Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 45 - Rahasia


__ADS_3

Setelah hening sejenak Sun Long memeluk Qian Qi erat. Qian Qi hanya bisa pasrah menerima permintaan Sun Long. Ia tidak menyangka Sun Long malah meminta anak yang ada di kandungannya untuk dilahirkan.


Hubby… Aku tidak pantas untukmu, kamu terlalu baik untukku. Qian Qi menatap wajah Sun Long.


Untuk pertama kalinya ia melihat Sun Long menangis. Air matanya mengalir turun kepipinya. Tubuhnya juga lemas seperti Qian Qi. Menyadari Qian Qi melihatnya Sun Long langsung menciumnya.


“Sweety berjanjilah padaku, kita akan merawatnya. Kita akan menjadi orang tua terbaik untuknya”.


“Aku akan berjanji, jika kamu memberi tahuku alasan kenapa kamu tidak membuangku. Aku tidak pantas untukmu Hubby. Aku lebih baik mati bersama anak ini dari pada menyakiti hatimu. Hubby… Kamu segalanya untukku”.


“Sweety. Aku juga anak haram sama seperti bayimu. Ibuku dipaksa untuk melayani Sun Li. Ia tidak pernah benar-benar diangkat jadi permaisuri. Ibu seperti mainan untuk Sun Li. Ketika isu-isu tentang aku yang seorang pangeran mulai tercium oleh para tetua. Aku dan Ibu langsung dibuang ke Surga Hitam. Jika kamu membuang atau menggugurkan bayi ini kamu sama seperti membuang atau menggugurkan ku”.


“Maafkan aku Hubby... aku tidak tahu. Kalau begitu aku berjanji akan melahirkan dan merawat anakku”.


“Bukan anakmu Sweety. Ini anak kita”. Sun Long mencium Qian Qi. Membuat Qian Qi terharu.


“Tapi Sweety. Sebaiknya kita menyembunyikan kebenaran tentang anak kita. Hanya aku, kamu dan Pang Tong yang tahu”.


“Aku menurut saja denganmu Hubby. Tapi apa boleh aku tahu alasannya. Bukankah kamu tidak suka kebohongan”.


“Memang aku tidak suka dengan kebohongan. Tapi kita harus menundanya agar gosip atau desas-desus tidak menyebar. Kita akan memberi tahu orang-orang terdekat kita, ketika waktunya sudah tiba”.


“Baiklah Hubby”.


Sun Long dan Qian Qi sudah mulai tentang. Sun Long pun mulai membuka kembali formasi berlapis dan penutupan areanya. Kota Vegas kembali normal. Warga desa menganggap penutupan jalan hanya karena ada rapat penting. Sun Long dan Qian Qi pun bersiap untuk melakukan aktifitas seperti biasanya.


“Tok… Tok… Tok… Kakak... Kakak... Buah… ha… ha…”.


Ada apa Dodo Fung mengetuk? Apa ada masalah? Tapi sepertinya tidak dia tertawa dari balik pintu.


“Ia”. Sun Long membuka pintu. Ternyata ada Dodo Fung dan Bibi Sun Fangxin.


“Bibi…? Kok Bibi bisa ada di sini?”.


“Setelah mendapatkan suratmu kemarin bibi segera berangkat ke sini”.


“Mana istrimu kok tidak kelihatan? Ada Bi Sweety sedang mandi”.


“Sweety…? Panggilan sayang yang tidak biasa. Kenapa tidak panggil sayang saja?”.


“Qian Qi tidak suka dipanggil sayang Bi. Panggilan itu mengingatkannya dengan Sun Jian”.


“Hhhmmm… Maaf Bibi tidak tahu. Ya sudah kalau begitu bibi tunggu kalian berdua di ruang rapat”.

__ADS_1


“Baiklah Bi”. Sun Fangxin dan Dodo Fung pergi ke ruang rapat.


Sebelum kembali ke kamar Sun Long menyuruh prajurit boneka mencari Medusa dan membawanya ke ruang rapat.


“Hubby apa tadi ada tamu?”.


“Ia Sweety ada Bibi datang. Kamu siap-siap dulu setelah itu kita menyusul Bibi”.


“Bibi datang! Baiklah Hubby aku akan siap-siap”. Qian Qi terlihat senang dan begegas bersiap-siap.


Setelah siap Sun Long dan Qian Qi pergi menyusul Bibi dan Dodo Fung ke ruang rapat. Sesampainya diruang rapat tanpa basa-basi Qian Qi langsung memeluk Sun Fangxin.


“Bibi… Aku rindu pada Bibi”.


“Bener rindu pada Bibi? Bukan pada ayahmu?”.


“Tentu saja dua-duanya Bi…”. Qian Qi tiba-tiba terdiam dan menangis.


“Ada apa Qian Qi”.


“Maaf Hubby aku tidak sanggup jika harus berbohong pada Bibi”.


“Berbohong? Ada apa sebenarnya?”.


“Siap Kak”. Sun Long dan Dodo Fung langsung memasang formasi berlapis.


Tidak lama kemudian formasi berlapis selesai dibuat.


“Dodo Fung, Bibi dan Paman Qian Tao memang harus tahu kebenarannya”.


“Tapi Qian Tao belum tersadar dari tidurnya”. Mendengar itu Qian Qi sedikit sedih.


“Tidak apa-apa Bi. Ayo kita masuk ke Giok Jiwa terlebih dahulu. Aku akan mengatakan rahasianya”.


Sun Fangxi pun menyiapkan Giok Jiwa mereka langsung berpegangan tangan dan masuk ke dalam Giok Jiwa tersebut. Mereka semua berdiri di samping altar Qian Tao.


“Aku akan mengatakan sebuah rahasia. Bibi dan Dodo Fung harus menjaga rahasia ini sampai waktu tertentu. Yang boleh tahu rahasia ini hanya Aku, Qian Qi, Pang Tong, Bibi, Dodo Fung dan Paman Qian Tao”.


“Baiklah Sun Long”.


“Siap Kak!”. Qian Qi mulai sedih.


“Sebenarnya Qian Qi hamil”.

__ADS_1


“Wah…! Benarkah kak? Adik Qian Qi hamil? Asik… Aku akan punya keponakan baru”.


“Hamil? Apa kamu sudah melupakan mimpimu Sun Long”.


“Belum Bi. Anak ini adalah anak kita. Namun ayah kandungnya adalah Sun Jian”.


“Su… Sun Jian?”. Sun Fangxin langsung memeluk erat Qian Qi. Ia paham dengan perasaan yang Qian Qi rasakan karena kakaknya yakni ibunya Sun Long juga mengalami hal yang sama.


“Memangnya kenapa kak?”.


“Kamu tidak akan paham Dodo Fung. Kamu tidak perlu tahu detailnya. Kakak mau kamu merahasiakan hal ini. Karena jika rahasia ini terbongkar kakak, Qian Qi dan calon keponakanmu akan tersakiti”.


“Siap Kak! Aku tidak akan mengatakannya kepada siapa pun”.


“Terima kasih Dodo Fung kamu adalah adik terbaik". Dodo Fung tersenyum gembira.


Sun Fangxin sudah berhasil menenangkan Qian Qi. Mereka kembali ke tubuh masing-masing. Kemuda mereka pun merapihkan kembali penampilannya seperti tidak terjadi apa-apa.


“Baiklah masalah keluarga sudah selesai. Kami akan membantu dan mendukung dengan keputusan kalian berdua. Sekarang kembali ke masalah luar. Kalian berdua lepaskan formasi berlapisnya. Bibi akan membawa masuk beberapa orang”.


“Baiklah Bi”. Sun Long dan Dodo Fung melepaskan formasi berlapisnya.


Setelah semua formasi terlepas. Sun Fangxin memanggil masuk dua orang berjubah yang dibawanya.


“Beri hormat dan lepaskan jubah kalian”.


“Baiklah Nyonya”. Dua orang berjubah itu pun membuka jubahnya. Ternyata mereka adalah dua wanita cantik dari ras ular.


“Hormat kepada Tuan dan Nyonya”.


“Kalian tidak terkejut? Sepertinya kalian sudah pernah melihat ras manusia ular”.


“Benar Bi kami pernah melihat wanita ular. Bahkan bukan hanya wanita ular. Tapi Dewi Ular Medusa”.


“Dewi Medusa? Tolong Nyonya beritahu keberadaan Ratu kami”. Ke dua wanita ular itu bersujud.


“Kalian berdua tahan sebentar. Hhhmmm… kebetulan sekali. Qian Qi apa kamu tahu keberadaan Dewi ular Medusa?”.


“Ada di sini Bi. Mungkin dia sedang latihan bersama Kakak Luo Meilin sekarang”.


“Luo Meilin gadis cantik itu. Bibi sudah lama tidak melihatnya. Tapi yang terpenting sekarang Dewi Ular Medusa dulu. Aku ingin segera menemuinya”.


“Tenang saja Bi. Aku sudah punya firasat, Bibi ke sini untuk membahas tentang bangsa ular. Aku sudah menyuruh prajurit boneka untuk memanggil Medusa. Kita tunggu saja di sini”.

__ADS_1


__ADS_2