Bos Galak Idamanku

Bos Galak Idamanku
Ke-33


__ADS_3

"Jika masih ada cinta, kenapa harus begini? Pergilah! Biarkan kami saja yang pergi!" Ucap ayah Andra sambil menghapus air mata putrinya dengan lembut.


Ibu Rhea masih dengan senantisa mengelus punggung Kiran.


"Kiran!" Sebuah suara memanggil, suara yang sangat familiar di telinga Kiran. Suara laki-laki yang sangat ia cintai.


"Kenapa kau pergi? Bukankah semua sudah terbukti?" Ia mulai melangkah pelan, mendekati Kiran yang masih duduk di kursi tunggu bandara.


Langkah kaki itu semakin mendekat, semakin mendekat namun tak berani menyentuh satu bagian pun saat sudah berada di hadapan Kiran.


Bukan tanpa alasan, melainkan karena Kiran sendiri yang memberikan isyarat lewat tangan agar ia berhenti.


"Pergilah, aku sudah muak dengan drama ini! Kalian semua pembohong!" Menuduh dengan suara terisak.


"Kembalilah, tidak ada kebohongan apapun! Tidak ada, bahkan walau hanya sedikit!" Sid berlutut di hadapan Kiran, meraih tangannya dan menggenggamnya dengan sangat erat.


Namun Kiran berusaha keras melepaskan genggaman itu, ia sedikitpun tak ingin melihat wajah pria di hadapannya itu.


"Aku membencimu!" Bentak Kiran sambil berlari entah kemana.


Sid bermaksud menyusul, namun dihentikan oleh ayah Andra dan ibu Rhea.


"Itu keputusannya, tolong di hargai. Kami akan membawanya, kami tidak punya hak untuk memaksanya kembali padamu." Ibu Rhea menyentuh bahu Sid pelan.

__ADS_1


Sid hanya bisa menganga, tak percaya dengan ucapan ibu mertuanya yang seperti itu.


"Apa maksud ibu? Seharusnya ibu membujuknya!" Ibu Rhea menggeleng.


"Dia butuh waktu untuk sendiri!" Kali ini ayah Andra yang bersuara. "Kami sendiri belum tahu apa yang menjadi penyebab keputusan putri kami, jangan membuat kami harus kehilangan rasa hormat dengan membujuknya!" Sambung ayah Andra yang masih membuat Sid nampak bingung.


Mau tak mau, Sid menerima kenyataan bahwa Kiran tak ingin kembali lagi padanya.


"Jika begitu, biarkan aku disini sampai kalian berangkat." Ucapnya dengan nada memohon.


Ayah Andra melirik ibu Rhea, begitu juga ibu Rhea yang melirik ayah Andra.


Menunggu hampir satu jam, Kiran tidak kunjung datang sedangkan panggilan untuk masuk ke dalam pesawat sudah di umumkan.


Tepat saat itu ponsel ayah Andra berdering, di layar ponselnya tertera nama Kiran yang membuat hati Sid berdebar melihatnya.


Telepon di tutup, masih menyisakan pertanyaan besar karena Sid tidak bisa mendengar Kiran bicara apa.


"Ayah...-"


"Kiran sudah ada di dalam pesawat, dia tidak ingin menemuimu apalagi melihat wajahmu walau hanya satu detik." Potong ayah Andra saat tahu apa yang akan Sid katakan.


Dengan segera ia menarik tangan ibu Rhea untuk masuk ke dalam pesawat, ibu Rhea mengikuti dengan patuh.

__ADS_1


Sid terduduk di sana sendiri, ia menangis mendengar kenyataan yang sangat pahit itu. Tak ia sangka, bahwa cintanya akhirnya terpisahkan juga tanpa harus ada orang ketiga.


Jawaban mengenai apa yang menjadi penyebabnya bahkan tak ada yang tahu, membuat Sid memaki dirinya sendiri.


"Kau bodoh! Begitu saja kau kalah, bahkan sampai kehilangan istrimu! Bodoh!" Memukul-mukul kepalanya dengan tangannya, menjambak-jambak rambutnya juga.


Sampai akhirnya memilih pulang, menuju mobilnya.


Sid masuk mobil dengan perasaan tak menentu, bahkan berencana untuk tidak pulang.


Mobil ia lajukan ke arah lain, tempat dimana pertama kali ia bertemu Kiran. Tempat dimana ia pernah menyiksa Kiran dengan kata-kata kasarnya.


Yang Sid kunjungi adalah tempat dimana Kiran sering mengumpatinya sambil menangis.


Ya, kini Sid sudah berada di kantor. Lebih tepatnya di ruangan kamar mandi sekretaris.


"Gadis gila! Sekretaris gila! Setelah memaki aku, kini kau pergi? Enak sekali hidupmu! Cerewet!"


Braakk...


Suara pintu di tendang hingga terbuka, Sid acuh saja karena itu adalah kantornya.


"Siapa yang kau umpat? Berani sekali kau! Umpatanmu terdengar sangat jelas, karena telingaku masih normal untuk mendengar!"

__ADS_1


"Apa kau mengumpat istri bosku? Berani sekali! Aku akan melaporkannya pada pak Siddharth sekarang! Kau pasti akan di pecat setelah ini! Kau dengar baik-baik, ya! Kera albino itu sangat mencintai istrinya pasti kau akan dipecat karena sudah berani memaki istrinya!"


Bersambung...


__ADS_2