
“65! Tidak lulus!”.
“89! Tidak lulus!”.
“45! Tidak lulus!”.
Peserta ujian silih berganti memukul baja pengukur. Banyak dari peserta kesulitan menghadapi ujian ini. Mereka sudah terbiasa melakukan kegiatan sehari-hari dengan teknik kultivasinya. Ujian tanpa kultivasi merupakan tantangan yang paling sulit.
“Guan Yinping…”.
Guan Yinping maju. Tidak seperti wanita-wanita pada umumnya. Guan Yinping memiliki tubuh tinggi besar. Meski begitu tubuhnya tetap proportional bahkan bisa di bilang sempurna. Kulitnya putih bersih, alisnya tebal, tatapan matanya tajam, rambutnya ikal lurus bergelombang dengan warna coklat kehitam-hitaman dan bibir tebalnya yang menggoda.
Penampilan Guan Yinping menggambarkan kecantikan seorang wanita sejati. Hanya ada satu hal yang mengganjal. Senjata utama Guan Yinping adalah gada besar yang ia sanggah di bahunya. Meski penampilannya seperti seorang dewi. Tapi sifatnya cukup jantan. Guan Yinping adalah wanita tomboy. Meski sifat Guan Yinping tomboy para pria tetap terhipnotis oleh kecantikan dan bentuk tubuhnya.
“Semangat Nyonya Guan Yinping!”. Kali ini para pria yang menjadi liar. Mereka bersorak untuk Guan Yinping.
“Semangat adik!”. Tidak disangka Guan Ping ikut bersorak memberi semangat dari atas menara. Mendengar kakak sepupunya yang memberi semangat. Guan Yinping tersenyum manis.
“Wahhh….! Cantik sekali”.
“Boom…!”. Guan Yinping menaruh gadanya. Kemudian ia berjalan ke depan baja pengukur.
Tiba-tiba saja para pria menjadi liar berdesak-desakan mencoba mendekati Guan Yinping. Tidak lama kemudian Guan Yinping melebarkan kuda-kudanya. Sama seperti gerakan Guan Ping saat membuka gerbang raksasa.
“Minggir…! Aaarrr…!”. Para pria hilang kendali.
Setelah berdesak-desakan rok panjang Guan Yinping terangkat sedikit tertiup angin. Seketika itu semua pria terjatuh lemas. Mereka kecewa ternyata Guan Yinping menggunakan celana kain panjang yang menutupi bagian bawahnya.
“Boom…! Ngikkk…!”. Seakan kesal dengan tingkah laku para pria. Guan Yinping memukul pengukur baja sekuat tenaga, hingga pengukur baja itu bergeser mundur.
“456…! Guan Yinping menempati peringkat ke 2 pengukur baja. Lulus!”.
Papan ranking ujian pengukur baja di geser. Peringkat pertama adalah Guan Ping dengan kekuatan sebesar 485. Peringkat ke tiga di pegang oleh Kai Yu dengan kekuatan sebesar 429. Kekuatan darah naga memang bukan isapan jempol.
Orang-orang yang menyaksikan bertepuk tangan. Guan Yinping memecahkan rekor perempuan terkuat di perguruan Pedang Bulan. Baru kali ini ada wanita yang masuk peringkat 10 besar dalam adu kekuatan. Bahkan sampai peringkat ke 2.
“125…! Lulus!”. Pengukuran kembali di lanjutkan.
“Mei Mei…”.
“Ingat tahan kekuatanmu Mei Mei”.
__ADS_1
“Baik Nyonya”.
“Wah… Wanita itu cantik dan manis. Semangat Mei Mei…!”. Para Pria kembali bersorak untuk Mei Mei. Sedangkan Di sisi lain. Para wanita mulai menyadari Mei Mei merupakan teman dari Qian Qi. Para wanita itu menatap tajam ke arah Mei Mei seakan hendak menerkamnya.
“BOOMMM…!!!”. Mei Mei memukul baja pengukur sampai pecah. Orang-orang terdiam kaget menyaksikannya.
Aduh…! Dasar Mei Mei. Sudah ku bilang untuk menahan kekuatan.
“Maaf panitia, sepertinya baja pengukurnya rusak”.
“Tentu saja rusak. Kamu pukul sampai hancur seperti ini”.
“Maksudku sebelum aku memukul baja pengukur, baja pengukurnya memang sudah rusak. Mungkin karena menerima pukulan keras dari Nona Guan Yinping. Mana mungkin aku yang bertubuh kecil bisa menghancurkan baja pengukur”.
“Masuk akal. Kalau begitu ujian ditunda, kami perlu berunding terlebih dahulu”. Pengawas ujian berkumpul untuk berunding.
Bagus Mei Mei. Untung saja ada Guan Yinping. Alasan yang cerdas.
“Paman…”. Guan Ping menghubungi Guan Ba.
“Iya Guan Ping”.
“Apa maksudmu hancur?”.
“Teman Qian Qi yang bernama Mei Mei menghancurkan baja pengukur. Dia menghancurkannya dengan satu pukulan”.
“Brukkk…!”. Guan Chen terjatuh kaget mendengar informasi dari Guan Ping.
Menghancurkan baja pengukur sekali pukul. Tubuhku bisa saja pecah saat ditendang Nona Mei Mei. Aku beruntung ia menahan kekuatannya.
“Kami telah berunding. Para peserta yang telah memukul diberi dua pilihan. Pertama tetap dengan nilainya. Kedua peserta bisa mengulangi pukulannya sekali lagi. Tapi nilai sebelumnya dinyatakan hangus. Jika sebelumnya berhasil dan sekarang gagal. Maka peserta itu akan gagal. Pilihan ada di tangan kalian”.
“Bagi yang belum memukul. Ujian dilanjut dengan alat baru”.
“Buk…!”.
“101! Kamu beruntung. Lulus!”. Mei Mei kembali memukul.
“Nyonya aku berhasil”.
“Aduhhh…!”. Qian Qi menjitak Mei Mei.
__ADS_1
“Berhasil apanya. Hampir saja kamu menimbulkan kegaduhan”.
“Maaf Nyonya. aku sudah menahan kekuatan alatnya saja yang lemah”.
“Selanjutnya Qian Qi…”.
“Untung saja aku dipanggil, kalau tidak aku akan menjitakmu lagi”.
“Buk…!”.
“101! Kamu juga beruntung. Lulus!”.
“Paman… Sepertinya Qian Qi dan Mei Mei sengaja menyembunyikan kekuatan mereka. Kali ini mereka memukul baja pengukur sambil menahan diri”.
“Mereka pasti memiliki alasan tersendiri. Kita harus lebih teliti memantau mereka”.
“Meski mereka tidak serius tapi mereka mampu mengendalikan kekuatan sampai tahap yang tidak masuk akal. Sebelumnya mereka lari dengan waktu yang sama, sekarang pukulan mereka sama-sama bernilai 101. Mereka sengaja lulus dengan nilai pas-pasan”.
“Terus pantau mereka”.
“Baik Paman”.
Ujian terus berlanjut. Beberapa peserta mengulang pukulan mereka. Meski begitu nilai pukulan mereka tidak jauh berbeda dengan yang awal, membuktikan baja pengukur yang awal tidaklah rusak. Melainkan Pukulan Mei Mei yang terlalu kuat.
Peserta yang tersisa tinggal sedikit. Tinggal seperempat orang dari total yang berpartisipasi di alun-alun. Qian Qi dan Mei Mei bisa lebih tenang. Wanita-wanita yang mengincarnya tidak terlalu banyak. Mereka tidak perlu bersembunyi lagi.
“Selamat bagi peserta yang lulus. Kita lanjut ke ujian ke 3”.
“Ujian ketiga tidak susah. Kami hanya akan melihat tingkat kultivasi kalian dan tipe elementnya. Tingkat kultivasi kalian minimal berada di ranah Pagoda Tingkat 3 Tahap Awal. Bagi kalian yang memiliki kultivasi kurang dari itu, bisa segera undur diri”.
Hanya tiga orang peserta yang mundur. Memang ranah Pagoda Tingkat 3 Tahap Awal merupakan tingkatan normal bagi orang dengan usia 17-20 tahun. Ujian ketiga berjalan dengan cepat.
“Paman. Ranah Qian Qi berada di Pagoda Tingkat 3 Tahap Menengah dengan element petir, Sedangkan Mei Mei memiliki ranah yang sama hanya element miliknya adalah api”.
“Lagi-lagi mereka lulus dengan nilai yang pas. Tapi hal ini yang paling mencurigakan. Bagaimana mungkin seseorang bisa menyamarkan ranahnya. Aku tidak pernah melihat hal seperti itu seumur hidupku. Jika hal ini benar tingkat pertahanan akan berubah secara drastis”.
Alkemis tingkat 7 dari pusat kota Goliat. Wajar saja kota Goliat merupakan tempat pil-pil tingkat tinggi diciptakan. Cukup masuk akal jika Nyonya Qian Qi dan Nona Mei Mei bisa menyamarkan kultivasi mereka. Pasti ada pil jenis baru yang mereka ciptakan. Guan Chen kagum.
“Selamat bagi para peserta yang bertahan. Kalian semua dinyatakan lulus dan diterima sebagai murid perguruan Pedang Bulan”.
“Horeee…!”.
__ADS_1