Bos Galak Idamanku

Bos Galak Idamanku
Menjodohkan Kiran dan Siddharth


__ADS_3

Kiran terasa begitu berat melangkahkan kakinya memasuki kantor, sudah setengah jam ia berdiri di depan kantor.


Ayolah Kiran, lupakan saja segalanya. Lupakan cinta yang tumbuh di hatimu itu. Buanglah jauh-jauh perasaanmu padanya, dia tidak mungkin mencintaimu juga.


Kali ini Kiran berhasil membawa kakinya melangkah memasuki kantor, walaupun dengan hati yang sangat berat. Perasaannya sudah tak bisa ditepis jauh-jauh lagi. Kiran benar-benar jatuh hati pada Siddharth, bos nya yang dulu galak dan dingin. Kini menjelma kembali menjadi Siddharth yang baik hati, dan telah mencuri hatinya.


Tiba di ruangannya, Kiran duduk di kursi kerjanya. Matanya menatap lekat-lekat pintu berwarna hitam di hadapannya. Ruangan Sid.


"Maafkan aku, Sid. Aku mencintaimu, tapi aku akan membuang perasaan ini jauh-jauh. Kebahagiaanmu adalah Kanaya." Gumamnya lirih.


"Kanaya siapa? Kanaya tidak pantas bersama Siddharth! Jangan menyebutkan namanya di kantor ini, dia adalah wanita menjijikkan!" Sahut seseorang tiba-tiba dari belakang Kiran. Suara perempuan.


Kiran menoleh, wanita dibelakangnya sedang tersenyum memandagnya.


"Hallo kakak ipar, apa kabar? Masih mengingatku?" Lakhsmi, adiknya Sid. Lakhsmi menyodorkan tangannya, mengajak Kiran bersalaman. Tapi Kiran diam, mencoba mengingat wanita dihadapannya.


Wajahnya mirip dengan Sid, bahkan seperti duplikatnya. Bedanya dia adalah seorang wanita.


"Kakak ipar, kau tidak mengingatku ya? Aku Lakshmi, adiknya kak Siddharth!" Kiran tersenyum, dia ingat Lakshmi, teman masa kecilnya juga. Tapi hanya menginga namanya. Tidak dengan sebagian besar kenangan masa kecil mereka.


"Lakshmi, kau disini? Apa kabar?" Kiran memeluk Lakshmi.


"Aku baik kakak ipar, kau apa kabar?" Kiran cemberut.


"Huh! Jangan panggil aku kakak ipar!" Ketus Kiran.


"Itu fakta, sebentar lagi kau akan jadi kakak ipar..." Dari belakang, datang Deva yang membungkang mulut putrinya itu dengan tangannya.


"Diam, Lakshmi!" Deva memelototi Lakshmi.


"Ayaaah!" Lakshmi cemberut. "Lihat! Lipstik yang ku pakai jadi luntur!"


"Kau ini merias dirimu terus! Untuk siapa? Lihat Kiran, dia tak pernah memakai dempul di wajahnya, kelihatan cantik alami!" Lakshmi mulai kesal, apalagi jika ayahnya suka memarahinya hanya karena ia sangat suka berdandan tebal.


"Ayah! Kenapa ayah malah membahasku?!" Rajuk Lakshmi.


"Sudahlah, kau diamlah! Ayah ingin bicara dengan Kiran! Pergilah ke ruangan kakakmu!" Perintah Deva.


"Ya, ya, ya, baiklah." Lakshmi memeluk Kiran sebentar, lalu memasuki ruangan kakaknya.


"Kiran, kita bisa bicara sebentar?" Deva melirik Kiran yang berdiri di sampingnya.


Kiran mengangguk. "Bisa paman."


"Baiklah, ikut denganku. Kita akan bicara di rumahmu."


"Hah? Dirumahku? Memangnya kenapa, paman?" Kiran merasa heran. Hatinya sudah berdebar tak karuan

__ADS_1


"Ikutlah denganku, sebelum Sid datang dan kacau." Kiran pun lebih memilih menuruti Deva, ia lelah tak ingin berdebat. Apalagi dengan orang tua dari bos nya ini.


Ayah dan anak sama saja, suka sekali membuat orang lain penasaran.


Mereka keluar dari kantor, sedangkan Lakshmi ditinggal untuk menggantikan Kiran sementara.


Gak tau deh rencana mereka apa 😳🙄


Sesampainya di rumah Kiran, mereka turun dari mobil dan memasuki rumah. Tampak Rhea dan Dendi serta Mira sedang duduk. Seperti menunggu kedatangan keduanya.


"Duduklah, Kiran." Rhea mendudukkan Kiran di sebelah Dendi.


"Kita bicarakan langsung saja, bagaimana?" Dendi dan Rhea mengangguk, sementara Kiran tidak mengerti dengan ketiga orang di hadapannya.


"Kiran, apa kau mencintai Sid?" Deva menatap Kiran lekat-lekat, Kiran menunduk.


Duaaarrr....😁🙄


Kiran menunduk, air matanya mulai meluncur pelan.


"Kiran, jawab pertanyaan paman Deva." Rhea menepuk bahu Kiran pelan.


Kiran mengangguk pelan. "Ya." Lirihnya pelan. Deva tersenyum.


"Kau siap menikah dengannya?" Kirqn mendongakan kepalanya, terkejut.


"Hah?! Me... Menikah?" Ulang Kiran.


"A... Aku, aku siap. Ta... Tapi Sid...?" Kiran kembali menunduk.


"Siddharth juga mencintaimu. Dia hanya butuh waktu untuk mengungkapkannya." Deva menghela napas pendek. "Untuk itu, kita akan membuat rencana besar untuk hubungan kalian, yang akan membuat Sid menyatakan perasaannya padamu." Lanjut Deva. (Ooohhh... Mertua idaman, mau satu donk 🤣🤣 Oh iya, Deva duda ya buat author aja deh.)😁😁😁


"Lalu bagaimana dengan Kanaya? Bukankah dia ingin kembali pada Sid? Dan bukankah Sid juga sangat mencintainya?" Ingatan Kiran kembali pada Kanaya yang menemui dan mengejar-ngejar Sid memohon agar hubungannya kembali waktu di restoran XX.


"Jangan pikirkan Kanaya, ikuti saja rencanaku!"


"Maksud paman?" Kiran tidak mengerti apa yang di maksud Deva.


Deva pun menjelaskan semua rencananya, Rhea dan Dendi mengangguk setuju, sementara Kiran agak ragu. Tapi menyetujuinya juga.


...----------------...


Di kantor, Sid sudah uring-uringan karena pekerjaan Lakshmi tidak benar dan membuatnya kesal.


"Kemana Kirana? Apa kau mengusirnya? Berani sekali, kau!" Sid memarahi Lakshmi, sementara Lakshmi malah mentertawakannya.


"Kakak, sehari saja Kiran tidak ada kau sudah seperti orang gila!" Lakshmi kembali tertawa.

__ADS_1


"Diam! Jangan tertawa!" Bentaknya. Namun, Lakshmi sama sekali tidak takut dengan kegalakan kakaknya yang sudah seperti Singa kelaparan itu.


"Jika tidak ingin aku tertawa, maka jangan marah-marah lagi!" Cibir Lakshmi.


"Jika tidak ingin aku memarahimu, bekerjalah dengan benar!" Sid mencoba menahan amarahnya. "Sepertinya, jika kantor ini dipercayakan padamu pasti sudah gulung tikar!"


"Tidak, itu tidak akan terjadi! Aku akan mengubahnya jadi perusahaan musik."


"Masih berani kau menjawab? Apa bedanya Entertainment dengan musik?" Sid memelototi Lakshmi.


"Tidak tahu." Ketus Lakshmi.


"Kembali lagi! Dimana Kiran?" Lakshmu mengangkat bahu. Pura-pura tidak tahu.


Kemana Kiran sebenarnya? Kenapa dia tidak ke kantor? Apa si limis ini mengusirnya ya?


Pikirannya sudah negatif, karena ia tahu seperti apa adik satu-satunya ini.


"Kakak ingin tahu Kiran dimana?" Deva mengangguk antusias. "Kak, kau punya ponsel kan?"


Deva mengangguk lagi.


"Kenapa tidak kau telepon saja dia, dan tanyakan langsung padanya? Kenapa kakak repot-repot bertanya padaku?!" Lakshmi kembali mencibir Sid.


Hee... Kenapa aku tidak memikirkan hal itu ya dari tadi? Ah, Kiran! Cintamu membuatku gila akan segala hal, dan membuatku sering lupa hal-hal yang sangat sepele!


"Ya sudah, kau pergi kebawah dan tanyakan pada Niki pekerjaanmu!" Sid meninggalkan Lakshmi di ruangan Kiran, dan memasuki ruangannya.


Setelah memastikan Lakshmi memang pergi ke lobi, Sid mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kiran berkali-kali. Namun hasilnya, tidak ada yang diangkat.


"Heuh! Dia kemana sebenarnya? Kenapa tidak datang tanpa pemberitahuan?!" Sid frustasi, karena tidak dapat melihat Kiran hari ini.


...----------------...


Kembali Ke Rumah Kiran


Kiran, Rhea, Deva, Dendi, dan Mira tertawa bersamaan.


"Lihat itu, dia menghubungi Kiran berkali-kali! Pasti saat ini dia sedang kebingungan mencari Kiran dan juga sedang memarah-marahi adiknya!" Dendi tertawa sangat keras.


Sementara Kiran tertunduk malu, wajahnya bersemu merah.


"Jangan di angkat, Kiran! Biarkan dia mencarimu seharian ini!" Ujar Deva sambil menahan tawa.


"Kakak, paman dan ibu! Kalian jangan mempermainkan kak Sid! Kasihan dia!" Timpal Mira.


"Mira, kau ini di pihak siapa sebenarnya? Kenapa malah membela Sid? Ini pelajaran untuk Sid!" Dendi menjitak kening Mira hingga Mira meringis kesakitan.

__ADS_1


Seharian itu, akhirnya berlangsung dengan Deva yang merencanakan perjodohan Sid dan Kiran. Dan Sid yang frustasi dan uring-uringan karena kebingungan mencari Kiran. Ditambah, karena adiknya yang semakin membuatnya kesal. Karena tidak bisa mengerjakan pekerjaan Kiran.


Bersambung...


__ADS_2