
"Maksudku ceritakan benar-benar dari awal. Awal mula kamu sakit. Bukan awal mula kamu tahu itu kutukan".
"Saat itu... aku masih berumur 18 tahun. Aku baru naik ranah ke ranah Pagoda Tingkat 6 Tahap Awal. Kejadiannya tidak lama setelah Ayah menikah dengan Ibu tiriku".
"Ayah mengadakan pesta besar-besaran merayakan keberhasilanku. Aku berada di puncak terbaik kehidupanku. Putri Es terkuat dari kekaisaran Jin. Aku dijuluki anak ajaib oleh orang-orang".
"Tapi... Malam itu setelah pesta, terjadi sesuatu di dalam dunia Dantianku. Kristal Esku tiba-tiba saja retak. Aku tidak bisa mengendalikan energi qiku".
"Rasanya begitu dingin. Energi qiku mulai membuat tubuhku membeku dari dalam. Tidak butuh waktu lama Ayahku langsung memanggil seluruh tabib alkemis terbaik kekaisaran Jin untuk datang mengobati dantianku. Segala cara mereka coba namun tidak ada yang berhasil".
"Salah satu caranya adalah membuat formasi di... di situ. Ibu tiriku membawa seorang wanita tua yang baik hati. Dia yang menggambar simbol formasi ini. Tapi tetap tidak ada hasilnya. Sampai es mulai menjalar dari kakiku ke seluruh tubuh. 2 tahun kemudian Ayah meninggal karena stress dan akhirnya sekarang tahun ke tiga aku bisa bebas".
"Hhhmmm... Jadi awal mulanya karena dunia dantianmu. Apa sekarang kristalnya masih retak?".
"Saat Lian Shi menyiramkan Pil Pemecah Es kristal itu sempat mencair dan mengecil. Tapi tidak lama kemudian kristal itu kembali mengeras tanpa retakan di sisinya. Hingga akhirnya ia membesar dan kembali normal. Namun sayang. Aku tidak bisa mengalirkan energi qiku ke kristal karena lemas. Tidak ada sedikit pun energi qi yang tersisa".
Hhhmmm... Kisah klasik di buku dongeng. Tapi syukurlah jika dantiannya sudah kembali pulih. Sekarang tinggal Iblis bajingan itu.
"Hadeh... Kenapa tempat kutukannya di situ sih. Aku jadi susah mengobatinya. Buka bajumu dan berbaring lagi di kasur".
"Bu... Buka baju?".
"Bagaimana bisa aku mengobatimu, kalau kamu tidak buka baju. Prajurit boneka... Aku butuh 4 tipe petarung, sisanya tipe assassin amankan area sekitar".
"Siap Kapten".
"Tok... Tok... Ngikk... Permisi Kapten". 4 prajurit boneka tipe petarung masuk. Tubuhnya sangat besar sebesar tubuh Dodo Fung.
Untung saja kapal tempur Atlas memang di desain untuk Sun Long dan Dodo Fung. Kamar utamanya memang di buat sangat besar agar mereka berdua bisa cukup di satu kamar.
Meski prajurit boneka sudah ku sebar ke seluruh penjuru kekaisaran Jin, tapi aku belum menemukan tanda-tanda Iblis.
Simbol ini juga cukup asing dan berbeda dengan punyaku. Sebaiknya aku lebih waspada. Kekuatan Iblis tidak bisa ditentukan.
"Maaf Tuan Liu Long. Tuan memang berniat baik bersedia membantuku dan aku berterima kasih untuk itu. Tapi tubuhku bukan milikku seorang. Tubuhku milik kekaisaran Jin. Sebelum aku melepas seluruh bajuku. Aku harus memastikan dulu apakah Tuan bisa menyembuhkan ku atau tidak".
"Apa yang kamu katakan. Tabib-tabib alkemis yang kamu bilang tadi pasti sudah melihat tubuhmu. Kamu sendiri yang meminta aku untuk menyembuhkan mu. Lagi pula aku sudah pernah melihatnya".
"Tidak ada laki-laki yang pernah melihat tubuhku, selain ayahku saat aku kecil dan Tuan Liu Long yang melakukannya secara diam-diam dan tidak terhormat. Aku memang meminta untuk diobati dan bersedia melakukan apa saja demi bangsaku. Tapi aku tidak bodoh, aku perlu bukti".
__ADS_1
"Baiklah aku minta maaf. Aku melakukannya tanpa izin".
"Aku juga minta maaf Jin Xianyi. Aku terlalu panik. Aku membiarkan Tuan Liu Long melihatmu".
"Yang lalu biarlah berlalu. Yang penting jangan terulang kembali. Aku tidak tahu ini sebenarnya kutukan apa. Tapi Tuan Liu Long mengklaim ini kutukan iblis. Buktikan jika Tuan Liu Long tahu tentang kutukan Iblis".
"Tu... Tuan...". Wajah angkuh Jin Xianyi mulai berubah. Wajah Jin Xianyi dan Lian Shi langsung merah merona melihat Sun Long berlahan-lahan membuka bajunya.
"Ini buktinya". Sun Long menunjukkan kutukan Iblis miliknya yang berada di bawah leher.
"Tu... Tuan... Maafkan aku. Aku tidak tahu kalau Tuan juga terkena kutukan".
"Kutukanku berbeda dengan milikmu. Jika aku menginjakkan kaki di tempat tertentu gerombolan Iblis akan muncul tanpa henti, tidak hanya itu kutukan ini juga menyebabkan efek-efek menyakitkan yang lainnya. Aku sengaja tidak menyembuhkan kutukanku meski aku bisa melakukannya. Aku butuh batu qi Iblis dan hal-hal lainnya".
"Baiklah Tuan aku percaya". Jin Xianyi mulai berbaring dan membuka pakaiannya. Sementara Sun Long bersiap-siap.
"Tuan Liu Long". Lian Shi menyadarkan Sun Long yang termenung melihat tubuh indah Jin Xianyi.
Tu... Tuan Liu Long. Syukurlah kalau Tuan menyukai tubuhku. Eeehhh... Sadar Jin Xianyi kamu adalah Seorang Putri. Jin Xianyi menutup tubuhnya dengan tangan.
Maaf Tuan. Tuan harus menunggu sampai kita menikah nanti. Baru Tuan bebas melakukan apa saja. Jin Xianyi tersenyum menatap Sun Long.
Dasar... Tuan Liu Long. Wajah Jin Xianyi merah merona.
"Baiklah aku sudah memikirkannya. Sekarang waktunya menutup jalur dantianmu dengan jarum akupuntur". Wajah Jin Xianyi kembali ketakutan.
"Aduh...".
"Tahan jangan banyak bergerak. Tenang saja, berlahan-lahan rasa sakitnya akan hilang".
"Mmm...".
"Mmm...".
"Mymm...".
Rasanya mulai aneh.
"Aaahhh...".
__ADS_1
"Aaahhh...".
"Aaahhh...".
Kenapa semakin ditusuk tubuhku semakin tegang.
Jin Xianyi... Lian Shi yang melihatnya ikutan merah merona.
"AAAHHH...". Jin Xianyi bergerak menegang ketika Sun Long menyentuh titik terakhir.
"Sudah kubilang jangan bergerak. Hal ini bisa jadi berbahaya kalau salah tusuk".
"...". Jin Xianyi tidak menjawab. Ia terlalu lemas untuk sekedar menjawab Sun Long.
"Hhyymm... AAAHHH...". Sun Long langsung menusukkan jarum terakhir dengan cepat. Tubuh Jin Xianyi menegang tak karuan. Dengan sigap Sun Long langsung menahan tubuhnya.
Aaahhh... Mmm... Aku sudah tidak tahan lagi. Air mata Jin Xianyi mengalir seraya dirinya ngompol di atas kasur.
"Lian Shi".
"Baik Tuan".
"Pelan-pelan dan hati-hati jangan sampai jarumnya tersentuh". Sun Long keluar kamar utama.
"Sudahlah Jin Xianyi... Jangan menangis terus. Kamukan sedang sakit jadi hal seperti ini wajar terjadi". Lian Shi mengganti rok Jin Xianyi dan membereskan semuanya.
"Tidak boleh. Aku seorang Putri dari kekaisaran Jin. Kekaisaran yang besar. Aku tidak boleh selemah ini".
"Sudahlah, kamu bukan seorang putri di mataku. Kamu adalah sahabat terbaikku".
"Lian Shi...".
"Tidak apa-apa. Putri juga seorang manusia. Tidak mungkin tubuhmu bisa menahan serangan Tuan Liu Long. Lihat nih... Bulu kudukku ikutan berdiri melihat dan mendengarmu kejang seperti itu".
"Dengan ini berarti, tubuhku sudah tidak suci lagi". Jin Xianyi kembali sedih.
"Tentu saja masih suci. Tidak perlu khawatir. Yang perlu kamu pikirkan hanyalah kesembuhanmu. Pengobatannya belum selesai, kamu harus kuat". Jin Xianyi mengangguk.
Lian Shi, kamu adalah sahabat terbaikku...
__ADS_1