Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 144 - Praktek Unit Pemburu


__ADS_3

"Da Young sini". Zhang Liao memanggil salah satu murid.


"Tidak mau Master. Yang lain saja".


"Yang lain nanti ke bagian. Harusnya kamu bersyukur kebagian gigitan tokek. Cepat sini".


"Tidak mau Master. Aku bagian ditusuk landak atau yang digigit ular saja. Asal jangan tokek, aku geli melihatnya aku tidak kuat". Da Young bersembunyi ketakutan.


"Ada-ada saja digigit ular berani, digigit tokek takut. Pemburu macam apa kamu. Yasudah kalau begitu". Zhang Liao memanggil murid yang lain.


Zhang Liao mengajarkan cara melepas gigitan tokek. Jika tokek menggigit jangan langsung ditarik. Hal itu akan memperparah lukanya.


Untuk mengatasi gigitan tokek, harus membuat tokeknya merasa aman. Tokek hanya menggigit ketika dirinya terancam.


Zhang Liao memperagakan caranya. Ia pun membiarkan tokek yang cukup besar menggigit tangannya.


Gigitan tokek memang sakit tapi masih bisa ditahan. Kuncinya adalah jangan sampai panik. Zhang Liao menurunkan tokek di tanah. Beberapa detik kemudian tokek itu melepas gigitannya dan lari.


Sekarang giliran salah satu murid yang melakukannya. Murid pria itu terlihat cukup menjanjikan. ia berhasil menahan gigitan tokek tanpa bersuara sama sekali.


Hiii... hiii... Qian Qi tersenyum manis. Ia menyadari sebenarnya murid laki-laki itu kesakitan hanya saja, ia ingin terlihat keren di depan para gadis. Ia tidak bisa menyembunyikan kakinya yang bergetar hebat.


"Master tokek ini tidak mau lepas". Murid laki-laki itu mulai panik.


Cara yang ia lakukan sudah benar dan sama seperti contoh dari Zhang Liao. Hanya saja tokek itu tetap tidak mau melepaskan gigitannya. Sepertinya tokek itu punya dendam pribadi.


"Nah... Ini salah satu contoh. Kenapa membaca saja tidak cukup. Sebagai pemburu kalian juga harus praktek. Terkadang apa yang ada di buku tidak sesuai dengan kenyataan. Jadi...".


"MASTER!!!". Murid laki-laki itu semakin panik.


"Sebentar...! Karena tidak sesuai dengan buku. Praktik harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Untung saja ini hanya tokek kalau ular berbisa hal ini sangat berbahaya".


"Master, tolong Master. Penjelasannya nanti saja". Murid laki-laki itu mulai menangis.


"Haaa... haaa...". Murid yang lainnya tertawa puas.


"Kamukan seorang pemburu, laki-laki lagi. Kamu seharusnya lebih kuat. Sama tokek saja nangis".

__ADS_1


"Oke... kalian perhatikan. cara melepas gigitan tokek yang bandel. Setelah diletakkan di tanah, kalian hanya perlu menyentil lembut kepalanya seperti ini". Zhang Liao memperagakan. Benar saja baru sekali sentil tokeknya langsung melepas gigitan dan lari.


Pelajaran terus berlanjut. Sampai akhirnya giliran Qian Qi sebagai penutup. Qian Qi diharuskan menghadapi gigitan ular Permata.


Zhang Liao mencontohkan terlebih dahulu. Ia mengambil ular Permata yang seukuran gagang sapu.


Ular Permata itu merah tua dan berkilau. Seakan baru saja berganti kulit, sisiknya begitu bersih dan indah.


"Ular Permata merupakan ular yang cukup unik. Jika kamu tergigit olehnya kamu harus segera menangkapnya jangan biarkan ia kabur".


"Penangkal racun ular Permata ada di dalam tubuhnya di bagian perut. Ular Permata biasanya menggigit lalu kabur dengan cepat. Kalian harus mampu menangkapnya atau kalian akan mati. Segera robek perutnya dan cari batu merah seperti permata lalu telan".


"Baiklah sekarang aku akan mengajarkan caranya".


"Sss...". Zhang Liao mulai menggangu ular Permata membuatnya marah.


"Sahhh...". Ular Permata langsung menggigit tangan Zhang Liao.


"Tap...". Dengan cepat Zhang Liao menangkapnya.


"Bilah Angin. Crat...". Ular Permata itu terbelah rapih. Zhang Liao langsung mengambil batu Permatanya dan menelannya.


"Sekarang giliranmu Qian Qi".


"Baik Master".


"Sah...". Ular Permata mengigit Qian Qi lalu kabur terbirit-birit.


"Qian Qi, apa yang kamu lakukan? Kenapa tidak menangkapnya?".


"Biar saja Master. aku kasihan pada ular Permata itu".


"Tapi kamu bisa mati Qian Qi".


"Tenang saja Master. Racun ular Permata hanya aktif jika terkena energi qi. Kalau aku menghentikan aliran qi selama satu menit. Racun itu akan mati dan tidak akan berbahaya. Namun agar lebih aman aku akan menunggu selama lima menit".


"Qian Qi tanganmu...". Zhang Liao panik. Racun ular Permata terlihat jelas menyebar di tangan Qian Qi. Warna racun menyebar merah seperti air yang terserap kertas.

__ADS_1


"Tenang saja Master. Racun itu mulai putus asa karena tidak mendapat energi qi. Sebentar lagi racun itu akan mati dan tanganku akan kembali normal".


"Ngomong-ngomong cara ini hanya untuk orang yang sudah bisa menghentikan energi qi. kalau anak kecil atau yang belum bisa mengendalikan energi qi jangan coba-coba".


Beberapa detik kemudian.


"Lihat Master. Racun itu mulai berubah warna jadi ungu. Artinya mereka sudah mati. Tunggu sebentar lagi warna ungu itu mulai menghilang dan kembali normal".


"Kamu benar Qian Qi. Dari mana kamu mengetahui cara itu?". Wajah Qian Qi mulai berubah sedikit sedih.


Hubby... Aku melihat cara ini dari mimpi masa lalu. Hubby kecil dikerjai temannya dan tersesat di hutan. Kasihan sekali Hubby selalu dirundung oleh teman-temannya.


Aku merasakannya rasa khawatir Ibu Liu Shu ketika mencari Hubby kemana-mana. Apa lagi ketika menemukan Hubby dalam keadaan terluka dengan bercak racun ular Permata di kakinya.


Rasanya begitu menyakitkan. Ibu Liu Shu tidak bisa bernapas dadanya begitu sesak. Ia menghancurkan seisi hutan demi mencari Ular Permata. Untung saja keajaiban tiba-tiba terjadi. Hubby Baik-baik saja racunnya menghilang. Rasa lega itu... tidak bisa digambarkan oleh kata-kata.


"Dari buku Alkemis lama Master".


"Hebat Qian Qi". Zhang Liao dan murid-murid lainnya bertepuk tangan.


"Kalau begitu sampai di sini dulu pelajaran kita. Kalian semua hebat. Tepuk tangan untuk kalian semua". Semua bertepuk tangan.


"Hati-hati di jalan. Sampai jumpa lagi senin". Semuanya bubar.


Sebelum bubar Qian Qi menghampiri Zhang Liao. Ia butuh bantuan untuk menjalankan tugasnya memperbaiki divisi Petarung Bulan.


Zhang Liao sebagai salah satu tenaga pengajar tentu saja mengetahui segala permasalahan yang ada di divisi Petarung Bulan.


Meski begitu ia tidak bisa menyebutkannya satu-satu persatu. Ia memutuskan akan langsung menunjukkannya kepada Qian Qi.


Zhang Liao meminta Qian Qi menghampirinya besok. Karena kebetulan besok hari sabtu. Zhang Liao bisa menunjukkan masalahnya secara langsung. Qian Qi pun menyetujuinya dan pergi untuk menjalankan misi.


Sesampainya di gedung utama divisi Petarung Bulan. Qian Qi segara mencari misi yang cocok untuknya.


Beberapa saat kemudian. Qian Qi menemukan misi yang cocok untuknya. Namun...


"Wah... misi ini cocok untukku". Seorang wanita langsung menyerobot mengambil misi yang mau diambil Qian Qi.

__ADS_1


Melihat hal itu Qian Qi hanya bisa bersabar. Ia tidak mau mencari keributan. Belum waktunya. Ia membutuhkan lebih banyak informasi untuk bertindak.


Qian Qi tidak mau gegabah dan menambah musuh yang harus ia lawan. Kelompok Da Qiao dan Wang Yi sudah terlalu banyak untuknya.


__ADS_2