Bos Galak Idamanku

Bos Galak Idamanku
Hukuman Untuk Kanaya


__ADS_3

Jauh dari lokasi gedung pernikahan, di sebuah rumah kosong dalam kondisi gelap. Seorang wanita sedang diikat dengan posisi duduk di kursi. Sejak tadi dia terus berteriak meminta untuk dilepaskan ikatannya.


“Lepas! Jika tidak, kalian akan menyesal! Kalian tidak tahu kan siapa diriku?” Kanaya, iya wanita itu adalah Kanaya.


“Maaf nona, aku sudah memperingatkanmu. Jika kau berteriak seperti ini, hukuman anda akan bertambah berat. Anda tahu kan, tuan Deva itu bagaimana? Jika menyangkut keluarganya! Terlebih jika anda mengganggu anaknya tuan muda Sid.” Ridan menyeringai.


“Apa maksudmu? Kau bosan hidup ya? Aku adalah Kanaya Atmadjaya! Berani sekali, kalian memperlakukanku seperti buronan!” Teriak Kanaya.


“Justru, karena anda putri keluarga tersebut, jadi kami tidak takut.” Ridan kembali tersenyum dengan senyuman sinis.


“Oh ya, kau tidak takut?” Ridan mengangguk. “Baiklah, besok pagi kalian akan jadi mayat yang mengerikan di tempat ini!” Ancam Kanaya.


“Maaf, nona Kanaya. Sepertinya itu juga berlaku untuk anda.” Kanaya terbisu, tak bisa membalas perkataan Ridan lagi.


“Kita lihat saja, ada yang akan menyelamatkanmu atau tidak?” Reihan datang dari arah pintu.


“Oh ya? Pasti besok kau sudah mati!” Keberanian Kanaya kembali.


“Kau yang akan mati, Kanaya Atmadjaya! Kau dan seluruh keturunan Atmadjaya akan mati!” Deva yang baru saja datang langsung menimpali.


“Benarkah? Bagaimana caranya? Dulu istrimu saja mati oleh bibiku!”


“Itu berbeda, kali ini kami tidak akan membunuh kalian dengan senjata api maupun tajam ini, kalian akan mati dengan sebuah fakta besar yang akan membuat kalian lebih memilih mati daripada hidup dengan cara seperti itu!” Deva menyeringai.


Yessi tahu apa yang dikatakan Deva, kehancuran perusahaan keluarga mereka dan juga harta mereka yang akan direnggut oleh perusahaan keluarga Deva.


“Lihat ini, kau tahu ini apa?” Deva mengacungkan sebuah berkas.


“Tidak! Itu milikku, bagaimana bisa ada di tanganmu?!” Kanaya sangat terkejut, bagaimana bisa berkas yang sangat penting ada di tangan Deva.


“Ya, berkas ini adalah dokumen kepemilikan perusahaan Atmadjaya. Kau tahu kenapa berkas ini bisa ada padaku?” Yessi menggeleng tak percaya.


“Keluargamu sudah menjual perusahaannya padaku! Karena mereka tidak mampu membayar hutang-hutangnya pada perusahaan Adiwijaya!” Bentak Deva.


“Kau pikir, aku tidak tahu? Kau pasti hanya berbohong, berkas itu palsu!” Sergah Kanaya.

__ADS_1


“Palsu, lihat ini!” Deva menunjukkan lambang emas pada sampul berkas itu, yang menandakan bahwa berkas yang dibawanya itu asli.


“Tidak, itu tidak mungkin!” Kanaya berteriak. Air matanya sudah turun, ia sangat ketakutan. Setelah ini pasti dia akan benar-benar mati.


“Malam ini, riwayat kalian akan habis! Sebelumnya aku tidak ingin membunuh kalian, tapi karena kau terus mengganggu putraku Siddharth, jadi kau akan mati perlahan, sangat perlahan! Sampai penderitaanmu seimbang dengan penderitaan yang telah kau dan keluargamu lakukan pada keluargaku!” Deva kembali mengecam Kanaya.


“Tapi, apa salahku? Bukankah aku tidak ikut campur dalam rencana pembunuhan istrimu?” Yessi mencoba meraih hati Deva.


“Lalu, apa yang telah kau lakukan pada Sid anakku? Apa kau pikir dia tidak tersakiti? Hah?! Kau melukainya dengan penghianatanmu. Kau tidak ingat kan? Bagaimana dulu dia memperjuangkanmu, meminta restu padaku untuk menerimamu? Bahkan dia tidak tahu bahwa kau adalah keluarga pembunuh ibunya!” Suara Deva semakin meninggi.


“Bukan begitu, dia tidak pernah bisa memberikan apa yang bisa laki-laki lain berikan padaku.” Kanaya masih bisa membalas perkataan Deva.


“Apa yang laki-laki lain berikan padamu? Kehangatan di ranjang, begitu kan? Asal kau tahu, itu bukan cinta yang sebenarnya! Itu hanya nafsu semata. Kau lihat dirimu sekarang? Jika memang laki-laki lain itu mencintaimu dengan bisa memberikan kehangatan ranjang padamu, lalu mengapa sekarang kau mengemis untuk kembali pada putraku?” Kanaya terdiam, sadar dengan perkataan Deva.


“Kalian, bawa mereka kemari! Agar wanita ini benar-benar tidak menganggapku bermain-main dan lemah!” Perintah Deva pada Ridan dan Reihan.


Tak lama, kedua orang yang diperintahkan tadi kembali membawa tiga orang yang tak lain adalah keluarga Kanaya.


“Ayah, ibu, paman.” Kanaya menangis. “Paman Deva, aku mohon lepaskan mereka! Jangan sakiti mereka, hukum saja aku.” Kanaya memohon.


“Apa? Asal kau tahu, dulu keluargamu menghabisi keluargaku tanpa ampun! Bahkan dia menembak istriku saat sedang hamil! Sekarang, tidak ada pengampunan bagi kalian! Kalian akan dihukum mati!” Deva menegaskan.


“Sudah tidak ada kesempatan lagi bagi kalian, terutama kau Kanaya! Bagaimana bisa aku mengampunimu? Kemarin saja, bukankah kau berusaha menghabisi Sid?” Ucap Deva sambil berlalu pergi. Sementara Kanaya masih berteriak-teriak memohon ampun pada Deva.


Tapi semuanya sudah terlambat, Deva sudah melaporkan kasus Kanaya dan kasus lama keluarga Kanaya yang merencanakan pembunuhan Aisha dan Sid pada polisi, dengan bukti yang sangat kuat. Sehingga pengadilan sudah memutuskan hukuman mati untuk seluruh keluarga Kanaya, beserta Kanaya sendiri.


…----------------…


Flashback


Lakshmi dan Mira menghias kamar lama Sid di mansion utama, dengan hiasan lilin dan taburan bunga mawar.


“Kak, sepertinya ini sedikit kuno!” Protes Mira.


“Lalu kita harus bagaimana? Memangnya apa yang kurang, Mira?” Lakshmi kembali memperhatikan ranjang dan seluruh ruangan.

__ADS_1


“Ranjangnya! Bagaimana kalau kita menggantinya dengan yang sedang trending untuk malam pertama pengantin baru?” Mira antusias.


“Apa? Tapi apa itu? Dan dimana kita akan membeli ranjangnya?” Lakshmi kebingungan.


“Tenang saja, kak! disini ada toko terdekat yang menjualnya!” Mira menarik tangan Lakshmi, dan menuntunnya memasuki mobil. Lalu atas perintah Mira, Lakshmi melajukan mobilnya menuju jalan ke toko yang ditunjukkan Mira.


“Apa? Kasur Air? Keren sekali! Darimana kau mendapatkan ide seperti ini?” Lakshmi berbinar, pada saat melihat Mira membeli kasur air.


“Sudahlah, kak! Tidak perlu dipikirkan! Ayo, kita harus segera memasangnya da mengisinya dengan air! Atau kak Kiran dan kak Sid akan segera pulang dan mereka tidak akan mau menempatinya!” Ajak Mira kembali, sambil menarik tangan Lakshmi ke mobil seperti tadi.


Sesampainya di mansion utama, Lakshmi dan Mira langsung memasuki kamar Sid. Mereka membongkar ranjang lama, dan menggantinya dengan kasur air. Setelah itu, kasur air itu diisi dengan air dari kamar mandi Sid dengan sebuah selang.


“Wah, keren! Pasti mereka akan menikmati malam pertamanya!” Seru Mira.


“Tentu saja, kasur air ini sepertinya nyaman sekali ya untuk tidur?!” Lakshmi duduk di atas kasur, dan mencobanya. “Wah, nyaman sekali.”


“Tentu saja, pasti mereka akan bermalam pertama dengan sangat semangat. Ayo cepat kak, kita hias lagi dengan bunga mawar itu!” Lakshmi dan Mira bergegas kembali menghias kasur itu. Sebelum dihias, mereka menutupinya dengan sprei warna putih. Lalu diatasnya ditaburi bunga mawar membentuk love.


“Sempurna! Ayo kita keluar! Mereka pasti sedang dalam perjalanan.” Benar saja, pada saat Lakshmi dan Mira keluar dari kamar Sid. Sebuah mobil sedang melaju memasuki halaman mansion.


Sid dan Kiran turun dari mobil, dan berjalan bergandengan tangan. Mereka tampak sangat serasi. Keduanya menaiki tangga, menuju kamar Sid. Setelah sampai di depan kamar, Sid langsung mengajak Kiran memasuki kamar.


Flashback off


Lakshmi dan Mira berulah, gimana ya kira-kira malam pertama Sid dan Kiran??? 🤣🤣🤣


Setelah Sid dan Kiran masuk ke dalam kamar, Lakshmi dan Mira mendekati kamar itu. Mereka mendekatkan telinganya kepintu, mencoba menguping apa yang sedang dibicarakan oleh Kiran dan Sid.


Kriet...


Tiba-tiba pintu terbuka, membuat yang didalam menoleh seketika.


"Hah?!" Keduanya sedang duduk di sofa, dengan posisi Kiran yang duduk di pangkuan Sid.


"Maaf... A... Aku..." Lakshmi dan Mira langsung berlari menjauh dari kamar itu, sementara Kiran dan Sid saling memandang dengan wajah terkejut.

__ADS_1


"Maaf, aku lupa mengunci pintunya. Hehe.." Sid terkekeh, sementara Kiran langsung tergelak.


"Kau ini!" Kiran turun dari pangkuan Sid, dan langsung mengunci pintu kamar Sid.


__ADS_2