
Keesokan harinya.
"Sudah Guan Ping, Kai Yu kalian berdua sudah tampan". Zhen Ji menegur Guan Ping dan Kai Yu yang sibuk merapikan rambut mereka.
"Dasar anak muda. Kita ke sini bukan untuk melamar, melainkan melaporkan serangan monster".
Akibat dimarahi Zhen Ji dan Cai Wenji, Guan Ping dan Kai Yu terpaksa diam. Mereka berdua tidak percaya diri ketika berhadapan dengan Qian Qi. Meski mereka berdua dinobatkan sebagai pria tertampan di perguruan Pedang Bulan.
Sesampainya di divisi Penari Bulan. Guan Ping, Kai Yu, Zhen Ji dan Cai Wenji disambut dengan teriakan para gadis yang menggila.
"AAAaaa... Tuan Guan Ping".
"AAAaaa... Tuan Kai Yu".
Para wanita langsung berkumpul menghalangi jalan. Karena merasa terganggu Zhen Ji dan Cai Wenji marah mengeluarkan aura qinya yang sama-sama berada di ranah Pagoda Tingkat 7 Tahap Menengah.
Aura Qi menakutkan dari Zhen Ji dan Cai Wenji membubarkan para wanita. Mereka tidak berani mendekat lagi, tapi tetap mereka mengikuti dari kejauhan.
Tidak hanya membubarkan para wanita. Aura qi Zhen Ji dan Cai Wenji juga membangunkan Yu Na yang sedang tertidur pulas.
Ada apa lagi ini? Aku mencium hal yang merepotkan. Sudah Tua begini masih saja banyak cobaan yang menerpaku.
"Tok... Tok... Tetua Yu Na".
"Iya sebentar".
"Qian Qi...". Yu Na membangunkan Qian Qi.
"Hhhyyymmm...".
Dasar Cucu tidak tahu diri. Sudah maksa nginep, susah dibangunin pula. Yu Na memaksa membangunkan Qian Qi dengan percikan air dari kekuatan kultivasinya.
"Hhhmmm... Ada apa Dewi".
"Cepat bangun. Pakai penutup wajahmu ada tamu di luar".
"Iya...". Qian Qi pun merapihkan pakaiannya dan memasukan Qilin yang masih tertidur pulas.
__ADS_1
"Klik... Ngikkk... Ada apa? Pagi-pagi begini kalian sudah berkumpul di sini". Yu Na membuka pintu.
"Lapor Tetua. Ada monster Byson Es yang mengamuk di Gunung Langit".
"Monster... Apa ranahnya?".
"Ranahnya Pagoda Tingkat 7 Tahap Akhir. Monster Byson Sendiri tergolong dalam tingkatan monster kelas B".
"Kelas B ya. Kalau begitu tidak bisa diajak berbicara. Hhhmmm... Ada apa dengan kedua bocah itu? kenapa mereka nyengir-nyengir sendiri. Mengganggu konsentrasiku saja".
"Maaf Tetua". Guan Ping dan Kai Yu jadi salah tingkah karena ketahuan memandangi Qian Qi.
Guan Ping dan Kai Yu memang sudah tahu bahwa Qian Qi menginap di tempat Yu Na. Setelah Kai Yu melihat tarian indah Qian Qi dan Mei Mei. Mereka berdua memata-matai Qian Qi seharian penuh.
Mendengar Zhen Ji dan Cai Wenji hendak menemui Yu Na, Guan Ping dan Kai Yu memaksa ingin ikut.
Kedua bocah ini sepertinya mereka belum tahu bahwa Qian Qi sudah menikah. Menarik... Aku tidak sabar ingin melihat ekspresi mereka berdua ketika tahu bahwa Qian Qi sudah ada yang punya.
"Sepertinya aku harus memeriksanya secara langsung. Kalau begitu ayo kita pergi ke gunung Langit. Qian Qi panggil Mei Mei kalian berdua ikut".
"Baik Dewi". Qian Qi pergi memanggil Mei Mei.
"Tidak apa-apa. Ada kita bertiga sebagai Tetua. Lagi pula Qian Qi adalah Cucuku. Hanya masalah waktu sebelum dia naik ke puncak".
"Baiklah kalau begitu". Zhen Ji dan Cai Wenji agak tersinggung. Bagaimana mungkin Qian Qi anak baru yang berasal dari entah beranta bisa mengalahkan jagoan mereka berdua. Guan Ping dan Kai Yu.
Setelah Qian Qi memanggil Mei Mei, mereka semua langsung berangkat ke benteng pusat gunung Langit.
Sesampainya di benteng pusat gunung Langit. Terlihat ada banyak orang yang sudah berkumpul. Ada sekitar lima puluhan orang lebih yang sudah berkumpul.
Rombongan Yu Na langsung naik ke atas benteng untuk memeriksa monster Byson Es. Benteng pusat terlihat begitu besar dan kokoh meski tertutupi gumpalan salju.
Meski usia benteng pusat sudah berusia ratusan tahun, tapi pondasinya masih kokoh. Petugas hanya perlu memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil tanpa khawatir benteng pusat akan roboh.
Sesampainya di atas tembok benteng pusat. Mereka bisa melihat pemandangan indah di sisi selatan gunung Langit.
Benteng pusat memang berbentuk cincin mengelilingi tengah gunung Langit. Karena mereka ada di sisi selatan jadi yang terlihat hanya bagian selatannya saja. Jika mereka melihat ke arah utara, mereka hanya bisa melihat gunung Langit yang mengerikan dengan gumpalan awan badai yang menutupinya.
__ADS_1
Seperti biasa mereka berkumpul untuk merebut batu qi. Batu qi Pagoda Tingkat 7 Tahap Akhir datang sendiri. Ini merupakan kejadian langka. Biasanya mereka harus melakukan ekspedisi yang sangat sulit untuk mendapatkannya. Yu Na melihat sekeliling.
Mereka menunggu perintah misi untuk bergerak. Tidak ada bagian berharga dari Byson Es selain batu qinya. Tanduk, daging, bulu dan kulitnya memang laku dijual. Tapi harganya tidak seberapa. Sementara murid berperingkat tinggi rata-rata adalah keturunan bangsawan dan saudagar kaya.
Mereka tidak butuh uang, yang mereka butuhkan adalah point untuk ditukar dengan hal-hal berharga. Begitu aku menentukan nilainya mereka pasti langsung bergerak.
"Mooo...". Byson Es muncul dari kejauhan.
Byson Es itu berlari menjauh dari orang-orang yang ada di belakangnya. Byson Es itu terhimpit di antara orang-orang yang menahannya dan benteng pusat.
Mereka tidak akan membiarkan Byson Es ini kabur. Kasihan sekali. Yu Na merasa iba melihat Byson Es.
"Bagaimana menurutmu Qian Qi?".
"Sepertinya lebih enak dibuat rendang dan steak. Kulitnya juga akan gurih jika dibuat kerupuk. Aku harus menahan diri. Kalau tidak bisa gawat. Mei Mei...". Qian Qi menyenggol Mei Mei yang hanyut dalam imajinasinya.
"Maaf Nyonya aku belum sarapan".
Bodohnya aku... Aku lupa Qian Qi dan Mei Mei berasal dari Surga Hitam. Tentu saja mereka akan memikirkan tentang makanan ketika melihat monster.
"Bukkk...! Bukkk...! Makan terus yang kalian pikirkan". Yu Na menjitak kepala Qian Qi dan Mei Mei.
"Aduh...!".
"Qian Qi dan Mei Mei... Mereka berdua tidak takut sama sekali. Aku saja, salah satu Tetua merasa khawatir". Zhen Ji berbisik.
"Sepertinya kita harus lebih ketat memantau mereka berdua". Cai Wenji ikut khawatir.
"Serius Qian Qi. Jadi apa pendapatmu".
"Meski Byson Es merupakan Monster kelas B dan tidak bisa berbicara, bukan berarti ia monster yang bodoh. Sebaliknya ia merupakan monster yang sering dimangsa, tapi ranahnya bisa setinggi itu. Sudah pasti Byson Es itu merupakan monster yang cerdas".
"Kalau begitu untuk apa dia ke sini? Bukankah itu sama saja dengan bunuh diri?". Zhen Ji penasaran.
"Monster itu tidak menyerang sama sekali. Tembok masih utuh, tumpukan salju masih rapih. Tidak ada tanda-tanda perlawanan sama sekali. Monster itu hanya berlari ke sana kemari menggiring orang".
"Untuk apa dia melakukannya Qian Qi?". Cai Wenji ikut penasaran.
__ADS_1
"Ia mencari orang untuk membantunya. Monster Byson Es itu butuh bantuan".
"Bantuan...???". Mereka semua kaget mendengarnya.