Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 44 - Hamil


__ADS_3

Sun Long dan Luo Meilin kembali ke kota Vegas. Suasana kota sudah mulai sepi para warga sudah pada pulang. Sun Long mengantarkan Luo Meilin pulang ke rumahnya kemudian kembali ke gedung walikota.


Sun Long melihat Mei Mei sudah tertidur pulas, sedangkan Qian Qi masih mencoba bertahan menunggu Sun Long meski matanya sudah mengantuk. Qian Qi yang melihat Sun Long langsung berlari memeluknya.


Qian Qi cukup marah karena Sun Long tidak bilang-bilang pergi keluar kota. Apa lagi dengan wanita lain yang jauh lebih cantik dari pada dirinya. Sun Long beralasan ia tidak bisa bilang karena itu berkaitan dengan pilihan Qian Qi.


Qian Qi pun heran apa hubungannya keputusannya dengan Luo Meilin. Sun Long menjelaskan apa pun keputusan Qian Qi mereka berdua harus segera pulang ke rumah. Mereka tidak bisa tinggal lagi di kota Vegas untuk sementara waktu untuk itu Sun Long mempersiapkan Luo Meilin untuk menjadi walikota yang cukup kuat.


Meski hati Qian Qi belum bisa menerima alasannya tapi ia menurut kepada Sun Long. Setelah itu Sun Long meminta beberapa prajurit boneka untuk menemani Mei Mei pulang. Bersamaan dengan pulangnya Mei Mei, Dodo Fung datang. Ia mengkhawatirkan keadaan Sun Long sama seperti Qian Qi.


Sun Long segera memberikan prisma magnet kepada Dodo Fung. Ia juga bilang besok siang Dodo Fung juga harus bersiap mereka akan pergi ke makam ibu. Dodo Fung cukup senang mendengar hal itu. Ia pun menari-nari gembira dan pulang ke gedung penginapan.


Di atas kasur yang empuk Sun Long mencoba untuk tidur. Ia sudah kelelahan bertarung seharian. Namun sikap Qian Qi yang diam dan kembali menatap tembok membuat Sun Long ikutan resah. Sun Long memutuskan untuk menceritakan kegiatannya seharian ini.


Qian Qi tidak menanggapi Sun Long ia kecewa karena Sun Long tidak bilang apa pun kepadanya. Sun Long tidak akan pernah mengerti perasaannya Qian Qi. Pengalaman pahit yang tidak bisa dilupakan menghantui pikirannya kembali. Air mata mengalir lembut dari pipinya.


Qian Qi sangat takut kejadian Sun Jian yang berselingkuh dengan adiknya Xiao Yun terulang kembali. Sun Long memang tidak akan pernah mengerti dengan perasaan Qian Qi. Sun Long hanya bisa meminta maaf.


Meski keadaan Qian Qi sedang kurang baik Sun Long tetap mengingatkan tentang pilihannya besok pagi.


Mau tidak mau Qian Qi memikirkan pilihannya besok pagi sampai akhirnya ia tertidur lelap.


Keesokan paginya.


Sun Long sudah bangun duluan ia sudah memasang formasi berlapis di kamar mereka. Formasi yang cukup kuat tidak seperti biasanya. Area sekitar gedung walikota semuanya sudah diblokir tidak ada yang boleh masuk. Bahkan Dodo Fung juga dilarang masuk ke dalamnya.


Harum makanan yang Sun Long siapkan membangunkan Qian Qi. Makanan-makanan enak yang Sun Long buat sendiri untuknya. Sun Long meminta maaf tentang kejadian kemarin. Ia mengaku sedang banyak pikiran di kepalanya.

__ADS_1


Berkat pagi indah yang Sun Long buat Qian Qi pun memaafkannya. Mereka berdua makan dengan mesra. Setelah makan Sun Long langsung menatap Qian Qi. Tidak seperti biasanya yang dingin dan tajam. Tatapan mata Sun Long kali ini jauh lebih lembut dan tulus.


“Hu… Hubby… Maafkan aku. Aku sudah keterlaluan”. Tanpa sadar Sun Long meneteskan air mata membuat Qian Qi merasa bersalah dan memeluknya.


“Sweety… Apa pun yang kamu pilih ingat satu hal aku akan selalu mencintaimu”. Sun Long memeluk balik Qian Qi.


“Jadi apa pilihanmu Sweety kebenaran yang menyakitkan atau kebohongan yang indah?”.


“Hubby… Aku tidak takut lagi dengan rasa sakit. Yang aku takutkan adalah kehilangan cintamu. Kalau kebenaran itu akan membuatmu tidak mencintaiku lagi maka aku akan memilih kebohongan. Namun jika kebohongan yang membuatmu tidak mencintaiku lagi maka aku memilih kebenaran”.


“Sweety aku akan tetap mencintaimu. Pilihan ini bukan tentang aku tapi tentang kebahagianmu”.


“Baiklah selama cintamu menyertaiku. Aku memilih kebenaran yang menyakitkan”.


“Kamu yakin Sweety?”.


“Ya. Aku yakin Hubby”.


“Wah matanya hebat sekali Hubby. Master Pang Tong memang Master yang sesungguhnya. Tapi apa hubungannya dengan keputusanku”.


“Sweety kamu akhir-akhir ini sering muntah sebenarnya bukan karena kelelahan”.


“Bukan kelelahan? Lalu aku kenapa Hubby? Apa aku terkena penyakit tertentu?”.


Sun Long memegang lembut tangan Qian Qi dan mengarahkannya ke arah perutnya sendiri.


“Ada apa dengan perutku Hubby”.

__ADS_1


“Kamu hamil Qian Qi”.


“A… Apa? A… Aku hamil? Ti… tidak mungkin”. Qian Qi syok tidak percaya kakinya langsung lemas membuatnya hampir terjatuh. Untung saja Sun Long langsung memeluknya.


“Sweety…”. Sun Long menggendong Qian Qi tiduran di kasur.


“Hu… Hubby… Maafkan aku… Maafkan aku…”. Qian Qi menangis sejadinya seakan dunia indahnya runtuh begitu saja. Ia tidak percaya dosa lama yang berusaha dia lupakan malah mewujudkan dirinya. Qian Qi sudah kehilangan akal. Ia hanya meminta maaf berkali-kali kepada Sun Long.


“Tidak apa-apa Sweety. Kamu tidak perlu meminta maaf”.


“Maafkan aku Hubby… Maafkan aku Hubby…”. Qian Qi tidak menanggapi perkataan Sun Long. Tatapannya sudah kosong.


Sun Long segera mendekap Qian Qi. Ia mencium bibir Qian Qi agar Qian Qi berhenti berbicara.


“Eeemmm… Eeemmm…”. Qian Qi tersadar dan mencoba melepaskan diri. Setelah beberapa saat Sun Long melepaskan ciumannya.


“Lepaskan aku Hubby… Aku terlalu kotor. Aku tidak pantas… Eeemmm…”. Sun Long mencium Qian Qi lagi. Kali ini cukup lama dan lebih ganas. Air mata Qian Qi mengalir semakin deras. Kemudian Sun Long melepaskannya lagi.


“Hubby… Aku akan menggugurkan anak ini”. Sun Long mengangkat tangannya hendak menampar Qian Qi. Untung saja ia tersadar dan menghentikannya. Sun Long langsung menatap Qian Qi dingin.


“Jangan pernah kamu mengucapkan kata-kata itu lagi. Anak kita akan terlahir sehat dan bahagia ke dunia ini”.


“Tapi Hubby…”.


“Tidak ada tapi-tapi. Anak kita akan terlahir dan kita akan berusaha menjadi orang tua terbaik untuknya”.


“Hubby…”. Qian Qi menangis terharu…

__ADS_1


“Aku mencintaimu Sweety”. Sun Long mencium kembali Qian Qi. Kali ini Qian Qi sadar dan membalas ciuman Sun Long.


Mereka berdua tiduran di kamar cukup lama. Mereka mencoba menenangkan hati mereka masing-masing yang sama-sama terguncang. Bayi yang ada di rahimnya Qian Qi adalah anak haram. Anak yang tidak di harapkan tertanam berkat kelalaian Qian Qi.


__ADS_2