Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 122 - Pemimpin


__ADS_3

“Crack…!”. Seluruh teknik Jenderal Serigala tiba-tiba terhenti. Ilusi kegelapan malamnya retak, Bayangan dirinya juga pecah dan tubuh serigalanya berlahan-lahan kembali seperti semula.


“A… Ada apa ini? Kenapa semua teknikku tidak bekerja”.


Perisai Sun Long menghisap energi qi dan mengubahnya menjadi asap pelangi yang merusak energi qi di sekitarnya. Jenderal Serigala yang menggunakan tiga teknik sekaligus. Terkena dampak yang jauh lebih besar, sehingga semua tekniknya terhenti begitu cepat.


“BRAK…!!!”. Sun Long segera menabrak Jenderal Serigala yang lengah dengan perisainya. Tabrakan itu begitu keras hingga Jenderal Serigala terpental jauh.


“Raja Sejati”. Jenderal Singa berubah jadi manusia singa.


Perisaiku bekerja dengan sempurna. Saatnya aku menguji pedangku. Sun Long memasukan perisainya ke dalam cincin ruang.


“Ting…!”.


                   “Ting…!”.


“Ting…!”.


                   “Ting…!”.


“Ting…!”. Jenderal Singa menyerang Sun Long secara membabi buta. Namun Sun Long dapat menahan seluruh serangannya.


Sun Long dapat membaca pergerakan Jenderal Singa secara tepat. Gerakan Jenderal Singa terlalu sederhana dan mudah ditebak.


“Raaa… raaa… raaa… Hebat juga kau, bisa menahan semua seranganku. Bersiaplah... kali ini aku akan serius. Hiaaa...!”. Jenderal Singa mengeluarkan energi qi yang lebih besar. Aura perunggunya menyebar ke segala arah, tubuh singanya berubah menjadi sempurna dengan bulu-bulu sekuat baja dan cakar setajam silet.


"Sing...!".


                   "Crat...!".


"Crat...!".


                   "Crat...!".


“Crat…!”. Tanpa memberi kesempatan Sun Long menyerang Jenderal Singa secara membabi buta. Menggunakan cara yang sama seperti Jenderal Singa sebelumnya, namun gerakan Sun Long lebih liar dan sulit ditebak.


"Aaarrrkkk...". Jenderal Singa itu terluka parah. sekujur tubuhnya dipenuhi luka sobek.


"Slurp...!". Pedang Sun Long menghisap darah yang menempel di pedang.


"Bruk...! Uhuk... Pedang apa itu? Bagaimana mungkin tubuh singaku bisa ditembus begitu saja". Jenderal Singa roboh terjatuh.


Setelah pedang Sun Long menghisap darah Jenderal Singa aura hitam di zirahnya semakin menggebu-gebu dan pekat.


"Hhhmmm... Sepertinya pedangku juga bekerja dengan sempurna".

__ADS_1


“Jangan senang dulu... Aku terpaksa menggunakan ini. Cairan Ilahi. Kau akan mati sekarang…!”. Jenderal Singa mengeluarkan botol yang berisi cairan hijau.


“Swift…”. Tiba-tiba Sun Long berpindah ke samping Jenderal Singa dan mengambil botolnya.


“Hhhmmm… Menarik… Tapi kita sudahi dulu sampai di sini. Uji cobaku sudah cukup. Sebaiknya kalian berlatih lagi. Gunakan otak kalian jangan hanya kekuatan kultivasi. Jadilah lebih kuat agar aku bisa melakukan uji coba lebih lanjut”. Sun Long mengembalikan botol cairan Ilahi dan pergi kembali ke kapal tempur Atlas.


Sesampainya di kapal tempur Atlas.


“Tuan Sun Long. kenapa Tuan Tidak membunuh mereka”. Jin Xianyi curiga.


“Kenapa aku harus membunuh mereka?”.


“Tentu saja karena mereka adalah orang jahat. Kelima Jenderal itu telah menghasut dan memecah belah kekaisaran Jin”.


“Kamu pikir aku orang baik? Aku bisa saja membunuh semua pengkhianat itu sekarang juga. Lalu apa? Aku masih membutuhkan mereka untuk bahan uji coba”. Wajah Jin Xianyi dan rombongannya seketika berubah. Mereka tidak melihat Sun Long sebagai pahlawan lagi.


“Apa kalian pikir aku akan jadi pahlawan tanpa imbalan atau tujuan sama sekali. Kalian salah. Mungkin hanya anakku Liu An dan istriku saja yang bersedia melakukannya. Dunia ini tidak seindah itu. Aku punya tujuan dan agendaku sendiri”.


“Baiklah kalau begitu. Izinkan aku bertanya satu hal padamu Tuan Liu Long, apakah anda musuh atau teman bagi kekaisaran Jin?”. Jin Xianyi ingin menegaskan hubungan mereka.


“Setidaknya aku teman untukmu. Aku memihak kekaisaran Jin, hanya jika kamu yang memimpinnya. Tapi hal itu tidak gratis”.


“Mengapa harus aku yang memimpin kekaisaran Jin?”.


“Aku juga tidak tahu. Aku memutuskannya begitu saja”.


“Yang aku inginkan dari kalian hanyalah satu, sebuah label. Musuh kalian akan menganggapku sebagai teman kalian, jadi musuh kalian tidak akan ragu untuk melawanku. Seperti yang aku bilang. Aku butuh bahan uji coba manusia, musuh kalian merupakan bahan uji coba yang cocok”.


“Kelima Jenderal tadi memiliki kekuatan yang cukup bagus untuk bahan uji coba. Aku jadi memiliki beberapa ide untuk mengembangkan kekuatanku. Maka dari itu aku tidak membunuh mereka. Aku ingin melawan mereka lagi menggunakan beberapa cara yang lain”.


“Uji cobamu membahayakan kekaisaran Jin Tuan Liu Long. Aku tidak ingin mengorbankan nyawa rakyatku hanya untuk keegoisanmu”.


“Kalau begitu jadilah kuat. Selamatkan rakyatmu dariku atau musuhmu”.


“Kalau begitu tolong sembuhkan aku. Agar aku bisa menjadi lebih kuat untuk menyelamatkan rakyatku sendiri”.


“Kalau kamu masih berpikir seperti itu. Kamu tidak akan bisa jadi pemimpin kekaisaran Jin. Seorang pemimpin tidak perlu jadi yang terkuat. Seorang pemimpin harus bisa memimpin”.


“Seorang pemimpin harus mampu mengubah sekumpulan domba menjadi sekumpulan Serigala. Seorang pemimpin harus menjadi yang paling tegar disaat yang lainnya putus asa. Jangan terpaku pada hal yang kamu tidak punya. Lihatlah sekelilingmu dan gunakan seluruh hal yang kamu punya”.


“Kalau aku tidak mau menyembuhkanmu. Jangan terpaku dan berharap padaku. Kamu seorang pemimpin. Seluruh rakyat berharap padamu. Kamu harus bisa menjadi pemimpin yang mengabulkan harapan mereka. Bukannya pemimpin yang ikut berharap kepada orang asing”.


“…”. Jin Xianyi kehabisan kata-kata.


Kapal tempur Atlas kembali berjalan mencari anggota sekte Xin yang tersisa.

__ADS_1



Aku sudah mengerjakan banyak misi untuk satu orang. Tapi Pointku baru 265 dan sekarang misinya sudah habis. Sepertinya sudah waktunya untuk mengerjakan misi yang lebih sulit. Aku akan mengambil misi lintas divisi, sebaiknya aku segera pergi ke tempat Mei Mei.


Sesampainya di divisi Penari Bulan.


“Wah… Nyonya Qian Qi akhirnya datang juga. Silakan Nyonya…”. Mei Mei menyiapkan teh dan camilan untuk Qian Qi.


Sepertinya Dewi Yu Na berhasil menjinakan Mei Mei. Qian Qi tersenyum manis.


“Terima kasih Mei Mei”. Qian Qi menikmati teh dan camilannya.


“Ada keperluan apa Nyonya datang ke sini?”.


“Aku ingin mengajakmu untuk menjalankan sebuah misi”.


“Misi apa itu Nyonya?”.


“Aku belum memutuskannya. Tapi kemungkinan besar misinya adalah memburu monster”.


“Baiklah aku bersedia mengerjakan misinya”.


“Ngomong-ngomong kemana Dewi Yu Na kenapa tidak kelihatan?”.


“Tetua Yu Na sedang  rapat bersama Tetua-tetua lainnya”.


“Aku ingin berterima kasih kepada Dewi Yu Na karena telah berhasil mendidikmu. Hiii… hiii…hiii… Meski aku merasa aneh melihatmu yang sekarang”.


“Dasar Nyonya Qian Qi…, Mungkin berterima kasihnya bisa dilakukan dilain waktu. Sering-seringlah datang ke sini. Aku butuh bantuan Nyonya untuk mengganggu Tetua Yu Na”.


"Kamu pikir aku apaan... Hiii... hiii... hiii... Maafkan aku, akhir-akhir ini aku sibuk menjalankan misi. Mulai sekarang aku akan lebih sering mampir ke sini. Kita lakukan misi bersama".


“Baik Nyonya. Kalau begitu ayo kita jalankan misi”.


“Ayo”. Qian Qi mengikuti Mei Mei menuju gedung utama divisi Penari Bulan.


Berbeda dengan gedung utama divisi Petarung Bulan yang bertingkat, gedung utama divisi Penari Bulan hanya ada satu lantai tapi luas. Tempatnya sangat indah berdiri di atas danau yang jernih.


Tidak hanya tempatnya yang indah. Orang-orangnya pun enak dipandang. Kebanyakan anggota divisi Penari Bulan adalah wanita. Gedung utama divisi Penari Bulan seperti tempat para bidadari berkumpul. Semuanya cantik-cantik dan indah.


Berbeda jauh dengan divisi Petarung Bulan yang kebanyakan laki-laki. Orang-orangnya terlihat dekil dengan bekas luka di sekujur tubuh mereka. Gedung utama divisi Petarung Bulan seperti tempat bandit berkumpul.


Qian Qi dan Mei Mei mulai memilih misi yang akan mereka ambil. Misi lintas divisi memiliki nilai yang cukup besar. Sekali misi mereka bisa dapat 250 Point, namun dibagi rata dengan jumlah anggota tim. Meski begitu jumlahnya tetap besar yakni 125 Point untuk satu orang.


Setelah memilih misi, Qian Qi dan Mei Mei memutuskan untuk mengambil misi Mencari Teratai Tiga Warna. Misinya terlihat biasa saja hanya mengambil tanaman langka. Tapi mereka tidak menyangka tanaman langka itu berada di dalam gua di bawah kaki gunung berapi.

__ADS_1


Gua itu terlihat mengerikan karena lahar menyembur di mana-mana. Ternyata point dan tingkat kesulitannya sesuai.


“Rrraaa…”. Suara raungan monster yang mengerikan terdengar sampai depan mulut gua. Mengintimidasi setiap orang yang hendak mendekatinya.


__ADS_2