Bos Galak Idamanku

Bos Galak Idamanku
Ke-36


__ADS_3

"Iya sayang," Sid berucap patuh.


Kenapa dunia berbalik secepat ini?


Apalagi dengan yang namanya karma?


Kiran menatap tajam punggung Sid yang mendahuluinya, kemudian mengikutinya dengan langkah cepat tanpa berkata apapun.


"Di kamar kau harus seperti di kantor!" Langkah Sid terhenti, tubuhnya sedikit demi sedikit sudah berbalik menghadap Kiran.


Tampak wanita itu menyunggingkan senyum liciknya.


Tidak disangka dia jadi licik begini. Sid mulai terus mengumpat Kiran di dalam hatinya.


"Tidak usah merutuki aku, lakukan saja!" Ketus Kiran sambil berjalan mendahului Sid menuju kamar.


Malam harinya, di kamar sebuah drama suami istri kembali terjadi. Dimana Kiran mengambil sebuah bantal dan selimut lalu melemparkannya pada Sid yang sedang berbaring santai diatas ranjang.


"Ah, Ya Tuhan!" Teriaknya terkejut. Kiran menunjuk sofa panjang, namun Sid tidak mengerti.


"Tidur disana!" Ucapnya datar tanpa melihat Sid.


Sid membuka mata dan mulutnya lebar-lebar, kemudian beralih menatap selimut dan bantal yang di lempar Kiran.


Hatinya mulai merasa kesal dengan Kiran, ia pun menghampiri Kiran yang sibuk membereskan pakaian ke dalam lemari besar di kamarnya.


"Apa-apaan ini? Kenapa seperti ini?!" Kesalnya sedikit dengan nada suara meninggi.


Kiran menoleh dengan wajah malas, kemudian menarik dasi yang masih tergantung di kerah leher pakaian Sid.

__ADS_1


"Dengar ya, turuti saja! Aku malas berdebat!" Kiran mencebik membuat Sid geram.


Sid dengan kasar menarik tangan Kiran, membawanya ke dekat sofa yang ditunjuk Kiran sebagai tempat untuk Sid tidur.


Bruk


Sid menjatuhkan dirinya diatas sofa, Kiran ikut terjatuh di atas tubuhnya membuat pinggang Sid kesakitan.


"Jika sudah tua jangan suka berulah!" Ketusnya sambil melepaskan diri dari Sid dan berjalan menuju ranjang.


Tak lama, Kiran melempar selimut dan bantal yang tadi ia lempar pada Sid.


"Sial*n!" Maki Sid dengan mengambil selimutnya dan memakainya.


Lampu sudah Kiran matikan, namun bukannya ia langsung tertidur malah menjadi gelisah sendiri di atas ranjang.


"Ada apa ini?" Gumamnya sambil menyalakan lampu kamar. Membuat Sid yang sudah terlelap sejak tadi terpaksa bangun karena silaunya lampu.


Sid melirik Kiran, bermaksud untuk protes karena Kiran menghidupkan lampu kamarnya dan mengganggu tidurnya.


Namun niat itu Sid urungkan ketika melihat wajah istrinya nampak gelisah dan keringat dingin membasahi tubuhnya.


Tatapan mata Kiran jelas ketakutan, Sid jadi ingat setiap kali Kiran gelisah selalu memberikan tanda tersendiri.


Dengan langkah lemas karena merasa mengantuk, Sid menghampiri Kiran dan duduk disampingnya.


"Ada apa? Apa butuh sesuatu?" Kiran menggeleng, secara tiba-tiba ia memeluk Sid.


"Temani aku tidur disini, aku merasa takut!" Pintanya yang langsung diangguki Sid.

__ADS_1


Sid membaringkan Kiran di atas ranjang, kemudian memeluk Kiran dan menutupi dirinya dengan selimut.


Dengan susah payah, akhirnya Sid berhasil membuat Kiran tertidur tanpa gelisah lagi.


Hingga pagi, Kiran masih mengingat rasa gelisahnya semalam. Bahkan saat menggendong anak bayinya ia merasa ada yang janggal dengan bayinya tersebut.


Seperti semakin hari ia merasa Arsya semakin ringan jika di gendong.


"Ada apa?" Sid kembali bertanya melihat wajah istrinya yang terlihat sangat gelisah dan khawatir.


Kiran melirik Sid yang sudah duduk di sampingnya, ia bingung harus mulai menjelaskan dari mana.


"Aku merasa Arsya sedikit aneh, berat badannya semakin terasa ringan." Sambil memberikan Arsya pada Sid.


Sid mengambil Arsya dan menggendongnya. Ia tidak merasa ada yang aneh, karena sejak lahir Sid jarang menggendong Arsya akibat perpisahan yang hampir terjadi antara dirinya dan Kiran.


"Sebaiknya nanti siang kita bawa ke dokter saja!" Usul Sid yang langsung membuat Kiran mengangguk dengan ragu.


Siangnya, Kiran dan Sid sudah berada di ruangan dokter Niken, kini Arsya sedang di periksa oleh dokter Niken.


Beberapa saat menunggu, wajah dokter Niken tampak aneh. Seperti menemukan sesuatu yang sangat mengerikan. Hal itu tentunya tak lepas dari rasa khawatir Sid dan Kiran.


"Begini..."


Bersambung...


Wah, baby Arsya kenapa ya?


Kemarin bukannya aku gk up ya, sudah up dari siang tapi belum lolos reviem dan baru lolos tadi sore.. 😁🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2