
“Ada apa sih Hubby? Kok ngeliatnya gitu banget”.
“Tidak apa-apa. Aku hanya suka memandangmu”.
“Gombal terus…”.
“Aku sering memandangmu bagiku itu hal yang menyenangkan dan menenangkan. Tapi kamu jarang memandangku. Kamu sudah banyak berubah menjadi lebih sempurna untukku. Tapi aku merasa tidak berubah sama sekali. Aku tahu aku suami yang buruk. Tapi aku akan mencoba memperbaiki diriku. Aku akan mencoba menjadi Sun Long yang terbaik untukmu”.
“Hubby… Kamu sudah terlalu sempurna untukku tidak ada yang perlu diubah. Aku jarang memandangmu karena setiap kali aku memandangmu aku merasa tidak pantas. Aku merasa selalu kurang. Aku tidak bisa memberi yang terbaik untukmu, sedangkan Hubby selalu memberi yang terbaik untukku”.
“Kamu sempurna Sweety. Aku mencintaimu”.
“Kamu juga sempurna Hubby. Aku mencintaimu”.
Sun Long dan Qian Qi makan bersama. Tidak terasa hari sudah malam.
“Terima kasih Hubby atas kencannya. Biar aku yang membereskan mejanya Hubby istirahat saja”. Qian Qi tersenyum manis.
“Kencannya belum selesai. Biarkan saja piring-piringnya kita bersihkan besok”.
“Belum selesai Hubby? Lalu kita mau ngapain lagi?”.
“Hhhmmm… Kamu tunggu di kasur gih”.
“Di kasur Hubby?”.
“Ia di kasur”.
Kencan… Di kasur… Tidak mungkin Hubby melakukannya? Apa mungkin juga ya? Sudahlah yang mana saja bebas Hubby adalah suamiku. Aku menurut saja.
“Baiklah Hubby”. Qian Qi pergi ke kasur.
Qian Qi tiduran di kasur. Pikiran-pikiran aneh mulai melintas di benaknya. Ia memikirkan apa yang akan Sun Long lakukan kepadanya. Ia juga mengingat bagaimana takutnya saat ia pertama kali tiduran di kasur ini. Sejak kapan rasa takut itu mulai menghilang.
Tidak lama kemudian Sun Long masuk begitu saja ke dalam kamar. Ia membawa sebuah buku dan selimut hangat. Qian Qi dibuat keheranan dengan tingkah lakunya. Ia bahkan berpikir buku yang di bawa Sun Long adalah buku dewasa dan Sun Long ingin mencobanya.
Wajah Qian Qi merah merona. Ia tidak berani memandang Sun Long lagi. Ia malu dengan pikirannya sendiri.
Wanita terhormat tidak boleh memikirkan hal semacam itu. Tapi… Kalau seorang istri harusnya tidak apa-apa kan?
Melihat tingkah Qian Qi yang aneh Sun Long mendapatkan sebuah ide. Ia segera tiduran di kasur dan merangkul Qian Qi. Qian Qi hanya bisa pasrah diam saja. Wajah mereka bertatapan selama beberapa menit. Nafas Qian Qi mulai memburu tak menentu.
__ADS_1
Sun Long menarik tubuh Qian Qi semakin dekat hingga mereka menempel satu sama lain. Qian Qi yang tidak tahan langsung mencium Sun Long. Sun Long pun membalasnya. Mereka berciuman dengan mesra. Setelah beberapa menit berlalu.
“Sweety. Sudah cukup. Jika dilanjutkan aku tidak bisa menahannya lagi”. Qian Qi tersadar dan merasa malu.
“Maaf Sweety. Aku memintamu menunggu di sini bukan untuk melakukan hal semacam itu”. Sun Long mengelus rambut Qian Qi.
“Aku yang seharusnya minta maaf. Aku terbawa suasana. Lalu untuk apa Hubby memintaku menunggu di sini?”.
“Aku ingin mengajakmu membaca buku ini. Aku ingin menghabiskan waktu kencan kita dengan mendekapmu sambil membaca buku”.
“Baiklah Hubby aku milikmu. Buku apa itu Hubby?”.
“Ini”. Sun Long menunjukan bukunya.
“Buku kehamilan…?”.
“Iya Sweety. Ayo kita pelajari bersama”.
“Baiklah Hubby”. Sun Long memeluk Qian Qi, menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut dan mereka mulai membaca bersama.
Setelah membaca beberapa halaman.
Hhhmmm… Aneh sekali. Aku pikir Hubby merupakan pembaca yang cepat, tapi mengapa Hubby malah baca dengan begitu lambat. Aku yang jarang baca buku saja sudah menyelesaikan satu halaman sementara Hubby baru setengahnya. Apa ada yang salah dengan Hubby. Qian Qi mencoba mengintip wajah Sun Long.
“Tidak Hubby…”.
Eeehhh… Aku tidak boleh berbohong pada Hubby.
“Maaf Hubby. Hubby memang bacanya terlalu lambat. Aku jadi penasaran apa ada yang salah”.
“Bagiku momen seperti ini harus dinikmati setiap detiknya. Aku harus mengingat semuanya. Aroma tubuhmu, detak jantungmu, belian lembut rambutmu momen yang seperti ini akanku masukan ke memori seumur hidupku. Aku sengaja melambatkan bacanya. Aku ingin waktu berhenti berputar”. Sun Long mencium rambut Qian Qi.
“Hubby…”. Qian Qi pun meleleh.
Mereka berdua lanjut membaca buku. Kali ini Qian Qi juga ikut melambatkan cara bacanya dan menikmati momen ini. Buku kehamilannya cukup bagus. Mengajarkan bagaimana cara merawat kehamilan tidak boleh bergerak seperti ini, tidur harus seperti itu dan lain-lain.
Sun Long dan Qian Qi membaca halaman demi halaman seakan mereka sudah masuk ke dalam dunianya sendiri. Tidak peduli dengan waktu, tempat dan lainnya. Yang mereka pedulikan hanyalah rasa cinta satu sama lain. Sampailah mereka berdua di penghujung buku.
“Ha… ha… haaa…”.
“Iiihhh… Hubby…”.
__ADS_1
“Sekarang saja sudah besar. Tapi di sini tertulis akan lebih besar lagi dan mengeluarkan air susu. Sepertinya ini bab yang paling menarik”.
“Iiihhh… Hubby dasar mesum”.
“Sudah ah aku mau tidur”.
“Ayolah Sweety tanggung sebentar lagi habis. Lagi seru-serunya nih, siapa tahu ada informasi penting di akhir-akhir bab”.
“Tapi Hubby jangan ngeledek lagi ya”.
“Siapa yang ngeledek. Aku senang tahu. Bagian itu bakal jadi bagian favoritku”.
“Baiklah… Lagi pula semuanya memang milikmu Hubby. Kalau kamu senang aku juga senang. Ayo kita lanjut saja bacanya”. Mereka berdua melanjutkan bacanya. Sampai pada Bab berikutnya.
“Sepertinya sudah waktunya tidur Sweety”.
“Satu bab lagi Hubby. Tanggung siapa tahu ada informasi penting di akhirnya”.
“Aku tidak mungkin tahan kalau membaca bab itu”.
“Inikan cuman informasi Hubby. Hi… hi… hi… Bab akhirnya sangat bagus loh Hubby. ‘Melakukan hubungan saat hamil’ sepertinya menarik”. Qian Qi membalas Sun Long.
“Maaf Sweety. Kali ini aku yang kalah”.
“Hi… hi… hiii… kalah ya? Kalau gitu ada hukumannya”.
“Hukuman?”.
“Ia… Kan Hubby kalah”.
“Iya deh… Apa hukumannya”.
“Cium aku dan peluk aku sampai tertidur”.
“Sweety… Tanpa dihukum pun. Aku pasti akan melakukannya”. Sun Long menaruh bukunya, mencium Qian Qi dan memeluknya. Mereka berdua tertidur lelap.
Keesokan paginya. Qian Qi beres-beres rumah, sedangkan Sun Long memasak makanan. Setelah makan Sun Long menawarkan dua pilihan kepada Qian Qi. Ingin tetap di rumah berkultivasi atau turun ikut ke tempat kerja Sun Long.
Kewajiban Qian Qi sebagai seorang istri sudah di kerjakan. Ia cukup penasaran dengan tempat kerja Sun Long. Qian Qi memilih ikut ke tempat kerja Sun Long. Mereka berdua bersiap-siap terlebih dahulu sebelum turun ke bawah.
Setelah semua siap. Mereka berdua pergi menuju kamar Dodo Fung dan membuka pintunya. Qian Qi merasa takut melihat tangga yang gelap turun ke bawah. Seakan mereka akan masuk ke perut bumi.
__ADS_1
Sun Long menenangkan Qian Qi. Di bawah sangatlah luas dan terang. Jika tidak bagaimana caranya kapal tempur Atlas bisa masuk ke bawah. Ini hanyalah salah satu jalan menuju gerbang. Gerbang tempat yang disebut Bunker.