Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 110 - Unit Pemburu


__ADS_3

“Sun An…”.


“Iya. Ayah?”.


“Tadinya Ayah akan memarahimu karena mencampuri urusan orang lain. Tapi… Sifat ikut campurmu sama percis dengan sifat ibumu. Kali ini Ayah tidak marah, lain kali gunakan cara yang lebih sopan jangan buat orang lain marah”.


“Siap Ayah. Maafin Sun An”.


“Tidak apa-apa Sun An. Hal ikut campur Ibumu merupakan hal yang paling Ayah benci karena berbahaya, tapi yang paling Ayah suka juga karena itu adalah sifat alami dari Ibumu. Kamu sudah mirip dengan ibumu Sun An”.


“Mirip cantiknya ya?”.


“Tuan. Ini bebek peking dan tehnya”. Pelayan kedai datang.


“Terima kasih”.


“Aku mau sayap Ayah”.


“Ini”. Sun Long memotong sayap bebek untuk Sun An.


“Iii… Ayah… Makan bokong bebek”. Sun An merasa jijik ketika Sun Long mengambil tunggir bebek.


“Ini bukan bokong Sun An, Ini tunggir”.


“Sama saja”.


“Beda Sun An. Tunggir itu ekor burung”.


“Itu bokong Ayah”.


“Kamu membuatnya jadi aneh Sun An”.


“Ayah yang aneh”.


“Sudahlah ini memang rezeki kucing itu”. Sun Long tidak jadi makan tunggir. Ia memberi tunggirnya kepada kucing yang ada di kedai.


“Hiii… hiii… hiii…”. Sun An tertawa melihat Ayahnya.



Semuanya jadi masuk akal. Memang rumput ungu beracun, namun racun itu yang akan menghancurkan kutukan dinginnya. Orang itu pasti ahli alkemis. Bodohnya aku, aku lupa menannyakan namanya.


“Ada apa kak? Mengapa kakak diam saja? Jangan dengarkan omongan bocah nakal tadi”.


“Anak kecil tadi dan ayahnya sepertinya benar. Berapa lama lagi kita sampai di ibu kota?”.


“Masih lama kak, 6 jam lagi”.


“Baiklah kalau begitu kakak istirahat dulu”.

__ADS_1



“Sebentar lagi pelajar akan dimulai. Sebaiknya aku bergegas pergi”. Qian Qi berangkat ke Gedung Utama Petarung Bulan.


Gedung Utama Petarung Bulan baru di buka kembali. Gedungnya tinggi dan besar. Lantai pertama merupakan lobi tempat mengambil misi, Lantai selanjutnya dibagi per unit dan lantai teratas merupakan ruang tetua divisi Petarung Bulan.


Qian Qi pergi ke lantai 3 karena lantai 3 merupakan lantai unit Pemburu. Hanya ada sedikit orang di lantai 3 sepertinya unit Pemburu kurang diminati oleh para murid. Mereka lebih tertarik menjadi unit Petarung Bulan atau Pembunuh Bulan. Kedua unit itu merupakan unit unggulan.


Tidak lama kemudian kelas Unit Pemburu dimulai. Ternyata guru yang bertanggung jawab atas unit Pemburu adalah Zhang Liao. Zhang Liao mengajarkan dasar-dasar yang perlu di ketahui oleh para pemburu. Seperti kecepatan angin, bau badan, jejak hewan dan masih banyak lagi.


Meski ilmu yang diajarkan merupakan ilmu dasar, Qian Qi berusaha terlihat tertarik. Sebenarnya ia sudah paham lebih dari ilmu yang diajarkan. Lagi pula Qian Qi tinggal di Surga Hitam. Berburu sama dengan napas baginya. Meski begitu Qian Qi harus menghormati Zhang Liao sebagai guru.


“Sekian pelajaran untuk hari ini. Tapi tunggu sebentar. Ada ilmu tambahan yang perlu kalian ketahui. Hal ini di luar dari ilmu pelajar. Aku akan mengatakan realitas Unit Pemburu agar kalian tidak kaget”.


“Unit Pemburu merupakan unit yang kurang diminati. Karena berburu monster merupakan pekerjaan bawahan. Para bangsawan biasanya langsung membeli bahan monster dari kita, atau menyewa kita sebagai pembersih jalan”.


“Kalian sebaiknya lebih bersabar jika bergabung atau menjual barang kalian. Jika kalian tidak ingin terkena masalah sebaiknya menurut saja. Perguruan Pedang Bulan menilai murid dari nilai di turnamen setiap 6 bulan sekali. Perguruan Pedang Bulan hanya peduli dengan orang-orang yang menempati peringkat 100 ke atas. Bagi kalian orang biasa hukum tidak akan berlaku untuk kalian. Jadi berhati-hatilah, banyak oknum guru dan tetua yang akan mengincar kalian”.


“Kalian harus pandai-pandai menjual barang. Para bangsawan tidak punya waktu untuk memburu monster. Mereka lebih fokus untuk mengejar peringkat dengan berkultivasi. Akan ada banyak bangsawan yang memilih membeli batu qi dan bahan monster dari kalian. Kalian harus mencari bangsawan baik dan menjalin kerja sama dengan mereka. Itu saja saran dariku”.


“Terima Kasih Master”. Para murid pergi.


“Master boleh minta waktunya”.


“Ada apa Qian Qi?”.


Kasihan Qian Qi. Pasti ia mendapatkan tekanan dari tetangganya.


“Baiklah Qian Qi kalau itu keputusanmu. Kamu bisa tinggal di kamarmu sebelumnya”.


“Terima Kasih Master”.


“Pruk…!” Zhang Liao menjatuhkan beberapa kertas dan alat tulis.


Sepertinya Master Zhang Liao memiliki luka dalam. Tangannya terkadang kejang-kejang sendiri. Qian Qi membantu mengambil barang-barang yang jatuh.


“Terima kasih Qian Qi”.


Mata Master Zhang Liao merah, sepertinya aliran darahnya juga bermasalah. Aku akan membantu Master Zhang Liao tapi nanti. Ada beberapa hal yang harus aku urus terlebih dahulu.


“Zhang Liao… Mana batu qinya? Kau belum menyetorkan batu qi minggu ini”. Seorang guru lain masuk ke dalam kelas menghampiri Zhang Laio.


“Permisi Master”. Qian Qi berpamitan keluar.


“Hhhmmm… Kau beruntung dapat murid yang cantik”.


“Jangan dekati murid-muridku. Ini batu qinya”. Zhang Liao memberi batu qi.


“Brukkk…!”. Guru itu menendang Zhang Liao sampai terjatuh. Lalu ia menginjak-injak kepala Zhang Liao.

__ADS_1


“Dasar cacat...! Berani-beraninya kau melarangku. Sudah bosan hidup?”.


“Ampun Tuan”.


“Ingat berkat pil dariku kau bisa hidup sampai sekarang. Jika tidak kau sudah lama mati”. Guru itu menabur pil-pil ke lantai dan pergi.



Beberapa menit kemudian.


“Salah Mei Mei…! Tubuhmu terlalu kaku. Perhatikan cara menari kakak tingkatmu”.


“Aku sudah melakukan hal yang sama Tetua”.


“Sama apanya? Tubuhmu tegang semua seperti patung. Ulangi…!”.


Qian Qi sampai, menghampiri Yu Na.


“Sudah Dewi. Silakan minum teh dulu”. Yu Na duduk dan minum teh.


“Kamu kenapa di sini? Bukankah kelas divisi Petarung Bulan sudah dimulai?”.


“Sudah selesai Dewi, ini sudah jam 1 sore”.


“Aku tidak menyadarinya, sudah jam 1 saja. Aku sudah terlalu tua untuk melatih Mei Mei. Tolong awasi Mei Mei 2 jam lagi”.


“Siap Dewi”. Qian Qi mengajari Mei Mei menari. Murid-murid didikan Yu Na yang lain meresa heran dengan kehadiran Qian Qi dan Mei Mei. Pasalnya latihan yang sedang mereka lakukan merupakan latihan tingkat tinggi bukan untuk orang awam.


“Aku hampir lupa… Kenalkan ini adalah Qian Qi. Qian Qi adalah cucuku”.


“Salam kenal kakak-kakak sekalian. Aku Qian Qi. Aku bergabung dengan divisi Petarung Bulan. Meski begitu aku akan sering-sering berkunjung ke sini”. Qian Qi memberi hormat.


“Salam kenal”.


“Aku baru tau Tetua Yu Na punya cucu”.


“Cucunya Tetua Yu Na cantik sekali”. Para murid berbisik.


“Sudah-sudah lanjutkan latihannya. Kalian semua terlalu lama libur. Tubuh kalian jadi kaku”.


“Ayo Mei Mei kamu pasti bisa”.


“Ini sulit sekali Nyonya”.


Qian Qi memantau gerak tubuh Mei Mei.


“Hhhmmm… Jadi ini masalahnya. Bersiaplah Mei Mei”.


“Aduh…!!!”

__ADS_1


__ADS_2