Bos Galak Idamanku

Bos Galak Idamanku
Peresmian Pembukaan Pulau Siran (End)


__ADS_3

Malam yang sudah sejak lama dinanti oleh Sid tiba, hari ulang tahun wanita yang sangat ia cintai. Kirana, sekaligus peresmian pulau terpencil yang diberi nama pulau Siran.


Diberi nama seperti itu, karena pulau itu saksi dipertemukannya lagi Sid dan Kiran. Saksi perjuangan hidup Kiran selama mengandung Kal.


"Ayo, bersiaplah." Ucap Sid. Kiran mengangguk, lalu Sid keluar dari kamar dengan membawa Kal juga yang sudah berpakaian rapi.


Sudah tiga hari ketiganya beserta keluarga besarnya berada di pulau Siran, pulau terpencil yang menjadi tempat tinggal Kiran sewaktu mereka terpisah.


Setelah selesai bersiap-siap, Kiran keluar. Di lobi hotel tampak semua sudah menunggunya.


"Ayo, kita pergi sekarang. Acaranya dimulai jam sembilan, sekarang sudah jam tujuh sedangkan perjalanan menempuh waktu satu jam untuk ke tempat acara peresmian pembukaan." Semua mengangguk, lalu memasuki kapal laut yang sudah disiapkan.


Satu jam menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di lokasi peresmian, desain dibuat seindah mungkin untuk para petinggi perusahaan yang ikut hadir dalam acara tersebut.


"Ya, pemimpin perusahaan sekaligus pemilik pulau Siran beserta keluarga besarnya sudah tiba, mari kita mulai acara ini langsung." Pemandu acara memulai acaranya.


"Sebelum pulau ini diresmikan pembukaannya, mari kita dengarkan kata-kata sambutan yang akan disampaikan oleh Tuan Slaven Adeva Rafandi dan juga Tuan Siddharth Adeva Rafandi selaku pemilik perusahaan terbesar yaitu SAR-E Group sekaligus pemilik proyek pulau Siran." Semua bertepuk tangan ketika nama ayah Deva dan Sid di panggil.


Bersamaan ayah Deva dan Sid menaiki panggung, sambutan dimulai oleh ayah Deva terlebih dahulu.


"Terima kasih, untuk semua yang sudah hadir dan berpartisipasi di acara ini. Semua tidak akan terjadi bila tanpa izin sang Maha Kuasa, begitu juga dengan proyek pulau ini. Aku mengucap syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Tuhan. Tentunya, semua ini tak luput dari kerja keras putraku, Siddharth Adeva Rafandi yang telah berusaha melancarkan proyek yang sempat tertunda hampir sepuluh tahun ini." Ayah Deva merangkul Sid.


"Pak, apa yang membuat anda menamai pulau ini dengan pulau Siran?" Tanya pemandu acara pada ayah Deva.


"Untuk itu, hanya Siddharth yang mengetahui jawabannya." Ayah Deva memberikan alat pengeras suara pada Sid.


"Terima kasih. Semua berkat doa dari keluargaku juga, terutama ayahku yang selalu membantuku dalam menangani proyek ini. Untuk nama pulau ini, aku memberi nama pulau Siran karena itu adalah nama putra pertamaku, Siran Kallandra Adeva Rafandi. Yang paling utama, singkatan dari namaku dan nama istriku. Si-Ran yang berarti Siddharth dan Kiranan." dari tempat duduknya Kiran tersenyum sumringah, kebahagiaannya sudah tak dapat digambarkan lagi dengan kata-kata.


"Tempat ini memiliki kenangan tersendiri diantara kami, pahitnya perjuangan kami dalam bersatu akibat terpisah karena insiden besar pulau ini saksinya. Saksi dipertemukannya kami lagi, saksi hebatnya perjuangan seorang Kirana Putri Farella Adiwijaya dalam menjalani hidupnya yang pahit ketika mengandung Siran, bagiku dia adalah wanita yang terhebat dan istimewa kedua dalam hidupku setelah sosok wanita bergelar ibu yang telah melahirkanku." Sambung Sid.


Semua terharu mendengar penuturannya. Semua orang juga tahu betapa pahitnya dan kerasnya kehidupan cinta yang dialami Sid.


"Wow, tuan! Sungguh luar biasa kehidupan cinta anda dan juga tuan Adeva. Semoga setelah ini kalian akan terus berbahagia tanpa adanya pengganggu lagi yang mencoba menghancurkan atau memisahkan kalian lagi. Terutama untuk tuan Adeva, semoga anda dan nyonya Aisha bisa terua bersama sampai maut yang memisahkan."


"Terima kasih." Ucap ayah Deva dan Sid.


"Sekarang mari kita mulai peresmian pembukaan pulau Siran. Siapa yang akan menggunting tali ini?" Ayah Deva dan Sid saling melirik, lalu Sid turun dari panggung dan kembali dengan membawa ibu Aisha, Kiran, dan juga Kal.


"Sesuai namanya, maka cucuku Siran yang akan mengguntingnya dibantu oleh Kirana dan Siddharth." Ayah Deva mempersilahkan. Ibu Aisha menggandeng tangan ayah Deva, dengan senyuman yang terus mengembang dibibir tipisnya.


"Semoga setelah ini kebahagiaan kita akan seterusnya ada, berkat Kiran kita bisa berkumpul dengan lengkap lagi." Ayah Deva mengangguk.


Sid, Kiran, dan juga Kal menggunting tali pita peresmian pembukaan pulau itu.


Semua bertepuk tangan dan memberi selamat pada ayah Deva dan keluarga besarnya.


Acara hiburan dimulai, Sid memberikan Kal pada ibu Aisha dan ayah Deva. Lalu mengajak Kiran naik ke panggung dan mengambil alat pengeras suara.


"Selamat malam semua, acara ini kebetulan bertepatan dengan hari ukang tahun istriku. Dihadapan kalian semua aku ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada istriku ini." Semua bertepuk tangan lagi, begitu mesranya sepasang insan tersebut.


"Terima kasih, telah menemaniku dalam suka dukaku selama dua tahun ini, mencintaiku, menyayangiku, serta telah setia menjadi istriku. Bahkan, kau jadi orang yang paling mengerti diriku." Ucap Sid sambil berlutut di hadapan Kiran seperti orang yang akan melamar pasangannya.


Kiran mengangguk.


"Terima kasih kembali, telah mempercayaiku dan mencintaiku. Bagiku, kau adalah suami terbaik di dunia ini yang selalu bisa menghormati wanitanya dan menjaga kesucian hatimu untuk mencintai satu wanita yang telah menjadi istrimu." Sid berdiri, lalu memeluk Kiran. Semua orang kembali bertepuk tangan, terharu tapi tentunya banyak gadis anak dari pemilik perusahaan yang bergabung dengan Sid merasa iri pada pasangan serasi tersebut.

__ADS_1


Sid masih belum turun, ia membisikan sesuatu ke telinga Kiran. Kiran mengangguk, lalu Sid mengambil gitar dan duduk di kursi yang berada di panggung.


Kiran mengambil satu lagi pengeras suara.


Senar gitar mulai dipetik oleh Sid, melantunkan musik yang merdu dan sempurna. Bibirnya mulai menyanyikan sebuah lagu, begitu juga Kiran. Mereka menyanyikan lagu dalam bahasa India, lagu berjudul Jab Se Mera Dil dari film berjudul Amavas.


Dil Ko Dil Se Kuch Hai Kehna


-Hatiku ingin mengatakan sesuatu pada hatimu


Dil Se Ab Na Door Rehna


-Sekarang jangan jauh dari hatiku


Dil Ki Bas Yeh Hi Guzarish Hai


-Hanya ini permohonan dari hatiku


Dhadkano Ki Sun Le Baatein


-Dengarkan yang detak jantungku sampaikan


Jo Labon Se Keh Na Paate


-Ia mengucap apa yang tak bisa bibir lakukan


Dil Ki Bas Yeh Hi Guzarish Hai


-Hanya ini permohonan dari hatiku


Jab Se Mera Dil Tera Hua


-Sejak aku kehilangan hatiku padamu


-Jangan tanyakan apa yang terjadi padaku


Ab Teri Baahon Mein Jeena Mujhe


-Aku harus hidup dalam pelukanmu sekarang


Warna Hai Mar Jaana


-Atau aku akan mati


Shayad Ye Pal Phir Na Mile


-Mungkin saat ini takkan kita jumpai lagi


Na Khatam Ho Ye Silsile


-Semoga rangkaian pertemuan ini takkan pernah berakhir


Ban Ke Duaa Tum Jo Mile


-Berkat doa lah kau menjadi milikku

__ADS_1


Ik Zindagi Aao Jee Lein


-Mari kita hidup bersama


Mere Iraadon Ne Tay Kar Liya


-Niatan ku sudah jelas..


Zara Bhi Na Rahe Darmiyaan


-Sekarang takkan lagi ada jarak di antara kita


Meri Wafaaon Ki Hai Ye Ada


-Memang begini gaya kesetiaan ku


Gar Ho Judaa Ho Jaaun Fanaa


-Bila terpisah darimu hidupku kan musnah


Jab Se Mera Dil Tera Hua


-Sejak aku kehilangan hatiku padamu


-Jangan tanyakan apa yang terjadi padaku


Ab Teri Baahon Mein Jeena Mujhe


-Aku harus hidup dalam pelukanmu sekarang


Warna Hai Mar Jaana


-Atau aku akan mati


Lagu selesai dinyanyikan, Sid menyimpan gitarnya lalu memeluk Kiran dan mengecup keningnya.


"I love you so much, dear..." Ucap Sid.


"I love you too..." Balas Kiran.


...~End~...


**Thor, mana bayi kembarnya? Kok belum lahir?


Nanti ya, di bonus episode author bakal sedikit menceritakan tentang kelahiran baby kembarnya Kiran dan Siddharth sampai mereka beranjak dewasa.


Bakal ada kelanjutannya gak?


Ada. Cerita tentang Kal/Siran. Dengan judul yang berbeda tentunya kisahnya juga akan berbeda. Akan author buat awal bulan April yaa... ditunggu aja, sebelum iti author bakal bikin novel lain dulu yang kisahnya tidak ada sambungannya dengan kisah Siddharth dan Kiran.


Tenang saja, mungkin besok atau lusa bonus episodenya bakal author bikin.


Terima kasih, buat yang sudah setiap baca kisah ini dari awal terutama yang udah sabar nunggu novel ini up. Jangan lupa vote dan like ya, kalo banyak yang vote insya Allah author kasih bonus episodenya secepatnya... 😊


Author gak bisa janji, kisahnya Siran bakal seseru Bos Galak Idamanku, tapi insya Allah bakal ubek-ubek perasaan kalian. 😂**

__ADS_1


__ADS_2