
“Bocah pidatomu sangat bagus. Aku tidak menyangka kamu bisa berbicara seperti itu”.
“Kakak hebat sekali. Aku jadi bersemangat”.
“Sun Long, kamu sangat hebat”. Luo Zixin memberi selamat.
“Terima kasih paman”.
“Loh? Luo Meilin, Luo Meifen. Kenapa kalian diam saja bukannya memberi selamat?”. Luo Zixin kebingungan melihat putri-putrinya terdiam membeku.
“Hubby… Aku tidak sanggup berdiri lagi”. Tiba-tiba saja tubuh Qian Qi lemas. Sun Long langsung menyanggahnya.
“Ada apa denganmu Sweety? Maaf sepertinya Qian Qi sedang tidak enak badan. Aku pamit dulu untuk memeriksanya”. Sun Long menggendong Qian Qi ke kamar utama di gedung walikota.
“Ada apa dengan adik Qian Qi? Aku juga ikut kak”. Pang Tong menahan tangan Dodo Fung.
“Kamu di sini saja Bocah, jangan ikut mereka. Temani aku, Qian Qi tidak apa-apa mungkin hanya kelelahan saja”. Pang Tong menipu Dodo Fung.
“Begitu ya? Ya sudah aku tidak jadi ikut”.
Wanita mana yang tidak lemas melihat Sun Long sangat gagah seperti tadi. Bahkan Bajingan Sun Li saja tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Sun Long. Dia seperti kaisar sejati. Pang Tong bicara dalam hati.
Sesampainya di kamar walikota. Sun Long menidurkan Qian Qi.
“Sweety kamu kenapa?”.
“Tenang Hubby. Aku hanya terlalu lemas melihatmu. Kamu terlalu tampan, aku sampai sesak napas dibuatnya. Auramu di podium sangatlah kuat”. Sun Long tersenyum senang. Ia mengusap-usap rambut Qian Qi.
“Sweety. Kamu juga terlihat cantik”. Sun Long mencium bibir Qian Qi.
“Hubby berbaringlah di sampingku sebentar”.
“Baiklah Sweety”. Sun Long berbaring di sebelah Qian Qi. Melihat kecantikan Qian Qi Sun Long mencoba memeluk Qian Qi dari belakang. Bersamaan dengan itu Qian Qi juga ikutan berbalik menghadap Sun Long.
“Hi…hi…hiii… Hubby”. Tidak sengaja Sun Long malah menggelitik Qian Qi. Qian Qi tersentak terkejut.
“Hi…hi…hiii… Hubby hentikan”. Qian Qi jadi semakin lemas wajahnya memerah.
“Ini sangat menyenangkan. Aku baru tahu kamu orangnya gelian. Aku menyukainya”.
“Kamu menemukan titik lemahku”.
“Kamu sangat cantik hari ini”. Sun Long mencium Qian Qi lagi.
__ADS_1
“Iiihhh… Hubby jangan meledekku terus”. Sun Long terdiam sejenak. Qian Qi merasakan napas Sun Long yang semakin lama semakin berat.
“Sebenarnya aku sangat gugup di atas podium tadi. Berkat kamu di sisiku, aku tidak ingin mempermalukanmu. Tiba-tiba saja kekuatan besar menggebu-gebu dari dalam tubuhku”. napas Sun Long semakin berat. Ia langsung menindih tubuh Qian Qi.
“Sweety. Aku sangat ingin melakukan hal itu padamu sekarang. Tapi aku tidak bisa, Aku masih membutuhkan darah murni di dalam tubuhku”. Sun Long langsung berhenti. Ia langsung berdiri melepaskan tubuh Qian Qi. Ia langsung mengeluarkan sebotol air minum dan membasuh wajahnya dengan itu.
“Sweety. Tolong kamu cepat berganti pakaian. Jangan pernah pakai baju itu lagi, sebelum aku mengizinkannya”.
“Memangnya ada apa dengan baju ini Hubby? Ini hanya gaun merah biasa”.
“Kamu menyiksaku jika menggunakan baju itu. Kamu terlihat sangat cocok. Aku tidak bisa menahan hasratku”.
“Tapi baju ini sangat tertutup dan tidak menunjukan lekukan tubuhku sama sekali. Sedangkan baju masterpiece yang dibuat Lin Zhenzhen penuh dengan lekukan. Mengapa kamu berhasrat pada yang ini?”.
“Sudahlah Sweety aku sudah tidak tahan lagi”.
“Ini balasannya karena telah menggelitikku. Beri tahu dulu alasannya. Aku juga ingin tahu kelemahanmu”.
“Baju yang kemarin menjadikanmu seorang permaisuri. Tapi baju yang ini menjadikanmu seorang istri. Cepatlah ganti bajunya”.
“Hi…hi…hiii… Baiklah Hubby”. Qian Qi pergi ke balik papan tempat ganti baju.
A…Apa yang baru saja terjadi? Jantungku berdegup kencang. Aku merasa sangat bahagia. Ternyata Hubby bisa terangsang olehku. Diawal-awal pernikahan kita, aku sangat takut Hubby akan melakukan hal itu. Tapi sekarang aku malah berharap dia melakukannya. Tapi aku harus sabar. Aku harus mengerti keadaan Hubby sekarang. Qian Qi senyum-senyum sendiri.
“Sudah Hubby”.
“Sweety. Kamu membuatku sakit kepala. Tolong buatkan aku teh”.
Qian Qi mengeluarkan peralatan membuat teh dari cincin ruangnya. Dengan penuh kasih sayang dia membuatkan teh untuk Sun Long.
“Ini Hubby tehnya”.
“Ini teh kesukaan paman Qian Tao. Harum dan enak”. Sun Long meminumnya.
“Maafkan aku Sweety. Diawal pernikahan kita aku meragukanmu. Aku pikir kamu hanya akan menjadi bebanku. Tapi sekarang kamu malah menjadi sumber kekuatanku. Ibuku tidak salah. Memang kamulah yang terbaik untukku”. Sun Long mencium tangan Qian Qi.
“Ya. Ibumu tidak salah. Kamu juga yang terbaik untukku Hubby”.
“Aku akan menggelitikmu selamanya”.
“Aku juga akan menggodamu selamanya”.
Benang merah itu sudah terikat. Ikatan cinta mereka berdua sudah terjalin. Mereka berdua sudah utuh menjadi satu, saling melengkapi satu sama lain.
__ADS_1
Sun Long menikmati teh bersama Qian Qi. Namun matahari sudah berada di puncak.
“Hubby sebaiknya kita segera kembali”.
“Baiklah ayo kita pergi”. Qian Qi memasukan kembali peralatan tehnya. Kemudian ia berjalan membuka pintu. Tiba-tiba saja Sun Long menarik kembali tubuhnya. Sun Long menatap Qian Qi mesra. Qian Qi langsung mencium bibir Sun Long.
“Aku akan bersabar Hubby”. Sun Long dan Qian Qi kembali ke aula gedung walikota.
“Dodo Fung. Laporan”.
“Lapor kak. Seluruh warga kota Vegas sudah selesai di data”.
“Kamu sudah memisahkan para pengendali tanah yang ingin berkultivasi?”.
“Sudah kak. Jumlahnya dua puluh tiga orang. Mereka sudah menunggu di sana”. Sun Long dan Qian Qi menghampiri mereka. Para warga itu langsung memberi hormat.
“Kalian semua. Aku minta tolong kepada kalian. Bantulah Dodo Fung membangun rumah-rumah baru untuk warga desa. Satu rumah akan ku beri harga 1.000 keping emas. Buat sebagus mungkin sepenuh hati. Rumah yang nyaman dan aman agar kalian semua bisa bahagia tinggal di dalamnya”.
“Siap Tuan”. Para warga itu bersemangat.
“Oia… Kalian tidak hanya membangun rumah. Sambil membangun rumah, sambil latihan. Kalian semua akan dilatih oleh Dodo Fung. Kalian juga akan mendapatkan batu Qi gratis untuk kultivasi kalian”.
“Terima kasih Tuan”.
“Dodo Fung kerjakan”.
“Siap kak”.
Sun Long dan Qian Qi berjalan lagi menuju tempat Pang Tong.
“Serang!”. Pang Tong berteriak.
“Boom!”. Para warga yang tingkat kultivasinya rendah dilatih menghancurkan bangunan-bangunan yang tidak dipakai lagi.
“Konsentrasi siapkan energi untuk serangan berikutnya”.
“Siap Tuan”. Pang Tong mendekati Sun Long dan Qian Qi .
“Indahnya pasangan baru. Aku jadi ingin segera mati. Aku sudah rindu dengan istriku”.
“Pak Tua kalau kamu mati sekarang kamu tidak akan bertemu dengan bibi. Kamu akan masuk neraka”.
“Dasar bocah. Pergi sana jangan menggangguku”. Sun Long dan Qian Qi lanjut pergi ke tempat Luo Meilin.
__ADS_1
Luo Meilin sedang mengumpulkan orang-orang yang sudah kuat dan ingin menjadi lebih kuat lagi. Orang-orang dengan Ranah Pagoda Tingkat 3 ke atas. Mereka semua berkumpul di luar kota menanti kedatangan Sun Long.