Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Bab 9. Siapa Wawan?


__ADS_3

"Terimakasih sudah nganterin"kata Cahya ke Devan


Dari warung bakso setelah menunggu lama dan tidak ada angkot akhirnya Cahya mau dianterin Devan,


"Aku boleh mampir tidak?"


"iya, masuk saja"


Cahya memasuki rumah, ternyata lagi banyak yang berkumpul,


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" jawab yang di dalam serentak


"Ayy, kenapa baru pulang? kamu bilang cuma mau nginap semalam"


"Iya bibi maaf, ternyata tidak cukup sehari untuk berkeliling silaturahmi ke tetangga dan semua saudara disana"


"Ini siapa? suruh duduk" tanya bibinya melihat ke arah Devan


"Ini anak nya tetangga kakek, dia tadi nganterin aku karna lagi lebaran gini susah cari angkot"


Devan menyalami semua yang ada disana lalu dia memilih duduk di pojok, entah kenapa tu orang suka banget duduk di pojokan.


"Van, aku masuk dulu ya, mau ganti baju"


Tak lama Cahya keluar lagi dari kamarnya, kemudian datanglah teman Cahya yang kemarin mengajaknya bermain ke pantai, dia langsung nyelonong masuk karna sudah biasa

__ADS_1


"Ayy, kapan kamu pulang? kenapa lama, jadi kemarin kamu tidak ikut silaturahmi ke daerah kakek aku, katanya kamu mau ikut?"


"Iya maaf, ternyata disana banyak rumah yang harus didatangi jadi tidak cukup sehari, nanti lagi saja ya kapan-kapan"


"Ayy, nanti jadi kan kita ke pantai?


"Iya jadi"


"Tapi ganti ya pantainya, yang kemarin aku mau, ternyata sangat ramai kalau libur lebaran gini, takutnya nanti malah kita tidak nyaman disana, bukan mau nyantai tapi malah desak-desak kan"


"Pantai mana memangnya?" tiba-tiba Devan ikut nimbrung


"Pantai di kota X"


"Jadi Ayy, Nanti kita ke pantai di kota XX saja ya"


"Ayy tau tidak, kamu sadar foto kamu yang di dekat jam itu menghilang kan?"


"Hilang?" tanya Cahya terkejut langsung dia cek, dan benar saja, fotonya sudah tidak ada


"Kakek, dimana foto aku yang di situ?"


"Diminta sama Wawan, temen SMP kamu, kan dulu kalian temenan, jadi aku kasihin" kata paman nya, dari tadi kakek, paman dan bibi lagi ada disana menonton TV


"Paman, kenapa di kasih?" rajuk Cahya


"Sudah cuma foto, kan bisa cetak lagi nanti banyak-banyak"

__ADS_1


Cahya duduk lagi bersama teman nya dan Devan


"Wati, ambilkan lagi dong foto aku, dia itu waktu SMP sering jail ke aku, kenapa sekarang minta foto aku, maksudnya apa coba?"


"Dia itu suka sama kamu dari dulu, tapi dasar anak badung, bukan nya deketin baik-baik tapi dia sengaja bikin kamu kesel terus, pas kamu mutusin sekolah di Bandung, dia galau banget tau tidak?"


Cahya masih tidak paham maksudnya, yang dia ingat adalah itu orang sangat jahat padanya.


"Dan kamu tau tidak, dia tau rencana kita mau ke pantai, jadi dia mau nyusul nanti kesana, sudah saja nanti pas di sana kamu tanya-tanya ke dia, siapa tau kalian jadian, kamu kan jomblo abadi, haha" ejek teman nya


"Memang kamu tau dari mana semua itu"


"Aku tau dari pacar aku, kan pacar aku temenan sama dia"


"Ayy, aku pulang dulu ya, takut ke sore an dijalan" tiba-tiba Devan bangun, mungkin dia kesal juga karna di cuekin dari tadi, Devan pamit ke semua keluarga Cahya lalu dia menuju ke mobilnya diantar Cahya menuju mobilnya.


"Ayy, bisa tidak kalau kamu tidak usah ke pantai, nanti kamu capek kan bentar lagi pulang ke Bandung"


"Capek gimana, kan di pantai itu mau healing, lagian di kereta aku ngga mungkin capek kan cuma duduk"


"Sudah sana berangkat, nanti kamu ke sore an, makasih ya udah anterin aku" lanjut Cahya yang masih tetep saja pengen ke pantai


"Kamu berangkat jam berapa ke sana?"


"Pagi-pagi, kalau siang panas"


Devan lalu berangkat pulang karna hari semakin sore.

__ADS_1


__ADS_2