Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 70 - Membantu Bangsa Ular


__ADS_3

Dodo Fung melihat bangsa ular satu per satu. Kebanyakan dari mereka masih terlalu muda untuk menjalani kehidupan yang keras ini. Yang paling tua hanyalah Dewi Medusa yang berusia 20 tahun , Bai Su dan Bai Zhe yang berusia 17 tahun dan sisanya hanya anak-anak berusia 15 sampai 10 tahun.


Tiga Belas bangsa ular wanita dan akan terus bertambah. Mata mereka yang mulai meredup. Ketakutan tampak jelas terlukis di wajah mereka. Meski panas terik seperti ini tapi dunia mereka tampak gelap gulita.


Aku sudah mengajukan diri. Aku harus bertanggung jawab atas mereka semua. Seorang laki-laki harus menepati kata-katanya. Aku harus membulatkan tekat untuk membantu bangsa ular.


Sudah banyak orang yang membantuku sampai sejauh ini. Kini giliranku untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Aku pernah ada di posisi mereka, aku hanya bisa meringkuk bersembunyi di balik punggung Ibu, Kakak Sun Long, Kakak Luo Meilin dan yang lainnya.


“Kalian berbarislah”. Mendengar perintah Dodo Fung, bangsa ular segera berbaris.


“Siap… Grak!”. Mendengar aba-aba dari Dodo Fung, Dewi Medusa segera bersiap. Bangsa ular lainnya hanya bisa mengikuti gerakan Dewi Medusa dengan kikuk.


“Berhitung dari kiri ke kanan. Grak!”.


“Satu… Dua…”.


“Salah! Ulangi…”.


“Satu… Dua…”.


“Salah! Ulangi…”. Proses menghitung selalu salah dan diulang beberapa kali. Mereka semua dibuat bingung karenanya. Dodo Fung menerapkan teknik ajaran militer milik Sun Long kepada bangsa ular.


“Kalian benar-benar tidak memiliki harapan. Berhitung saja masih salah terus. Sudah setengah jam kita di sini tidak ada kemajuan sama sekali”. Bangsa ular ketakutan melihat Dodo Fung yang marah.


“Maaf Tuan Dodo Fung. Habis angka satu kan seharusnya memang angka dua”. Bahkan Dewi Medusa dibuat bingung karenanya.


“Kamu harusnya malu. Kamukan seorang Ratu menghitung saja tidak becus”.


“Jangan salahkan Ratu kami. Tuan Dodo Fung saja yang bodoh”. Teriak salah seorang bangsa ular. Dodo Fung pun menghampirinya. Bangsa ular itu terlihat masih kecil bahkan ia yang paling muda baru berusia 10 tahun.


Melihat Dodo Fung menghampiri anak bangsa ular dengan wajah marah, membuat bangsa ular yang lain memberanikan diri melindungi anak itu. Dewi Medusa, Bai Su bahkan Bai Zhe juga ikut melawan.


“Begitu baru benar. Ketika satu tersinggung semuanya harus tersinggung. Kalau satu terancam semuanya harus melawan. Kembali berbaris dan bersiap”. Dodo Fung tersenyum gembira.

__ADS_1


Bangsa ular kembali berbaris. Kali ini posisinya di tukar yang paling kiri Dewi Medusa, kemudian Bai Su, Bai Zhe dan seterusnya. Tampaknya Dewi Medusa, Bai Su dan Bai Zhe mulai mengerti maksud dari latihan Dodo Fung.


“Berhitung!”.


“Satu”. Dewi Medusa.


“Satu”. Bai Su.


“Satu”. Bai Zhe.


“Satu”.


“Satu”. Dan seterusnya menyebut angka satu.


“Begitu baru benar. Kalian semua bukanlah individu. Kalian adalah satu bangsa. Ingat itu baik-baik. Mulai sekarang kalian tidak berjuang untuk diri sendiri, melainkan untuk bangsa kalian. Tepuk tangan untuk kalian semua”. Dodo Fung, prajurit boneka dan seluruh bangsa ular bertepuk tangan. Mereka menyambut sebuah bangsa yang bersatu kembali.


“Sekarang kalian semua sudah cukup kuat karena kalian adalah satu bangsa. Aku akan menitipkan sebuah boneka untuk kalian masing-masing. Boneka ini sangat berharga bagiku. Kalian semua harus membawanya kemana pun kalian pergi dan kalian harus mengembalikan boneka itu kepadaku. Tapi kalian hanya boleh mengembalikannya ketika sudah berada di Ranah Pagoda Tingkat 5 Tahap Awal. Jika kalian tidak mengembalikannya aku akan menghantui kalian setiap hari untuk menaikkan Ranah kalian”.


Bangsa Ular menerima boneka itu dengan wajah bingung. Namun mereka hanya bisa mematuhi segala perintah Dodo Fung. Beberapa dari mereka bahkan tidak yakin akan mampu mencapai Ranah Pagoda Tingkat 5 Tahap Awal.


Setelah selesai membagikan boneka. Dodo Fung menyuruh mereka berkultivasi menyerap energi qi dari batu qi. Kali ini Dodo Fung dan Dewi Medusa tidak tinggal diam. Mereka berdua memeriksa bangsa ular satu persatu.


“Bai Zhe kenapa energi qimu tidak stabil?”.


“Ma… Maaf Tuan… Aku tidak bisa berkonsentrasi jika Tuan menatapku terus”.


“Apa wajahku seseram itu?”.


“Tidak Tuan”.


“Terus kenapa jadi tidak stabil?”.


“Ja… Jantungku berdebar terlalu cepat. Tuan membuatku grogi”.

__ADS_1


“Yasudah kalau begitu aku tidak akan mengganggumu lagi”. Dodo Fung melanjutkan langkahnya.


“Kalau kamu Bai Su kenapa energi qimu tidak stabil?”.


“Sama Tuan. Jantungku juga berdebar terlalu cepat”.


“Kalau Bai Zhe aku bisa maklum, karena ia mengaku mencintaiku. Kalau kamu kenapa Bai Su?”.


“Sama Tuan Aku juga mencintaimu”.


“Hhhmmm… Kamu tidak boleh mencintaiku Bai Su. Aku sudah berjanji akan menikahi Bai Zhe”.


“Maaf Tuan. Tapi Bai Zhe telah mengizinkanku. Jika Tuan berkenan, kami berdua akan menikahimu secara bersamaan”.


“Maaf Tuan Dodo Fung. Sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas itu. Sebaiknya kita tukar tempat dulu. Tuan Mengawasi bagian sini dan aku akan mengawasi bagian sana”. Dewi Medusa menyela.


“Kamu benar. Sekarang waktunya latihan mari kita fokus dulu”. Dodo Fung dan Dewi Medusa bertukar tempat.


Setelah bertukar tempat, latihan menjadi lancar tanpa kendala. Latihan kali ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Banyak dari mereka yang naik tingkat. Dodo Fung dan Dewi Medusa memang harus memantau latihan bangsa ular untuk hasil yang lebih baik.



Sementara itu di rumah Sun Long.


Sun Long dan Qian Qi menerima kiriman Jiwa Baja dari Dodo Fung. Sun Long segera mempersiapkan emblem Alkemis yang baru untuk Dodo Fung. Dodo Fung sudah naik tingkat menjadi Alkemis tingkat 7. Namun kesenangan itu tidak bertahan lama.


Wajah Sun Long berubah menjadi masam ketika membaca surat yang menyertai Jiwa Baja. Ia salah perhitungan mengenai tugas yang ia berikan. Ia tidak menyangka Dodo Fung akan meminta bantuan bangsa ular untuk mengambil Jiwa Bajanya.


Sudah benar Dodo Fung memecahkan misteri tentang perpindahan pusat qi Beruang Eternal. Tapi langkah selanjutnya yang keliru karena misinya kurang lengkap. Seharusnya Dodo Fung menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan dari bangsa ular.


Seharusnya Dodo Fung membuat pil tingkat 6 yakni Pil Penyamar Dantian untuk menurunkan energi qinya baru memotong Jiwa Baja itu. Seharusnya Sun Long melengkapi misinya dengan kata-kata sendirian.


Sun Long pun harus bersabar dan mengalah. Karena ini murni kesalahannya. Dodo Fung tidak melanggar peraturan tugas yang telah dibuat oleh Sun Long. Meski begitu Sun Long mengirim surat lanjutan dan meminta Dodo Fung untuk mengirimkan bahan-bahan dan tata cara membuat Pil Penyamar Dantian kepada Sun Long.

__ADS_1


__ADS_2