
Qian Qi dan Mei Mei sudah berada di depan penginapan. Terlihat penginapannya cukup mewah. Qian Qi dan Mei Mei segera masuk untuk memesan kamar. Benar saja firasat Qian Qi, penginapannya sudah ramai ada banyak bangsawan dan bawahannya berkumpul di sana.
“Minggir-minggir!”.
“Bruk…! Aduh…!”. Beberapa wanita berlarian menuju pintu depan. Qian Qi yang baru saja masuk disenggol hingga terjatuh. Wanita yang menyenggolnya tidak peduli dan terus berlari.
“Akan ku bunuh mereka…!”.
“Sudah Mei Mei tidak apa-apa, mungkin mereka sedang buru-buru”.
“AAAaaa…! Tuan Kai Yu…!”. Para wanita yang berada di luar ribut bersorak.
“Tap…”.
“Tap…”.
“Apakah Nyonya terluka?”. Seorang pria tampan menghampiri Qian Qi yang terjatuh menghalangi pintu. Pria tampan itu mengulurkan tangannya untuk Qian Qi.
“Terima kasih Tuan… Tapi aku baik-baik saja”. Qian Qi menolak pertolongan pria tampan itu. Ia bisa berdiri sendiri tanpa bantuan siapa pun. Qian Qi menoleh ke arah puluhan wanita yang marah kepada dirinya. Ia tidak tahu sama sekali kenapa mereka semua marah padanya. Qian Qi pergi begitu saja berusaha menghindari masalah.
“Tuan… Kita harus lanjut bergerak”. Para pengawal terlihat sudah kewalahan menahan dorongan dari para wanita. Namun pria tampan itu tidak menanggapi, ia terdiam mematung.
“Tuan…!”.
“Eee… Bergerak? Iya… iya…”. Pria tampan itu tersadar kembali dan bergerak sambil mencari keberadaan Qian Qi.
Wanita itu memiliki suara yang merdu. Ia juga pakai penutup wajah, aku jadi penasaran ingin melihat wajahnya. Tapi mata sayunya begitu indah. Pasti wajahnya cantik. Kemana perginya? Dia cepat sekali menghilang.
“Ada yang bisa kami bantu nyonya?”.
“Kami mau pesan kamar”.
“Baik nyonya ada kamar VVIP 10 keping emas per malam, VIP 1 keping emas per malam dan reguler 100 keping perak per malam”.
“Satu kamar reguler saja, untuk 3 malam”. Qian Qi menoleh ke arah Mei Mei. Mereka berdua sudah sepakat untuk tidak menarik perhatian.
“Totalnya 300 keping perak nyonya”.
“Baik. Tunggu sebentar”. Qian Qi mencoba mengambil uangnya. Ia baru sadar uang yang diberikan oleh Sun Long pecahan emas semua tidak ada yang perak. Qian Qi berbisik kepada Mei Mei. Untung saja Mei Mei punya pecahan perak.
__ADS_1
“Ini uangnya”. Melihat tingkah laku Qian Qi dan Mei Mei pelayan penginapan merasa aneh. Namun ia tetap berusaha menjadi pegawai yang profesional.
“Terima kasih Nyonya ini kuncinya. Ada lagi yang bisa kami bantu?”.
“Aku ingin bertanya kalau pendaftaran perguruan Pedang Bulan tutup jam berapa?”.
“Pendaftaran perguruan Pedang Bulan biasanya buka dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore. Sebaiknya nyonya segera mendaftar karena tempatnya akan semakin ramai setiap harinya jangan sampai ketinggalan”.
“Terima kasih atas informasinya”.
“Sama-sama Nyonya”. Qian Qi dan Mei Mei memutuskan untuk segera mengantre mengikuti saran dari pelayan penginapan. Benar saja antrean sudah semakin panjang. Mereka bahkan mengantre sampai sore hari.
Setelah selesai mengantre mereka kembali ke penginapan untuk segera mandi. Tubuh mereka berdua sudah lengket karena seharian mengantre. Setelah mandi rasa lapar menghantui mereka.
Mereka memutuskan untuk makan malam di restoran. Namun keputusan mereka langsung kandas begitu saja. Uang pecahan perak milik Mei Mei tinggal sedikit. Terpaksa mereka berdua hanya memesan Mie dari pedagang yang ada di sekitar penginapan. Hari pertama di kota Silver sangat melelahkan mereka berdua langsung tertidur pulas.
…
Sementara itu di tempat lain.
Aku harap aku bisa bertemu lagi dengannya. Tidak aku harus mencarinya. Wanita seperti itu tidak akan pernah aku lepaskan. Suara merdunya membuat seluruh tubuhku merinding hilang kendali.
...
Keesokan paginya.
“Lapar sekali. Sebaiknya kita segera ke gedung alkemis untuk menukar uang”.
“Setuju…!”.
Qian Qi dan Mei Mei pergi ke gedung alkemis. Tempatnya terlihat sepi mungkin karena masih pagi. Para pegawai juga masih sibuk membersihkan gedung alkemis. Saat hendak masuk ke gedung alkemis salah seorang penjaga menghalangi mereka berdua.
“Maaf Nyonya. Saat ini gedung alkemis belum di buka untuk umum. Kembali lagi dalam waktu 2 jam”.
“Hhhmmm… Aneh sekali bukankah gedung alkemis seharusnya sudah buka mulai dari jam 6 pagi?”.
“Maaf Nyonya ini sudah peraturan dari ketua gedung alkemis cabang kota Silver”.
“Kamu rahasiakan ini dari yang lain. Kalau sampai bocor tamat riwayatmu”. Qian Qi mengancam sambil menunjukan emblem tetua alkemis tingkat 7 pada penjaga itu.
__ADS_1
“Siap Nyonya. Maafkan saya”.
“Siapkan ruang pertemuan untukku dan ketua cabang ini”.
“Maaf Nyonya tapi ketua sedang ada di ruang khusus alkemis, tidak bisa diganggu”.
“Hhhmmm…!!!”. Mei Mei mengintimidasi.
“Ampun Nyonya”. Penjaga itu langsung lari terbirit-birit mencari ketua alkemis cabang kota Silver.
“Mei Mei. Kamu memiliki wajah yang manis dan lucu. Harusnya kamu lebih feminin lagi biar sesuai dengan wajahmu”.
“Aku tidak peduli aku sudah lapar”.
“Hi…hi…hi… Kamu ada-ada saja. Kalau begitu makan ini saja dulu untuk mengganjal”. Qian Qi membagi sedikit stok kuenya.
Qian Qi dan Mei Mei segera masuk ke gedung alkemis. Mereka langsung dipandu oleh salah seorang pelayan menuju ruang rapat yang mereka minta. Sesampainya di ruang rapat Qian Qi dan Mei Mei harus menunggu kedatangan ketua alkemis cabang kota Silver. Untung saja pelayan itu menyediakan camilan dan teh hangat sebagai pengganjal perut, jika tidak Mei Mei mungkin akan kembali mengamuk.
Beberapa menit kemudian.
“Tok…! Tok…!”.
“Silahkan masuk…”.
“Maaf membuat Nyonya menunggu. Nama saya Guan Chen, ketua alkemis cabang kota Silver”.
Apakah benar wanita itu adalah tetua alkemis tingkat 7? tidak sesuai dengan penampilannya. Wanita itu terlihat masih muda, tubuhnya masih tegap. Tidak mungkin mereka seorang tetua alkemis.
Dasar mengganggu saja tidak tahu aku sedang sibuk membuat pil. Awas saja kalau mereka penipu, aku akan langsung membunuh mereka. Tapi untuk berjaga-jaga sebaiknya Aku ikuti permainan mereka untuk mencari kebenaran.
“Salam kenal Master Guan Chen, Namaku Qian Qi. Aku salah satu tetua dari sekte alkemis pusat kota Goliat”.
“Caaa…caaa…caaa… Tetua pusat kota Goliat? Kalian penipu yang keterlaluan”. Guan Chen tertawa terbahak-bahak.
“Ini buktinya”. Qian Qi menunjukan emblem miliknya.
“Caaa…caaa…caaa… Emblem palsu seperti itu pasti mudah dibuat”. Guan Chen menuduh tanpa melihat emblemnya terlebih dahulu.
“Bruk…!”. Mei Mei marah besar. Ia langsung melompat dan menendang kepala Guan Chen hingga ia terpental menabrak tembok. Hidungnya sampai patah berdarah.
__ADS_1
“Bajingan…! Kau tidak pantas menjadi ketua alkemis. Lihat baik-baik emblem ini”. Mei Mei menggenggam rambut Guan Chen sambil menyodorkan emblem miliknya.