Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 175 - Turnamen Peringkat Bagian 9


__ADS_3

Hari kelima Turnamen Peringkat perguruan Pedang Bulan dimulai. Para penonton terlihat antusias memenuhi bangku arena.


Tidak hanya Guan Ping, Kai Yu dan Gan Ning tiga besar yang menjadi sorotan. Qian Qi, Mei Mei dan Guan Yinping ikut jadi sorotan juga.


Mei Mei mendapat giliran pertama di arena utama. Mei Mei menghadapi salah satu bangsawan kaya raya yang menggunakan senjata dan zirah terbaik tingkat 8 buatan Guan Yu..


Sedangkan Mei Mei hanya menggunakan senjata dan zirah tingkat 4. Mei Mei harus menghindari seluruh serangan musuh. Sekali saja ia terkena serangan dari senjata tingkat 8, senjata dan zirah miliknya pasti akan hancur.


"Ting...!". Pertandingan Mei Mei dimulai.


"Tunggu dulu... Aku tidak suka menyakiti wanita. Bagaimana kalau aku membayar mu untuk mengalah. Aku akan bayar 100.000 keping emas".


"Kita sedang memperebutkan peringkat 32 besar. Bagaimana bisa orang sepertimu masih ada?".


"Seperti yang aku bilang. Aku hanya tidak ingin menyakiti wanita. Sebenarnya aku bisa saja mengalahkan mu. Tapi aku tidak ingin wajah imut mu tergores sedikit pun".


"Begini saja. Aku akan membuat tembok api. Kalau kamu bisa melewatinya kamu menang".


"Baiklah aku setuju".


"Tembok Api". Mei Mei membuat tembok yang memisahkan Mei Mei dengan musuhnya.


"Apa kamu sudah siap Mei Mei?".


"Tunggu sebentar. Hiaaa...!!!". Mei Mei menambah kekuatan Tembok Api dengan mengalirkan energi qi pada Tembok Apinya lebih banyak lagi.


"Burrr...!!!". Tembok Api Mei Mei menjulang tinggi, panas dan menyeramkan. Para penonton bertepuk tangan kagum dengan Tembok Api buatan Mei Mei.


"Baiklah aku sudah siap".


"Tubuh Baja". Musuh Mei Mei melapisi tubuhnya dengan teknik kultivasi tanah.


"Hiaaa...!!!". Musuh Mei Mei mencoba menerobos Tembok Api.


Ssshhh... Aku tidak menyangka dengan teknik Tubuh Baja ku, aku masih bisa merasakan panas yang menyengat.

__ADS_1


Tembok Api ini bukan Tembok Api sembarangan apinya tebal dan pekat. Aku kesulitan menembusnya bahkan dengan seluruh kemampuanku.


"Tapi... Aku tidak sendiri, dengan bantuan armor tingkat 8 yang bersinergi dengan teknik kultivasi tanah ku. Aku pasti bisa melewati tembok ini. Hiiaaa...!!!".


Musuh Mei Mei berusaha sekuat tenaga. Sampai akhirnya kepala dari musuh Mei Mei bisa menembus Tembok Api.


"Hebat juga kamu Mei Mei, bisa membuat tembok sekuat ini. Aku...".


"Api Pendorong...!!!!, Tinju Api...!!!". Di sisi lain Mei Mei sudah bersiap menghajar musuhnya.


"BRUUKKK...! Dum...!". Tanpa rasa bersalah sama sekali. Mei Mei meninju musuhnya sekuat tenaga, hingga musuhnya terpental jauh membentur formasi penghalang arena.


"Me... Mengapa kamu tidak menepati pe... perjanjian. Uhuk...". Musuh Mei Mei terluka parah.


"Dunia bukanlah tempat yang indah. Sebaliknya kejam dan dingin. Kamu harus menyadarinya sebelum terlambat. Wanita imut bukan berarti baik dan lemah".


"Ting...! Mei Mei pemenangnya". Seluruh penonton bertepuk tangan dengan ragu. Mereka baru melihat sisi lain dari Mei Mei yang cukup kejam.


Setelah menang Mei Mei bergegas pergi ke kamar Tetua Yu Na. Di sana sudah ada Qian Qi yang menunggunya.


"RRRrrr...!". Meski sudah di tenangkan dan dibujuk, Qilin tetap tidak mau tinggal bersama Mei Mei.


Qilin sepertinya dendam kesumat terhadap Mei Mei. Ia kesal terhadap Mei Mei karena selalu menjahilinya. Akhirnya mau tidak mau Mei Mei bertukar tugas dengan prajurit boneka.


Qian Qi kekurangan pasukan sekarang. Sebagian prajurit boneka di kerahkan untuk mengawal perjalanan prajurit boneka yang rusak dan penjaga kota Goliat yang terluka.


Sebagian lagi dikerahkan untuk menjaga perguruan Pedang Bulan. Mei Mei harus bertukar tugas menjaga perguruan Pedang Bulan, sementara prajurit boneka menjaga Qilin.


Untung saja Qilin dan prajurit boneka tampak akur. Qian Qi bisa pergi ke pertandingannya dengan tenang.


Sambil menunggu gilirannya tiba, Qian Qi pergi melihat pertandingan-pertandingan menarik lainnya.


Seperti pertandingan Guan Ping yang menang dengan kekuatan Naganya, Kai Yu yang menang dengan teknik pedangnya, Guan Yinping yang menang dengan senjata modifikasi buatannya dan Gan Ning yang menang dengan formasi segel pemanggilnya.


Pertandingan Gan Ning cukup menarik perhatian Qian Qi. Pasalnya Gan Ning memiliki kelebihan dalam bidang formasi yang jarang dipelajari orang.

__ADS_1


Sekte Gan memiliki dasar teknik kultivasi cahaya. Namun mereka tidak terlalu mengasah kemampuan kultivasinya melainkan mempelajari tentang formasi.


Gan Ning membawa beberapa gulungan formasi yang berisi Segel Pemanggil. Ia bisa memanggil monster dari suatu tempat untuk muncul di dekatnya.


Monster-monster itu menuruti semua perintah Gan Ning karena mereka terkena Segel Kontrak perjanjian.


Gan Ning terlihat menang dengan mudah. Ia memanggil dua Serigala Bayangan monster kelas B dengan Ranah Pagoda Tingkat 6 Tahap Awal.


Menghadapi kekuatan dua monster Serigala Bayangan, musuhnya Gan Ning tidak berkutik sama sekali. Tidak hanya itu...


Pada dasarnya Gan Ning memanglah seseorang yang keji. Ia pura-pura lemah tidak bisa mengendalikan kedua monster Serigala Bayangan yang ia panggil.


Meski sudah menyerah, Gan Ning membiarkan kedua monster Serigala Bayangan itu mencabik-cabik musuhnya hingga terluka parah.


Ketika wasit hendak turun tangan untuk membunuh kedua monster Serigala Bayangan Gan Ning. Barulah ia menarik mundur serigala-serigala itu.


Tanpa rasa bersalah sama sekali, Gan Ning meminta maaf pada wasit dan musuhnya. Baru sedetik ia berbalik badan. Senyum puas langsung terlihat di wajahnya.


Qian Qi memang belum bisa menghancurkan seluruh komplotan Gan Ning dan Sun Jian. Tapi Qian Qi bisa menghancurkan Gan Ning di arena pertarungan.


Entah keberuntungan atau musibah. Seluruh musuh Qian Qi berada di arena yang sama dengannya.


Pertama Da Qiao, Kedua Wang Yi dan yang ketiga Gan Ning. Seakan sudah direncanakan oleh seseorang.


Qian Qi tidak ambil pusing. Selama ia bisa menghajar semuanya, Qian Qi tidak peduli. Bagi Qian Qi ini hanya sebuah kesempatan untuk menghukum para penjahat.


Akhirnya pertandingan Qian Qi melawan Wang Yi tiba. Qian Qi sudah bersiap dengan senjata dan zirahnya di arena pertandingan. Sementara itu Wang Yi belum datang juga.


Sambil menunggu Wang Yi yang diberi waktu tambahan oleh wasit. Qian Qi berdiam diri memfokuskan pikiran pada pertandingan ini.


Beberapa menit kemudian akhirnya Wang Yi datang. Namun Ia terlihat tidak biasa. Ia tidak bicara sama sekali, langsung naik ke arena pertandingan tanpa sepatah kata pun. Tidak seperti dirinya yang selalu berbicara kotor mengejek Qian Qi.


Belum cukup sampai di situ, wajah Wang Yi terlihat puas. Seakan senang dengan cara yang aneh. Matanya sayu dengan Pupil yang melebar dari biasanya.


Qian Qi tahu bahwa Wang Yi sedang dalam pengaruh obat-obatan tertentu. Ia sengaja menggunakan obat itu untuk menghilangkan rasa sakit dari serangan Qian Qi.

__ADS_1


Sayangnya tidak ada peraturan yang bisa di kenakan kepada Wang Yi. Seakan menemukan celah peraturan, Wang Yi menggunakan cara yang licik.


__ADS_2