Bos Galak Idamanku

Bos Galak Idamanku
Keyra Sakit


__ADS_3

Pagi hari sekali, Kal sudah berada di lapangan karena hari ini kelas pertamanya adalah pelajaran olahraga.


"Hai Siran, sudah lama berada disini?" Keyra yang baru datang langsung menyapa Kal, tanpa mempedulikan tatapan siswa perempuan yang memandangnya sinis.


"Key, iya dari tadi. Kau kemana saja?"


"Tadi ibuku kesini, mengantarkan uang jadi aku menemuinya dulu sebentar."


Setelah lama berbincang-bincang, akhirnya pelajaran olahraga dimulai. Kal begitu menggemari olahraga, sehingga ia tak kesulitan lagi disaat ada praktek olahraga.


Berbeda dengan Keyra yang kebingungan mengikuti gerakan-gerakan olahraga yang di contohka gurunya.


"Key, ayo ikuti!" Ujar Kal sambil menepuk pelan bahu Keyra.


Keyra mengangguk, lalu ia ikut berbaris dan mengikuti setiap gerakan olahraga. Namun, ditengah-tengah olahraga Keyra merasakan ada sesuatu yang mengalir keluar dari hidungnya.


Tiba-tiba matanya berkunang-kunang, lalu berubah menjadi gelap dan...


Bruk...


Keyra terjatuh pingsan. Kal yang berada disisinya langsung meraih Keyra dan terkejut mendapati hidung Keyra sudah mengeluarkan darah.


"Key, bangun!" Kal mengguncang-guncang tubuh Keyra.


Semua yang berada di lapangan langsung mengerumuni Keyra dan Kal, sementara guru yang mengajar olahraga mencoba memeriksa Keyra.


"Kal, tolong panggilkan kepala sekolah. Bapak akan membawa Keyra ke rumah sakit." Kal mengangguk, lalu segera berlari menuju ruangan kepala sekolah.


Sementara guru olahraga membawa Keyra ke rumah sakit terdekat.


...----------------...


Ami dan Rafa sudah berada di sebelah Keyra, ketika Keyra sudah selesai diperiksa oleh dokter.


"Pak, bu. Boleh ikut ke ruangan saya sebentar?" Ujar dokter pada Rafa dan Ami.


Ami dan Rafa mengangguk, lalu segera mengikuti dokter menuju ruangannya.

__ADS_1


Di ruang dokter tersebut, ketiganya hanya diam saja. Dokter membaca kertas yang berisi data hasil pemeriksaan Keyra. Sementara Ami dan Rafa panik dan tegang, disertai penasaran dengan apa yang membuat Keyra bisa pingsan seperti itu.


"Dokter, apa yang terjadi pada putri kami? Dia baik-baik saja, kan?" Ami panik dan tegang, sementara Rafa memegang bahunya dan mencoba menenangkannya.


Dokter menarik napas panjang, lalu mulai membuka mulutnya.


"Putri anda terkena, Leukimia belum parah. Akan tetapi harus secepat mungkin melakukan pengobatan." Bagai petir menyambar dirinya, Ami hanya bisa ternganga.


Yang paling terkejut adalah Rafa. Ia pernah merasakan bagaimana rasanya terkena penyakit seperti itu, bahkan nyawanya hampir saja terenggut jika Sid dan Adik sambungnya Kirana tidak membantunya.


"Dokter, kau pasti bercanda!" Bantah Rafa sambil terkekeh. Rafa memandang wajah dokter itu, mencari wajah yang menunjukan sedikit saja raut penuh canda. Namun tidak ada, disana hanya ada raut wajah serius.


"Tidak pak, putri anda terkena Leukimia." Ulang dokter itu.


"Tidak! Tidak! Ini tidak mungkin, tidak mungkin Keyra seperti ini, tidak mungkin dia terkena penyakit itu!" Teriak Ami histeris, Rafa hanya bisa diam.


Bagaimana bisa, Tuhan? Bagaimana bisa penyakit ini putriku juga mengalaminya? Ini tidak adil!


Rafa mencoba memberika protes pada sang maha kuasa, namun apa daya? Semua sudah kehendaknya, tidak bisa di ganggu gugat.


"Dokter, kami mohon berikan putri kami pengobatan yang terbaik." Rafa memelas.


"Untuk saat ini, putri anda perlu dirawat karena keadaannya masih lemah. Kedepannya tolong untuk selalu berada di sisi putri anda, karena penyakit tersebut bisa menyerangnya kapanpun dan dimana saja." Ami melirik Rafa, lalu Rafa mengangguk.


"Tolong lakukan yang terbaik, dokter." Dokter mengangguk.


Setelah keluar dari ruangan dokter, Rafa dan Ami belum masuk ke tempat ruangan Keyra dirawat. Melainkan duduk di kursi yang berada di depan ruangan Keyra.


"Aku akan mengurus surat pindah sekolahnya, mulai seterusnya dia akan sekolah di sekolah terdekat dari rumah kita." Rafa memulai pembicaraan.


"Apa?" Ami membelalak. "Lalu bagaimana dengan keinginannya? Impiannya? Sekolah itu adalah sekolah impiannya, dimana sekolah itu satu-satunya sekolah musik terbaik!" Protes Ami.


"Lalu apa kita akan membiarkan Keyra berada dalam bahaya karena penyakitnya? Kau ingat kan kata-kata dokter? Gejala penyakitnya bisa kapan saja menyerangnya! Lupakan keinginan Keyra, ini semua demi kesembuhannya juga! Aku tidak akan membiarkan Keyra sakit, aku akan berusaha untuk menyembuhkannya!" Jelas Rafa panjang lebar, karena jelas ia sangat menyayangi putri satu-satunya tersebut. Maka ia akan melakukan apapun demi kesembuhan Keyra.


Ami memikirkan kata-kata Rafa, ada benarnya juga. Saat ini kesembuhan Keyra lebih penting daripada keinginannya.


Setelah itu, Rafa mengajak Ami masuk ke ruangan Keyra. Ternyata Keyra sudah sadar, saat ibu dan ayahnya tersebut masuk ia tersenyum.

__ADS_1


Rafa dan Ami saling melirik, lalu Rafa mengangguk.


"Rahasiakan ini, jangan sampai Keyra tahu dulu." Bisi Rafa pada Ami. Ami mengangguk setuju. ia juga tak ingin Keyra tahu mengenai penyakitnya hingga waktunya tiba untuk memberitahunya.


"Bu, kenapa aku disini? Apa yang terjadi? Bukankah aku tadi di sekolah bersama Siran?" Tanya Keyra beruntun.


"Tadi kau pingsan, sayang. Dokter bilang kau kelelahan." Bohong Rafa pada putrinya tersebut.


"Kelelahan?" Ulang Keyra dengan nada heran. Ami dan Rafa mengangguk.


Memangnya aku melakukan apa saja, hingga bisa kelelahan? Padahal disekolah aku tidak pernah kelelahan.


Keyra mengerutkan dahinya, berfikir keras.


Menyadari Keyra curiga, Ami dan Rafa segera mengalihkan perhatian dan pembicaraan Keyra.


"Sudahlah, tidak perlu dipikirkan!" Ujar Rafa dengan senyum dipaksakan.


"Key, besok kita akan ke Singapura." Timpal Ami dengan suara ragu.


Keyra membelalak, pasalnya secara tiba-tiba kedua orang tuanya akan membawanya ke Singapura.


"Apa?! Tapi untuk apa?"


"Ayahmu ada pekerjaan disana, bersama kakekmu. Ibu juga harus ikut, jadi kau juga akan ikut dan bersekolah disana." Bohong Ami lagi. Sebenarnya hati Ami sakit, akan tetapi ia tak mungkin mengatakan keadaan Keyra dan penyakit yang dialaminya untuk saat ini.


Maafkan ibu, Key.


Bahkan hati Rafa lebih sakit, dan menyalahkan dirinya atas penyakit yang saat ini menimpak Keyra.


Ayah seharusnya tidak hadir di dunia ini, agar kau juga tidak perlu hadir di dunia ini dan menderita seperti ayah.


Batin kedua orang tua muda tersebut terus berkecamuk, merasa sakit dan sedih atas sebuah penyakit yang menimpa putri mereka.


**Beberapa hari author males ngetik, kehilangan mood buat up. Entahlah, seperti males buat berkarya lagi. Tapi insya Allah, author bakal ngumpulin lagi niat buat nerusin karya-karya author. Jangan lupa ya tanggal satu april kisahnya Siran realese loh!


Sampai jumpa di bonus episode berikutnya, jangan lupa like dan vote ya**!!

__ADS_1


__ADS_2