Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 75 - Ujian untuk Qian Qi


__ADS_3

Sun Long kembali menjelaskan rencananya. Qian Qi akan masuk ke perguruan Pedang Bulan dan bergabung ke divisi Penari Bulan. Namun masalah utamanya belum terpecahkan. Tentang bagaimana caranya Qian Qi masuk sebagai perwakilan perguruan Pedang Bulan tanpa menimbulkan banyak masalah.


“Ada apa Hubby? Kenapa diam saja? Lanjutkan lagi pembahasan rencananya”. Qian Qi dan Sun An menunggu Sun Long.


“Sweety masih sangat muda. Tidak perlu fokus pada rencana. Semua rencana yang aku pikirkan tidak bisa membuat Sweety menikmati masa muda. Aku tarik semua rencanaku. Sweety bebas memilih caranya sendiri. Aku hanya minta satu hal padamu. Sweety harus menikmati masa muda. Sweety harus bahagia berlatih di perguruan nanti. Terlepas masalah yang akan datang. Aku dan yang lain akan siap membantu”. Sun Long tertampar melihat mata Qian Qi.


“Aku setuju dengan Ayah”.


“Hubby… Tidak apa-apa aku tidak perlu baha…”. Sun Long tiba-tiba saja berdiri dan mencium Qian Qi. Sun An yang kaget sontak menutup matanya. Meski begitu jari mungilnya masih menyisakan sedikit celah.


“Maafkan aku Sweety. Aku baru menyadari betapa mudanya dirimu. Tubuhmu terlalu sempurna untuk usia belia”. Sun Long memeluk erat Qian Qi seakan ia merasa bersalah.


“Hubby… Mengejekku atau memujiku? Tidak perlu meminta maaf seperti itu Hubby. Hubby juga masih muda. Kita sama-sama harus bahagia. Termasuk kamu Sun An kamu juga harus bahagia”.


“Iya Bu”.


Sun Long menatap kembali Qian Qi. Ia menciumnya lagi. Beberapa saat kemudian Sun Long masih belum mau melepaskan Qian Qi. Qian Qi terpaksa mendorongnya agar Sun Long sadar.


“Hubby sudah cukup. Kasihan Sun An dari tadi menutup matanya. Nanti saja kita lanjut”.


“Maaf Sun An”.


“Ayah dan Ibu menjijikan”.


“Kembali ke topik bahasan. Aku tetap akan mengikuti rencana Hubby dan menjadi murid Nenek Yu Na. Hanya saja bagaimana caranya aku akan lihat nanti. Seperti permintaan Hubby aku akan menikmati masa-masa sekolahku ”.


“Terima kasih Sweety. Tapi jangan lupa kamu harus jaga diri dan selalu waspada”.

__ADS_1


“Baik Hubby”.


“Tapi sebelum pergi. Aku ingin mengujimu sekali lagi Sweety. Agar aku dan Sun An bisa yakin dan tenang”.


“Baik Hubby. Apa ujiannya?”.


“Sweety harus bisa mengalahkan monster dengan Ranah Pagoda Tingkat 7 Tahap Akhir dan memproses bagian-bagian tubuhnya”.


“Tenang saja Hubby aku pasti bisa mengalahkannya. Bahkan yang lebih kuat sekali pun aku masih benari melawannya. Berkat peralatan dan bantuan dari Hubby aku bisa sekuat ini”.


“Tidak boleh yang lebih kuat atau yang lebih lemah. Harus pas ranah Pagoda Tingkat 7 Tahap Akhir. Cara pengolahan tubuhnya juga harus rapih dan bersih”.


“Hi…hi…hi… Kalau seperti itu akan cukup sulit untuk menyelesaikannya”. Sun An tertawa.


“Waduh harus pas. Monster diranah itu biasanya bersembunyi untuk menaikkan tingkat kultivasi mereka. Jalan menuju ranah Pagoda Tingkat 8 cukup sulit”.


“Aku kira bisa mengalahkan yang lebih kuat. Kalau yang lebih kuatkan mudah dicari, tinggal menuju pusat Surga Hitam ada banyak monster kuat di sana. Ujian dari Hubby memang tidak pernah mudah. Baiklah Hubby aku menerimanya. Aku akan berangkat setelah beres-beres rumah”.


“Ayah aku juga ingin ikut melihat Ibu”.


“Tentu saja kita akan ikut Sun An. Ayah juga ingin melihat Ibu”.


“Jangan samakan cara melihatmu dengan Sun An Hubby. Dasar Mesum”. Sun Long tidak kuasa melihat aset Qian Qi.


Mata hari mulai meninggi. Qian Qi bisa menyelesaikan kewajibannya lebih cepat dari biasanya. Ini semua berkat Sun Long dan Sun An yang sigap membantu dirinya. Setelah bersiap-siap Sun Long, Qian Qi dan Sun An berangkat untuk melawan Monster.


Sun Long tidak memberi petunjuk apa pun untuk Qian Qi. Kali ini Qian Qi harus menyelesaikan ujiannya sendiri. Karena tidak memiliki petunjuk sama sekali Qian Qi hendak mengikuti instingnya.

__ADS_1


Namun Qian Qi tidak bisa selamanya mengandalkan insting, meski instingnya sering kali benar. Ia memutuskan untuk lebih tenang dan mulai berpikir keras. Selama 5 tahun ia tinggal di rumah ini. Sisi barat merupakan sisi yang paling sering di serang.


Maka dari itu Qian Qi memutuskan untuk pergi ke arah barat berharap ada monster yang sesuai dengan kriteria ujiannya. Setelah beberapa menit berjalan muncul seekor katak raksasa. Lebih tepatnya Katak Bercak Merah ranahnya Pagoda Tingkat 6 tahap menengah. Meski tidak sesuai kriteria yang diberikan namun katak ini cocok sebagai alat pemanasan.


“Letusan Petir!”. Qian Qi memusatkan energi petir pada jari telunjuknya. Kemudian ia menembakkan petir dari telunjuknya ke arah katak itu.


“Zzzttt…”. Petir melesat dengan cepat. Meski ukurannya kecil tapi petir itu mampu menembus kulit katak yang lentur dan kenyal. Tidak lama kemudian katak itu terdiam dan mati.


“Lah… Mati? Aku baru mau menyerangnya lagi”. Qian Qi bingung dengan kekuatannya sendiri.


“Tentu saja dia mati kamu menembak tepat di jantungnya”.


“Eee… Aku bahkan tidak membidiknya tadi. Niatnya asal tembak untuk menguji kekuatanku. Katak yang malang ia sangat sial”.


“Itu  bukan masalah keberuntungan Sweety. Aku melatihmu membidik ke arah organ vital monster. Meski Sweety hanya menembak baja tapi bajanya aku susun menyerupai posisi-posisi organ vital monster. Sweety memang tidak memikirkannya tapi tubuhmu mengingatnya. Sweety punya kekuatan besar sekarang, Sweety harus lebih bertanggung jawab. Bidik dulu sebelum menembak. Setiap langkah itu penting jangan dilewat-lewat”.


“Baik Hubby”. Qian Qi terlihat lesu baru juga mulai sudah di marahi.


“Bersihkan dan ambil organ-organ penting dari katak itu Sweety”.


“Baik Hubby”. Qian Qi menguliti, memotong dan mengambil batu Qi dari mayat Katak Bercak Merah. Cukup lama Qian Qi melakukannya, ia tetap harus hati-hati. Meski kataknya sudah mati, tapi racunnya masih ada.


Setelah selesai dengan Katak Bercak Merah, mereka bertiga melanjutkan kembali perjalanannya. Tidak lama kemudian mereka menemukan segerombolan Monster. Dari warnanya yang hijau mengkilap sudah bisa dipastikan gerombolan  monster itu merupakan Laba-laba Giok.


Terdapat tiga Laba-laba Giok yang memiliki tingkat kultivasi rendah di depan mulut gua. Mereka hanya penjaga tingkat rendah dengan mudahnya Qian Qi menghabisi mereka semua.


Melihat gerak-gerik ketiga Laba-laba Giok. Qian Qi yakin di dalam gua itu ada Laba-laba Giok yang memiliki ranah Pagoda Tingkat 7 tahap Akhir. Pasalnya ketiga penjaga itu tidak ada satu pun yang bergerak bebas. Mereka rapat bersatu melindungi mulut Gua.

__ADS_1


Qian Qi berhenti sejenak ia memikirkan sebuah rencana untuk menghadapi Gerombolan Laba-laba Giok yang ada di dalam Gua. Akhirnya ia mendapatkan sebuah ide yang patut dicoba. Memanfaatkan kekuatan Laba-laba Giok untuk menyerang diri mereka sendiri.


__ADS_2