Bos Galak Idamanku

Bos Galak Idamanku
Ke-34


__ADS_3

"Kiran?" Sid merasa terharu melihat Kiran ada di sana dengan penampilan ala kantornya.


"Kiran? Cih, aku ini bosmu!" Kiran memasang wajah galaknya, seperti wajah Sid yang dulu selalu galak padanya saat masih bekerja sebagai sekretarisnya.


"Cepat, lakukan pekerjaanmu jika kau masih ingin berada di kantor ini!" Perintah Kiran tanpa senyum sedikitpun. Sama persis dengan yang dulu Sid lakukan padanya setiap hari.


Apa? Dia memerintahku?!


"Begitu ya? Berani sekali membentak suamimu sendiri?" Sambil meraih telinga Kiran dan menariknya menuju meja sekretaris.


Kiran mengaduh kesakitan, memohon pada Sid untuk melepaskan telinganya.


"Sekarang aku bos nya, kau tidak bisa berlaku seperti ini! Lepaskan!" Sambil mencubit tangan yang menarik telinganya.


Sid meringis kesakitan dengan cubitan maut Kiran, membuat tangannya langsung melepaskan telinga Kiran.


"Sayang, aku-"


"Kembali bekerja! Atau kau aku pecat!" Potong Kiran dengan wajah judes dan nada galaknya.


Sid termenung sendiri, ia kebingungan dengan tindakan Kiran yang seperti... dirinya dulu.


"Apa karma sudah menjadi nyata?" Gumamnya sambil melihat punggung Kiran sampai menghilang di balik pintu.


Tiba-tiba di tengah lamunan ponselnya berdering, membuatnya terhenyak sedikit.


Di tatapnya layar ponsel yang menunjukan nama istriku- Kiran.


"Hallo?"


"Kau punya masalah pendengaran?"

__ADS_1


Sid menggeleng, meski tak dapat dilihat oleh lawan bicaranya. Kemudian barulah ia menjawab pertanyaan istrinya. "Tidak, memangnya kenapa?"


"Masih di toilet?"


"Iya, kenapa?"


"Ke ruanganku sekarang!" Sambungan telepon langsung diputus, mengejutkan Sid yang masib berdiri. Hampis saja Sis melempar ponselnya jika tidak sadar haru segera ke ruangan Kiran sekarang.


Sid masuk ke ruangan sekretaris, namun bingung karena Kiran tidak ada di sana. Iapun dengan cepat mengeluarkan ponselnya lagi.


Alih-alih Sid yang menelepon Kiran, malah Kiran yang lagi-lagi meneleponnya.


"Kau punya lendir di telapak kakimu?" Pertanyaan aneh yang membuat Sid lagi-lagi mengerutkan dahinya.


"Apa maksudmu bertanya dengan pertanyaan seperti itu?" Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


"Aku tidak suka kau balik bertanya padaku! Jawab saja!" Bentaknya lagi-lagi membuat Sid hampir melempar ponselnya.


"Kau, berani sekali memanggil atasanmu dengan panggilan seperti itu! Cepat ke ruanganku sekarang!"


"Aku sudah-"


"Ruangan ceo SIDDHARTH ADEVA RAFANDI!!!" Lagi-lagi telepon diputus, Sid langsung masuk ke ruangannya, ups sekarang ruangan Kiran.


Ia membelalakan matanya melihat Kiran yang duduk bertumpang kaki di atas kursi kerja kesayangannya.


"Apa yang kau lakukan disini? Ini ruanganku!" Memperingatkan, namun mengundang kemarahan Kiran yang langsung melakukan sesuatu yang tidak bisa di duga.


Brak


Kiran menggebrak meja dengan sangat keras.

__ADS_1


"Pulang ke rumah! Kau urus saja anak-anakku, tidak becus sekali bekerja di kantor! Mulai sekarang aku yang akan mengurus kantor jika kau banyak bertanya!" Sid membelalakan matanya, meringis mendengarkan cercaan dari mulut istrinya yang menjadi ganas itu.


"Maaf," ucap Sid sambil menggigit bibirnya.


"Aku muak mendengarnya!"


"Jangan mudah minta maaf, orang yang mudah minta maaf juga akan muda mengulangi kesalahan yang sama!"


Mata Sid membelalak, mendengar kata-kata dari mulut Kiran. Sepertinya ia ingat itu kata-kata siapa.


Dengan cekikikan, Kiran membalikan kursinya hingga menghadap dinding. Kiran tidak dapat menahan senyumannya lagi.


Ia tersenyum geli melihat ekspresi suaminya yang tampak terkejut. Semua sudah direncanakan, sebelum ke bandara.


"Kenapa diam saja? Kau ingin dipecat?!" Bicara dengan nada mengancam tanpa membalikan lagi kursinya untuk berhadapan dengan Sid yang masih memikirkan kata-kata yang baru Kiran ucapkan.


Sid yang mulai mengingat sesuatu langsung menarik kursi Kiran hingga menghadapnya.


"Oh kau ingin bermain-main ya? Mau jadi Sid yang galak seperti dulu? Hmm, oke! Lihat saja besok!" Menunjuk hidung Kiran, kemudian menariknya.


Plak..


"Kurang ajar, cepat kembali ke ruanganmu!"


"Kau...-"


"Kera Albino, dengar ya!!! Aku..."


Bersambung...


Udah mau tamat lagi, Sid mulai kena karma galaknya dia dulu ke Kiran 😁😂😂

__ADS_1


__ADS_2