lebar merekah dari wajah anak-anak itu. Sepertinya mereka tertarik dengan layangan Sun Long.
“Siapa yang mau coba menerbangkan layangan? Ayo kemari…”. Anak-anak itu mengerubungi Sun Long.
Qian Qi hampir lupa dengan sifat Sun Long yang pertama kali dilihatnya. Sun Long adalah orang yang suka bermain dan bercanda. Meski pun dia sangat jail tapi dengan kejailannya ia bisa membuat orang lain bahagia.
Ternyata Hubby suka bermain dengan anak-anak. Anak kita berdua pasti akan bahagia punya ayah sepertinya. Qian Qi tersenyum manis.
__ADS_1
“Sweety ayo ikutan main”. Mereka semua main dengan riang gembira. Tidak terasa Qian Qi bermain dengan penuh semangat. Sepertinya ia baru mengingat kembali kegembiraan yang sudah ia lupakan. Qian Qi membantu
menerbangkan layangan anak-anak yang tidak bisa lari.
Cukup banyak anak-anak yang tidak bisa lari. ada yang kakinya lumpuh, ada yang kakinya tidak normal bahkan ada juga yang kakinya dipotong dengan sengaja oleh para bangsawan. Mereka semua tidak bisa menerbangkan layangan. Maka dari itu Sun Long, Dodo Fung, Qian Qi dan beberapa anak lainnya membantu mereka.
Beberapa saat kemudian.
“Kakak Dodo Fung tolong pegang ini”. Tiba-tiba saja Qian Qi memberikan layangannya kepada Dodo Fung. Ia langsung berlari ke belakang pohon. Sun Long yang khawatir dengan sigap mengikutinya.
“Ada apa Sweety”.
“Uweee…” Qian Qi muntah.
“Sweety kamu kenapa?”. Sun Long mulai khawatir.
“Terima kasih Hubby. Bermain bersama ternyata sangat menyenangkan. Ayo kita kembali”. Qian Qi dan Sun Long kembali bermain. Kali ini Qian Qi hanya memegang layangannya tidak menerbangkannya lagi.
“Buah…ha…haaa… Ini sudah saatnya kak”.
“Ha…ha…haaa… Ya ini saatnya”. Sun Long dan Dodo Fung mengeluarkan sebuah layangan yang besar. Anak-anak dan para orang tua seketika memperhatikan apa yang Sun Long dan Dodo Fung lakukan.
“Na… Naga…”. Anak-anak itu kaget melihat layangan yang Sun Long dan Dodo Fung keluarkan.
“Buah…ha…haaa… Ayo kak”. Sun Long dan Dodo Fung menerbangkan layangan naga yang indah. Mata-mata kecil itu berbinar melihat keindahannya. Mereka bersorak gembira.
__ADS_1
Layangan naga yang cukup besar membuat seluruh penduduk kota bisa melihatnya dari seluruh penjuru. Mereka semua tertarik dengan layangan itu dan berkumpul di lapangan. Seisi kota menghabiskan senjanya bersama-sama. Memandangi naga yang menari-nari di atas langit jingga.
***
Malam pun sudah tiba. Setelah Sun Long mengatur beberapa hal mereka semua pulang ke tempat masing-masing. Sun Long dan Qian Qi Sudah ada di kamar mereka. Kamar utama gedung walikota, kamar itu sudah jadi Kamar pribadi mereka berdua.
“Hubby terima kasih tadi sangat menyenangkan”. Qian Qi memeluk Sun Long.
“Sama-sama Sweety”.
Mereka berdua mandi bergantian. Setelah mandi Qian Qi melihat Sun Long yang sudah menunggunya di pinggir kasur dengan sebuah ember. Sun Long dengan penuh kasih sayang mencuci kaki Qian Qi. Seketika itu Qian Qi terbang ke langit ke tujuh. Ia tidak menyangka hidupnya bisa sebahagia ini. Semuanya berubah menjadi baik. Hari-hari dipenuhi bintang dan mimpi. Andaikan hidup bisa seperti ini selamanya. Mereka pun tidur dengan mesra mendekap satu sama lain.
Keesokan paginya kapal tempur Atlas kembali membawa para ahli kultivator tanah dan orang-orang lemah dari kota Goliat. Orang-orang lemah dari kota Goliat yang tidak cocok hidup di sana akan dipindahkan ke kota Vegas. Ini demi keselamatan mereka agar mereka tidak mati sia-sia. Sedangkan orang-orang kuat yang ingin berburu monster bisa bergabung dengan kota Goliat.
Sun Long membuat sistem di mana kota Goliat sebagai kota pemburu dan petualang. Sedangkan kota Vegas tempat jualnya. Maka kedua kota ini sama-sama diuntungkan. Para penduduk dari kedua kota bisa memilih untuk tinggal di kota Vegas atau tidak. Sedangkan untuk tinggal di kota Goliat harus melalui seleksi yang ketat.
Memang banyak keuntungan jika ingin berkultivasi di kota Goliat. Lebih cepat, namun juga jauh lebih berbahaya. Meski terlihat Sun Long acuh tak acuh namun ia sangat peduli dengan orang lain. Hanya saja ia terlalu malu untuk menunjukkannya.
Hubungan antar kedua kota sudah direncanakan dengan matang. Namun masalah utamanya belum terselesaikan. Yakni akses jalan yang menghubungkan kedua kota itu. Hal utama yang cukup sulit untuk di lakukan. Membuat jalan memang cukup mudah tinggal bantai dan bikin. Namun menjaganya dan merawatnya akan jauh lebih sulit.
Dari pada membantai para monster, Pang Tong menyarankan untuk menjalin kerja sama dengan monster penguasa di sana. Qian Qi dan Luo Meilin pun segera menyetujuinya. Tapi mereka semua masih bingung dengan bagaimana cara menjalin kerja samanya. Sun Long yang sudah bertahun-tahun tinggal di Surga Hitam sudah paham dan tahu caranya.
Dengan memanfaatkan hasrat para monster di sana Sun Long bisa mengendalikan mereka. Seperti yang ia lakukan pada Gagak Iblis raksasa yang memberi hormat padanya. Rencana pun dibuat. Mereka lebih memilih jalur di mana monster-monster kuat berada. Dibandingkan jalur monster-monster lemah. Hal ini dilakukan karena monster-monster kuat pada umumnya bisa di ajak bicara. Sedangkan monster-monster lemah terlalu liar.
Para prajurit boneka pun dikerahkan menyusuri jalur dan memantau penguasa yang ada di sana. Ternyata wilayah jalur yang akan mereka buat dikuasai oleh Iblis Singa Api. Mereka cukup berwibawa dan tidak serakah. Sifat alaminya mereka sering berkelompok dan berburu satu kali sehari. Mereka makan secukupnya. Mereka sering menghabiskan waktu untuk tidur sepanjang hari.
__ADS_1
Setelah informasi didapat Sun Long, Dodo Fung dan Qian Qi pergi menemui mereka. Mereka pergi menggunakan kapal tempur Atlas. Sesampainya di tempat tujuan rombongan Sun Long langsung disergap. Namun Sun Long dan Dodo Fung cukup tenang menghadapi mereka. Ia meminta untuk bertemu dengan pemimpin mereka.