
Setelah meminta Mei Mei masuk dan menemani Qian Qi. Sun Long langsung mencari Luo Meilin. Luo Meilin ada di rumah barunya yang baru selesai dibangun. Rumahnya megah dan modern karya langsung buatan tangan Dodo Fung.
Tanpa basa-basi Sun Long langsung meminta Luo Meilin ikut bersamanya untuk latihan. Ia mengatakan sudah tidak punya banyak waktu lagi. Luo Meilin harus segera naik ke Ranah Pagoda Tingkat 8 Tahap Awal.
Luo Meilin yang paham dengan Sun Long langsung menyetujui ajakannya. Mereka berdua meninggalkan Luo Meifen dan Luo Zixin yang kebingungan. Mereka berdua tidak latihan di dekat kota Vegas, melainkan pergi jauh ke dalam Surga Hitam menggunakan kapal tempur Atlas.
Mereka pergi berduaan saja tanpa orang lain sama sekali. Prajurit Boneka tidak dihitung orang karena mereka adalah benda bagian dari Sun Long. Luo Meilin yang sudah memadamkan api cintanya tetap menjaga jarak.
Kali ini Luo Meilin sudah lebih dewasa dan tahu batasan-batasan yang tidak boleh dia langgar. Luo Meilin hanya diam mengikuti seluruh perkataan Sun Long. Setelah cukup lama kapal Atlas terbang melintasi Surga Hitam. Mereka berdua sampai di tempat yang mengerikan yang disebut Lembah Angin.
Sudah terlihat tornado-tornado besar yang menggebu-gebu dari kejauhan. Tornado-tornado itu berputar mengelilingi sebuah gua di tengah padang pasir. Jangankan untuk melewatinya melihat saja sudah cukup susah karena debu yang beterbangan seperti peluru.
Sun Long langsung mengenakan pakaian tempurnya. Sebuah Zirah, pedang dan perisai. Tidak lupa Sun Long juga memberikan sebuah pedang kepada Luo Meilin. Pedang yang di buat khusus oleh Sun Long untuknya. Pedangnya tipis dan ringan. Pedang itu cukup lentur namun sangat kuat karena memiliki rune ganda di dalamnya. rune pertama untuk menguatkan teknik pedang Luo meilin sedangkan rune kedua untuk memperkuat kultivasi anginnya.
Setelah semuanya siap ujian pertama pun dimulai. Sun Long meminta Luo Meilin untuk memikirkan sebuah cara agar mereka bisa masuk ke dalam gua. Luo Meilin berfikir keras untuk mengatasi tornado-tornado yang mengerikan itu.
Luo Meilin mencoba mengendalikan tornado-tornado itu dengan kultivasi anginnya. Namun karena kultivasi anginnya jarang dilatih ia tidak bisa mengendalikan amukan tornado itu. Ia malah terluka karena energi qinya jadi tidak stabil.
Cara yang kedua Luo Meilin mencoba memusnahkan tornado itu dengan teknik anginnya. Dengan pedang barunya ia mengeluarkan bilah-bilah angin yang malah terserap oleh tornado itu. Tidak menyerah Luo Meilin menggunakan cara ketiga. Kali ini ia mengandalkan kultivasi pedangnya, ia mengeluarkan ratusan pedang dan menghujani tornado itu dengan pedangnya. Namun tidak berdampak apa pun. Malah pedang-pedang itu terpental kembali tak tentu arah. Sun Long dengan sigap melindungi Luo Meilin dari pedangnya sendiri.
“Sudah lama kita tidak bertemu, apa kamu melupakan semua ajaranku?”.
“Maaf kak. Aku ingat, aku hanya terlalu sombong menganggap tornado ini lemah. Tornado ini sangatlah besar seharusnya aku tidak meremehkannya”.
__ADS_1
“Baguslah kalau begitu”.
“Aku akan memulainya kak”.
Luo Meilin langsung memperhatikan area sekitarnya. Mengumpulkan informasi yang tersedia di sekitar tornado itu. Ia menyimpulkan tornado itu menyerap segalanya dan menghancurkan segala yang berlawanan dengannya. Ia melihat beberapa tornado kecil yang bergabung menjadi besar dan menjadi lebih stabil.
Sun Long memintanya untuk mencari cara agar mereka berdua bisa masuk ke dalam gua bukan untuk menghancurkan atau menghentikan tornadonya. Setelah beberapa jam berlalu, Luo Meilin mencoba beberapa ide akhirnya ia menemukan sebuah cara.
Luo Meilin meminta Sun Long mendekatinya. Kemudian dengan kultivasi anginnya ia membuat tornado yang lebih kecil di sekitar mereka. Mereka berdua berjalan beriringan mendekati tornado raksasa itu. Karena arah anginnya sama dengan mudah mereka bisa masuk ke tengah tornado raksasa itu.
Di dalam tornado raksasa keadaannya cukup tenang. Dari dalam tornado itu Luo Meilin dapat dengan mudah mengendalikan arah gerak tornadonya. Mereka berdua pun kembali berjalan mengarahkan tornado raksasa sampai masuk ke dalam gua.
Ketika hendak masuk gua tidak disangka-sangka tingkat kultivasi Luo Meilin malah naik ke Ranah Pagoda Tingkat 7 Tahap Akhir. Hal itu bisa terjadi karena tornado itu sudah berputar bertahun-tahun menghisap energi qi di sekitarnya. Luo Meilin hanya tinggal menyerap energi qi dari tornado itu.
Sun Long pun memberi selamat dan mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di depan gua. Luo Meilin memandangi Sun Long, ia penasaran sebenarnya apa yang terjadi dengan Sun Long. Meski pun Sun Long sering melakukan hal secara mendadak tapi kali ini cukup aneh.
Sun Long melakukan hal secara mendadak sudah biasa. Tapi Sun Long terburu-buru itu jarang sekali terjadi. Sepertinya sekarang ia sedang dikejar sesuatu. Luo Meilin yang penasaran memilih untuk diam karena dia peduli dengan Sun Long. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk menginterogasinya.
“Terima Kasih Luo Meilin”. Sun Long tersenyum kepadanya dan menghargai keputusan diamnya.
“Sama-sama kak. Ayo kita lanjutkan perjalanan aku sudah pulih”.
Mereka pun lanjut menelusuri gua itu. Gua yang gelap itu seketika menjadi terang berkat batu rune yang Sun Long bawa. Tidak ada satu pun makhluk hidup disepanjang perjalanan. Wajar saja mereka semua pasti tidak bisa melewati tornado raksasa itu.
__ADS_1
Setelah masuk lebih dalam lagi ternyata gua itu sangat luas. Bahkan tidak tampak seperti gua lagi, di dalamnya malah seperti celah-celah jurang tanpa dasar dengan jalan-jalan raksasa yang terbentuk seperti sengaja dibangun dengan bebatuan yang cukup kuat. Sesekali angin besar berhembus dari celah-celah jurang itu mengeluarkan suara yang cukup mengerikan.
Semakin dalam mereka berjalan Luo Meilin merasa energi qi yang ada di gua itu semakin pekat dan menakutkan. Sedangkan Sun Long tidak merasakan apa pun karena ia tidak bisa merasakan energi qi sama sekali. Luo Meilin melawan rasa takutnya dengan cara mengingat-ingat seberapa menakutkannya Sun Long.
Setelah beberapa menit berjalan mereka melihat sebuah gerbang raksasa di dalamnya. Tiba-tiba saja bebatuan di sekitar gerbang itu menggelinding menumpuk menjadi satu. Batu-batu itu menyatu membentuk sebuah golem batu raksasa.
“Roarrr…!!!”. Golem itu berteriak mengintimidasi. Luo Meilin yang ketakutan langsung berlindung dibalik punggung Sun Long.
“Luo Meilin apa kamu bisa melihat kultivasi Golem itu?”.
“Bisa kak. Warna auranya silver. Dia ada di Ranah Pagoda Tingkat 9 Tahap Awal. Monster itu terlalu kuat untukku, mungkin hanya Tuan Pang Tong yang bisa mengimbanginya”.
“Hhhmmm… Tingkat 9 Sepertinya dia adalah Monster Gargantua. Monster peringkat S”.
“Ga… Gargantua…? Bagaimana kak? Sepertinya kita harus mundur”. Luo Meilin langsung panik.
“Kamu mundurlah bersama prajurit boneka. Aku akan mencoba melawannya”.
“Tapi kak. Serangan Monster itu tidak sepenuhnya sihir, kakak tidak bisa menahan serangannya. Meski energi qinya menghilang berat bebatuan itu masihlah puluhan ton. Jika kakak menahannya sudah pasti kakak akan mati”.
“Tidak perlu khawatir Luo Meilin. Kakak ingin mencoba beberapa senjata baru yang kakak ciptakan. Monster ini sangat cocok untuk bahan eksperimen. Berjanjilah padaku kak. Kakak akan kembali hidup-hidup”.
“Tenang saja Luo Meilin kakak berjanji akan kembali hidup-hidup”.
__ADS_1