Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Mengejar Cinta Cahya


__ADS_3

"Selamat pagi" ucap Devan pagi itu saat Cahya membuka matanya, Cahya malu dan menutup wajahnya dengan selimut, semalam dia terus digempur oleh Devan, dia kecapean jadi bangun kesiangan.


Devan ikut masuk ke dalam selimut memberikan ciuman selamat pagi, dia lalu menggendong Cahya ke kamar mandi, setelah mereka selesai mandi mereka mencari sarapan dan langsung pulang ke rumah orang tua Devan.


"Kenapa sangat ramai, ada acara apa?" tanya Cahya setelah sampai didepan rumah mertua nya,


Devan tidak menjawab karena dia juga tidak tau, mereka lalu masuk kedalam rumah, dan disambut oleh anggota keluarga Devan.


"Syukurlah kamu datang disaat yang tepat Ayya, Clara keluarlah" ujar ibu Retno


Keluarlah seorang wanita cantik dengan dandanan seperti pengantin, Cahya bingung dan tidak mengerti begitu juga dengan Devan.


"Ini adalah istri baru mu Devan, mulai sekarang kalau Ayya meninggalkan mu lagi, ada wanita yang bisa menjaga dan merawat mu" ucapan ibu Retno yang sudah seperti petir yang menyambar hati Cahya.


Cahya diam membatu masih mencerna apa yang terjadi, dia pergi karena menghindari hal ini lalu kenapa hal ini harus terjadi sekarang, sehingga dia harus menyaksikannya.


"Baiklah, lanjutkan saja" jawab Cahya


Jawaban yang membuat semua orang terkejut apalagi ibu Retno, yang merencanakan semua ini dan tentu saja Devan yang juga tidak kalah kaget.


"Apa ini maksudnya ma?" tanya Devan


"Apa tidak terlihat olehmu? ini acara pernikahan mu, mama tidak mau melihatmu terus disakiti Ayya, dan terus ditinggalkan oleh nya, dan untuk mu Ayya terus lakukan saja apa mau mu, kamu bisa terus melarikan diri" ibu Retno memandang kepada Cahya dan Devan secara bergantian.


"Mama!" teriak Rafa lalu menghambur ke pelukan mamanya


Cahya memeluk erat Rafa, dia menahan perasaannya, dia kuat kalau ada Rafa, dia tidak boleh menangis saat ini, dia tersenyum ke arah ibu mertuanya dan pada Devan.

__ADS_1


"Lanjutkan saja" Cahya menggendong anaknya lalu duduk diantara undangan yang entah dari mana, mereka sepertinya sudah bersiap dengan acara itu.


Ibu Retno tentu sangat kaget melihat reaksi Cahya, Devan mendekati Cahya dan memintanya bangun dari duduknya, tapi Cahya tidak bergeming, dia masih duduk sambil memangku Rafa.


"Ayo pergi dari sini, bangun Ayy!" teriak Devan


Ibu Retno mendekati mereka dan memegang tangan Devan berniat membawanya menjauh dari Cahya tapi Devan menolak.


"Mama kenapa?, aku sudah bilang aku hanya mau bersama Ayya"


"Kenapa kamu mau dengan wanita yang terus menyakiti mu? sadar Devan,,, sampai kapanpun dia akan seperti ini, dia akan terus pergi saat ada masalah"


"Benar kata mama, sampai kapan pun aku akan terus seperti ini, ini lah kekurangan ku, kamu pun tau, aku tidak bisa bertahan dengan masalah, aku akan menghindarinya dan terus lari, jadi cepat lakukan saja acara ini, aku akan segera pergi setelah acara selesai" ucap Cahya pada Devan


Devan marah mendengar ucapan Cahya, kenapa sebagai istri dia bisa dengan enteng membiarkan suaminya menikah lagi, apa selama ini pernikahan mereka hanya permainan untuk Cahya.


Cahya bangun dari duduknya, dia memberi hormat dengan membungkuk kan badan nya didepan ibu Retno, dia lalu berpamitan.


Cahya lalu pergi dari rumah itu bersama Rafa yang masih terus ada dalam gendongannya, Cahya tidak menangis karena ada Rafa di dekapan nya.


Devan mengejarnya, tapi Cahya menyuruh Devan kembali dan lakukan saja apa keinginan dari mamanya, Cahya sadar akan kesalahannya, yang walau pun dia mempunyai alasan untuk pergi tetap saja itu salah karena dia menelantarkan suaminya selama ini.


Tiba-tiba wanita yang ingin dinikahkan dengan Devan mendekati Devan dan memegang tangan Devan walau langsung dilepaskan oleh Devan.


"Lihatlah, aku lebih cantik dari dia, aku bisa lebih membuatmu bahagia" ucap wanita itu


Cahya berlalu pergi, tidak mau kalau sampai dia tidak kuat menahan air matanya di sana, dia juga tidak mau melihat drama ini lagi.

__ADS_1


"Ayya berhenti!" teriak ibu Retno


Cahya langsung berhenti karena bagaimanapun yang memanggilnya masih mertuanya, ibu Retno mendekati Cahya dan langsung berusaha mengambil Rafa, tentu saja Cahya menolak dan berusaha mempertahankan Rafa, dia yang sudah ingin menangis dari tadi tidak bisa lagi menahan air matanya.


"Tidak mama,, aku mohon jangan ambil Rafa, lakukan apapun yang mama mau,, tapi tidak dengan Rafa" Cahya terus menangis, Devan tidak sanggup lagi melihatnya, dia memisahkan mamanya dari Cahya.


"Sudah ma, cukup" ucap Devan melindungi Cahya dan Rafa dibelakang nya.


Ayah Devan mendekat dan memegang bahu istrinya, lalu terdengar bunyi musik nyanyian ulang tahun, ternyata saat itu adalah ulang tahun adiknya Devan, Cahya masih terus sesenggukan belum bisa menguasai perasaan nya, dia terus memeluk erat Rafa, bahkan Rafa ikut menangis melihat mamanya menangis.


Devan mengusap air mata istri dan anaknya, lalu keluarlah adik Devan dan istrinya, mereka bernyanyi dengan riangnya, bahkan semua orang sudah ikut bernyanyi, hanya Devan dan Cahya yang masih belum mengerti.


"Terimakasih ya mas, tahun ini adalah ulang tahun yang sangat berkesan buatku, aku bisa melihat tontonan yang sangat bagus" ujar Renal, lalu dia beralih melihat Cahya


"Apa kabar mbak?, baru kali ini kita berkesempatan bertemu setelah pernikahan kalian dulu, setelah menikah kalian langsung berpisah, eh tidak lama berpisah lagi, bahkan mbak tidak bisa hadir di pernikahanku karena waktu itu mbak meninggalkan mas Devan, kalau jadi judul film, kisah kalian akan aku kasih judul,, eemm,,, bentar aku pikir dulu" ujar Renal sembari berfikir,


"Mengejar Cinta Cahya" Renal lalu tertawa setelah mengucapkan nya.


Ibu Retno mendekati Cahya, dia lalu membelai rambut Cahya dan mengucapkan maaf, ibu Retno hanya ingin tau perasaan keduanya, ternyata memang Cahya dan Devan tidak bisa dipisahkan, walau raga mereka sering berjauhan tetapi cinta mereka sangat kuat dan tulus satu sama lain.


Ibu Retno mengajak mereka semua masuk ke rumah, sebenarnya acara itu adalah pesta ulang tahun Renal bukan acara pernikahan Devan, dan wanita yang tadi dikenalkan sebagai istri baru Devan adalah pembawa acara yang akan menjadi pemandu acara ulang tahun itu.


Devan mencium kening Cahya tidak memperdulikan banyak orang di sana yang membuat semua orang langsung berteriak dan bubar masuk kedalam untuk melanjutkan acara ulang tahun tersebut.


"Huuuuuu, sana ke kamar!" teriak mereka


Cahya dan Devan bersiap dengan berganti baju sesuai tema acara, terlihat Cahya yang cantik dengan memakai gaun, melihat itu Devan malah tidak suka.

__ADS_1


__ADS_2