Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 176 - Turnamen Peringkat Bagian 10


__ADS_3

"Ting...!". Pertandingan Qian Qi melawan Wang Yi dimulai.


"Pecahan Es". Wang Yi langsung menyerang dengan melontarkan Pecahan-pecahan Es kepada Qian Qi. Pecahan yang tajam seperti paku-paku besar.


"Petir Berantai. Zzzttt...". Aliran Petir Qian Qi merambat melalui Pecahan-pecahan Es Wang Yi hingga mengenai tubuhnya.


"Zzzttt...". Wang Yi tersambar Petir Berantai dari Qian Qi. Seakan tidak merasakan apa pun, Wang Yi masih berdiri kokoh meneruskan serangan Pecahan Esnya.


Sementara itu, Qian Qi berusaha menghindari Pecahan-pecahan Es dari Wang Yi. Serangan Petir Berantai Qian Qi hanya melewati Pecahan Es tanpa menghancurkannya.


Kultivasi Es yang dimiliki Wang Yi seharusnya menguntungkan bagi Qian Qi. Tapi yang terjadi malah sebalik, merugikan Qian Qi.


Es Wang Yi bisa menghantarkan listrik dengan baik. Qian Qi bisa menyerang Wang Yi dengan mudah.


Tapi dengan kondisi Wang Yi yang aneh serangan Qian Qi jadi tidak berguna. Wang Yi seperti zombi tidak merasakan rasa sakit sama sekali.


Qian Qi harus menguras energi qinya untuk menghancurkan es dari Wang Yi. Jika energi listriknya kurang dari titik tertentu, listrik itu hanya akan lewat tidak menghancurkan esnya.


Andaikan saja Wang Yi merasakan rasa sakit. Tubuhnya akan otomatis goyah. Serangan esnya akan hancur dengan sendirinya. Qian Qi tidak perlu susah payah menghindari hujan Pecahan Es dari Wang Yi.


"Bangau Es". Baru saja Qian Qi bernapas lega berhasil menghindari hujan Pecahan Es. Wang Yi kembali menyerangnya.


Wang Yi membuat Bangau Es yang cukup besar. Kemudian mengarahkannya kepada Qian Qi.


"Amarah Naga Petir. Zzzttt...!!!". Qian Qi mencoba menghancurkan Bangau Es Wang Yi dengan Naga Petirnya.


Alih-alih hancur, lagi-lagi serangan Qian Qi hanya lewat begitu saja. Naga Petir Qian Qi menembus Bangau Es Wang Yi seakan tidak terjadi apa-apa.


"Zzzttt...!". Akhirnya Qian Qi memutuskan untuk membelokkan Naga Petirnya ke arah Wang Yi. Bahkan setelah terkena Naga Petir Qian Qi, Wang Yi belum tumbang juga.


"Taarrr...!!!". Qian Qi berhasil menghindari Bangau Es Wang Yi. Namun tiba-tiba Bangau Es itu pecah di dekat Qian Qi.


Ketika Bangau Es itu pecah, muncul Pecahan-pecahan Es yang menyebar ke segala arah.


"Sleb...".

__ADS_1


"Sleb...".


"Sleb...". Qian Qi yang kaget tidak sempat menghindar. Untuk pertama kalinya di arena Pertandingan, Qian Qi terkena serangan musuh dan berdarah.


"Waahhh...!!!". Penonton bersorak melihat serangan Wang Yi.


"Sudah cukup main-mainnya. Aku akan menunjukkan rasa sakit yang sebenarnya".


Berkat Qian Qi sering berendam di ramuan herbal sama seperti Sun Long, daya tahan tubuhnya ikut menjadi kuat.


Pecahan Es itu hanya menggores kulit luar Qian Qi. Tidak mampu menembus hingga ke dagingnya.


Qian Qi sendiri cukup terkejut dengan kekuatan daya tahan tubuhnya. Ia kira serangan Wang Yi akan menembus tubuhnya.


"Langkah Kilat. Wuzzz...!". Qian Qi bergerak dengan cepat mendekati Wang Yi.


"Tap...!". Qian Qi memegang wajah Wang Yi dengan tangan kirinya.


"Lapisan Es, Tebasan Pedang Salju". Wang Yi tidak tinggal diam. Ia mencoba memotong tangan Qian Qi yang berani menyentuh wajahnya.


Pedang Tingkat 8 kualitas tinggi, lebih baik dan jauh lebih mahal ketimbang pedang tingkat 8 biasa.


Pedang itu mampu menembus kulit dan daging Qian Qi, Namun tersangkut di bagian tulangnya.


"Cring...! Crack...!". Dari pedang Salju Wang Yi tiba-tiba mucul ledakan es yang merambat keluar. Sepertinya ini hasil dari teknik Lapisan Es yang digunakan Wang Yi.


"Hwahhh...! Pertandingannya begitu sengit". Para penonton kembali bersorak untuk Wang Yi.


Para bangsawan yang menonton bersorak karena pertandingannya memang seru. Namun bagi murid biasa, mereka bersorak karena takut dan pasrah. Hari-hari neraka mereka akan berlanjut seperti biasa.


"...". Beberapa saat kemudian semua orang terdiam. Mereka baru sadar Qian Qi tidak bergeming sedikit pun.


Qian Qi tidak melepaskan tangannya dari kepala Wang Yi. Bahkan Qian Qi tidak teriak kesakitan sama sekali. Mata Qian Qi menatap dingin ke arah Wang Yi.


Para penonton bahkan Tetua Yu Na ikut terkejut dengan kekuatan Qian Qi. Sekarang Qian Qi berubah seperti zombi sama seperti Wang Yi, namun dengan kesadaran yang masih utuh.

__ADS_1


"Petir Beserk...". Dengan memutus aliran listrik di sistem syarafnya. Qian Qi bisa meniadakan rasa sakit yang ia terima.


Qian Qi membuat teknik baru setelah berhasil mengalahkan Laba-laba Giok Raksasa Tingkat A waktu Sun Long memberikan ujian padanya.


"Sekarang giliranku... terimalah rasa sakit yang tidak pernah kamu bayangkan. Petir Penghukum".


"zzzttt...". Qian Qi membuat aliran petir kecil yang langsung dialirkan melalui ujung jari-jari tangan kirinya.


Wang Yi tidak merasakan apa pun sampai akhirnya, aliran petir kecil itu merambat masuk menuju sistem syaraf pusat Wang Yi.


"AAARRRKKK...!". Wang Yi tersadar dari pengaruh obat-obatan yang dikonsumsinya. Ia teriak kesakitan tak terkendali seraya menjatuhkan Pedang Saljunya. Tubuhnya kejang-kejang tak karuan menerima rasa sakit yang diberikan oleh Qian Qi.


Tubuh Wang Yi terasa seperti terbakar dan terkoyak secara bersamaan. Meski begitu tidak ada luka sama sekali di tubuhnya. semuanya hanya rasa sakit yang diatur oleh Qian Qi di dalam sistem syaraf pusat Wang Yi.


"AMPUN...!!!". Wang Yi menangis memohon ampun. Ia tak kuasa menahan rasa sakit yang diberikan oleh Qian Qi. Qian Qi pun melepaskan tangan kirinya dari wajah Wang Yi.


"Aku menye...". Alih-alih melepaskan Wang Yi. Qian Qi malah memindahkan posisi tangannya, mencengkram menutup mulut Wang Yi. Mencegahnya untuk menyerah.


"Petir Penghukum". Berbeda dengan yang tadi. Kini Qian Qi membuat Wang Yi merasa kedinginan.


Refleks Wang Yi memeluk tubuhnya untuk meredakan rasa dingin. Namun hal itu tidak berpengaruh sama sekali, karena semuanya hanya ada di sistem syaraf pusatnya. Wang Yi hanya bisa pasrah menggigil kedinginan.


"MMMmmm... mmm... m...". Berlahan-lahan suara Wang Yi yang meminta ampun mulai menghilang. Wang Yi pingsan tidak sadarkan diri.


"Cukup... Qian Qi peme...". Melihat Wang Yi yang pingsan Wasit hendak menghentikan pertandingannya.


"MMMMMM...!!!". Baru saja Wasit hendak membunyikan lonceng sambil mengumumkan pemenangnya. Qian Qi kembali menyadarkan Wang Yi.


Kali ini Wang Yi kembali kejang-kejang seperti di awal. Air mata sudah terbendung lagi mengalir dengan deras di wajah Wang Yi.


Pupil mata Wang Yi kini mengecil, seakan ia sudah gila dan kehilangan akal karena menerima rasa sakit yang tidak terbayangkan.


Tidak hanya Wang Yi. Qian Qi juga seperti kehilangan akal. Ia melimpahkan seluruh rasa kesalnya kepada Wang Yi.


Tidak ada rasa belas kasih sama sekali yang terpancar dari mata Qian Qi. Hanya ada tatapan kecewa yang tergambar dari matanya.

__ADS_1


Qian Qi kecewa melihat manusia bisa seburuk ini. Seakan Qian Qi melihat sisi buruk manusia yang tidak pernah terpikirkan olehnya.


__ADS_2