
Beberapa hari kemudian di perguruan Pedang Bulan.
"Terima kasih kepada Qian Qi, Mei Mei, Guan Ping dan Kai Yu. Berkat bantuan dari kalian, kami berhasil menyelamatkan para murid yang terperangkap di bawah jurang".
"Sebagai hadiah, kami memberikan tiket untuk masuk ke dalam menara Surgawi".
"Woahhh...". Para murid antusias bertepuk tangan.
Acara dilanjutkan sampai akhirnya ditutup dengan acara pembakaran dupa untuk murid yang gugur.
Qian Qi dan Mei Mei yang merupakan murid baru tidak tahu akan menara Surgawi. Mereka hanya mengikuti suasana dan terlihat senang.
Baru setelah acara selesai Qian Qi bertanya kepada Yu Na tentang menara Surgawi. Yu Na pun menjelaskan apa itu menara Surgawi kepada Qian Qi dan Mei Mei.
Ternyata menara Surgawi adalah tempat para ahli kultivasi tingkat tinggi bermeditasi menaikan tahapan mereka.
Biasanya mereka bermeditasi untuk menaikkan tingkat. dari tingkat 5 ke 6, 6 ke 7 dan seterusnya. Menaikkan tingkat memang jauh lebih sulit ketimbang menaikkan tahap. Karena itu mereka butuh bantuan dari luar salah satunya menara Surgawi.
Qian Qi dan Mei Mei merupakan murid baru pertama yang diperbolehkan masuk ke menara Surgawi. Biasanya hanya murid-murid senior yang diperbolehkan masuk.
Sistem menara Surgawi cukup unik. Total terdapat 100 lantai di menara Surgawi. Semakin tinggi melangkah akan semakin besar tekanan atau tarikan gravitasi ke bawah. Setiap 10 lantai ada tempat yang cukup luas untuk berkultivasi.
Orang yang masuk harus mengenali dirinya sendiri. Jangan sampai mereka berhenti di antara anak tangga yang tidak ada energi qinya sama sekali.
Mereka harus terus melangkah maju menaiki tangga menara yang berputar. Jika mereka mundur atau menyerah mereka akan ditarik keluar ruangan.
Tidak ada batas waktu yang ditentukan. Tapi biasanya para peserta menyerah dengan cepat, akibat tak kuasa menahan tekanan gravitasi secara terus menerus.
Rata-rata orang biasa akan menyerah dan kalah di lantai 30-an. hanya orang-orang hebat yang bisa melangkah jauh lebih tinggi lagi.
"Di mana menaranya Dewi Yu Na?".
"Menaranya ada di balik gerbang itu. Menaranya ada di dalam Gunung". Yu Na menunjuk sebuah gerbang dengan ukiran malaikat indah di pinggirnya.
Gerbang itu di jaga ketat oleh petugas yang memiliki ranah rata-rata Pagoda Tingkat 7 Tahap Awal.
Sepertinya menara ini merupakan senjata terkuat dari perguruan Pedang Bulan. Ini rahasia kehebatan murid-muridnya.
"Haaa... haaa... haaa... Kalau begitu ayo kita masuk. Kali ini aku tidak akan kalah". Mei Mei dengan sombong menyerahkan tiketnya ke petugas dan masuk begitu saja.
"Dewi Yu Na. Apa di dalam ada makanan?".
__ADS_1
"Tidak ada, di dalam tidak ada makanan. Tapi dengan tekanan yang sangat tinggi akan sulit untuk makan di dalam sana".
"Kalau begitu aku masuknya nanti saja. Aku mau masak dulu. Aku tidak akan pergi tanpa perbekalan".
"Terserah kamu saja Qian Qi. Yang penting aku sudah memperingatkan, akan susah untuk makan di dalam sana".
"Kalau kalian berdua bagaimana? Berangkat sekarang atau nanti?". Yu Na bertanya pada Guan Ping dan Kai Yu.
"Aku juga nanti Tetua. Aku butuh persiapan". Guan Ping mundur.
"Kesempatan ini cukup langka. Aku akan menggunakan tiket ini untuk naik ke Pagoda Tingkat 7. Jadi aku juga nanti Tetua".
"Baiklah, kalau begitu silakan bubar. Kembali ke tempatnya masing-masing".
"Tunggu Tetua Yu Na, Aku penasaran dengan Mei Mei. Aku akan menunggu di sini. Kira-kira sampai lantai berapa dan berapa lama dia bisa bertahan?". Zhen Ji penasaran.
"Mungkin dia akan sampai di lantai 80an. Dia akan bertahan selama beberapa hari jadi tidak ada gunanya menunggu sekarang".
"80an? Jangan bercanda Tetua Yu Na. Tidak mungkin Mei Mei setara dengan kami". Cai Wenji tersinggung.
"Kalau Mei Mei awal mungkin tidak akan bisa. Tapi aku sudah melatihnya sebaik mungkin. Kalau dia serius kemampuannya akan setara dengan kalian berdua".
"Bagaimana kalau kita taruhan. Jika Mei Mei bisa sampai ke lantai 80. Aku akan memberi 10% dana divisi Alkemis Bulan untuk divisi Penari Bulan. Kalau aku kalah sebaliknya". Cai Wenji menantang.
"Baiklah aku juga ikut. Bersiaplah Tetua Yu Na akan kehilangan 20% dana. Dana divisi Penari Bulan sudah sedikit. Kalau Tetua Yu Na kalah divisi Penari Bulan akan kacau".
"Hiaaa... haaa... haaa... Aku kaya". Yu Na tersenyum Licik.
"Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan memeriksanya secara langsung". Cai Wenji pergi masuk ke menara Surgawi.
"Aku juga ikut". Zhen Ji hendak pergi.
"Tunggu Zhen Ji. Sampaikan pesanku kepada Mei Mei. Dia harus serius minimal sampai lantai 90. Jika tidak aku akan memberi hukuman berat padanya".
"90...? Apa Tetua sudah gila?".
"Katakan saja padanya. Untuk membuatnya lebih semangat".
"Baiklah Tetua". Zhen Ji pergi.
"Kalau begitu kita juga bubar". Yu Na, Qian Qi, Guan Ping dan Kai Yu pergi ke tempatnya masing-masing.
__ADS_1
...
Di tempat yang lain.
"Ark...". Jin Xianyi bangun dari tidurnya.
"Jin...".
"Tuan Liu Long".
"Kutukan mu sudah hilang. Tapi kamu harus istirahat. Kamu baru tidur selama 10 menit". Sun Long tersenyum dan membelai lembut kepala Jin Xianyi.
"Haaa... Terima kasih Tuan". Jin Xianyi tidur kembali.
"Tok...! Tok...! Kapten. Kapten Dodo Fung sudah datang".
"Baik tunggu sebentar". Sun Long keluar menemui Dodo Fung.
Ketika Sun Long sampai di geladak kapal bangsa Jin terlihat takut dengan Armada kapal tempur Laskar Satu.
Bagaimana tidak kapal tempur raksasa dan prajurit-prajurit kuat terlihat mengerikan. Terutama aura perunggu Dodo Fung dan Aura merah Dewi Medusa.
Sementara itu Sun An, Dodo Yang dan Dodo Ho sudah berlarian bermain bersama.
"Kakak...". Dodo Fung dan Sun Long berpelukan.
"Medusa... Maafkan aku. Istriku memang sudah memberi kesempatan. Tapi aku tidak ingin menyakiti hatimu".
"Aku akan tetap menggunakan kesempatan yang tersedia".
Sepertinya sifat medusa hampir kembali normal. Ia tidak malu lagi.
"Kakak Sun Long". Bai Su dan Bai Zhe menghampiri.
"Bai Su, Bai Zhe. Tolong rawat mereka. Mereka bangsa Jin. Dari kekaisaran Jin".
"Baik Kak".
"Perkenalkan ini Jenderal Xin Sheng, Xin Cuan, Lian Shi dan Lian Pu. Sedangkan ini Medusa, adikku Dodo Fung, kedua istrinya Bai Su dan Bai Zhe". Bangsa Jin dan Armada Dodo Fung saling kenalan.
"Bagi mereka yang siap dan ingin bertarung silakan tinggal di sini. Bagi mereka yang tidak mampu silakan ikut bersama Bai Su dan Bai Zhe". Bangsa Jin disaring antara petarung dan orang biasa.
__ADS_1
"Baiklah sekarang acara sebenarnya akan dimulai".