Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 141 - Ruangan Rahasia


__ADS_3

Akhirnya Qian Qi sampai di lantai 100. Ia satu-satunya murid yang berhasil sampai di lantai 100.


Berbeda dengan lantai di bawahnya yang bersih, lantai 90 sampai 100 terlihat semakin kotor dan kotor. Terutama lantai 100 yang di penuhi oleh debu.


Sepertinya tidak ada petugas kebersihan yang bisa sampai sejauh ini. Jiwa keibuan Qian Qi mulai bergejolak. Matanya perih melihat tempat sekotor ini.


Akhirnya Qian Qi memutuskan untuk membersihkan lantai 100 terlebih dahulu sebelum berkultivasi.


Setelah menyapu, mengepel dan mengelap seluruh lantai sampai bersih Qian Qi puas dengan hasilnya.


Ternyata lantai 100 memiliki tempat kultivasi yang cukup indah. Terdapat lukisan-lukisan para malaikat di dindingnya.


Lukisan para malaikat itu terlihat masih utuh tidak pudar sama sekali. Malaikat-malaikat bersayap putih bersih terlihat indah terbang dengan gagahnya.


Ada semacam energi yang keluar dari sayap-sayap putih itu. Sepertinya sumber kekuatan menara Surgawi berasal dari sana.


Qian Qi berkeliling menikmati ke indahan lantai 100. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah tulisan terpahat di salah satu lantai yang berada di tengah ruangan.


"Jalan ke surga hanya untuk orang-orang yang berhati Suci". Qian Qi membacanya berlahan.


"Grrkkk... Srrttt...". Tiba-tiba lantai 100 bergetar hebat.


Muncul tangga melingkar baru ke arah atas melewati langit-langit ruangan. Qian Qi yang penasaran berjalan menaikinya.


"Deg...". Baru selangkah Qian Qi menginjakkan kaki di anak tangga tekanan sudah jauh terasa.


Sepertinya akan terjadi hal menarik. Qian Qi tersenyum manis.


"Hia...!". Qian Qi menggunakan kekuatan kultivasinya. Ia mengalirkan energi petir ke seluruh tubuhnya.


"Dum... Dum...". Setiap langkah Qian Qi terdengar jelas.


Qian Qi terus melanjutkan langkahnya. Semakin lama semakin berat, ia menaikkan kekuatannya dalam setiap langkah.


Setelah melangkah cukup lama Qian Qi melihat cahaya di ujung tangga. Qian Qi semakin penasaran dibuatnya. Ia segera lanjut melangkah.


Hingga akhirnya ia terhenti di sepuluh anak tangga terakhir. Tekanan kali ini benar-benar berat. Qian Qi tidak bisa melewatinya, meski sudah menggunakan seluruh energi qinya.


"Raijin...!". Qian Qi kembali menggunakan esensi Dewinya.


Energi petir kuat menyelimuti tubuhnya, matanya jadi menyala terang, muncul cincin emas di punggungnya dengan tujuh drum di antaranya.


Qian Qi terlihat cantik tapi juga mengerikan. Setelah berubah ke bentuk Dewinya Qian Qi bisa kembali berjalan dengan mudah. Langkah demi langkah ia lewati. Sampai akhirnya ia berhasil menuju puncak.


...

__ADS_1


Sepertinya ada yang berhasil sampai di lantai 100 dan menemukan jalan rahasia. Seorang Pria tua berdiri menoleh ke arah belakangnya.


Ia melihat gerbang cahaya yang waktu itu ia lewati kembali terbuka. Rasa penasaran sekaligus senang menghantuinya. Namun ia hanya bisa menunggu sampai sosok itu sampai ke tempatnya.


Siapa ya kira-kira? Apakah wakil ketua atau Yu Na. I... Ini aura petir? Siapa dia sebenarnya? Tidak ada pengguna Kultivasi Petir sekuat ini di perguruan Pedang Bulan.


Aura petir yang cukup kuat. Tapi itu belum cukup. Sayang sekali sepertinya dia gagal.


"Zzzttt... Zzzttt...". Setelah Qian Qi menggunakan sosok Dewinya, aura petir menyebar sampai ke ruang rahasia.


Siapa dia sebenarnya? Bagaimana bisa aura petirnya melonjak naik begitu saja. Dia sangat kuat. Sebentar lagi dia sampai di sini.


"Tap...".


"Tap...".


"Tap...".


Aa... Aura orange. Berarti dia berada di Pagoda Tingkat 6 Tahap Akhir. Bagaimana bisa ia sampai ke sini?.


"Akhirnya sampai juga". Qian Qi berhasil sampai ke lantai rahasia.


"Tidak ada tekanan apa-apa di sini. Sepertinya aku bisa melepas kekuatanku". Qian Qi melepaskan kekuatan Dewinya dan menggunakan penutup wajahnya kembali.


"Ehem...". Pria Tua itu menyapa Qian Qi.


"Maaf... Aku tidak bermaksud mengagetkan mu".


"Aku yang seharusnya minta maaf. Aku tidak tahu kalau di sini ada orang".


"Perkenalkan namaku Fu Lan. Aku Ketua perguruan Pedang Bulan".


"Ke... Ketua...? Perkenalkan aku Qian Qi. Aku murid baru yang belum lama masuk. Qian Qi memberi hormat".


"Pantas saja. Memang terasa asing, tapi aku seperti kenal dengan aura petirnya. Petirmu sama seperti milik Ayahmu. Aku rindu sekali dengan Ayahmu Qian Tao".


"Terima Kasih Ketua karena telah mengingat Ayahku".


"Sudahlah, tidak perlu menunduk. Silahkan berdiri. Aku minta maaf, tabib alkemis yang aku bawa tidak bisa menyembuhkan Ayahmu".


"Tidak perlu minta maaf Ketua. Terima Kasih karena telah berusaha menyembuhkan Ayahku". Qian Qi mulai mengingat Fu Lan.


"Bagaimana kabar Ayahmu sekarang?".


"A... Ayah sudah meninggal 5 tahun yang lalu".

__ADS_1


"Apa...!? Maaf Qian Qi. Aku terlalu lama berada di sini. Aku tidak tahu tentang dunia luar".


"Tidak apa Ketua".


"Tapi kamu benar-benar hebat. Baru Pagoda Tingkat 6 Tahap Akhir tapi sudah punya Esensi Dewa dan bisa sampai ke sini".


"Aku hanya beruntung Ketua".


"Kalau begitu, ayo kita berkultivasi bersama".


Ketua Fu Lan terlihat kurus kering. Sepertinya ia sudah lama tidak makan.


"Ketua, Bagaimana kalau kita makan dulu. Kebetulan aku membawa perbekalan".


"Makan...! Baiklah Qian Qi. Terima Kasih banyak". Fu Lan tiba-tiba meneteskan air mata sangking senangnya.


Qian Qi dan Fu Lan makan bersama dengan lahap. Energi mereka sama-sama sudah habis. Makanan yang dibawa Qian Qi rasanya jadi jauh lebih enak.


"Akkhhh... Enak sekali. Aku berjanji ketika kita keluar nanti aku akan memberi keuntungan yang besar untukmu Qian Qi".


"Tidak perlu seperti itu Ketua. Ini hanya makanan".


"Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku makan. Makanan ini sangat berarti bagiku".


"Tapi Ketua. Maaf bukan maksudku menggurui. Kalau terus seperti ini, ketua tidak akan bisa naik ke Ranah Pagoda Tingkat 8 Tahap Awal".


"Tidak perlu sungkan Qian Qi. Aku merasa hal itu benar. Sudah lama aku berkuktivasi tidak ada perubahan sama sekali".


"Bukan maksudku seperti itu Ketua. Ketua tetap bisa naik ranah ke Pagoda Tingkat 8 tapi ketua harus berani menggunakan cara yang ekstrim".


"Maksudmu bagaimana? Apa kamu tahu cara naik tingkat ke ranah Pagoda Tingkat 8?".


"Aku tahu Ketua. Beberapa kenalanku sudah sampai di ranah Pagoda Tingkat 8. Bahkan ada yang bisa sampai ketingkat 9".


"Ti... Tingkat 9 bagaimana bisa? Siapa dia?".


"Master Pang Tong sudah sampai Pagoda Tingkat 9 Tahap Menengah. Mungkin sebentar lagi akan sampai di Tahap Akhir".


"Ma... Master Pang Tong...! Apa kamu mengenalnya. Legenda hidup Alkemis".


"Ya. Aku mengenalnya. Master Pang Tong merupakan salah satu guruku".


"Kalau begitu, tolong beritahu aku cara naik tingkat ke Pagoda Tingkat 8".


"Akan lebih mudah menunjukan caranya ketimbang menjelaskannya. Maaf Ketua kalau boleh tahu. Element apa yang Ketua kuasai".

__ADS_1


"Aku lebih kuat di teknik Pedang. Sedangkan element ku adalah cahaya".


Menarik aku belum pernah ketemu dengan pengguna element cahaya.


__ADS_2