
Qian Qi dan Sun Long ganti baju dengan baju couple biasa. Baju sebagus itu seharusnya dipakai saat acara besar saja. Akan merepotkan jika semua orang memandangi mereka sepanjang hari.
“Kemana lagi kita bocah?”.
“Ren apa benar semua yang ada di kota ini bisa dibeli?”.
“Benar Tuan”.
“Apakah ada cara untuk bertemu walikota?”.
“Jika orang luar tidak bisa Tuan. Tapi Tuan bisa pergi ke pelelangan budak. Setiap malam walikota pasti ada di sana. Untuk masuk ke pelelangan Tuan harus membooking tempatnya terlebih dahulu”.
“Kalau begitu kita booking tempat terlebih dahulu. Antarkan kami kesana”.
“Baik Tuan. Silakan ikuti saya”. Mereka pergi ke tempat pelelangan.
Sesampainya di tempat pelelangan.
“Ini tempatnya Tuan”.
“Selamat datang Tuan. Ada yang bisa saya bantu?”.
Kali ini para pelayan lebih sopan terhadam Hubby. Merubah penampilannya merupakan keputusan yang tepat. Aku jadi tidak khawatir lagi. Qian Qi tersenyum manis.
“Kami ingin membooking tempat”.
“Baik tuan. Ini harga-harganya dari yang paling rendah 1 keping emas dan yang paling tinggi VVIP 1.000 keping emas. Satu tempat VVIP hanya untuk lima orang”.
“Kalau begitu kami pesan dua kamar VVIP”.
“Tunggu bocah. Pegawai-pegawai sekte Alkemis tidak akan ikut. Aku ingin menyuruh mereka untuk memeriksa sekte Alkemis di wilayah ini. Aku membawa mereka bukan untuk jalan-jalan”.
“Baiklah kalau begitu kami pesan satu kamar VVIP. Ini uangnya”. Sun Long memberi uang.
“Permisi Tuan. Bukan maksud saya untuk ikut campur atau menguping. Tapi saya mendengar Tuan membicarakan tentang sekte Alkemis. Jika Tuan memiliki emblem sekte Alkemis Tuan bisa dapat diskon”.
“Begitu ya? Kalau begitu ini”. Sun Long mengeluarkan Embel Diamond sekte Alkemis. menunjukkan bahwa dia adalah salah satu tetua tertinggi di sekte alkemis. Para pelayan langsung terkejut.
"Ini Tuan kembaliannya. Karena Tuan merupakan tetua sekte alkemis diskonnya 90% Tuan hanya dikenakan biaya 100 keping emas. Terima kasih Tuan”.
“Sama-sama. Ini buat kalian satu-satu”. Sun Long memberi 1 keping emas kepada para pegawai yang ada.
Hari ini Hubby sangat baik. Bahkan terlalu baik aneh sekali. Qian Qi senang sekaligus heran.
“Bocah lebih baik kita cari makan dulu, hari sudah mulai sore”.
“Makan! Horeee… Ayo kak”. Dodo Fung tiba-tiba bersemangat.
__ADS_1
“Iya… Iya… Ren tolong antarkan kami ke restoran yang paling enak”.
“Baik Tuan. Silakan ikuti saya”. Mereka pergi ke restoran.
“Makan… Makan…” Dodo Fung kegirangan.
“Selamat datang Tuan. Mau pesan untuk berapa orang?'.
“Sebelas orang”. Jawab Dodo Fung.
“Baik Tuan Silahkan ikuti saya”. Pelayan itu memberi kode ke pelayan lain dan berjalan menuju sudut ruangan.
Restorannya cukup ramai. Banyak pria-pria tua yang sedang makan sambil dikelilingi para budak wanita mereka. Terlihat seorang penyanyi tampil dengan anggunnya menghidupkan suasana. Restoran para bangsawan cukup berkelas.
“Ini menunya Tuan”.
Dodo Fung menyingkirkan kursinya yang terlalu kecil. Ia mengeluarkan kursinya sendiri. Setelah itu ia membaca-baca menunya. Namun, ia tidak paham sama sekali.
“Aku ingin memesan semua makanan di menu ini masing-masing dua porsi”.
“Baik Tuan. Kalau minumnya bagaimana? Kami punya sake terbaik disini”.
“Minumnya? bagaimana kak?”.
“Satu botol sake dan teh terbaik kalian. Nanti kalau kurang kami akan panggil lagi”.
“Ren sedang apa kamu berdiri terus? Cepat duduk di situ". Qian Qi menunjuk kursi di sebelah Mei Mei.
“Ti…tidak perlu Tuan”. Sun Long langsung menatap Ren. Dengan sigap Qian Qi menarik tangan Ren dan memaksanya duduk.
“Kedip dulu kedip… Kalau masalah perempuan aja”. Sun Long menyindir Pang Tong.
“Bocah kau mengganggu saja. Tidak bisa lihat orang senang sedikit. Lihatlah penyanyi itu cantik sekali suaranya juga merdu”.
“Aku tidak peduli, aku sudah lapar”. Sun Long dan Dodo Fung tidak menoleh sama sekali. Lain halnya Pang Tong dan tiga angkota sekte Alkemis mereka langsung terpukau terhipnotis oleh penampilan wanita itu.
Tidak lama kemudian makanan berdatangan. Mereka langsung memakannya dengan lahap. Qian Qi mengambil botol sake hendak menuangkan semangkuk untuk Sun Long.
“Qian Qi. Bocah-bocah ini tidak bisa minum alkohol. Perut mereka akan bermasalah jika meminumnya. Tuangkan saja Teh untuk mereka”.
Aku adalah istrinya Hubby harusnya aku mengetahui hal ini. Qian Qi sedikit sedih. Lalu menuangkan teh untuk mereka.
Sun Long dan Dodo Fung makan dengan rakus, Sedangkan para wanita makan dengan anggun. Mei Mei dan ke dua teman wanitanya berusaha tetap anggun. Meski terlihat air mata mengalir dari pipi mereka. Seperti Sun Long saat pertama kali makan makanan sehat. Mereka juga terlihat sangat bingung dan bahagia.
“Tua Bangka sudah dulu lihat wanitanya. Kalau tidak Dodo Fung akan menghabiskan seluruh makanannya”. Pang Tong dan ketiga pria lainnya tersadar. Ternyata ronde pertama sudah habis sepenuhnya. Tinggal gelombang kedua yang sedang berdatangan. Mereka semua makan dengan lahap.
Ren hanya terdiam melihat mereka semua. Dia sangat bingung melihat kelakuan orang kaya yang dipandunya. Mereka terlihat seperti orang yang baru pertama kali makan. Meski Ren penasaran tapi dia tidak berani bertanya karena sudah protokol tugasnya seperti itu. Melihat itu Qian Qi berinisiatif bertanya kepada Ren.
__ADS_1
“Ada apa Ren? Kamu heran ya melihat mereka?”.
“Tidak ada apa-apa Nyonya”. Ren menundukan kepalanya
Qian Qi menunjuk ke arah wilayah Surga Hitam. ”Kami semua berasal dari sana”. Ren terkejut.
“Sudah habis semua. Buah…Ha…Haaa… Aku kenyang sekali. Pelayan kami mau bayar”. Mereka semua terlihat kenyang dan bahagia. Kemudian seorang pelayan datang menghampiri Dodo Fung.
“Berapa total semuanya?”.
“3.210 Keping Emas Tuan”.
“Ini”. Dodo Fung membayar dan memberi tips. Setelah makan Dodo Fung terlihat mengantuk.
“Ren setelah ini tolong antarkan kami ke penginapan terbaik di kota”. Sun Long menggandeng tangan Qian Qi.
“Baik Tuan”.
Setelah itu mereka semua pergi ke penginapan. Qian Qi tiba-tiba saja mencium tangan Sun Long. Sun Long pun membalas mencium tangan Qian Qi.
“Ada apa Sweety?”.
“Banyak sekali wanita di dalam restoran. Tapi Hubby menjaga pandangan dan tidak melihat mereka. Ini hadiah dariku”.
“Banyak wanita ya? Aku tidak menyadarinya, aku sudah terlalu lapar. Andai aku tahu, aku akan memandangi mereka satu persatu ha...ha...haaa...”. Sun Long tertawa meledek.
“Tidak mungkin. Itu bukan dirimu”. Qian Qi mendekap Sun Long.
Mesra sekali mereka berdua membuat mataku perih saja. Aku jadi teringat mendiang istriku. Aku jadi ingin segera menyusulnya. Pang Tong berbicara dalam hati.
Penginapan itu terlihat sangat megah. Bangunan tertinggi di kota Vegas. Kalau berdiri di ruangan paling atas pasti bisa melihat seluruh kota Vegas dari ujung ke ujung. Sesampainya di sana.
“Selamat datang Tuan ada yang bisa kami bantu”.
“Aku ingin menyewa sebelas kamar yang paling mewah”.
“Maaf Tuan, kamar yang paling mewah hanya ada satu. Kamar Luxury harga semalamnya 100.000 Keping emas. Setelahnya ada kamar VVIP satu malamnya 1.000 Keping emas”.
Ayo. Tunjukan ekspresi kagetmu. Setiap kali aku menyebut harga Kamar Luxury wajah mereka pasti langsung ciut. Melihat wajah sombong itu langsung berubah menjadi tidak berdaya sangat menyenangkan. Pelayan penginapan berbicara dalam hati.
“Kalau begitu aku pesan kamar Luxury dan sepuluh kamar VVIP untuk tiga hari”.
“Jangan bercanda tuan. 100.000 Ke…ping… E… mas… Per…malam… Tu…an…”. Pelayan itu menjelaskan kembali dengan perlahan-lahan.
“Apa aku terlihat seperti bercanda?” Sun Long menjadi kesal dan memandang dingin pelayan itu.
“Maaf Tuan. Aku tidak bermaksud. Mohon tunggu sebentar tuan, saya harus melaporkan ke atasan saya jika ada yang ingin menyewa kamar Luxury”.
__ADS_1
“Hhhmmm… Cepatlah”. Pelayan wanita itu langsung berlari.