Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 134 - Kutukan Jin Xianyi Bagian 1


__ADS_3

Sore harinya Jin Xianyi datang ke kamar utama ditemani oleh Lian Shi.


"Tuan Liu Long. Terima kasih, makanannya enak sekali".


"Syukurlah kalau kamu suka. Apa kamu sudah siap?".


"Su... Sudah Tuan". Nyali Jin Xianyi ciut seketika. Ia ketakutan melihat kamar utama yang dirubah jadi ruangan alkemis.


Terdapat banyak jenis pisau, gelas alkemis, cairan obat dan masih banyak lagi. Tempatnya cukup mengerikan seperti tempat penyihir.


"Kalau begitu silahkan kamu berbaring di sini". Sun Long meminta Jin Xianyi tiduran di kasur besar.


"Apa ini ruangan alkemis Tuan? Tampaknya jauh berbeda dengan ruangan alkemis di kekaisaran Jin. Aku tidak pernah melihat ruangan alkemis seperti ini. Mejanya terlalu tinggi, letak alatnya juga jauh berbeda. Bahkan ada beberapa alat yang belum pernah aku lihat sebelumnya". Lian Shi penasaran.


"Iya, ini ruangan alkemis. Tapi aku memodifikasinya sesuai dengan kebutuhanku. Tentu saja semuanya jadi lebih tinggi, disesuaikan dengan tinggi badanku. Alat-alat itu memang aku yang ciptakan, jadi wajar saja kalau kamu belum pernah melihatnya. Ada alat bekam, alat akupuntur dan masih banyak lagi".


"Wah... Tuan Liu Long memang hebat. Aku alkemis tingkat 7 seperti bayi di hadapan Tuan. Ngomong-ngomong Tuan Liu Long ada di alkemis tingkat berapa?".


"Aku ada di alkemis tingkat 10".


"Ti... Tingkat 10. Semuanya jadi masuk akal. Pantas saja pengetahuan Tuan Liu Long dan Liu An di luar nalar".


"Jin Xianyi sudah tenang dan diam. Tapi sekarang kamu yang cerewet? Pantas saja kalian bisa bersahabat dengan baik".


"Heee... heee... heee... Maaf Tuan".


"Kalau begitu aku mulai". Sun Long menggunakan sarung tangannya.


"Jin Xianyi ada apa denganmu. Kenapa denyut nadimu cepat sekali". Sun Long memeriksa denyut nadi Jin Xianyi.


"A... Aku jadi gugup melihat pisau-pisau itu".


"Tenang Jin Xianyi. Aku akan lebih pelan agar tidak menyakitimu". Sun Long memegang tangan kanan Jin Xianyi dengan lembut dan gentle.


"Tu... Tuan Liu Long...". Wajah Jin Xianyi merah merona. Ia tak kuasa merasakan belaian lembut dari tangan Sun Long.


A... Ada apa dengan Tuan Liu Long? Me... Mengapa ia serius sekali melihat tangan kananku? Meski dari balik sarung tangan, percikan itu masih terasa.


"Aduh...!".


"Tahan sebentar Jin Xianyi. Aku perlu mengambil sedikit sample darahmu. Jangan banyak bergerak atau pembuluh darahmu akan terluka". Sun Long menyayat sedikit pembuluh darah di tangan kanan Jin Xianyi dan menampung darahnya.


"Mmm...". Jin Xianyi mengangguk.


Rasanya begitu menyengat. Aku kira Tuan Liu Long sedang mengagumi tangan kananku. Ternyata, ia hanya mencari pembuluh darah. Dasar... Jin Xianyi menatap Sun Long kesal.

__ADS_1


"Sudah...". Sun Long mengoleskan salep luka ke bekas sayatan Jin Xianyi.


"Tunggu sebentar. Aku akan memeriksa darahmu dulu". Sun Long meneliti darah Jin Xianyi.


Hhhmmm... Aku masak makanan yang kaya akan vitamin C. Tapi tidak ada kandungan vitamin C sama sekali di darah Jin Xianyi. Bahkan karbohidrat juga tidak ada.


Sepertinya teoriku benar. Kutukan yang ada di tubuh Jin Xianyi seakan-akan menggantikan tubuhnya. Energi qi dan makanan yang masuk bukan masuk ke tubuh Jin Xianyi. Melainkan masuk ke dalam kutukannya. Sun Long kembali ke Jin Xianyi


"Jin Xianyi . Apa kamu merasakan perbedaan setelah makan dan sebelumnya?".


"Maksud Tuan bagaimana?".


"Seperti lebih berenergi, kenyang dan lain sebagainya".


"Makanannya memang enak, tapi aku masih lemas. Tentang rasa lapar hal itu cukup aneh. Aku memang makan cukup banyak tapi rasanya masih sama seperti sebelumnya. Tidak lapar tapi tidak kenyang".


"Mmm...". Jin Xianyi merasa geli ketika Sun Long menyentuh area perutnya.


Perut Jin Xianyi terlalu kenyal dan lembut. Seharusnya lambungnya agak kencang karena terisi penuh.


"Mmm...". Tangan Sun Long mulai menjalar liar menyentuh tubuh Jin Xianyi, menekan dan memijit-mijit beberapa bagian.


Mmm... Dasar Tuan Liu Long. Apa yang dia lakukan? Katanya mau pelan-pelan tapi malah sebaliknya. Ini pertama kalinya bagiku disentuh seperti ini. Hatiku belum siap.


"Tuan...".


"Iya?".


"Boleh aku ke kamar mandi dulu?".


Kamar mandi... Apa makanan-makanan itu langsung dicerna? Aku tidak memikirkannya sebelumnya.


"Kamar mandi... Kamu mau pipis atau mau poop?".


Hhhaaa...? Jin Xianyi syok. Ia langsung menutup wajahnya yang malu.


"Tuan Liu Long itu sudah kelewatan". Lian Shi marah. Ia tidak terima sahabatnya dilecehkan.


"Hal ini penting. Aku harus tahu jawabannya untuk membuktikan teoriku".


"Teori apaan? Aku tidak menyangka Tuan Liu Long secabul itu. Tuan rela mengambil kesempatan dari orang sakit".


"Sudahlah Lian Shi. A... Aku... Aku mau pipis Tuan".


"Hhhmmm... Baiklah kalau begitu. Setelah pipis langsung ke sini lagi". Sun Long beranjak pergi.

__ADS_1


Pipis... Dasar...! Tuan Liu Long. Enteng sekali dia menanggapinya. Urat malunya pasti sudah putus. Jin Xianyi dan Lian Shi pergi ke toilet.


...


Haaa... Huuu...


                   Haaa... Huuu...


Sweety harum sekali. Meski ini hanya bajunya tapi rasa rinduku bisa sedikit terobati. Sun Long menciumi baju hitam Qian Qi.


Aku kira pikiran dan rasa cintaku mulai goyah. Ternyata aku hanya sakau akibat kekurangan dosis Sweety.


Setelah menciumi baju dan daleman Sweety hatiku jauh lebih tenang. Aku tidak tergoda lagi dengan wanita lain. Maaf Sweety aku sempat tergoda oleh Jin Xianyi.


Aku tergoda oleh wajahnya yang merah merona. Begitu polos dan cantik. Tubuhnya juga tidak jauh berbeda denganmu. Benar-benar tipeku.


Haaa... Huuu...


                   Haaa... Huuu...


Maaf Sweety aku memikirkannya lagi.


Haaa... Huuu...


                   Haaa... Huuu...


Aku sudah siap. Dosis Sweetyku sudah terisi penuh. Sekarang tidak ada lagi wanita yang bisa menggodaku.


Hhhmmm... Sejak kapan aku jadi secabul ini. Aku menciumi baju istriku seperti monster kelaparan. Aku seperti orang bodoh. Sun Long tersadar. Tidak sengaja ia melihat pantulan dirinya di cermin.


Aku harus menahan diri. Tidak ada lagi yang bisa menghentikan monster yang ada di dalam diriku. Tidak ada Sweety di sini yang selalu menahanku. Sweety, aku benar-benar merindukanmu.


Haaa... Huuu...


                   Haaa... Huuu...


Sun Long kembali ke kamar utama.


"Maaf lama".


"Tidak apa-apa Tuan".


"Aku masih butuh beberapa informasi lagi untuk mengambil keputusan. Aku harus tahu bagaimana awal mula kamu bisa terkena kutukan iblis".


"Hhhmmm... Sebelum aku bertemu Tuan. Aku bahkan tidak tahu kalau simbol yang ada di ... Ehemm... Di situ merupakan sebuah kutukan. Aku pikir itu adalah formasi obat untuk mencegah penyebaran kultivasi esku yang menggila. Setelah Tuan bilang aku terkutuk, aku mulai melihat-lihat lagi simbolnya. Ternyata bentuknya asing tidak seperti formasi sama sekali. Disitulah aku baru sadar, bahwa aku terkutuk".

__ADS_1


__ADS_2