Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 151 - Pangeran Sun Ryu


__ADS_3

"Slurrppp...". Qian Qi meminum teh buatan Mei Mei.


Rasa teh yang manis dan hangat membuat Qian Qi cukup tenang. Tidak lupa ia mengeluarkan biskuit coklat kesukaannya.


Qian Qi makan dengan anggun dan berlahan-lahan. Mencoba menikmati suasana damai selagi bisa.


Di sisi lain ruangan Sun Ryu, Ni Ni dan Guan Chen masih terdiam ketakutan. Mereka hanya bisa menatap Qian Qi sambil berdoa untuk nyawa mereka.


Beberapa menit kemudian camilan sudah habis. Qian Qi meminta prajurit boneka menceritakan semuanya.


Qian Qi hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kebodohan yang dibuat Guan Chen. Masalah ini tidak akan terjadi jika Guan Chen meminta bantuan di ruangan private.


Tidak perlu memberi tahu semua orang. Tinggal masuk ke ruangannya panggil prajurit boneka maka semua akan beres.


Guan Chen mengaku panik dan terbawa suasana. Ia tidak bisa berpikir jernih ketika nyawa Sun Ryu terancam.


Jiwa keibuan Qian Qi mengerti dengan tindakan Guan Chen. Jadi ia memaklumi hal itu asal jangan sampai terulang kembali. Jika terulang Qian Qi tidak akan segan-segan membunuh Guan Chen.


Untuk Ni Ni, Qian Qi tidak ada masalah dengannya. Ni Ni hanya gadis lugu yang dimabuk cinta.


Masalah sebenarnya terletak pada Sun Ryu. Qian Qi tidak punya informasi sama sekali tentangnya. Yang ia tahu Sun Ryu adalah seorang Pangeran yang sakit-sakitan.


Meski begitu Sun Ryu tetap adik iparnya. Memang berbeda Ibu tapi Sun Ryu tetap adik tiri Sun Long. Qian Qi kekurangan informasi untuk mengambil keputusan.


Qian Qi meminta Ni Ni menceritakan tentang Sun Ryu. Qian Qi menatap Ni Ni dengan serius dan penuh intimidasi.


Ni Ni menceritakan bagaimana awalnya mereka bisa bertemu dan kehebatan-kehebatan Sun Ryu.


Setelah keadaan di Kota Vegas terkendali Ni Ni memutuskan untuk berkunjung ke sektenya yakni sekte Ni.


Di sana ia bertemu dengan Pangeran Sun Ryu. Ni Ni diberi perintah oleh Ayahnya untuk menjadi pelayan sementara untuk Pangeran Sun Ryu.


Sejak itu Ni Ni dan Sun Ryu semakin dekat. Pangeran Sun Ryu sering berkeliling mencari tabib alkemis.


Sambil berkeliling ia selalu membantu orang-orang yang membutuhkan di sepanjang perjalanan.

__ADS_1


Rencananya setelah dari gedung pusat Alkemis cabang kota Silver. Pangeran Sun Ryu akan bergerak mengunjungi panti asuhan.


Terdengar semuanya begitu indah dan sempurna. Pangeran Sun Ryu seperti orang dermawan yang membantu semua orang.


Tapi tidak hanya itu yang ingin Qian Qi tahu. Ni Ni harus menceritakan semuanya bahkan keburukan Sun Ryu juga.


Seperti kata Ibu Liu Shu. Sebaik-baiknya orang pasti memiliki sisi buruk. Tidak mungkin Pangeran Sun Ryu luput dari perkataan itu.


Ni Ni terpaksa menceritakan keburukan Pangeran Sun Ryu. Sering kali Pangeran Sun Ryu putus asa dengan hidupnya.


Beberapa kali Pangeran Sun Ryu memiliki niatan untuk bunuh diri. Penyakit, keluarga yang kurang harmonis dan beban berat sebagai Pangeran menekan dirinya ke titik terendah.


Selain pikiran negatif yang sering melanda. Pangeran Sun Ryu juga memiliki satu keburukan lagi. Kali ini Ni Ni agak ragu untuk menceritakannya.


Namun Ni Ni tidak kuasa menahan aura intimidasi dari Qian Qi. Ia terpaksa menceritakan satu lagi keburukan Sun Ryu.


Terkadang Sun Ryu menatapnya dengan tatapan kurang senonoh. Bahkan tidak jarang torpedonya berdiri ketika Ni Ni mendekatinya.


Ni Ni tidaklah bodoh. Meski Sun Ryu berusaha menyembunyikannya Ni Ni tetap tahu. Tapi Sun Ryu tidak pernah melakukan hal yang diluar batas kepada Ni Ni.


Wajah Ni Ni dan Sun Ryu sama-sama memerah. Pangeran Sun Ryu tidak bisa membantah sama sekali.


Qian Qi juga memakluminya. Memang hal itu bukan kesalahan dari Sun Ryu. Ni Ni memang wanita yang cantik dan anggun.


Selanjutnya giliran Guan Chen yang bercerita. Ia menceritakan Sun Ryu kecil hingga besar sampai sekarang.


Guan Chen memang mengurusnya sejak Sun Ryu masih dalam kandungan. Ia tidak berubah jauh sama sekali.


Sejak kecil Pangeran Sun Ryu sudah sakit-sakitan, namun kebaikannya tetap memancar tanpa henti. Sama seperti kata Ni Ni.


Qian Qi menatap Sun Ryu dalam-dalam. Ia tidak meminta Sun Ryu untuk menceritakan tentang dirinya sendiri.


Ada hal lain yang Qian Qi ingin tanya dari Pangeran Sun Ryu. Bukan sebagai orang luar melainkan sebagai kakak ipar.


Qian Qi melihat kesamaan antara Sun Long dan Sun Ryu. Mereka sama-sama memiliki kelainan yang tidak bisa disembuhkan.

__ADS_1


Hanya saja Sun Long terlihat lebih kuat dan tegar. Ia selalu yakin dengan jalan hidupnya. Menghadapi masalah tanpa banyak mengeluh.


"Sun Ryu, apa kamu tahu siapa aku?".


"Setelah mendengar nama Nyonya aku tahu siapa Nyonya. Terkadang kakakku Sun Jian dan Xiao Yun menjelek-jelekan Nyonya".


"Brukkk...!". Qian Qi sedikit kesal dan menghancurkan meja.


"Aku tidak ada hubungannya dengan mereka. Aku sendiri merasa jijik dan mual ketika melihat mereka berdua".


"Hhhmmm... Baiklah. Kalau tentang Sun Long kamu tahu?".


"Aku hanya tahu namanya dan statusnya sebagai kakak tiriku. Rumornya ia dibuang ke Surga Hitam tapi aku tidak tahu sama sekali tentangnya".


"Sun Long adalah suamiku. Dengan begitu kamu adalah adik iparku. Hubby sama denganmu cacat sejak lahir. Bedanya Hubby tidak memiliki dantian sama sekali".


"Memang Hubby tidak jatuh sakit seperti dirimu. Tapi segala hal di sekelilingnya bisa membunuh dirinya setiap saat. Satu gigitan semut bisa membuatnya bengkak seharian".


"Tidak hanya itu. Ayahnya sendiri kaisar Sun Li. Mengutuk Hubby dengan kutukan Iblis yang sangat berbahaya. Hubby berada di kondisi yang jauh lebih buruk dari pada kamu".


"Tapi tidak pernah sekali pun ia mencoba atau berpikir untuk bunuh diri. Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan marah terhadap keadaan dan mencoba menghadapinya".


"Sebagai kakak iparmu aku tidak ingin kamu mati bunuh diri. Itu hal teregois yang bisa seseorang lakukan. Ni Ni akan hancur jika kamu tidak ada".


Ni Ni menatap Sun Ryu dengan tatapan sayu menahan air mata. Sedangkan Sun Ryu yang melihatnya tidak bisa membendung air matanya.


Sun Ryu yang sudah sehat berkat suntikan dari prajurit boneka langsung lompat memeluk Ni Ni. Mereka berdua menangis berpelukan merasakan cinta satu sama lain.


"Tap...!". Mei Mei menutup wajah Guan Chen dengan kain.


"Mengganggu saja".


"Ampun... Master Mei Mei". Guan Chen panik


"Diam...! Wajah tua, keriput, maskulin sepertimu tidak cocok menangis. Merusak suasana saja".

__ADS_1


"Haaa... haaa... haaa... Terima kasih Mei Mei. Benar wajah sekte Guan tidak cocok untuk menangis".


"Xiii... xiii... xiii...". Qian Qi dan Mei Mei tertawa terbahak-bahak.


__ADS_2