Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 61 - Bersulang


__ADS_3

“Maaf Sweety aku tidak tahu. Sepertinya Dodo Fung dan yang lain sudah terbiasa dengan tingkat kultivasi kelas atas, jadi mereka tidak terlalu takut. Tapi untukmu aku tidak menyangka akan membuatmu takut. Kalau begitu sebaiknya kamu masuk ke rumah saja. Sekali lagi maafkan aku Sweety”. Sun Long terlihat murung.


“Sweety…?”. Qian Qi tiba-tiba menciumnya.


“Maafkan aku Hubby. Aku seharusnya tidak berbicara seperti itu. Aku yang harus menyesuaikan diri. Aku mencintaimu Hubby… Apa pun aura yang keluar dari tubuhmu. Aku mencintai kelebihan dan kekuranganmu”. Qian Qi memeluk Sun Long.


“Terima kasih Sweety. Tapi ini bukan auraku. Ingat aku terlahir cacat… Ini aura dari batu qi ini. Batu qi iblis”. Sun Long menunjukkan sebuah batu qi.


“Ia Hubby… Aku tahu. Aku hanya kaget. Kamu terlalu baik untuk memiliki aura seperti ini. Kalau kamu memiliki aura pasti warnanya pink atau kuning”.


“Kok gitu Sweety? Bukannya merah atau emas gitu biar keren”.


“Seperti yang aku bilang tadi karena kamu terlalu baik”. Qian Qi memeluk Sun Long.


“Ayo tunjukkan bagaimana caranya membereskan monster King Kong ini tanpa bantuan kakak Dodo Fung. Jangan bilang kamu akan mengangkatnya. Ini terlalu gila bahkan untukmu. Beratnya pasti Ribuan Ton”.


“HIA…!”. Sun Long mengangkat kepala monster King Kong itu dan menariknya.


“Hu… Hu… Hubby…?”. Qian Qi menganga terkejut. Candaannya menjadi kenyataan.


“Ha… Ha… Haaa… Aku hanya bercanda Sweety. Aku memang bisa mengangkatnya tapi bukan itu yang akanku lakukan“.


“Hubby. Kamu jelas bukan manusia…”.


“Ha… Ha… Haaa… Lihat ini Qian Qi. teknik Pedang Kaisar Langit”.


“Hu… Hu… Hubby… bukankah itu teknik pedang milik kakak Luo Meilin”.


“Benar Sweety ini teknik miliknya. Telekinesis!”.


“Crat…!”.


                “Sleb…!”.


Sun Long menggunakan teknik Telekinesis ke pedangnya. Dengan begitu dia bisa mengendalikan pedang raksasa itu secara bebas. Dengan cepat pedang itu melesat memotong-motong tubuh King Kong dengan rapih.


“Telekinesis teknik apa itu Hubby?”.


“Itu teknik yang semua orang normal bisa lakukan. Setiap orang yang memiliki aura bisa mengendalikan benda di sekitarnya. Seperti mengambil gelas, membuat benda melayang dan lain-lain. Teknik Telekinesis sama seperti itu hanya saja di perkuat”.


“Hubby... Hubby benar-benar menakutkan. Hubby terlihat seperti Dewa. Dengan kekuatan segila itu mungkin Hubby bisa menguasai dunia”.


“Seperti Dewa… Dewa yang cacat. Kekuatan sebesar ini tidak bisa di gunakan terus menerus Sweety. Lihatlah ini. Aku hanya menggunakan dua teknik tapi batu qi iblisnya sudah hancur 12 buah”. Beberapa batu qi di baju zirah Sun Long hancur menjadi abu. Setelah itu Sun Long mengisinya kembali dengan batu qi iblis yang lain.

__ADS_1


“12 buah… satu iblis saja sudah mengerikan. Tidak jadi deh tidak perlu menguasai dunia. Aku tidak ingin melihat Hubby melawan iblis-iblis gila itu”.


“Itu latihan Sweety. Kalau aku serius aku bisa membunuh mereka sekali tebas”.


“Tapikan…”.


“Manisnya istriku. Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku”. Sun Long memeluk Qian Qi.


“Sudah kamu masuk duluan sana di sini terlalu panas. Aku akan membereskan ini secepat mungkin”.


“Baiklah Hubby”. Qian Qi masuk ke rumah.


Sejuknya di dalam rumah. Rune angin ini sangat berguna. Sambil menunggu Hubby lebih baik aku membereskan baju dulu.


Qian Qi membereskan baju-baju mereka. Kali ini ia tidak canggung lagi memegang dan melihat daleman Sun Long. Ia malah senyum-senyum sendiri membayangkan Sun Long memakainya.


Aku sudah banyak berubah menjadi lebih baik. Ini semua berkat Hubby, Bibi dan yang lainnya. Aku masih ingat betapa takutnya aku saat tidur pertama kali di kasur itu. Tidak terasa waktu berjalan terlalu cepat.


“Ueee…”. Qian Qi mual. Ia segera menuju ke kamar mandi.


Tidak lama kemudian Sun Long datang. Ia tersenyum manis melihat Qian Qi keluar dari kamar mandi.


“Apa…? Ngapain senyum-senyum gitu”.


“Gitu dong kaya ibu hamil beneran”. Sun Long menggendong Qian Qi.


“Biarin aja. Berarti kamu normal dan sehat”. Sun Long menggendong Qian Qi ke ruang tamu.


“Hubby…”.


“Apa?”.


“Aku akan menjadi seorang ibu…”.


“Dan aku akan menjadi seorang ayah. Aku bersamamu Sweety. Ini jalan hidup yang kita pilih”. Sun Long menggenggam tangan Qian Qi.


“Duduk di sini Hubby”. Sun Long duduk di samping Qian Qi. Qian Qi memiringkan tubuhnya bersandar kepada Sun Long. Dengan sigap Sun Long merangkulnya.


Sepertinya Sweety masih perlu waktu. Wajar saja ia masih terlalu muda untuk hal sebesar ini. Maafkan aku Sweety untuk hal ini aku harus egois. Aku sangat menantikan anak kita.


Mereka berdua duduk dengan tenang di sofa. Merasakan detak jantung dan kehangatan satu sama lain. Mereka tidak ingin melakukan apa-apa hanya ingin bersama. Beberapa menit kemudian Qian Qi tertidur pulas di pelukan Sun Long. Dengan hati-hati Sun Long memindahkannnya ke kamar. Setelah itu ia kembali bekerja.


Langit sudah mulai menjingga, cahaya lembutnya membangunkan Qian Qi. Sambil mengumpulkan pecahan nyawanya. Qian Qi sayup-sayup mencium harum aroma makanan. Tubuhnya tak kuasa menahan godaan itu. Otak dan kakinya bersekongkol membawanya berjalan menuju dapur.

__ADS_1


Sun Long terlihat sudah menunggu kedatangan Qian Qi. Ia sudah mempersiapkan sebuah kenangan yang tidak bisa dilupakan. Dengan langkah gontai Qian Qi menghampirinya. Sun Long segera menarik kursi dan mempersilakan Qian Qi duduk.


Setelah berhasil mengumpulkan seluruh pecahan nyawanya. Qian Qi baru tersadar. Ia melihat Sun Long yang sudah rapih dan tampan ditemani dengan berbagai macam makanan yang menggiurkan.


“Hubby…?”.


“Iya Sweety?”.


“Ada apa ini Hubby? Apa kita sedang merayakan sesuatu?”.


“Tidak Sweety. Ini adalah kencan pertama kita”.


“Kencan…?”. Qian Qi tersenyum manis.


“Iya Sweety. Kencan.”.


“Kencan…?”. Qian Qi segera tersadar dan melihat pakaiannya yang berantakan.


“Kalau begitu aku harus ganti baju dulu”. Sun Long mencegahnya.


“Tidak Sweety aku menyukai pakaianmu yang sekarang”.


“Tapi ini tidak rapih Sweety. Aku baru saja bangun tidur. Kalau ini kencan pertama kita, aku harus tampil sebaik mungkin”.


“Ooohhh… Sweety. Kamu tidak sadar. Penampilanmu sekarang merupakan salah satu yang terbaik”. Sun Long menarik nafasnya.


“Terbaik bagaimana Hubby? Jelas-jelas ini berantakan. Aku baru saja bangun tidur”.


“Aku menyebutnya seni…”.


“Seni…? Ini pasti mimpi”.


“Lihatlah Sweety. Dalemanmu yang mengintip seakan menggoda dan merayuku, Bekas iler di dagumu hhhmmm…, matamu yang bingung menari-nari indah melirik ke sana kemari, rambutmu yang berantakan seakan menunjukkan bahwa aku milikmu dan kamu milikku. Aku menyukai semuanya Sweety kamu terlihat sempurna di mataku”.


“Dasar Mesum… Kalau itu maumu yasudah aku hanya bisa menurutinya”.


“Terima kasih Sweety”. Sun Long menuangkan jus jeruk untuk Qian Qi.


“Jus…?”.


“Pertama kamu masih di bawah umur, Kedua kamu lagi hamil dan ketiga tidak ada arak di rumah ini. Aku masih berbaik hati menuangkan jus jeruk untukmu. Tadinya aku ingin menuangkan susu hangat”.


“Hubby… hi… hi… hiii…”. Qian Qi tertawa manis.

__ADS_1


“Bersulang”.


“Ting…”.


__ADS_2