Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 7 - Man Food


__ADS_3

Sun Long menatap Qian Qi yang masih marah. Kini hanya ada mereka berdua dan piring-piring makanan yang sudah habis. Sudah beberapa menit berlalu Sun Long masih diam menatap Qian Qi. Qian Qi mulai tidak tahan ia mencoba bertahan memalingkan pandangannya ke tembok.


Iiihhh… Kenapa lagi ini laki-laki. Udah sana pergi ngapain sih mandangin aku terus. Mau sampai kapan coba? apa dia gak bosen. Tapi aku gak punya kekuatan buat ngusir dia. A… Apa dia bakal minta hal itu? Semoga saja tidak aku belum siap.


Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki mendekati pintu kamar.


Itu pasti Kakak Dodo Fung mungkin dia sudah sadar. Bagus, Kakak Dodo Fung cepat masuklah selamatkan aku.


“Tok… Tok… Tok… Kakak. Apa kakak ada di dalam?”.


“Iya ada apa?”. Sun Long membalas pertanyaan Dodo Fung tanpa memalingkan wajahnya sedikit pun.


“Aku lapar kak”.


“Sekarang kamukan sudah menjadi kakak. Coba sekarang kamu pergi cari Kadal Gurun. Kamu sangat ingin memakannya kan?”.


“Boleh kah kak?”.


“Iya boleh. Cepat pergi sana”.


“Horeee…!!! Siap kak. aku berangkat sekarang”.


“Iya hati-hati”. Dodo Fung pergi.


Sial!!! Kakak Dodo Fung dasar kamu bodoh. Kenapa kamu malah pergi. Dasar tidak berguna bahkan tidak bisa memalingkan wajahnya Sun Long sedikit pun. Aku harus bagaimana sekarang? Kali ini sepertinya memang aku harus mengalah. Qian Qi menatap balik Sun Long.


“A… ada apa suamiku?”.


“Jawab dengan jujur. Apa kamu takut denganku?”.


Tentu saja aku takut dasar sialan, kelakuanmu tidak bisa di tebak. Aku memang belum tahu akan kekuatanmu tapi sepertinya kamu bisa membunuhku kapan saja. Dasar bajingan, wajahmu juga sangat menyeramkan seperti ketua bandit. Dodo Fung saja yang sangat kuat tidak berkutik di hadapanmu apa lagi aku.


“Aku tidak takut terhadapmu suamiku”.


Sial…!!! Kenapa aku mengucapkan hal yang sebaliknya. Memang dia menyeramkan. Tapi dia juga sangat baik. Hanya dengan memikirkan kelakuannya saja semua bebanku hilang. Kamu bisa menghilangkan rasa sedihku dengan keanehanmu. Waktuku habis hanya untuk memikirkan apa yang akan kamu lakukan selanjutnya. Wajahmu memang seram tapi badanmu sangat empuk. Aku ingin memeluknya seharian penuh. Bau badanmu juga menyadarkanku. Aku selalu berada di dekat para bangsawan yang memakai parfum. Aku bahkan sampai lupa akan bau manusia yang sesungguhnya. Aku kecanduan kamu.


“Hhhmmm… kamu seharusnya takut padaku. Apa penampilanku masih kurang seram? Apa kamu punya saran agar penampilanku bisa lebih seram lagi”.


“Eeemmm… Tunggu dulu suamiku. Aku bingung, kenapa kamu ingin terlihat seram?”.


“Tentu saja harus terlihat seram. Biar orang-orang atau monster semakin takut untuk melewati perbatasan kita. Apa aku harus pake taring palsu?”.


Apa lagi ini. Keanehannya semakin random saja, membuatku sakit kepala. Aku kira pertanyaan tadi cukup serius, ternyata hanya pertanyaan aneh lainnya.


“Suamiku. Ja… Jadi kamu berdandan hanya untuk tampil seram?”.


“Memangnya untuk apa lagi? Aaarrr…” Sun Long berpose seram.


Aku merasa seperti orang bodoh di sini.


“Aku punya cara untuk membuatmu lebih seram lagi”.


“Benarkah bagaimana caranya”. Sun Long terlihat tertarik hingga ia mendekatkan wajahnya ke Qian Qi.


Terlalu dekat. Aku pikir dia akan menciumku.


“Aku akan merubah total penampilanmu. tapi kamu harus menurutiku sampai selesai”.


“Baiklah aku percaya padamu. Kapan kita mulainya?”.

__ADS_1


“Aduh… Aku masih lemas. Mungkin kalau buburnya di tambah lagi nanti sore aku bisa pulih”.


“Baiklah aku masak dulu”. Sun Long pergi.


Loh ko gampang banget dikerjainnya. Aku tidak menyangka Sun Long bisa diperdaya dengan mudah. Mungkin ini bisa jadi senjata terkuatku. Qian Qi tersenyum licik.


Setelah Sun Long pergi Qian Qi mulai bosan. Ia melihat sekeliling kamar Sun Long yang agak berantakan. Baju kotor berserakan dimana-mana, baju bersih hanya di tumpuk-tumpuk tanpa di lipat.


Qian Qi melihat sesuatu di balik celana kotornya Sun Long. Ia langsung menutup wajahnya yang memerah. Sudah kewajibanku sebagai seorang istri untuk membersihkan rumah dan mencuci baju. Sudah pasti aku akan berurusan dengan hal itu cepat atau lambat, aku harus membiasakan diri.


Tidak lama kemudian Sun Long datang kembali dengan buburnya. Dengan penuh kasih sayang Sun Long nyuapin Qian Qi lagi.


Mungkin ini salah satu faktor yang akan membuatku jatuh cinta padamu. Masakanmu enak sekali. Qian Qi memandangi wajah Sun Long.


Setelah habis Qian Qi tidak sengaja melihat Dodo Fung berjalan melewati jendela yang ada di belakang Sun Long.


“Suamiku. A…apa yang di bawa Kakak Dodo Fung tadi ke belakang? Benda itu besar sekali”.


“Mungkin itu Kadal Gurun. Memang kadal gurun bentuknya cukup besar. Kalau begitu kamu istirahatlah dulu. Aku harus masak untuk Dodo Fung. Ini… kalau kamu bosan kamu bisa baca ini”. Sun Long mengambil buku dari meja di kamarnya.


“Terima kasih suamiku”. Sun Long menyelimuti badan Qian Qi.


Sun Long pergi ke belakang rumah tempat Dodo Fung membawa Kadal Gurun.


“Wah… kamu cukup pandai bisa mendapatkan kadal Gurun yang cukup besar”.


“Besar apanya? kakak biasanya membawa pulang yang jauh lebih besar dari ini”. Dodo Fung cemberut.


“Wajar saja kakak sudah sering berburu sedangkan kamu baru pertama kali. Bagaimana apa susah menangkapnya? Kamukan hanya tau cara memusnahkannya saja. Kamu hampir tidak pernah menangkap hewan buas”.


“Pada awalnya memang susah, aku berlarian kesana kemari. Tapi lama kelamaan jadi lebih mudah. Aku menggunakan kubus void untuk mengurung kadal gurunnya”.


“Hhhmmm… Bagus-bagus kamu mulai berkembang. Begitu seharusnya, mulai sekarang setiap kamu berburu kamu harus menggunakan teknik yang berbeda-beda dengan cara yang berbeda. Kamu harus belajar berfikir di luar nalar. Tidak selamanya teknik bertahan hanya untuk bertahan dan teknik menyerang hanya untuk menyerang”.


“Baguslah kalau kamu tertarik. Sekarang kakak akan bicara serius padamu”.


“Eeemmm… Memangnya ada apa kak?”.


“Apa kamu beneran sanggup menjaga Qian Qi seperti kakak menjagamu?. Jangan lupa kamu sudah berjanji pada Bibi”.


“Tidak hanya menjaga. Aku juga akan memperlakukan adik Qian Qi seperti kakak memperlakukanku. Aku menyayangi kalian berdua”.


“Ingat kata-katamu, tidak ada kata mundur setelahnya”.


“Siap kak”.


“Sekarang kakak akan mengajarkan satu hal padamu. Hal ini di ajarkan paman Qian Tao namanya Man Food”.


“Namanya keren kak”.


“Serius Dodo Fung. Kalau begitu kita mulai membersihkan dan memasak kadal ini dulu”.


“Siap kak”.


Sun Long dan Dodo Fung memotong-motong, membersihkan dan membakar kadal itu. Harum aroma kadal itu sampai ke dalam rumah. Qian Qi yang sedang santai jadi tertarik untuk melihat mereka berdua. Ia beranjak dari kasur dan pergi ke belakang rumah.


“Wah… Sepertinya enak sekali”. Qian Qi menghampiri mereka berdua.


“Daging kadal gurun adalah makanan favorit kakak. Hampir setiap hari kakak makan kadal ini. Aku juga penasaran dengan rasanya”.

__ADS_1


“Kakak Dodo Fung tidak pernah memakannya? Bagaimana bisa?”.


“Kakak tidak pernah menyisakannya untukku. Aku hanya diberi makan ayam dan nasi biasa”.


“Seenak itu kah? Dasar Suamiku pelit. Aku juga jadi ingin mencicipinya”. Tiba-tiba saja Sun Long menatap Qian Qi.


Aduh…!!! Apa lagi ini, pasti aku salah lagi. Qian Qi memegang jidatnya.


“Qian Qi kamu tidak boleh mencicipi Man Food, apa lagi memakannya. Man Food hanya untuk pria. Wanita dan anak-anak tidak boleh memakannya”.


Hah? Peraturan apa lagi itu. Dasar bilang saja kamu tidak mau berbagi makanan yang enak, pake sok-sokan bikin teori Man Food. Qian Qi cemberut.


“Karena kamu adalah istriku dan Dodo Fung juga sudah jadi pria sekarang. Aku akan memberi tahu kalian mengapa Man Food hanya untuk Pria. Karena mau bagaimana pun kata paman Qian Tao kita harus jujur terhadap pasangan kita. Aku akan langsung menunjukkan penyebabnya”.


Tidak lama kemudian kadal bakarnya matang.


“Ayo Dodo Fung kita makan”.


Sun Long dan Dodo Fung makan dengan lahap. Daging yang gurih, tebal, lembut dan juicy. Qian Qi sangat tergoda ingin memakannya. Namun Qian Qi hanya bisa terdiam dan menelan ludahnya karena tidak diberi sedikit pun.


Dasar bajingan bisa-bisanya makan selahap itu di depanku. Memang kamu mau menggodaku saja.


“Enak sekali kak. Aku senang jadi pria. Sekarang aku bisa makan daging ini setiap hari”. Sun Long tidak menanggapi.


Hhhmmm... Qian Qi bingung.


Ada apa dengan Sun Long. Kenapa ia makannya tanpa ekspresi. Apa selera makannya tinggi? Wajar saja iakan jago masak pasti seleranya tinggi. Tapi bagaimana juga daging itu terlihat sangat sempurna harusnya enak.


Tidak lama kemudian daging kadal itu habis.


“Enak sekali kak, terima kasih banyak”.


“Kita belum selesai Dodo Fung. Hidangan utamanya baru saja di mulai. Ini… Makanlah ini”.


“Ini… bukankah ini kaktus kak? Kaktus yang sudah di bersihkan sepertinya enak”. Dodo Fung langsung melahapnya.


“Seperti timun kak. rasanya cukup enak”.


“Tahanlah Dodo Fung rasa sakitnya akan bertahan selama satu jam”.


“Sakit? Aku tidak merasa… Aaarrr…” Dodo Fung kesakitan dan langsung terjatuh.


“Kakak Dodo Fung kenapa kakak?” Qian Qi langsung memeriksa Dodo Fung.


“Sakit… Perutku sakit sekali…” Dodo Fung berguling-guling di pasir kesakitan.


“Suamiku ada apa dengan Kakak Dodo Fung?”.


“Seluruh hewan-hewan disini terkontaminasi Cacing Pita. Cacing Pita memasuki hewan-hewan membuat seluruh dagingnya jadi lebih enak. Membuat yang memakannya ketagihan dan ingin memakannya terus-menerus. Semakin banyak kita memakan dan mengunyah dagingnya, semakin banyak Cacing Pita yang masuk ke dalam tubuh. Kaktus ini berfungsi untuk membunuh semua Cacing Pita yang masuk. Mereka akan menggila dan mencoba berontak hingga mereka semua mati. Butuh waktu kurang lebih satu jam sampai mereka semua mati dan rasa sakitnya menghilang”.


“Kenapa hanya kakak Dodo Fung? kenapa kamu tidak kesakitan”.


“Siapa bilang aku tidak kesakitan. Lihat ini…” Sun Long menunjukan tangannya yang kejang dan semua ototnya tegang.


“Aku sudah melakukan hal ini selama 17 tahun. Ketika aku pikir tahun ini akan menjadi kali terakhirnya. Kamu malah muncul menjadi bebanku. Itulah mengapa aku cukup membencimu sebelum kita menikah. Aku harus memakan cacing pita beberapa tahun lagi. Tidak ada yang menjual bahan makanan sehat di Surga Hitam. Semua bahan makanan dari Bibi, aku berikan semua untuk Dodo Fung. Tapi karena ada kamu jadi semuanya untukmu Qian Qi”.


“Kenapa kamu melakukannya untukku? Aku hanya orang asing untukmu yang terpaksa harus kamu nikahi. Kamu seharusnya memaksaku untuk memakan daging cacing pita”.


“Apa maksudmu? Kamu adalah istriku tentu saja aku akan memberikan yang terbaik untukmu”.

__ADS_1


“Ta… Tapi aku hanya memanfaatkan mu”. QIan Qi merasa bersalah dan memeluk Sun Long.


Sun Long memegang lembut kepala Qian Qi. “Hanya wanita, anak-anak dan hewan peliharaan yang dicintai tanpa syarat. Tapi untuk seorang pria cinta itu berbeda. Pria hanya dicintai saat ia bisa memberikan sesuatu. Jadi manfaatkanlah aku, aku ingin kamu mencintaiku”.


__ADS_2