
"Crat...!". Potongan tubuh Iblis Arca berserakan kemana-mana.
"Prajurit Boneka".
"Siap Kapten". Sun Long dan prajurit boneka tipe assassin segera bergerak mencari potongan jantung Iblis Arca.
Tidak seperti Iblis-iblis biasa pada umumnya. Iblis murni tidak bisa mati walau jantung mereka pecah berkeping-keping.
Darah Iblis Arca masih bergerak ke sana kemari mencoba untuk beregenerasi. Sun Long mencoba mengulur waktu dengan cara mencipratkan darahnya lagi. Namun hal itu tidak efektif. Darah Iblis Arca terlalu banyak. Darah Sun Long langsung habis tak bersisa.
Sekarang hanya masalah waktu. Sun Long dan Prajurit boneka harus bisa menemukan serpihan jantung Iblis Arca, serta memisahkannya. Dengan begitu kekuatan Iblis Arca akan berkurang drastis.
"Kapten...!".
"Crat...!". Tiba-tiba tangan Iblis Arca menembus punggung Sun Long.
Berkat peringatan dari prajurit boneka assassin, serangan Iblis Arca meleset. Tangan Iblis Arca gagal menembus jantung Sun Long. Tangan itu menancap di bawah jantung Sun Long dan nyangkut di tulang rusuknya.
Sun Long langsung mengeluarkan Pil Pemulih Raga berusaha mengobati lukanya..
"Aaarrrkkk...". Tanpa diduga tangan Iblis Arca mulai bergerak di tubuh Sun Long. Tangan itu bergerak ke atas mencoba meremas jantung Sun Long. Sun Long yang kesakitan tidak sengaja menjatuhkan Pil Pemulih Raganya.
"Boom...!". Sun Long mengeluarkan Granat Es dan meledakkan granat itu di dekat tangan Iblis Arca. Untung saja cara Sun Long berhasil tangan Iblis Arca membeku dan berhenti bergerak.
"Brukkk...". Sayangnya Sun Long juga terkena dampak yang cukup besar. Tubuhnya ikutan membeku membuat Ia terjatuh tidak bergerak.
Prajurit boneka bergegas bergerak mencoba menyelamatkan Sun Long. Namun pergerakan mereka harus terhenti. Ternyata Iblis Arca membuat puluhan tangan untuk menghentikan prajurit boneka.
Nasib Sun Long ada di ujung tanduk. Harapan mulai menipis seiring nafasnya yang berhembus semakin berlahan.
"Ting...!".
"Ting...!".
"Buk...!".
Serangan silih berganti antara prajurit boneka dengan tangan iblis Arca. Seakan tidak ada lagi yang menghalangi, Iblis Arca beregenerasi dengan cepat.
...
__ADS_1
"Ibu...? Ibu...!". Sun Long berlari ke arah wanita yang terlihat seperti Liu Shu.
"Sun Long...". Wanita itu berbalik dan memeluk Sun Long.
"Ibu... Aku rindu pada Ibu".
"Ibu juga rindu...".
"Aku ingin bersama Ibu selamanya".
"Ibu juga ingin bersama mu selamanya. Tapi... belum waktunya Nak".
"Belum waktunya?".
"Ibu tidak ingin garis keturunan Ibu berakhir sampai di sini. Kamu bikin adik dulu untuk Sun An".
"Ibu?".
"Iya... Kamu harus *** bersama Qian Qi. Sampai nanti anaknya lahir. Satu tahun kemudian kamu *** lagi. Biar ada cadangan. mau punya banyak juga tidak apa-apa. Kamu tidak boleh ke sini sebelum punya minimal dua. Ibu tidak rela kalau anak Ibu mati perjaka".
...
"Uhuk...! Dasar Ibu...!". Sun Long kembali sadar.
Untung saja Pil Pemulih Raga jatuhnya tidak jauh. Sun Long dapat segera meminumnya. Memang tubuhnya tidak pulih seperti semula karena tangan Iblis itu masih membeku di tubuhnya. Tapi tenaganya bisa kembali, membuat Sun Long dapat bergerak selama efek pilnya masih ada.
"Kau cukup hebat Sun Long, tapi kau terlambat. Aku sudah kembali pulih seperti semula. Saatnya kau menemui ajal mu".
"Panggilan kematian!". Iblis Arca memanggil Malaikat Pencabut Nyawa. Gerbang dengan pahatan tangan muncul di sebelahnya. Aura hitam dahsyat keluar menyeruak.
"Panggilan kematian!". Sun Long tidak mau kalah. Dengan susah payah ia memasukan batu qi monster tingkat tinggi dan menggunakan teknik yang sama.
"Percuma saja Sun Long. Teknik Pemanggil Kematian hanya membuka gerbang. Sedangkan Malaikat Pencabut Nyawa hanya ada satu. Aku yang membukanya duluan, dia akan datang untukku".
"Sayang sekali, Malaikat itu tidak akan datang". Sun Long menunjuk ke arah gerbang miliknya.
"Kya... Kya... Kya... Meski sedang sekarat kamu tetap memiliki selera humor yang tinggi". Iblis Arca tertawa terbahak-bahak.
Sun Long membuat gerbang pemanggil tepat di depan gerbang milik Iblis Arca. Bahkan gerbang itu langsung berdempetan.
__ADS_1
Malaikat Pencabut Nyawa kebingungan dibuatnya. Ia dipermainkan oleh Sun Long. Malaikat itu keluar dari gerbang Iblis Arca, namun langsung masuk kembali melalui gerbang milik Sun Long.
"Aku tidak pernah melihat ada orang yang mempermainkan Malaikat Pencabut Nyawa. Teknik tingkat tinggi dibuat candaan. Sebagai hadiah aku akan melepaskan tanganku dari tubuhmu. Kita kembali ke awal".
Iblis Arca melepaskan tangannya dari Sun Long. Sun Long segera meminum Pil Pemulih Raga. Mereka berdua melepas teknik Panggilan Kematian dan berhadap-hadapan kembali.
"Sing... Crack!". Sun Long melempar beberapa batu qi iblis dan menebas semuanya dengan pedang.
Batu Iblis itu pecah dan qinya terserap oleh pedang Sun Long. Pedang Sun Long pun merah menyala terisi penuh.
"Begitu rupanya... Kau menghancurkan batu qi, baru menyerap energi qinya. Pantas saja aku tidak bisa mengendalikan prajurit boneka milik mu. Tapi sepertinya zirah mu belum sempurna. Zirah mu menyerapnya secara langsung".
"Boom... Crack...!". Kali ini Sun Long menjatuhkan batu qi Iblis dan menghancurkannya dengan perisai.
Perisai Sun Long terisi penuh dan mulai mengeluarkan asap pelangi. Asap itu menyebar cepat memenuhi seisi ruangan.
"Percuma saja mata iblis tidak bisa ditipu aku bisa melihatmu dengan jelas. Tunggu dulu... Begitu rupanya. Asap ini bukan untuk kamuflase melainkan membuat ku lemah".
"Sudah cukup. Aku sudah terlalu lama di luar. Sekarang aku akan menghabisi mu dan masuk kembali ke tubuh wanita itu".
"Tulang Neraka". Iblis Arca menyerang Sun Long dengan tulang-tulang yang tumbuh merambat dari bawah lantai.
"Crack...!". Tulang-tulang itu tumbuh sangat cepat bahkan Sun Long tidak berkutik sedikit pun dibuatnya. Tulang-tulang itu berhasil menusuk Sun Long dan prajurit boneka dalam padatnya asap.
"Sayang sekali. Zirah ku memang dibuat seperti itu untuk mengecoh mu. Crattt...!". Tiba-tiba Sun Long datang dari belakang dan membelah Iblis Arca jadi dua.
"Bagaimana bisa? Aku merasakan darahmu di zirah itu. Aku tidak mungkin salah".
"Sing...".
"Crattt...".
"Crattt...". Sun Long lanjut memotong-motong Iblis Arca dan memisahkan ke delapan jantungnya.
"Aku sudah mempersiapkan kantung darah untuk mengecoh kalian para Iblis. Aku rutin mengambil darahku sendiri untuk ini".
Ternyata Sun Long melepaskan zirahnya dan memasukan kantung darah ke dalamnya. Sementara itu ia menyamar menggunakan jubah boneka Assassin.
"Jangan senang dulu. Ketika aku pulih, aku akan melawan mu". Darah Iblis Arca kembali berterbangan ke sana ke mari.
__ADS_1
"Sudah berapa kali aku mendengar omong kosong mu. Sekarang, kamu tidak akan bisa pulih kembali". Sun Long memasukan jantung Iblis Arca ke delapan peti yang berbeda.
Tujuh peti dipegang oleh prajurit boneka assassin dan satu peti dipegang olehnya. Darah Iblis Arca pun berpencar terbagi rata.